Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Tamparan Dari Stevan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Ssttt...stttt... Tuan." Panggil Kristal pada pengawal Rose yang masih setia duduk didalam mobil.


"Ya, Nyonya. Ada apa?" Tanya pengawal yang melihat dari kaca spion tengah.


"Apakah di luar masih banyak pengawal?" Tanya Kristal pelan.


"Ada, tapi mereka berjaga di pos masing-masing." Jawab pengawal dengan melihat kondisi sekitar.


Kristal akhirnya keluar dari kolong kursi mobil dan segera duduk.


Terlihat Kristal mengipasi dirinya yang sangat gerah karena sejak tadi bersembunyi didalam mobil.


"Kenapa Rose lama sekali." Ucap Kristal pelan.


"Tenang saja Nyonya, pasti Nona Muda dapat mengatasinya." Jawab pengawal dengan yakin.


"Benarkah? Aku harap begitu." Ucap Kristal yang sedikit ragu.


Detik, menit, jam berlalu begitu saja. Membuat Kristal semakin resah didalam mobil.


Terdengar pintu mobil terbuka membuat pengawal yang sejak tadi diam bersuara.


"Mau kemana Nyonya, jangan keluar." Ucap pengawal memperingati.


"Rose sudah lama berada didalam, aku takut jika Rose kenapa-napa." Jawa Kristal jujur.


Pengawal terdiam, benar sudah lama Nona Mudanya berada di kediaman megah didepan matanya tersebut.


Jika sampai Nona Mudanya tergores, pasti dia akan di hajar habis-habisan oleh asisten Tuan Nugroho.


"Jika begitu, Saya ikut Nyonya." Ucap pengawal dengan cepat.


"Baiklah, ayo." Jawab Kristal setuju.


Kristal langsung setuju saja, setidaknya akan ada yang melindungi dirinya dan juga Rose jika terjadi sesuatu.


Terlihat Kristal dan pengawal keluar dari mobil yang mereka tumpangi, penjaga yang sangat mengenal Kristal langsung mendatanginya.


"Nyonya." Ucap para penjaga mansion Kristoff.


Kristal memepetkan tubuhnya kearah oengawal Rose, karena Kristal tidak ingin tinggal di kediaman Kristoff lagi.


"Jangan menghalangi jalan kami, kami hanya ingin menjemput Nona Muda saja." Ucap pengawal yang langsung menarik Kristal di belakang tubuhnya.


"Baiklah, silahkan." Ucap penjaga mempersilahkan keduanya.


Kristal dan pengawal Rose segera melangkah menuju ke mansion Kristoff.


Langkah Kristal terhenti di depan pintu hingga sang pengawal juga berheti. Terdengar suara ribut-ribut yang sudah sangat Kristal hafal betul suara siapa itu.

__ADS_1


Yang membuat Kristal kaget adalah Daniel sang putra berani menjawab ucapan Eve.


Didalam lubuk hati paling dalam Kristal senang karena Daniel dapat melindungi dirinya sendiri, tapi ada rasa sedih Daniel memiliki sifat kasar juga karena dirinya.


Seharusnya sejak awal Kristal lari saja dengan kedua putranya, pergi jauh dari keluarga Kristoff. Mengingat jika Daniel memiliki kebutuhan yang lebih banyak. Hingga Kristal masih tetap bertahan hingga saat ini.


Kristal senang karena Rose membela Daniel, meskipun mereka baru pertama kali bertemu.


Hingga suara Eve yang membuat bibir Kristal yang sejak tadi diam akhirnya bersuara.


"Dasar kau bocah ingusan, aku tidak akan pernah merestuimu bersama Daniel!" Seru Eve kepada Rose.


"Siapa yang membutuhkan restumu."


Seluruh orang yang tengah berkumpul mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.


Terlihat Kristal tengah berjalan mendekat dengan memasang wajah dinginnya.


Tubuh Stevan terpaku, terlihat wajah yang masih cantik dan pakaian yang bagus. Stevan seakan kembali ke masalalu dimana pertama kali melihat Kristal hadir di kediaman Kristoff.


Plak


Kristal langsung menampar pipi Stevan begitu sampai di hadapannya.


"Apa kedua tanganmu hanya mampu untuk memukul anakku." Ucap Kristal dingin.


Stevan hanya terdiam dengan memegang pipinya yang serasa panas, teringat ini kali ketiga dirinya di tampar oleh Kristal semenjak kejadian di Rumah Sakit dulu.


"Apa yang kamu lakukan!" Seru Eve mendorong bahu Kristal hingga mundur satu langkah.


Sedangkan Rose dan Kakek Kristoff mendekat ke arah Kristal.


Secara bersamaan keduanya memeluk tubuh Kristal.


"Kenapa kau memeluk menantuku." Ucap Kakek Kristoff yang kesal dengan Rose.


"Kenapa kakek memeluk menantunya sendiri." Jawab Rose memasang wajah sebal.


"Kau...." Kakek Kristoff tidak meneruskan ucapannya karena terpotong ucapan Rose.


"Stop dulu, Kek. Ayo lanjutkan yang bertengkar dulu." Ucap Rose enteng.


"Kenapa kamu datang ke sini lagi huh! Ada urusan apalagi." Ucap Eve yang kini menghadap ke arah Kristal dengan berdecak pinggang.


Kristal melerai pelukan Kakek Kristoff dan Rose, Kristal berjalan mendekat ke arah Eve.


Kini posisi keduanya saling berhadapan dengan tatapan yang sama tajamnya, jika wajah Eve terlihat bengis sedangkan Kristal tetap berwajah datar tanpa ekspresi.


"Kenapa, apa kamu takut dengan kehadiranku kembali." Ucap Kristal dengan senyum mengejek.


"Untuk apa aku takut denganmu, kamu hanya mantan menantu di sini." Jawab Eve tegas.

__ADS_1


"Ambil saja status menantu itu, aku tidak butuh." Ucap Kristal tegas.


"Sejak awal memang kamu hanya wanita rendahan yang merangkak di kasur suamiku!" Seru Eve kepada Kristal.


Plak


Bukan Kristal yang menampar Eve, melainkan Stevan. Entah kenapa di dalam dirinya merasa sangat marah dikala Kristal mendapatkan penghinaan.


Meskipun Stevan juga tidak jarang menghina Kristal, jauh di lubuk hatinya. Sungguh Stevan sakit setelah mengucapkan penghinaan itu.


"Sayang." Ucap Eve lirih.


"Diam!" Ucap Stevan yang langsung berlalu dari tempat tersebut.


Sedangkan Kakek Kristoff mengajak Kristal untuk masuk ke ruangannya.


Tinggalah Daniel, Rose, dan Eve di sana.


"Sekali lagi kamu menghina Mamaku, akan aku robek mulutmu." Ucap Daniel.


Segera Daniel menarik tangan Rose untuk menuju kamar Kristal.


"Arghhhh!!" Eve mengacak rambutnya karena dipermalukan oleh Stevan dan Daniel.


"Awas kalian, akan aku pastikan. Kristal dan anakmu pergi jauh dari kediaman Kristoff." Ucap Eve dengan perasaan marah.


Di ruang kerja Kakek Kristoff.


"Kristal, duduklah Nak." Ucap Kakek Kristoff lembut.


"Iya, Ayah." Jawab Kristal tidak kalah lembut.


"Kamu kemana saja selama beberapa hari ini, kami mencarimu bahkan Daniel sampai jatuh sakit." Ucap Kakek Kristoff sedih.


"Ayah, Kristal ingin menitipkan Daniel kepada keluarga Kristoff. Ayah tahu sendiri keadaan Daniel, jika dia ikut denganku pasti hidupnya akan jauh lebih sulit." Jawab Kristal pelan.


Kakek Kristoff memeluk tubuh kurus Kristal, terlihat jelas bagaimana kesedihan yang tersimpan rapi di dalam diri Kristal selama ini.


"Maafkan Ayah, Ayah tidak dapat selalu melindungimu juga Daniel." Ucap Kakek Kristoff dengan nada bergetar.


"Tidak Ayah, Kristal sangat berterima kasih karena Ayah sudah menerima keberadaan Kristal dan Daniel selama ini." Jawab Kristal dengan menepuk punggung mantan Ayah Mertuanya.


"Kembalilah Nak, Daniel membutuhkanmu." Kata Kakek Kristoff setelah melepas pelukannya.


"Tidak Ayah, belum saatnya. Kristal ingin membawa seseorang ke dalam kehidupanku juga Daniel." Tolak Kristal halus.


"Siapa? Apa kamu memiliki seorang kekasih Nak?" Tanya Kakek Kristoff yang terlihat bahagia.


Kristal menggeleng pelan, "Jauh seorang kekasih Ayah." Jawab Kristal pelan.


Sedangkan seorang pria yang berdiri di depan pintu ruang kerja Kakek Kristoff, mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Siapa pria yang dekat dengan Kristal, selama ini Kristal hanya berada didalam mansion Kristoff." Gumamnya dalam hati.


...🐾🐾...


__ADS_2