
Happy Reading 🌹🌹
"Dorong saja sampai di depan panggung." Ucap Kakek Kristoff kepada perawat.
Perawat segsra mendoring kursi roda Kakek Kristoff hingga di depan panggung. Kakek Kristoff mengibaskan tangannya sebagai tanda jika perawat bisa pergi.
"Baiklah semuanya, terima kasih sudah hadir di rapat penting kali ini. Maaf jika kedatanganku terlambat dan menyela pengangkatan CEO kali ini. Tuan dan Nyonya pasti sudah mendengar kabar jika beberapa hari lalu saya masuk ke Rumah Sakit itu memang benar adanya, saya jatuh sakit mungkin sudah terlaly tua untuk menjalankan perusahaam besar dengan karyawan jutaan ini." Ucap Kakek Kristoff di akhiri tawa.
"Saya selaku CEO yang masih aktif hingga saat ini, menyatakan mundur karena kesehatan yang mulai menurun dan akan di gantikan jabatan CEO tersebut oleh cucu saya yang sudah berdiri di sebalah saya Gabriel Putra Gandratama Kristoff." Lanjut Kakek Kristoff dengan suara lantang.
👥 Haa...
Kamera menyoroti deretan pria yang berada di samping Kakek Krostoff, seluruh orang yang berada di ruangan itu kaget Gabriel Putra Gandratama Kriatoff?
"Maaf tuan, cucu anda hanya Tuan Daniel apalah Tuan Daniel berganti nama?" Tanya investor B dari kubu Ketua Kim.
"Ini tidak benar Tuan Krostoff, bagaimana bisa cucu anda Daniel memimpin perusahaan Kriatoff jika dirinya selama ini mengidap penyakit yang mengharuskan untuk menjalani kemoterapi." Ucap Ketua Kim.
Semua nampak riuh, tapi jika di lihat wajah Daniel yang berdiri di hadapan mereka terkihat segar bugar tidak pucat sama sekali bahkan wajahnya terlihat lebih menyeramkan.
"Harap tenang! Akan saya umumkan disini tolong untuk para pemburu berita siarkan secara live saat ini, bisa?" Tanya Kakek Kriatoff.
Pemburu berita mengangguk cepat segera menghubungi stasiun pusat karena pastinya ini sangat penting, segera stasiun pusat menyiapka acara live atas permintaan pemilih perusahaan Kriatoff.
__ADS_1
"Tuan, sudah siap." Ucap para pemburu berita.
"Baiklah, dengarkan baik-baik semuanya. Saya selaku pemimpin keluarga Krostoff, pemilik dari perusahaan Kriatoff menyampaikan dengan keadaan sadar dan tanpa paksaan siapapun mengumumkan jika jabatan CEO akan di gantikan oleh cucu saya Gabriel Putra Gandratama Kristoff. Gabriel adalah cucu yang selama ini di sembunyikan dengan baik oleh mendiang istri saya Nyonya Kristoff dengan menantu saya Kristal." Kakek Kristoff memberi kode untuk pengacara mendiang istrinya berjalan maju ke mimbar.
Bagaikan di sambar petir di siang hari, Eve, Ketua Kim, dan yang lainnya merasa terguncang. Cucu yang di sembunyikan bahkan mendiang ibu mertuanya juga ikut menyembunyikan cucu itu. Eve menatap lekat punggung Gabriel karena posisi mereka saat ini, Gabriel di depan panggung bersama Kakek Kristoff dan yang lainnya meminggungi Eve juga Ketua Kim.
Kamera terus menyoroti jalannya rapat pergantian CEO hari ini. Terlihat pengacara mendiang Nyonya Kim sudaj berdiri dan menyerahkan lembaran kertas ketangan MC untuk di tampilkan didepan layar.
"Saya Kim Seo Ho, selaku pengacara mendiang Nyonya Kristoff akan menyampaikan beberapa pesan penting. Silahkan Nyonya Eve dan Ketua Kim kembali duduk di kursi." Ucap Seo Ho pengacara mendiang Nyonya Kristoff.
Eve dan Ketua Kim berjalan kembali ke kursi mereka dengan di bimbing oleh MC, terlihat keduanya nampak menatap lekat pria yang berwajah sama dengan Daniel sungguh tidak ada celah yang membedakan keduanya. Bagaikan pinang di belah dua wajah tampan bibir sexy dan sorot mata tajam bagaikan pahatan indah tangan dewa.
Kakek Kristoff di dorong oleh Gabriel dengan di bantu pengawal yang berada di dalam ruangan tersebut dan berdiri di samping mimbar dengan pengacara Seo Ho.
"Silahkan Nyonya Kristal maju dan berada di sisi saya." Ucap pengacara Seo Ho.
"Ekhm, baiklah para hadirin yang saya hormati juga keluarga Kristoff yang saya hormati pula. Saya Kim Seo Ho selaku pengacara mendiang Nyonya Kristoff akan menyampaikan surat wasiat yang selama ini saya simpan dan rawat dengan baik. Surat wasiat ini di buat dan di tandatangani oleh mendiang Nyonya Kristoff dalam keadaan sadar dan tanpa unsur paksaan siapapun. Di layar terlihat surat wasiat mendiang nyonya Kristoff untuk cucunya yang bernama Elbarack Kristoff yang sekarang berganti nama Gabriel Putra Gandratama Kristoff adalah cucu tertua dari pasangan Tuan Stevan dan Nyonya Kristal yang memiliki saudara kembar bernama Daniel Kristoff. Nyonya Kim memberikan saham sebesar 10% dan satu unit gedung apartemen mewah yang terletak di daerah Gangnam dimana apartemen tersebut masih bergerak dan di kelola dengan baik. Warisan tersebut di wakilkan oleh Nyonya Kristal selaku Ibu dari kedua cucu mendiang Nyonya Kristoff oleh karena itu saya sebagai pengacara akan menyerahkan surat-surat warisan tersebut dengan disaksikan oleh kalian semua serta penandatangan pengalihan harta warisan dari wali kepada Tuan Muda Gabriel." Kim Seo Ho berbicara panjang lebar dengan tegas dan keras hingga jelas terdengar oleh semua orang.
Para jurnalis sampai menjatuhkan bolpoint karena mendengar penjelasan pengacara Kim Seo Ho bahkan terlihat para karyawan yang bekerja di kantor pusat stasiun TV sampai mematung karena tidak percaya jika seperti sebuah drama yang mereka tonton setiap akhir pekan. Seorang ahli waris yang selama ini di sembunyikan pada dunia.
Para pemegang saham terlihat ribut dibelakang, jika saham 10% itu milik cucu yang saat ini tengah berdiri di samping mimbar lalu saham yang dimiliki oleh Eve saham apa. Setahu pemilik saham hanya saham 10% tersebut yang tidak di ketahui pemiliknya.
MC maju dengan menyerahkan lembaran kertas ke arah pengacara segera pengacara membimbing Kristal untuk tanda tangan begitu juga Gabriel yang menerima semua harta warisan dari mendiang neneknya.
__ADS_1
"Berhenti, bagaimana bisa saham itu milik mereka! Jelas di sini akulah pemilik saham 10% tersebut!" Eve menggebrak meja dengan keras.
Kim Seo Ho membenarkan kacamatanya dengan melihat ke arah Eve, "Tidak mungkin berkas yang saya simpan puluhan tahun memiliki kaki sendiri Nyonya, ini adalah berkas yang sah di tandatangani basah oleh mendiang Nyonya Kim." Jawab pengacara apa adanya.
"HAHAHAHA...." Stevani tertawa keras.
Membuat semua orang yang berada di ruangan itu mengalihkan perhatiannya, Kakek Kristoff dan Robby hanya tersenyum saja karena semua ini adalah bagian rencana dari mereka.
"Kamu sungguh bodoh Eve, apa kamu kira kami akan meletakkan berkas sepenting itu sembarangan? Coba pikirkan dengan otakmu, kamu mengambilnya di dalam ruang kerja ayah bukan. Apa kamu pikir semua berkas yang ada di ruang kerja ayahku adalah berkas penting?" Stevani menjawab dengan senyum yang mengejek.
Eve mengepalkan kedua tangannya terlihat wajahnya merah padam karena menaham marah dan malu, terlebih dirinya sudah menggugat cerai Stevan.
"Tidak mungkin! Jelas-jelas berkas ini di tandangani oleh Kristal sendiri." Ucap Eve dengan emosi.
Ketua Kim melebarkan kedua matanya karena mendengar ucapan Eve namun berbeda dengan Eve, Eve yang sudah emosi dan tidak ingin gagal tidak sengaja mengatakan yang akan menghancurkan dirinya.
"Ah, maksudmu. Tanda tangan yang kamu dapatkan karena menculik Kristal dan mencelakai Daniel hingga dia masuk Rumah Sakit." Jawab Stevan dengan dingin.
👥 Apa menculik?
Para pemegang saham dan jurnalis terlihat tercengang apalagi ini, menculik oh astaga ini sungguh sebuah adegan yang tidak pernah di pikirkan dalam otak mereka. Ini sangat menarik pasti selanjutnya akan banyak kejutan, ini berita yang besar di negara ini. Rating TV pasti akan naik dan mereka akan di promosikan karena berhasil terpilih sebagai salah satu peliput acara bersejarah ini.
Eve terlihat gelagapan, hingga satu persatu pemegang saham yang berada di belakang Eve dan Ketua Kim pindah satu persatu. Eve berusaha menghalangi namun mereka menyingkirkan tangan Eve.
__ADS_1
"Kristoff, meskipun saham 10% itu milih anak muda itu, Aku tetap yang berkuasa di sini, karena aku pemilik saham terbesar kedua setelahmu juga di belakangku ada perusahaan Gandratama." Ucap Ketua Kim angkuh.
"Ah, maksudmu ayahku?" Tanya Gabriel dengan wajah datarnya.