
Happy Reading 🌹🌹
Seorang wanita keluar dari dalam mobil mewahnya, sepatu hak tinggi melangkah memasuki bangunan hingga bunyinya menggema.
Membuat oeang-orang yang berada didalam bangunan mengalihkan atensi mereka, denganmenggunakan rok span dan jaket kulit yang sangat pas pada tubuhnya wanita itu sangatlah modis.
"Yuhuuuu, everybody!" Serunya dengan membuka kacamata hitamnya.
"Mah jangan membuat malu." Tergur sang anak.
"Ohoho, cucuku Kakek sangat merindukanmu." Ucap Kakek Kristoff yang berjalan menghampiri Angel anak pertama dari Stevani.
"Apa kabar Ayah." Ucap Stevani mencium kedua pipi Kakek Kristoff.
"Baik, kenapa lama sekali." Jawab Kakek Kristoff.
"Maaf Ayah, Vani harus mengurusi perusahaan dulu sebelum mengambil libur panjang." Jelas Stevani.
Stevani adalah saudara kembar Stevan, yang biasa dipanggil Vani oleh orang dekatnya. Stevani merupakan sekertaris di perusahaan sang suami jabatan itu diberikan karena Stevani sudah memberikan suaminya anak kembar yang sekarang sudah beranjak dewasa.
Angel yang melihat Daniel (Gabriel) hanya duduk diam dan fokus dengan ponselnya segera berlari dan memeluk tubuh pria tersebut.
"Kakak!" Seru Angel.
Gabriel yang tidak siap dan tidak suka disentuh oleh sembarang orang tanpa seijinnya, langsung mendorong Angel dengan kasar.
Membuat Angel telentang dengan tangan yang menyangga tubuhnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Angel heran.
"Kamu itu yang kenapa! Jangan menyentuh orang sembarangan." Seru Gabriel dengan menatap tajam Angel.
"El, Angel hanya ingin menyapamu." Ucap Stevani yang menepuk pundak Gabriel.
Gabriel menoleh dan menyingkirkan tangan Vani dari pundaknya, kakinya melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah yang masam.
"El, kenapa Ayah?" Tanya Stevani yang masih menatap punggung Gabriel.
"Tidak apa-apa, mungkin moodnya sedang tidak baik. " Kilah Kakek Kristoff.
__ADS_1
Sedangkan Stevan dan Eve yang sejak tadi duduk diam tanpa mengeluarkan sepatah suara, menatap El heran. Karena Daniel cukup dekat dengan Angel meskipun jarang bertemu.
"Oh, ada adik kesayanganku dan juga adik ipar. Maaf tidak melihat kalian." Ucap Stevani dengan senyum lebarnya.
"Eve buatkan minum, Kak." Ucap Eve dengan tersenyum kesal.
"Iya buatkan minuman dingin dan ambilkan beberapa cemilan." Jawab Vani tanpa beban.
"Kakak!" Ucap Stevan.
"Apa? Dia yang menawariku, sudah seharusnya dia menyambut Kakakmu ini dengan benar." Jawab Vani.
Kakek Krostoff dan Angel hanya diam, seperti biasanya dimana ada mereka bertiga seperti melihat ring tinju disana.
Hingga suara seorang wanita membuyarkan suasana panas tersebut.
"Kak Vani dan Angel, kapan datang?" Tanya Krostal dengan lembut.
"Kristal? Kamu masih disini?" Tanya Vani dengan wajah terlihat bahagia.
Kristal mengangguk.
"Ya, ampun Kristal aku sangat merindukanmu. Bagaimana jika kamu ikut Kakak saja ke mansion suami Kakak. Benarkan Angel?" Ucap Vani yang membawa sang anak.
Kristal dan Kakek Krostoff hanya tertawa pelan mendengarkan jawaban dari Angel, sedangkan Vani tidak memperdulikannya.
Stevan merasa terenyuh melihat pemandangan yang ada didepannya, meskipun Kristal sudah dlbercerai dengannya namun masih disayang oleh Kakak dan Ayahnya.
Disisi lain Eve sangat kesal dengan kehadiran Stevani anak tertua dari keluarga Kristoff.
"Sial, kenapa disaat genting seperti ini Stevani harus datang. Ck aku harus mengubah rencanaku." Gumam Eve dalam hati.
Seorang maid datang dengan membawa minuman dan juga cemilan untuk keluarga yang tengah berkumpul tersebut dengan sopan.
"Angel akan menginap disini sampai kamu kembali jiga Van?" Tanya Kakek Kriatoff.
"Tidak Kek, Angel besok sudah kembali karena Dady tidak ikut." Jawab Angel yang tengah bermain ponsel.
"Kau sudah besar Angel, Dadymu terlalu mengkhawatirkanmu seperti anak kecil saja." Jawab Eve yang berusaha ramah dengan gadis galak itu.
__ADS_1
Angel merengut, "Namanya juga orangtua, Tante tidak akan tahu rasanya karena Tante tidak memiliki anak--- Paman juga sih, meskipun punya anak Kak Daniel juga tidak akan pernah tau rasanya karena selama ini Kak Daniel yang mengasuh Kakek dan Tante Kristal." Jawab Angel panjang lebar.
Stevan hanya diam, memang benar apa yang dikatakan Angel. Dia yang berstatus Ayah hanya panggilannya saja seorang Ayah namun dalam ikatan batin dan perasaan tidak memiliki seperti kakak iparnya yang sangat protektik kepada dua anak kembarnya.
Eve mengepalkan kedua tangannya, "Angel kamu pasti sudah tahu kenapa Tante Eve tidak bisa memiliki anak." Ucap Eve dengan menatap tajam Kristal.
"Tante itu tidak bisa menjadi alasan, ada Kak Daniel disini. Kenapa Tante selalu meributkan itu." Jawab Angel dengan wajah malasnya.
Eve mendengus kesal dan beranjak dari duduknya pergi meninggalkan keluarga sang suami, sedangkan Stevan tidak mengikuti maupun menegur Angel.
Setelah mengetahui jika selama ini Eve yang sudah merusak hubungannya dengan Kristal, Stevan langsung berubah dingin kepada Eve meski tidak ditunjukkan didepan orang lain.
Karena Stevan masih ingin mengulik rahasia yang Eve sembunyikan selama ini. Stevan bahkan menahan agar tidak menceraikan Eve terlebih dahulu sebelum mengumpulkan bukti-bukti yang kuat.
Eve terlihat berjalan mondar mandir didalam kamar dengan menggigit kuku ibujarinya, Eve harus cepat bergerak sebelum Stevani mengambil semuanya.
"Aku harus memberitahu Ayah keberadaan Stevani dimansion Kristoff." Gumam Eve.
Eve segera menghubungi Tuan Kim, beberapa kali panggilan tidak diangkat. Membuat Eve semakin gelisah.
"Ayah kenapa Daniel menjadi kasar seperti itu, sangat kaku sekali dengan keponakannya." Tanya Stevani yang kesal mengingat sikap Daniel tadi.
Kristal tertawa kikuk, "Daniel pasti sedang pusing karena acara pertunangannya dengan Minzy Kak." Jawab Kristal seadanya.
"Tunangan?" Ulang Stevani dan Angel.
Kristal mengangguk cepat, Vani menatap sang Ayah yang terlihat mengangguk. Sedangkan Stevan juga sama kagetnya dengan sang Kakak.
"Kenapa tidak ada yang memberitahukan kepada Stevan." Ucap Stevan yang sejak tadi diam.
"Mungkin, El belum sempat mengatakannya padamu." Jawab Kristal pelan.
"Aku tahu, pasti kamu melarangnyakan! Bagaimanapun aku masih Ayahnya, seharusnya aku yang menjodohkannya bukan Ayah maupun kamu!" Seru Stevan dengan sorot mata tajam bercampur sendu.
Kristal hanya tersenyum kecut, "Anakmu? Lucu sekali, apa kamu gagar otak. Apa kamu tidak ingat apa yang kamu ucapkan tempo lalu? Kamu menghinaku dan mempertanyakan Daniel apakah benar anak kandungmu. Lalu apa sekarang? Kamu seakan-akan membuat Daniel menjadi anak yang tidak berbakti!" Jawab Kristal yang tidak kalah seru menjawab ucapan mantan suaminya.
Kakek Kristoff dan Stevani melebarkan kedua matanya, sudah bertahun lamanya kenapa Stevan masih mengatakan hal yang menyakitkan seperri itu kepada Kristal dan Daniel.
"Apa kau gila mengatakan seperti itu kepada anakmu sendiri Stevan!" Seru Stevani yang sudah berdiri dengan berdecak pinggang.
__ADS_1
Stevan hanya melengos, benar apa yang diucapkan Kristal. Kenapa Stevan sampai mengatakan hal menyakitkan itu kepada anak kandungnya, ini semua karena Eve. Eve yang patut disalahkan atas semua kekacauan hubungan ini.
...🐾🐾...