
Happy Reading πΉπΉ
Tok
Tok
Tok
"Dave, makan dulu!" Teriak Lila didepan pintu kamar sang anak.
Cklek
Lila membuka pintu kamar Dave dan menyembulkan kepalanya kedalam, melihat sekeliling mencari sang anak.
Terlihat pria jangkung tengah berdiri di depan jendela kamarnya, sedang menelfon seseorang yang Lila kenal.
π£οΈ Halo, sayang.
π€ Halo, sayang.
π£οΈπ€ ππ
π£οΈ Kamu dulu.
π€ Ekhm, ada apa Kak?
π£οΈ Kak?
π€ Eh, sayang. Ada apa?
π£οΈ Kamu sudah makan malam, sayang?
π€ Sudah, baru saja makan malam bersama Ayah.
π£οΈ Bagaimana pertemuanmu dengan, Putri. Apakah menyenangkan?
π€ Seperti biasanya, bagaimana jika dua gadis sudah bersatu sayang π
π£οΈ Pasti sangat berisik π€£
π€ Bukan berisik lagi, ngomong-ngomong. Apa yang sayang lakukan hari ini?
π£οΈ Hanya bekerja, mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
π€ Jangan terlalu lelah, jaga kesehatan.
π£οΈ Tentu, jika ratuku yang menyuruhnya.
π€ π³π³π³
π£οΈ Jangan bilang telfonku dimatikan lagi kali ini.
π€ Tidak... tidak... maaf untuk tadi sore.
π£οΈ Tidak ada yang gratis di dunia ini, Nona π
π€ Aku akan membayarnya dengan masakan, bagaimana?
π£οΈ Ide yang bagus, besok datanglah kekantor.
π€ Baik.
π£οΈ I miss you.
π€ miss you to.
π£οΈ Gnight ππ
__ADS_1
π€ π³π³π³
Dave mematikan sambungan telfonnya dengan tersenyum tipis.
"Sudah?" Tanya Lila yang masih berdiri didepan pintu dengan menyandarkan lengannya.
"Astaga, Mama!" Jawab Dave kaget.
"Kenapa? Apakah sudah yang kangen-kangenan?" Tanya Lila menggoda.
Dave mendengus pelan tidak menjawab pertanyaan Mamanya.
"Apa yang Mama lakukan di kamar, Dave?" Tanya Dave.
"Hanya ingin melihat orang kasmaran." Jawab Lila semakin menggoda Dave.
Dave hanya memutar bolanya malas.
"Ingat, Dave. Kamu harus mendapatkan restu dari Nugroho setelah itu langsung saja menikah. Buatkan Mama dan Papa cucu yang sangat banyak." Ucap Lila panjang lebar.
Dave terdiam ditempat hanya alisnya yang dinaikkan keatas seolah tengah berfikir, benar juga. Dave sampai lupa dengan Paman Nugroho dan Paman Surya.
"Apakah perlu bantuan Mama dan Papa?" Tawar Lila pada Dave.
"Tidak, Dave bisa menghadapinya sendiri." Jawa Dave tegas.
Lila tersenyum mendengar jawaban Dave, "Yasudah, ayo makan malam dulu. Mengisi tenaga untuk menghadapi calon besanku." Kelakar Lila dengan terkikik geli.
Dave dan Lila turun dari lantai dua menuju meja makan, Lila memikirkan cara agar meyakinkan Rose sedangkan Dave memikirkan cara menghadapi Ayah Nugroho.
Sedangkan di mansion Amanda.
"Wah, kenapa wajahku panas sekali." Ucap Rose lirih dengan memegang kedua pipinya.
Sedetik kemudian Rose tersenyum lebar, bahkan sampai menghentakkan kakinya pelan.
Ayah Nugroho mengamati Rose dari dalam mansion melalui jendela.
"Cari informasi tentang hubungan Dave dan Rose saat ini." Ucap Ayah Nugroho kepada Surya sang asisten.
"Kenapa? Apa mereka kembali bersama lagi?" Tanya Suryo penasaran.
"Sepertinya." Jawab Ayah Nugroho singkat.
"Beri mereka kesempatan, mungkin kali ini Dave benar-benar sudah berubah. Apa kamu tidak ingat beberapa waktu lalu, kamu menghajarnya hingga hampir meninggal tetapi Dave tidak membalasnya." Jelas Suryo panjang lebar kepada suami sahabatnya.
"Bukan keinginanku menghajarnya, tetapi Rose. Pasti Rose sangat ingin sekali menghajar Dave." Ucap Ayah Nugroho berasalan.
Suryo yang disebrang telfon hanya berdecak saja, "Akan aku cari informasinya, tetapi jika mereka baik-baik saja. Tetaplah diam, jangan berbuat gegabah." Kata Suryo mengiyakan perintah Ayah Nugroho.
"Tergantung." Jawab Ayah Nugroho singkat.
"Owlah, jangan jadi pria tua menyebalkan Nugroho." Ucap Surya malas.
"Kau mengejekku?" Kata Ayah Nugroho.
"Jika itu kenyataan bukan mengejek, tapi realita." Jawab Suryo enteng.
Ayah Nugroho tidak menjawab, langsung memutuskan secara sepihak panggilan telfonnya dengan Suryo.
...πΎπΎ...
Langit yang berwarna gelap, perlahan terganti dengan warna terang.
Terlihat Kristal tengah memotong-motong sayuran dan menyiapkan beberapa lauk untuk sarapan hari ini.
Dengan senyum yang tulus, perasaan yang tulus. Kristal melakukannya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Hari ini Kristal akan memasak, masakan yang sangat disukai oleh Elbarack kecilnya. Masakan yang setiap hati wajib berada diatas meja makan, meskipun tanpa lauk seperti sekarang.
Kristal menyiapkan bahan untuk membuat japchae dan sundubujigae (sop tahu).
Kristal memotong timun dan wortel menjadi seukuran korek api, kemudian memotong-morong udang yang sudah dibeli Gabriel kemarin menjadi ukuran dadu-dadu kecil.
Untuk sundubujigae (sop tahu) Kristal mengambil dua kotak tahu dan di iris berbentuk dadu, dua sosis, dan sedikit daging sapi.
Bumbu dari masakan Kristal hampir sama hanya yang membedakan untuk japchae tidak menggunakan gojujhang (bubuk cabai). Kristal mengambil satu butir bawang bombai dan dibagi menjadi dua, di irisnya bawang bombai menjadi kecil dan tipis.
Setiap masakan Korea selain khas karena gojujhang tetapi juga wajib menggunakan barang daun bawang (loncang nek wong jowo π). Kristal hanya menggunakan bagian batangnya saja yang berwarna putih untuk mendapatkan aromanya.
Sedangkan daun bawangnya sendiri akan di iris tipis-tipis untuk taburan diatas masakannya nanti. Tidak lupa bawang putih dan merah yang biasa juga tidak boleh absen dari bahan masakannya.
Setelah selesai menyiapkan semuanya, Kristal mulai memanaskan panci yang sudah diberi minyak sedikit.
Kristal akan memasak sop tahu terlebih dahulu sembari menunggu mie jagungnya empuk.
Kristal menumis per-bawangan beserta daun bawang, ditumis hingga semuanya layu dan mengeluarkan bau yang harum.
Diambilnya satu mangkuk berisi tahu yang sudah dipotong dan dimasukkan kedalam panci, di aduk sesaat agar terkena bumbu.
Masukkan air secukupnya, dimasukkannya beberapa bumbu halus seperti garam dan penyedap rasa.
Terlihat Kristal tengah mencicipi masakannya, kepalanya mangut-mangut menandakan jika sudah pas rasanya.
Sekarang Kristal mengeksekusi japchae, masakan mie jagung yang sangat sederhana dan tentunya enak.
Kristal memanaskan wajah yang sudah diberi minyak goreng sedikit, setelah agak panas dimasukkannya per-bawangan.
Setelah bau harus keluar dimasukkannya irisan wortel dan timun serta daging udang yang sudah dipotong-potong.
Setelah dirasa cukup matang, Kristal mengambil mie jagung yang sudah ditiriskan sebelumnya kemudian dimasukkan kedalam wajan.
Diaduk hingga rata dengan bumbu, masukkan kecap asin sedikit. Tambahkan penyedap rasa jika dirasa kurang nampol.
Gabriel menggeliat diatas sofa, seketika kedua matanya terbuka dan bangun dengan cepat.
Terlihat punggung Kristal yang tengah memasak, "Siapa kamu!" Seru Gabriel yang masih setengah sadar.
Kristal menghentikan acara masaknya dan menoleh kesambet suara, terlihat wajah tampan bermuka bantal bahkan rambutnya berdiri seperti Woody woodpecker.
"Sudah bangun, Briel?" Tanya Kristal dengan tersenyum.
"Hah, kenapa Anda bisa berada disini?" Tanya Briel dengan nyawa yang belum terkumpul.
"Apa kamu lupa, Tante sekarang bekerja denganmu." Jawab Kristal pelan.
Terlihat wajah Gabriel berkedip dan merengut berfikir keras.
"Ya... ya, baiklah." Ucap Briel yang langsung masuk kedalam kamarnya.
Karistal hanya tertawa pelan, melihat Gabriel seperti itu sedikit berbeda dengan Daniel yang selalu menunjukkan penampilan yang sudah rapi ketika bertemu dengan Kristal.
Sedangkan Gabriel kembali ambruk diatas tempat tidurnya, merasakan tubuhnya sakit karena sofa di apartemen miliknya tidak muat untuk Gabriel tidur.
"Aaa... tubuhku." Gabriel mengerang.
...πΎπΎ...
Sop Tahu
Japchae
__ADS_1