Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Tanda Tangan Warisan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Di sebuah bangunan tua, terdapat seorang wanita yang tidak sadarkan diri dalam keadaan tubuhnya terikat di kursi kayu serta mulutnya pun terkunci oleh seutas kain yang mengikat di belakang kepalanya.


“Hei, bangun" Pekik seorang penjahat dengan menggebrak meja begitu keras, hingga membuat wanita itu terbangun dari tidurnya.


“Eeee.. hemmm.. eeee..” suara wanita itu dengan wajah penuh ketakutan saat melihat penjahat dengan penampilan yang begitu menyeramkan.


“Apa, hah? Ngomong yang bener jangan hem ham hem aja bisanya” sahut penjahat itu sambil duduk di salah satu kursi yang ada di sana sambil mengangkat kakinya di atas meja.


“Lemhemmpasss..” wanita itu mencoba berteriak meskipun ia sadar, kalau suaranya tidak akan terdengar sangat jelas berkat kain yang menempel di mulutnya.


Namun, penjahat itu terlihat sangat cuek serta ia meminum kopinya sambil menunggu seseorang yang akan datang untuk menemui wanita tersebut.


Tak butuh waktu lama, terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat. “Si-siapa laki-laki ini? Dan juga kenapa dia membawaku ke tempat seperti ini?” Gumam wanita itu di dalam hati kecilnya.


Namun, wanita itu di kejutkan dengan suara yang tidak asing di telinganya serta ia langsung menoleh dengan cepat.


“Hai maduku, Kristal. Bagaimana tidurnya? Nyenyak?” ujar seorang wanita penuh kesombongan sambil berjalan mendekati Kristal.


“Aduh kasihan tidak bisa berbicara ya? Sini aku bantu, biar kita sama-sama bisa berbincang.” ucapnya kembali dengan mencondongkan tubuhnya sambil membenarkan anakan rambut yang kini menutupi mata Kristal.


Kristal yang melihat perlakuan itu membuatnya sangat tidak nyaman dan berusaha untuk memberontak hingga kursi yang menempel di tubuhnya pun terjatuh.


Braaaakk..


“Hikss... hiks..” Kristal menangis penuh ketakutan. “Upsss.. so-sorry, pasti sakit ya? Makannya jangan gerak-gerak, kan niatku baik mau membukakan kain di mulutmu. Tapi, kenapa kamu malah berusaha menghindar? Apa salah aku menolongmu?” tanyanya tanpa rasa bersalah.


Sedangkan orang suruhannya hanya berdiri tegak di belakangnya, lalu wanita itu mengode orang suruhan dengan jarinya untuk membenarkan posisi Kristal.


“Buka penutup mulutnya!” titah wanita itu langsung membuat preman membuka kain yang mengunci mulut Kristal.


“Hiks.. E-eve? Ja-jadi i-ini ulahmu hiks..” ucap Kristal yang sudah menangis penuh ketakutan, namun hanya di balas dengan senyuman remeh oleh Eve.


“Ke-kenapa kau tega padaku? Kenapaaaa!” pekik Kristal yang sudah tidak bisa menahan rasa marahnya.


“Kau mau tahu jawabannya kenapa aku melakukan ini padamu? Baiklah, sebenarnya aku tidak mau menggunakan cara seperti ini. Tapi, ya sudahlah ya.. kan sudah terjadi juga. Lagian jika aku memakai cara baik pun pasti kau tidak akan memberikan semuanya padaku, kan?” sahutnya yang membuat Kristal bingung apa yang di maksud dengan omongan Eve ini.

__ADS_1


“Memberikan semuanya padamu, maksudnya?” tanya Eve penuh penasaran yang kini air matanya tidak lagi menetes.


“Kristal.. Kristal.. jangan kau kira aku tidak tahu apa-apa tentang hak waris itu. Jadi jangan coba-coba membod*dohiku, paham!” tegasnya sambil mencekam rahang Kristal dengan sangat kuat.


“Hiks.. sa-sakit, sa-sakit hiks.. le-lepaskan tanganmu hiks..” ujarnya sambil mendelikkan matanya menatap wajah Eve.


“Jika kau ingin aku lepaskan, maka tanda tangani surat pengalihan hak waris kepadaku. Bagaimana? Mudah bukan” tawar Eve penuh kelicikan yang membuat Kristal langsung membantahnya.


“Ti-tidak!! A-aku tidak akan pernah menanda tangani surat apa pun, bahkan sekali pun aku mati di tanganmu tetap aku tidak akan mau menandatanganinya.”


“Apa harus saya yang turun tangan Nyonya?” ucap penjahat itu yang langsung mendapat tatapan tajam dari Eve.


“Diam di situ, dan jangan pernah ikut campur urusanku. Mengerti!! Tugasmu hanya membawa dia ke sini, selebihnya bukan urusanmu” tegas Eve. Penjahat tersebut terdiam dan sedikit menganggukkan kepalanya.


“Jadi kau tidak mau menandatanganinya?” tanyanya penuh senyuman licik, sambil melepas cengkraman tangan di rahang Kristal dan mengelus rambutnya sehingga tanpa aba-aba ia menjambaknya serta membuat Krista mengeluh kesakitan.


“Aarrghhh.. hiks.. sa-sakit Eve sa-sakitttt hiks...”


“Aduh sakit ya, apa jika seperti ini tidak akan sakit” ujarnya yang sedikit melonggarkan jambakan rambutnya dan dengan perlahan ia memutar tangannya serta mengikat rambut panjang Eve di pergelangan tangannya, lalu ia kembali menariknya sampai kepala Kristal terbentur ujung kursi.


Bughhh..


“Upsss.. ma-maaf, kali ini aku sengaja haha..” ucap Eve dengan tawa jahatnya melihat Kristal tak berdaya seperti itu.


“Kau jahat, Eve kau jahaattttt! Aku bencii kauuu hiks.. jika kau ingin harta maka kerjalah, cari harta hasil kerja kerasmu sendiri bukan malah mengambil apa yang bukan menjadi hakmu hiks..” teriak Kristal berhasil membuat tawa Eve terhenti dan menjadi sebuah emosi yang sangat dalam.


Eve berjongkok di depan wajah Kristal dan ia kembali mencengkram rahangnya begitu kuat. “Apa kau bilang tadi, hah!! Hakmu? Haha.. jangan mimpi! Kau hanya mantan istri muda yang tidak tahu diri, sedangkan aku jauh lebih baik darimu yang seharusnya semua hak waris itu jatuh ke tanganku bukan ke tanganmu. Dasar pelakor, cihh...”


Eve menghempaskan rahang Kristal tepat seperti membenturkan kepalanya di lantai beton yang sangat keras.


Hingga membuat Krista memekik kesakitan yang kuar biasa. “Arrrrghhhhhh.. hiks...” Eve tersenyum saat ia melihat cairan berwarna merah mengalir dari kepala Kristal.


“Bagaimana? Sakit? Pusing? Kan sudah aku bilang, tanda tangani surat itu. Maka kamu akan kembali hidup bebas tanpa merasakan kesakitan seperti ini. Aduhh.. aku jadi tidak tega lihatnya, pasti rasanya sangat nikmat bukan? Haha..” ucap sombong Eve yang membuat Kristal hanya bisa terdiam tak berdaya.


“Hikss.. silakan Eve silakan kau bunuh aku, biar kau puas!! Aku lebih baik mati di tanganmu dari pada harus menandatanganinya. Dasar wanita licikkkkkkk!!!” pekik Kristal yang emosinya sudah tidak bisa di bendung.


Eve tersenyum sangat lebar bagaikan seorang iblis yang sudah berhasil menemukan suatu cara yang bisa membuat Kristal menandatanganinya tanpa susah payah mengotori tangannya kembali.

__ADS_1


“Ck, sudahlah jangan banyak basa-basi aku sudah tidak punya banyak waktu lagi, kau ingin menandatanganinya atau tidak?” tegas Eve.


“Sampai kapan pun aku tidak akan mau menandatanganinya!!! Mengeerttttiiiiiii!!!!!..” teriak Kristal yang malah membuat Eve tertawa.


“Oh iya.. bukannya anakmu itu penyakitan ya? Bagaimana jika aku bantu untuk menyembuhkannya, boleh?” ucap Eve sambil menatap Kristal.


Sedangkan Kristal yang mendengar itu membuat ia melototkan matanya penuh ketakutan. “A-apa ma-maksudmu Eve! Ja-jangan macam-macam ya, dia sudah sangat menderita dengan penyakitnya. Jadi, biarkan ia tenang jangan coba-coba kau menyentuhnya atau kau akan tahu akibatnya!!” sahut Kristal dengan nada amarah.


“Aku cuman mau membantunya untuk sembuh dari penyakitnya kok, lagian kan kasihan dia hidup tersiksa di sini. Lebih baik dia hidup tenang di alam yang baru, kan enak. Tidak perlu susah payah harus berobat ke sana ke sini untuk menyembuhkannya” ujar Eve.


“Eeeeveeeeeee!!!!...” teriak Kristal yang malah membuat Eve tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi wajah Krista yang begitu ketakutan terhadapnya.


“Hahah.. jadi kelemahanmu adalah anakmu? Hem.. boleh juga, jadi bagaimana tawaranku? Tanda tangani surat itu atau kau tidak akan bisa melihat anakmu lagi. Bahkan kalau perlu hari ini pun aku bisa menggerakkan orang suruhanku untuk membawa jasat anakmu itu ke depan matamu. Agar kau tahu, jika aku tidak pernah main-main dengan ucapanku” ancam Eve yang kini sudah membuat wajah Kristal memerah penuh emosi.


“Apa kau tidak percaya? Baiklah, aku kan membuktikannya sekarang” ujar Eve kembali sambil tersenyum licik.


“Kau, suruh anak buahmu untuk membawa anak itu ke sini dalam keadaan tidak bernyawa. Tunjukkan pada Ibunya jika ucapanku ini tidak pernah main-main, cepat bawa dia ke sini. SEKARANG!!” tegas Eve sambil menatap penjahat dengan tatapan penuh penekanan.


“Ba-baik, Nyonya.. saya pamit..” jawab penjahat itu sambil membalikkan tubuhnya serta baru berjalan beberapa langkah suara Kristal yang menggelegar membuat Eve tersenyum kemenangan.


“Tungggggguuuuu!!! Hiks.. o-oke, a-aku akan menandatanganinya. Tapi, ja-jangan pernah kau sentuh anakku hiks.. di-dia adalah harta yang paling berharga buatku hiks..” ucap Kristal yang kini sudah tak berdaya, ia sangat lemah jika harus di hadapkan dengan anak kesayangannya. Apa lagi, anaknya memiliki riwayat penyakit cukup serius. Sehingga tidak ada cara lain, lebih baik ia kehilangan semua hartanya dari pada ia harus kehilangan seorang anak.


Prok


Prok


Prok


Eve bertepuk tangan sangat keras dengan ekspresi penuh kemenangan, akhirnya ia bisa mendapatkan semua hak waris yang memang seharusnya miliknya bukan milik Kristal.


“Good jobs, Kristal.. good jobs.. pilihanmu adalah pilihan yang sangat bagus, coba saja dari tadi kau menandatanganinya mungkin aku tidak akan menyiksamu seperti ini” ucap Eve yang langsung mengode penjahat tersebut untuk membangunkan Kristal dalam keadaan tak berdaya hingga sedikit lemas akibat rasa pusing yang sudah mulai menjalar di kepalanya akibat benturan cukup keras.


Tak lupa penjahat itu melepaskan ikatan demi ikatan yang ada di tubuh Kristal, sedangkan Eve berjalan dan duduk di dekat meja dengan tampang sombongnya serta ia membuka map yang berisikan surat pengalihan hak waris.


Dengan perlahan penjahat itu mencekal kedua tangan Kristal dan membuatnya berjalan mendekati Eve. Lalu pereman tersebut melepaskan tangan kanan Kristal dan tetap mencekal tangan kirinya agar tidak membuat Kristal kabur darinya.


Setelah selesai, Eve mengode penjahat itu untuk kembali mengikat Kristal persis seperti semula. Kristal yang sedikit terkejut membuat ia langsung memberontak.

__ADS_1


“Lepaskannn aku! Kau bilang jika aku sudah menandatanginya kau akan melepaskanku, tapi ini apa hah!! Kau kembali mengikat tubuhku, dasar bade*bahh!!! Arrrrghhhh.. lepaskan akuuuuuu” teriak Kristal yang membuat Eve tertawa jahat saat melihat Krista kembali duduk di kursi tersebut dalam keadaan sudah terikat.


Begitu juga dengan penjahat itu, dia tersenyum penuh karena tugasnya sudah berhasil. Yang nantinya ia akan mendapatkan bayaran begitu besar dan juga bonus karena ia sudah bekerja sangat bagus.


__ADS_2