Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Undangan Nyonya Kim


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Nyinya Kim langsung menutup kembali kotak usang tersebut dengan cepat dan berjalan menuju Minzy yang masih bersusah oayah memindahkan bingkai sebuah foto.


"Huh, akhirnya!" Ucap Minzy dan Nyonya Kim bersamaan.


Nyonya Kim segera menekan angka untuk membuka kode pada brangkar besi tersebut.


"Bagaimana Mah, nanti keburu Ayah datang." Ucap Minzy panik karena mereka terlalu lama berada diruang kerja sang Ayah.


"Sebentar, Mama masoh berusaha Minzy jangan membuat Mama panik." Ucap Nyonya Kim resah.


"Coba tanggal pernikahan Mama dan Ayah." Usul Minzy.


"Gagal." Jawab Nyonya Kim.


Nyonya Kim kembali memasukkan angka kelahiran Minzy.


Gagal


Hari jadi pacaran Nyonya dan Ketua Kim


Gagal


Terlihat Nyonya Kim menggigit gigit bibirnya karena ragu ingin memasukkan angka yang cukup dihafal olehnya.


Perlahan jemari tangan Nyonya Kim menekan angka demi angka yang tengah dia pikirkan.


Berhasil


Nyonya Kim tersenyum getir namun lupakan, bukan waktunya galau.


"Cepat keluarkan semua isi dokumen." Seru Nyonya Kim yang panik.


Segera Nyonya Kim dan Minzy mengambil seluruh isi dokumen dan hanya meninggalkan map kosong dengan cepat.


Setelah selesai keduanya kembali meletakkan map kosong kedalam brangkas dan menutupnya rapat.


Memasang kembali pigura foto dan menutup gorden yang sempat dibuka oleh Minzy.


"Apakah ada yang masih tertinggal?" Tanya Nyonya Kim kepada Minzy.


"Tidak, Mah semua aman." Jawab Minzy.


"Ayo cepat!" Nyonya Kim mendorong Minzy untuk keluar.


Minzy kembali menggeser vas yang ada dimeja karena dia ingat setelah tidak sengaja menggeser vas bunga terdengar suara pintu terbuka.


Deru mobil terdengar memasuki plataran mansion keluarga Kim, Minzy dan Nyonya Kim langsung panik.


Bahkan saking paniknya, Minzy menjatuhkan kunci pintu ruang kerja sang Ayah.


"Minzy cepat!" Ucap Nyonya Kim panik.


"Mah, jangan buat Minzy tremor." Jawab Minzy yang berusaha memasukkan kembali kuncinya.


Sedangkan Ketua Kim sudah berjalan masuk kedalam mansion.


"Bawakan kopi diruang kerjaku." Ucap Ketua Kim.


"Baik, Tuan." Jawab maid yang langsung pergi menuju dapur.


Perlahan langkah Ketua Kim berjalan mendekat keruang kerjanya.

__ADS_1


Klek


Pintu ruang kerja Ketua Kim terbuka dengan perlahan, sejenak Ketua Kim menatap sekelilingnya dan berjalan masuk keruang kerjanya.


Sedangkan dibalik tangga, terlihat Nyonya Kim dan Minzy menempelkan punggungnya di dinding dengan dada yang naik turun karena berlari sebelum ketahuan oleh Ketua Kim.


"Ma---"


Nyonya Kim membekap mulut Minzy agar tidak bersuara, segera Nyonya Kim mendorong Minzy untuk masuk keruang loundry.


"Stt! Jangan berisik Minzy." Ucap Nyonya Kim penuh peringatan.


Minzy mengangguk dengan melipat dalam bibirnya agar tidak berkata apapun.


"Bawa dokumen ini kekamarmu dan sembunyikan dengan baik." Perintah Nyonya Kim dengan memasukkan kertas kertas penting dibalik baju Minzy.


Minzy kembali memgangguk dan mengangkat tangannya membentuk tanda oke.


"Segera masuk ke kamar, jangan membuat kegaduhan." Ucap Nyonya Kim lagi.


"Baik." Jawab Minzy lirih.


Minzy melihat kanan dan kiri untuk memastikan situasi, segera Minzy berlari menaiki tangga dengan berjinjit.


"Minzy."


Gerakan Minzy terhenti dan membuat jantungnya berdegup kencang.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Ketua Kim yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Eh, Ayah. Ayah sudah pulang?" Jawab Minzy basa basi.


Ketua Kim menyincingkan matanya melihat Minzy yang tidak bergelayut manja kepadanya.


"Apa yang kamu bawa Minzy?" Tanya Ketua Kim.


Jantung Minzy terasa berdetak dengan kencang bahkan wajahnya sudah mulai pias.


"Sayang, kamu sudah pulang?" Tanya Nyonya Kim yang baru saja keluar setelah mengganti pakaian dan merapikan tampilannya.


"Sudah, darimana saja kamu?" Jawab Ketua Kim ketus.


"Hanya memisahkan pakaian dari ruang loundry." Ucap Nyonya Kim.


Minzy segera meneruskan jalannya setelah mendapatkan kode dari Mamanya melalui gerakan tangan yang berada dibalik punggung Nyonya Kim.


Singkat cerita setelah melalui suasana yang menengangkan kini Nyonya Kim tengah berada diruang IT dengan dokumen-dokumen penting menunggu pengacaranya datang.


"Apakah kamu menemukan sesuatu yang penting?" Tanya Nyonya Kim.


"Belum Nyonya." Jawab kepala IT sopan.


"Terus awasi." Perintah Nyonya Kim.


"Baik." Jawab kepala IT.


Tidak berselang lama terdengar ketukan pintu dari arah luar, segera kepala IT membukakan pintu.


Terlihat pengacara yang tempo lalu diculik secara paksa tergopoh-gopoh datang memenuhi panggilan Nyonya Kim.


"Nyonya." Sapa pengacara.


"Duduklah." Ucap Nyonya Kim.

__ADS_1


Pengacara tersebut duduk didepan Nyonya Kim dengan menyeka keringatnya menggunakan sapu tangan.


Nyonya Kim menjatuhkan setumouk kertas didepan pengacara.


"Ini adalah dokumen asli milik Ketua Kim, bagaimana pembalikan atas nama seluruh hartaku apakah sudah berhasil?" Tanya Nyonya Kim dengan aura mengintimidasi.


"Su---sudah Nyonya, kemarin saya mengajak Tuan Kim bertemu untuk meminta tanda tangan tambahan dengan alasan pengukuhan harta benda yang selama ini dikelola oleh Ketua Kim." Jawab pengacara sedikit terbata.


"Mana suratnya?" Tanya Nyonya Kim.


Segera pengacara membuka tas hitamnya untuk mengeluarkan tumpukan fokumen kekayaan Nyonya Kim dan Minzy.


Nyonya Kim membaca dengan seksama dan teliti, "Apakah ini sudah sah?" Tanya Nyonya Kim.


"Sudah Nyonya." Jawab pengacara.


"Hem, jika sampai kau berbohong akan aku tembak mati di kepalamu." Ancam Nyonya Kim.


Glek.


"Siap Nyonya." Jawab pengacara tremor.


Nyonya Kim memberikan dokumen penting kepada Kepala IT dan kemudian tubuh Nyonya Kim sedikit membungkuk untuk menunjukkan dokumen harta kepemilikan keluarha Han.


"Harta keluarga Han, bagaimana cara mengembalikan kepada pemiliknya?" Tanya Nyonya Kim.


"Selama ada ahli waris yang resmi maka akan dapat dikembalikan Nyonya." Jelas pengacara.


"Begitu, baiklah." Jawab Nyonya Kim.


"Apakah ada yang harus saya kerjakan lagi Nyonya?" Tanya pengacara takut-takut.


"Belum ada, pergilah." Usir Nyonya Kim.


Pengacara segera beranjak dari duduknya dan undur diri sebelum Nyonya Kim berubah pikiran, rasanya lebih menyeramkan ketika perempuan sudah marah daripada laki-laki.


Setelah memastikan pengacara pergi, NyonyaKim segera memerintahkan kepala IT untuk menghubungi Daniel.


"Hubungi Daniel dan katakan untuk mengajak Kristal datang kesini, aku rasa hanya ini satu-satunya tempat yang cukup aman saat ini." Ucap Nyonya Kim.


Kepala IT menghubungi Daniel segera, meskipun harus melakukan beberapa kali percobaan dan sedikit mengirim pesan misterius.


πŸ—£οΈ Apa kau ingin mati.


Itulah jawaban yang kepala IT dapatkan dari Daniel, seorang pewaris dari keluarga Han dan Kriatoff.


πŸ‘€ Bos saya ingin bertemu dengan Anda dan Nyonya Kristal Tuan.


πŸ—£οΈ Siapa?


πŸ‘€ Bos saya, secepatnya datang ke alamat yang saya kirimkan.


πŸ—£οΈ Siapa.


Gabriel kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama namun intonasi yang berbeda.


Sejenak kepala IT menelan ludahnya dengan susah payah.


πŸ‘€ Nyonya Kim, Tuan.


Sambungan ponsel langsung diputus oleh Gabriel, terlihat wajah Ketua IT yang tercengang dengan rasa tidak percayanya.


Nyonya Kim yang melihat wajah anak buahnya terlihat sedikit kesal hanya terkekeh pelan.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2