Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Pensiunnya Kakek Kristoff


__ADS_3

Happy Reading


Pagi hari di mansion Kristoff setelah kegiatan sarapan dan mengantarkan kepergian Angel.


Seluruh keluarga duduk diruang keluarga, tidak terkecuali Kristal juga duduk bersama mereka.


"Ada apa Ayah mengumpulkan kami semua?" Tanya Vani membuka pembicaraan.


"Kalian tahu, Ayah sudah tua dan semakin tidak cepat dalam menjalankan perusahaan. Ayah mengumpulkan kalian karena Ayah akan mengundurkan diri dari jabatan CEO." Jelas Kakek Kristoff pelan.


"Pensiun? Lalu siapa yang meneruskan perusahaan keluarga. Tidak mungkin Vani, karena Vani harus mendampingi suami." Ucap Stevani dengan raut wajah khawatir.


"Daniel. Daniel yang akan meneruskan perusahaan Ayah, untuk itu Ayah memanggilmu Stevani. Dampingi ponakanmu hingga dia bisa menjalankan perusahaan ini." Jawab Kakek Krostoff dengan serius.


Terdengar suara tawa yang meremehkan dari bibir Eve, "Ayah, apa Ayah tidak salah? Daniel itu penyakitan dan Eve yakin umurnya tidak akan lama. Bagaimana bisa Ayah meminta Daniel memggantikan posisi tertinggi di perusahaan, seharusnya Stevan yang menggantikan Ayah bukan Daniel maupun Stevani." Potong Eve pada pembicaraan tersebut.


Kristal ingin sekali merobek mulut yang mendoakan anaknya itu meninggal, namun Gabriel tahan.


Bukan hanya Kristal, seluruh orang yang ada diruangan itu sangay geram dengan ucapan Eve terhadap Daniel.


"Apakah kamu ingin suamimu menduduki kursi CEO?" Tanya Kakek Kristoff kepada Eve dengan wajah yang sulit diartikan.


"Tentu saja Ayah, suami Eve anak satu-satunya yang pantas menggantikan Ayah." Jawab Eve dengan percaya diri tinggi.


"Bagaimana Stevan? Apa kamu inggin menggantikan Ayah?" Tanya Kakek Kristoff kepada sang putra.


Sejak tadi Stevan diam tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Sayang, pasti maukan?" Tanya Eve dengan manja.


Stevan menyentak kasar tangan Eve yang memegang lengannya, Eve mendengus kesal karena sejak Stevan meneriakinya mereka tidur dikamar yang berbeda.


Vani yang melihat adiknya tertawa keras, "Aku rasa adikku mulai sadar, bagaimana ini." Ucap Stevani dengan nada mengejek.


Eve mendelik kesal dengan wanita yang sebaya suaminya namun masih cantik itu.


"Stevan tidak menginginkan jabatan itu Ayah, terserah Ayah ingin memberikannya kepada siapa." Jawab Stevan dengan menatap Gabriep yang duduk didepannya.


"Sayang! jangan bilang kamu berunah pikiran, selama ini aku diam selalu mengikuti kemauanmu tapi tidak untuk sekarang." Seru Eve yang menyentak Stevan sang suami.

__ADS_1


"Bagaimana jika Eve saja yang memimpin perusahaan?" Usul Vani pada semuanya.


"Aku?" Tunjuk Eve pada dirinya.


Vani hanya menaik turunkan kedua alisnya saja sebagai jawaban.


"Apa boleh?" Tanya Eve yang sudah bahagia.


"Tentu saja, bagaimana Ayah?" Tanya Stevani kepada sang Ayah.


"Bagaimana Daniel?" Tanya Kakek Kristoff.


Gabriel hanya menaikkan kedu pundaknya saja tanpa berkata apapun, namun dalam hati Gabriel tertawa kencang.


"Gotcha!" Seru Gabriel dalam hati.


"Baiklah, karena tidak ada yang keneratan maka jabatan CEO akan Ayah berikan kepada Eve selaku istri Stevan." Ucap Kakek Krostoff.


"Kapan Ayah akan mengumumkannya?" Tanya Eve dengan antusias.


"Setelah pertunangan Daniel dan Minzy." Jawab Kakek Kristoff.


"Bagaimana? sebelum acara pertunangan, paginya akan mengadakan pertemuan seluruh pemegang saham perusahaan Kristoff." Ucap Kakek Krostoff lagi.


"Baiklah Ayah." Jawab Eve.


"Aku akan menjadi CEO dan Ayah tidak akan bisa mengaturku lagi. Terserah jika anak manjanya itu menikah dengan Daniel, toh Daniel tidak akan mendapatkan apapun diperusahaan itu." Ucap Eve dalam hati.


Sedangkan di kediaman keluarga Kim, tengah bersitegang antara Ketua Kim dan Nyonya Kim.


"Ayah tetap akan membatalkan pertunangan Minzy dengan Daniel." Ucap Ketua Kim.


"Tidak bisa! Mereka harus melaksanakan pertunangan itu." Tolak Nyonya Kim dengan tegas.


"Terserah Mama, yang jelas Ayah tidak setuju dengan pertunangan mereka!" Tegas Ketua Kim.


"Kenapa Ayah menolaknya? Apa mereka kurang kaya? Biarkan Minzy bahagia dengan pilihannya." Ucap Nyonya Kim.


"Mah, Daniel tidak akan bisa menduduki kursi CEO di perusahaan Kristoff. Minzy akan Ayah jodohkan dengan anak rekan kerja Ayah tidak ada bantahan." Jawab Ketua Kim yang berjalan meninggalkan Nyonya Kim.

__ADS_1


Nyonya Kim teraenyum sinis namun airmatanya tidak dapat membohongi perasaannya.


"Apa kau lupa asalmu? Kamu hanya pria miskin tanpa harta apapun ketika masuk dikeluargaku. Lalu sekarang, kamu seolah yang paling berkuasa disini?" Ucap Nyonya Kim dengan sinis.


Langkah Ketua Kim terhenti, terlihat wajahnya yang merah padam mendengar penghinaan dari istrinya.


"Kau membicarakan masa lalu?" Tanya Ketua Kim dengan dingin.


Ketua Kim kembali berjalan mendekat ke arah istrinya dan langsing menjambak rambut Nyonya Kim demgan kasar dan kencang sehingga membuat Nyonya Kim mendongakkan kepalanya ke belakang.


"Dengar, bahkan saat ini aku dapat mendepakmu dan Minzy dari mansion ini. Jika bukan karena kerja kerasku kalian hanya akan hidup dikolong jembatan. Jadi jangan pernah mengungkit masa lalu, karena sekarang sudah berbeda kamu tidak memiliki apapun." Ucap Ketua Kim dengan mendorong kepala Nyonya Kim sehingga membuatnya berjalan maju beberapa langkah agat tidak jatuh.


Ketua Kim langsung melenggang pergi meninggalkan Nyonya Kim sendirian diruang kerjanya, sedangkan Minzy yang mendengar pertengkaran tersebut langsung berlari kekamar dengan menutup mulutnya.


Terlihat Minzy merosot dibalik pintu kamarnya yang sudah di kunci, airmatanya luruh membasahi kedua pipinya. Hatinya terasa sesak dan sakit melihat kelakuan sang Ayah yang masih kasar dengan Ibunya.


Ini bukan kali pertama Minzy melihat Ayahnya bersikap kasar, namun sudah berkali-kali. Entah terbuat dari apa hati sang Ibu yang bersabar menerima pukulan dan ucapan kasar dari Ayahnya.


Minzy tergugur dengan menyembunyikan wakahnya di kedua kakinya yang di tekuk.


Sedangkan Nyonya Kim masih diam dengam berdiri ditempatnya, airmatanya luruh membasahi wajah yang sudah tidak muda lagi.


Jika hanya fisik dan hatinya yang selama bertahun-tahun disakiti oleh sang suami, tidak apa.


Namun, semua berubah. Ketika menerima telfon dari Eve malam itu yang memanggil suaminya Ayah.


Awalnya Nyonya Kim berfikir jika Eve adalah sugar baby dari sang suami, namun kenyataan yang lebih menyakitkan harus Nyonya Kim terima.


Eve merupakan anak kandung dari suaminya dari wanita lain, wanita itu sudah lama meninggal dan Eve datang kepada Ketua Kim membawa bukti DNA.


Hati Nyonya Kim hancur, hancur tidak tersisa. Bahkan dunia dongeng yang dia bangun langsung hancur dalam hitungan detik, Dalam hatinya mengutuk Ketua Kim.


Saat ini yang paling penting adalah kebahagiaan Minzy. Minzy harus mendapatkan perlindungan dari keluarga Kristoff selain dirinya.


"Aku harus lebih kuat dan kejam, agar dua manusia itu tidak dapat menginjakku." Ucap Nyonya Kim dengan sorot mata tajam.


Nyonya Kim langsung menyeka air matanya dengan kasar, melihat sekeliling ruang kerja Ketua Kim. Nyonya Kim teringat harta keluarga Han.


"Pasti surat itu ada didalam ruangan ini." Gumam Nyonya Kim.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2