Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Saksi Kebahagiaan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Stevani berjalan mendekat dengan bersedakap dada dan menghadap ke arah Kristal.


"Aku tunggu penjelasanmu." Ucap Stevani kepada Kristal.


Stevani memutar tubuhnya hingga menghadap ke arah Gabriel dan Nyonya Kim.


"Kalian berdua juga, aku informasikan nomor kamarnya setelah selesai acara hari ini." Ucap Stevani yang kemudian meletakkan sepatunya dilantai dan melenggang pergi meninggalkan ketiganya.


Diruangan acara Stevan sudah masuk dengan nafas yang memburu, dirinyaberlari dari parkiran hingga ruang acara.


Beruntung acara belum dimulai, hingga membuat dirinya dapat menyaksikan acara sakral dimana Daniel melepaskan masa lajangnya.


"Tuan." Sapa Robby dari belakang.


"Eh, dimana Ayah?" Tanya Stevan to the point.


"Tuan Kriatoff berada di meja depan bersama Ketua Kim." Jawab Robby sopan.


"Oh, baiklah." Stevan melangkahkan kakinya namun belum satu langkah tangannya dicekal oleh seseorang.


Terlihat Robby memegang pergelangan tangan Stevan, "Ikut saya dulu Tuan." Ucap Robby.


"Nanti saja Rob, acara Daniel akan segera dimulai." Tolak Stevan pelan.


Robby menelisik penampilan Stevan, memangmasih tampan dan karismatik.


"Anda perlu menyesuaikan pakaian dengan Nyonya Kristal dan Tuan Muda." Jelas Robby agar Stevan tidak membantah.


Stevan menatap penampilannya seperti biasanya hanya mengenakan jas formal berwarma hitam.


"Ayo cepat." Ucap Stevan yang terlihat lebih bersemangat.


Segera Stevan dan Robby pergi dari ruang acara untuk bergabti pakaian yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Gabriel untuk kedua orangtuanya.


"Kemana Nyonya Kim?" Tanya Kakek Kristoff.


"Iatriku sedang dikamar Minzy." Jawab Ketua Kim mengarang karena dirinya juga tidak tahu.


"Bagaimana perasaanmu melihat Minzy yang akan diikat oleh seorang pria?" Tanya Kakek Kristoff dengan menatap kearah panggung yang dihiasi oleh bunga-bunga segar.


"Tentu sangat bahagia, sebagai seorang Ayah aku merasa bersyukur jika Minzy menjadi anggota keluarga Kristoff." Jawab Ketua Kim dengan menghoyangkan anggur yang berada didalam gelas.


"Ya aku paham, keluarga manapun akan bahagia jika anak mereka menjadi wanita yang beruntung hingga bersanding dengan Daniel dan menjadi anggota kekuarga Krostoff." Ucap Kakek Kristoff membenarkan ucapan Ketua Kim.


Ketua Kim tersenyum miring dengan tipis, seakandirinya tengah menertawakan betapa bodohnya keluarga Kristoff karena sejak lama menjadi tambang emas untuknya juga Eve.

__ADS_1


Pembicaraan keduanya terhenti ketika Stevani langsung duduk begitu saja disebelah Kakek Kriatoff dan mengambil satu gelas air putih hingga meminumnya tandas.


"Yang sopan." Tegur Kakek Kristoff.


Stevani menghela nafasnya panjang dan menatap sang Ayah namun langsung dialihkan ke arah lainbya mencari keberadaan Stevan apakah pria kejam itu datang ke acara Daniel eh bukan Gabriel.


Ketua Kim menyincingkan matanya karena melihat istrinya berjalan bersama Kristal dan Daniel.


Hingga langkah ketiganya telah sampai dimeja keluarga inti, Gabriel mengedarkan oandangannya cepat mencari sang Ayah Stevan yang tidak memperlihatkan batang hidungnya bersama Eve.


Namun kedua netra Gabriel menatap sosok Dave yang berjalan masuk dengan wanita yang menggandeng lengan Dave dengan mesra dan manja.


Sejenak tatapan keduanya bertemu hanya saling menatap tanpa niatan ingin menghampiri dan saling menyapa.


Hingga Dave berjalan kesatu meja yang tidak jauh dari meja keluarga karena gadis yang bersamanya terlihat menyeret Dave untuk duduk.


Suara MC membuat para tamu undangan yang awalnya ramai saling berbincang membicarakn seputar bisnis dan kekayaan menjadi hening.


Semuanya menatap ke arah panggung dimana MC tersebut membuka acara. MC memperkenalkan diri dan memperkenalkan kedua keluarga dimana kedua putra putri mereka akan melangsungkan pertunangan hari ini.


Para tamu undangan bertepuk tangan karena kedua anak konglomerat bersatu dalam ikatan pertunangan, gosip di antara para tamu ini adalah perjodohan karena bisnis.


Namun belum ada konfirmasi dari kedua keluarga, seakan kedua keluarga konglomerat itu acuh dengan gosip yang berkembang dikalangan para pembisnis.


"Silahkan Tuan Daniel maju keatas panggung." Ucap sang MC.


Dengan langkah lebar dan tubuh tegapnya, Daniel berjalan menaiki tangga menuju panggung dengan disorot oleh lampu hingga membuat ruangan didepannya menjadi lebih gelap.


MC kembali bersuara mempersilahkan Minzy untuk masuk dan menyusul Daniel yang sudah terlebih dahilu diatas panggung untuk menunggunya.


Kriet


Pintu ruangan yang menjulang tinggi terbuka perlahan hingga memperlihatkan seorang gadis yang sudah disulap menjadi tuan putri untuk acara sakral hari ini.


Perlahan Minzy berjalan ditengah karpet merah dengan anggun, seperti halnya Daniel. Minzyjuga disorot oleh lampu hingga perhiasan permata uang dia kenakan nampak berkelap kerlip menambahkan kesan yang mewah.


Terlihat Minzy tersipu malu di tengah para tamu undangan, Daniel berdiri dengan tegap menanti Minzy berjalan mendekat ke arahnya.


Hingga Minzy akan menaiki anak tangga, Daniel terlebih dahulu maju beberapa langkah dan mengulurkan tangan kanannya kepada Minzy.


Minzy tersenyum lebut dan menerima uluran tangan Daniel, langkah kaki yang pendek menyesuaikan anak tangga menambah tambah anggun penampilan Minzy hari ini.


MC kembali bersuara, hingga seorang pegawai berbaju hitam datang dengan membawa kotak cincin yang ditemoatkan pada nampan dengan di tutupi bunga segar seperti hiasan ruangan pertunangan Daniel dan Minzy.


Daniel mengambil satu cincin bermata batu safir dan disematkannya pada jari manis Minzy. Begitu pula Minzy melakukan hal yang sama menyematkan cincin pada jari Daniel.


Hingga seluruh para tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah, menandakan jika semua turut bahagia dengan pertunangan keduanya.

__ADS_1


Daniel yang berada diatas panggung mengedarkam pandangannya kearah tamu undangan, hingga tatapannya bersibobrok dengan seorang gadis yang duduk dimeja tengah.


Tatapan gadis itu terlihat sendu, bahkan kilauan air mata yang hampir tumpah sedikit terlihat akibat pantulan cahaya dari beberapa kaca yang ada disana.


Hingga MC kembali mengatakan jika acara bebas, hingga Daniel dan Minzy turun dari atas panggung dengan tangan Minzy melingkar dilengan Daniel.


Minzy tersenyum dengan menyapa keluarga mereka terlebuh dahulu, terlihan Stevan sudah bergabung dengan keluarganya tanpa Eve.


"Selamat ya sayang." Ucap Kristal kepada Minzy daj Daniel.


"Terima kasih, Mah." Jawab keduanya bersamaan.


Membuat semua orang yang ada dimeja itu tersenyum dan tertawa bersama, meskidalam pikiran masing-masing tengah memikirkan hal yang berbeda.


"Selamat Daniel." Ucap Stevan kepada putranya.


Daniel menatap sejenak kearah Stevan dan memeluk pria yang menjadi Ayahnya tersebut untuk pertama kali sejak usia Daniel menginjak enam belas tahun.


Stevan sesaat tertegun karena mendapatkan pelukan dari Daniel namun seulas senyum terbit dan kedua tangannya membalas pelukan sang putra.


"Terima kasih sudah datang, Ayah." Ucap Daniel pelan.


Jantung Stevan merasa berdebar bahkan kedua matanya sudah memanas karena sejatinya Daniel tidak pernah sudi memanggil dirinya Ayah.


"Selamat Daniel, selamat. Terima kasih sudah mengundang Ayah." Jawab Stevan dengan nada bergetar.


Daniel mengangguk dan melepas pelukannya, Daniel dan Minzy memeluk keluarga mereka satu persau hingga kini keduanya berjalan menuju para tamu undangan yang sejak awal acara menjadi saksi pertunangan mereka.


Hingga Daniel dan Minzy berhenti dimeja Dave dan Prilly, Daveberdiri dari duduknya dengan disusul Prilly.


"Selamat atas pertunangan kalian." Ucao Dave dengan mengulurkan tangannya.


"Terima kasih Kak Dave sudah jauh-jauh datang ke Korea." Jawab Daniel menerima uluran tangan Dave.


"Ini semua karenamu." Ucap Dave malas.


Daniel hanya tertawa kikuk karena melibatkan Dave serta kekasihnya.


"Terima kasih, Kak Prilly maaf melibatkanmu." Ucap Daniel kepada kekasih Dave.


"Tidak masalah, aku senang karena dapat berlibur dari kerjaanku dan berkencan dengan Dave." Jawab Prilly terkikik geli.


Rose menatap kearah meja Dave yang nampak asyik mengobrol, hingga dirinya sudah tidak kuat lagi menahan perasaan yang menyesakkan dadanya.


Rose segera berdiri dan melangkah pergi meninggalkan acara pertunangan Gabriel dan Minzy tanpa menunggu keduanya berjalan kearah mejanya.


...🐾🐾...

__ADS_1


__ADS_2