
Happy Reading πΉπΉ
"Tuan, ada surat dari Indonesia." Ucap Robby pada Gabriel.
"Letakkan saja di situ." Jawab Briel tanpa melihat ke arah Robby.
Robby menghela nafasnya saja, namun tetap melaksanakan perintah Gabriel dan langsung undur diri dari dalam kantor.
Semenjak kejadian Rose memeluknya pertama kali, membuat Gabriel menjadi sedikit kejam kepadanya bahkan saat itu Robby langsung di suruh membuang pakaiannya dan mandi sebanyak tujuh kali.
Briel menghentikan pekerjaannya dan mengambil undangan dengan warna silver, "Cih, dia menikah juga." Ucap Briel pelan.
Itu adalah undangan Dave dengan Prilly yang akan di adakan sebentar lagi, Briel membukanya hingga jatuh secarik kertas dari undangan tersebut.
Kedua alis Briel bergelombang dan membuka secarik kertas tambahan tersebut, membuat dirinya menjadi kesal.
π¨ Aku mengalahkanmu 1-1 π
Briel berdecih dan meremat kertas tersebut memasukkannya ke dalam laci, kedua tangan Briel bertumpu di atas meja matanya terus melihat ke arah undangan.
"Aku juga harus menikahi Rose, rasa itu membuatku gila. Haiss." Runtuk Briel frustasi.
Bagaikan pucuk ulam tiba, ponsel Gabriel berdering mendapatkan telfon dari Rose. Membuat Briel memutar kursinya dan menyandarkan tubuh.
π£οΈ Hallo sayang.
π€ Ya.
π£οΈ Aku harus segera pulang ke Indonesia hari ini.
Briel langsung berdiri dari duduknya, karena kekasihnya secara tiba-tiba ingin kembali ke negaranya.
π€ Ada apa?
π£οΈ Ayah menyuruhku pulang tiba-tiba.
π€ Apa Ayah sakit?
π£οΈ Tidak sayang, Ayah sehat bahkan di telfon Ayah terlihat tertawa dengan seseorang.
π€ Aku akan menyusulmu sekarang.
π£οΈ Tidak mungkin sebentar lagi aku akan naik. pesawat, see you sayang. Aku tunggu saat acara Kak Dave dan Kak Prilly.
π€ Besok aku akan menyusulmu! sayang, halo!
Gabriel berteriak padahal sambungan telfon sudah di matikan oleh Rose, huh! Briel menghela nafasnya kasar dan memutar kursinya hingga kaget Kakek Kristoff dan Robby sudah berada di ruangannya.
"Ada apa Kek?" Ucap Briel to the point.
Kakek Kriatoff terus memandang ke arah cucunya, "Kenapa dengan wajahmu El?" Tanya Kakek Kristoff.
__ADS_1
"Tidak apa-apa." Jawab Briel berbohong.
"Pernikahan Daniel dan Minzy akan di percepat bulan depan." Ucap Kakek Kriatoff tiba-tiba.
"Bagus." Jawab Briel singkat.
"Ck, kamu mau sampai kapan menggantungkan gadis pendek dan crewet itu Gabriel." Kata Kakek Kristoff gemas.
"Kami juga akan menikah Kakek, tenang saja." Jawab Briel santai.
"Huh! Awas jika sampai di rebut pria lain karena kamu lama melamarnya." Kata Kakek Kristoff kesal.
"Maka orang itu akan menjadi butiran debu." Jawab Briel denga terkekeh pelan.
"Apa kalian masih bertengkar?" Tanya Kakek Kristoff kepada Robbh juga Gabriel.
"Tidak / Ya." Jawab mereka bebarengan dan berbeda.
Gabriel dan Robby saling pandang dengan kesal, Briel kesal jika mengingat kejadian tempo lalu sedangkan Robby kesal karena sifat kekanakan Gabriel.
"Astaga, itu karena kamu yang tiduran dengan wanita lain Briel hingga membuat Rose membalasmu." Ucap Kakek Kristoff jujur.
"Cih, pria yang ada di samping Kakek memang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan." Jawab Gabriel kesal.
"Maaf Tuan, tapi cucu anda yang terlalu berlebihan jika di pikir saya maupun nona Rose tidak salah. Saya masih singel begitupun nona Rose yang belum terikat perniakah. Jadi keduanya tidak ada yang salah." Timpal Robby kepada Kakek Kristoff dengan mengeraskan suaranya.
Gabriel mendelik kesal mendengar jawaban dari Robby, bahkan ketika mendengar suara sang Kakek yang membela Robby.
"Benarkah tuan? Jika begitu bisakah saya terbang ke Indonesia hari ini?" Tanya Robby antusias.
"Ada apa Rob? Apakah masih ada pekerjaan di sana?" Tanya Kakek Kristoff.
"Nona Rose kembali pulang ke Indonesia, tadi Nona Rose sempat telfon ke nomor ponselku karena di kira saya sedang bersama Tuan Gabriel." Jawab Robby cepat.
Kakek Kriatoff menoleh ke arah Robby, "Benarkah, kenapa gadis itu pulang?" Ucap Kakek Kristoff cepat.
"Saya tidak tahu tuan." Jawab Robby jujur.
"Apa dia menghubungimu El?" Tanya Kakek Krostoff.
"Untuk apa El memberitahu Kakek." Jawab Briel sebal.
"Huh! Dasar anak ini." Sungut Kakek Kristoff.
"Sudahlah tuan, mungkin Nona Rose akan di jodohkan. Karena setahu saya wanita Indonesia jika menikah sebelum usia 25 tahun akan di anggap perawan tua. Orang-orang dekat akan bertanya kapan menikah? Kok belum menikah? Kapan punya anak? hingga pertanyaan kapan kamu mati, menjadi trending saat ini." Ucap Robby panjang lebar dengan menggerakkan kedua tangannya.
...***...
Terlihat balrom mewah yang sudah di hias dengan cantik. Para tamu undangan silih berganti datang ke acara tersebut, terlihat para waiters juga sibuk hilir mudik untuk melayani para tamu pemilik acara.
Seorang pria berbalut jas putih berjalan berbaur dengan oara tamu undangan, terlihat mereka memberika ucapan selamat atas pernikahan pasangan tersebut.
__ADS_1
Saat ini adalah acara pernikahan Dave dan Prilly, Dave turun lebih dahulu ke balrom sedangkan Prilly masih di rias oleh MUA agar cantik di hari bersejarah keduanya.
Dave mengedarkan pandangannya hingga menemukan sosok pria yang tengah menataonya dengan wajah datar dan juga pria yang tengah bucin dengan istrinya.
Tidak lain dan tidak bukan Gabriel dan Sky, Sky dan Putri menghadiri pernikahan Dave sedangkan anak mereka di titipkan kepada orang tua Sky. Sedangkan Briel menghadiri acara karena mendapatkan undangan saja, begitu jika di tanya oleh Sky maupun Putri.
Gabriel melihat Dave berjalan mendekat ke arahnya dengan senyum tipis yang tersungging di bibirnya.
"Hay, selamat atas pernikahanmu." Ucap Sky yang berdiri dan di ikuti oleh keduanya.
Dave menerima pelukan serta tepukan di pundaknya, "Thank you." Jawabnya.
"Selamat ya Kak, Putri ikut bahagia di hari pernikahan kakak." Ucap Putri dengan bersalaman.
"Sudah, jangan lama-lama sayang nanti tanganmu kram." Sky memisahkan kedua tangan yang masih berjabat tangan itu.
Putri dan Dave memutar bolanya malas, keduanya sudah cukup hafal dengan sikap posesif serta cemburunya itu.
"Terima kasih Put, aku harap segera di beri Dave junior." Ucap Dave dengan tertawa.
"Cih, baru akan menikah sudah memikirkan anak." Cebik Gabriel.
"Ups! Aku lupa jika di antara kita bertiga ada seorang bujang... hahaha." Dave pura-pura bodoh.
Sky ikut tertawa, "Benar, dari kita bertiga hanya Briel saja yang masih betah sendiri. Entah apa senjatanya itu tidak karatan." Kelakar Sky.
Putri mencubit tangan Sky kesal, kenapa membahas sesuatu yang berkarat di hari pernikahan Dave dan Prilly.
"Bahkan aku tidak yakin jika bendanya masih kiat berdiri." Timpal Dave.
"Cih, aku bahkan sudah mendahuluimu. Kamu menikah dulu baru mengasah benda keramatmu buka." Ucao Briel dengan tersenyum miring.
Sky dan Putri menoleh ke arah Gabriel begitu juga Dave yang melongo karena ucapan absurd Briel. Seakan otak mereka traveling dengan bayangan yang sama.
"Jangan bilang kamu...." Sky menutup bibirnya karena kaget.
"Kamu sudah melakukan itu dengan Rose." Ucap Putri mendelik kesal.
"Wah, hebat!" Ucap Dave tertawa.
Ketiganya mengobrol dengan asik, seakan mencecar Gabriel tentang ucapannya tersebut hingga tidak menyadari jika seseorang sudah masuk dan berjalan ke arah mereka.
Tuk
Tuk
Tuk
"Kak Dave. " Panggil suara yang terdengar mendayu itu.
Dave menoleh dan terlihat kaget dengan kedatangan Rose, bukan. Bukan itu yang membuat mereka kaget namun seseorang yang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
... πΎπΎ...