
Happy Reading πΉπΉ
Terlihat Rose tengah bersiap-siap untuk menjalankan rencananya.
"Rose, apa kamu yakin akan berhasil?" Tanya Kristal khawatir.
"Kita coba dulu Tante, apa Tante sudah siap?" Tanya Rose dengan meloloskan liptint di bibirnya.
"Sudah sejak tadi." Jawab Kristal tersenyum.
"Let's go!" Seru Rose dengan menggandeng lengan Kristal.
Beruntung cedera yang di alami Kristal tidak. parah, sehingga tidak perlu membutuhkan waktu sampai berminggu-minggu lamanya untuk sembuh.
Rose dan Kristal berjalan keluar dari unit apartemen.
Tidak membutuhkan waktu lama keduanya telah sampai di basement tempat mobil para penghuni apartemen parkir.
Terlihat pengawal yang telah menunggu didepan mobil yang akan mengantarkan Rose dan Kristal menjalankan rencana.
Segera Kristal dan Rose masuk ke dalam mobil di kursi penumpang.
"Kita menuju kemana Nona?" Tanya pengawal.
"Alamatnya dimana Tante?" Tanya Rose yang moleh ke arah Kristal.
"Di kediaman Kristoff, jalan Gangnam." Jawab Kristal.
(Autor tidak memberi secara detail ya gais, penting Korea aja π)
Pengawal memasukkan alamat yang di ucapkan oleh Kristal di dalam map mobil yang dikendarai.
Perlahan roda mobil berputar yang menandakan pengawal sudah menjalankan kendaraan beroda empat tersebut.
Selama di perjalanan Kristal sangat gugup, takut jika Rose terkena masalah.
Apalagi Kristal paham betul tabiat Eve sang Nyonya Kristoff tersebut yang sangat buruk.
"Apa kamu yakin Rose? Kita bisa mundur sekarang." Ucap Kristal dengan menggenggam tangan Rose.
"Yakin Tante, Tante harus bertemu anak Tante sebelum pergi meninggalkan negara ini." Jawab Rose menenangkan kekhawatiran Kristal.
"Tapi... kamu harus berhati-hati dengan Eve, dia sangat licik." Ucap Kristal memperingatkan Rose.
"Baik, Tante. Semoga Rose bisa menghadapi ular kadut itu." Kata Rose dengan terkekeh.
Rose membayangkan bagaimana penampilan Eve tersebut, apakah seorang Tante seperti ikan lohan.
Baru membayangkan saja Rose sudah terbahak tanpa sadar.
"Kamu kenapa tertawa sendiri Rose." Ucap Kristal heran.
"Aduh... oh my Tante. Rose membayangkan wajah Eve." Jawab Rose jujur.
"Dia wanita yang sangat cantik dan juga cerdas Rose, dulu dia kekasih mantan suami Tante." Ucap Kristal dengan lirih.
"Benarkah, bagaimana bisa bertemu dengan suami Tante?" Tanya Rose kepo.
__ADS_1
"Ceritanya panjang Rose." Jawab Kristal pelan.
Rose hanya diam tidak bertanya lebih jauh lagi, karena melihat mata Kristal yang menggambarkan kesedihan mendalam.
"Nona kita sudah sampai." Ucap pengawal yang berhenti tidak jauh dari gerbang utama kediaman Kristoff.
Terlihat Rose menghirup nafasnya panjang.
"Tante, akan pindah kebelakang agar tidak terlihat oleh penjaga dan CCTV. Tenang saja, di setiap sudut kediaman Kristoff banyak CCTV." Ucap Kristal yang melangkah ke belakang tempat duduk dan merebahkan diri di bawah kursi mobil.
"Baik Tan, tahan ya. Sebentar lagi Tante akan bertemu anak Tante." Ucap Rose dengan yakin.
"Ayo jalan lagi." Ucap Rose.
Pengawal menjalankan mobil hingga sampai di depan gerbang utama, hingga dua orang penjaga menghampiri mobil Rose.
"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya penjaga.
"Pak, saya ingin bertemu Daniel." Jawab Rose yang membuka kaca belakang.
Para penjaga saling melihat dan kembali melihat ke arah gadis cantik yang masih duduk didalam mobil.
"Ada keperluan apa?" Tanya penjaga waspada.
"Aku kekasihnya, apa perlu menanyakan keperluanku." Jawab Rose berbohong.
Kristal yang mendengar jawaban Rose melipat bibirnya kedalam, bagaimana bisa Rose berkata seperti itu. Setahu Kristal, Daniel hanya dekat dengan satu gadis saja.
"Jangan bercanda Nona, Tuan Daniel tidak pernah membawa kekasihnya ke mansion Kristoff ini." Ucap penjaga yang tidak mudah percaya.
"Bagaimana bisa membawaku pulang, aku jauh-jauh terbang dari negara tetangga untuk ke Korea hanya bertemu Daniel. Kami selama ini LDR, tahu LDR? Long Distance Relationship." Jawab Rose pura-pura galak.
"Apakah perlu saya hajar mereka, Nona?" Ucap pengawal Rose.
Rose terlihat bingung hingga matanya melihat Kakek yang sudah dua kali bertemu.
"Kakek!!!! Yuhuuuuuu!!!" Seru Rose berteriak.
Kristal yang mendengarnya melebarkan kedua matanya, apa Rose kenal dengan mantan mertuanya.
Jika di ingat tempo hari.
Kristal ingat ketika dirinya bangun sudah posisi berbaring di sofa, dengan bantal dan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Kemana, Rose." Gumam Kristal lirih.
Kristal bangun dengan pelan dan melipat selimut hingga rapi.
Kristal berjalan ke arah wastafel dapur bersih untuk cuci muka.
Terdengar suara percakapan orang di luar, hingga Kristal berjalan mendekat ke layar kecil yang ada di tembok samping pintu masuk.
"Terima kasih sudah mengantarkan dan membantuku." Ucap Rose sopan.
"Sama-sama Nona, kami undur diri." Jawab salah satu orang suruhan Kakek Kristoff.
Kristal yang melihat ketiga orang tersebut di layar kecil, meremat tangannya karena merasa dingin dan gemetar.
__ADS_1
Kristal sangat tahu orang-orang keluarga Kristoff, karena ada sebuah pin yang selalu terpasang di jas mereka kenakan.
Bagaimana jika mereka menemukanku. Gumam Kristal dengan perasaan takut.
Suara pun terdengar.
Tit
Tit
Tit
Tilulit
Cklek
(Autor ngakak ngetiknya, tapi emang begitu suaranya kalau lihat di drakor π)
"Tante, ada apa?" Tanya Rose yang baru masuk setengah badannya.
"O... oh tidak, siapa yang mengantarmu, Rose?" Ucap Kristal tergagap.
"Oh, tadi Rose di bantu oleh kakek-kakek. Karena Rose kesusahan membawa barang dan diantarkan kesini." Jawab Rose dengan membawa belanjaannya.
"Ayo, Tante bantu." Ucap Kristal yang berjalan ke arah pintu.
"Tante duduk saja, takut kakinya semakin bengkak." Tolak Rose dengan bantuan Kristal.
"Sudah mendingan, kalau begitu Tante membawa yang ringan saja." Ucap Kristal mengambil kantung yang mampu dia bawa.
Kembali lagi.
Kristal sudah ingat kejadian kemarin, berarti kakek-kakek yang di maksud Rose adalah mantan mertuanya.
Sedangkan Kakek Kristoff yang mendengar teriakan suara sumbang dari luar menolehkan kepalanya.
Terlihat Kakek Kristoff menyipitkan matanya karena jarak yang cukup jauh.
Segera Rose turun dari dalam mobil dan berlari menuju Kakek Kristoff.
Dengan mengerahkan tenaganya, Rose membuka sendiri gerbang yang tidak dikunci itu.
"Kakek!" Seru Rose dengan berlari.
Terlihat rambut tergerai Rose yang terbang terbawa angin, dengan senyum lebar dan langkah yang pendek.
Rose mengenakan pakaian casual, baju oversize rok span pendek dan sepatu kets. Tidak lupa tas kecil yang melingar di pundaknya.
Kakek Kristoff yang melihat gadis di temuinya tempo hari menaikkan sebelah alisnya.
Bagaimana bisa gadis itu tahu alamat rumahku. Gumam Kakek Kristoff.
Kakek Kristoff kaget karena Rose sudah sampai tepat di hadapannya, terlihat tangan kanan Rose memegang pundak Kakek Kristoff dengan nafas yang tidak beraturan.
"Haduh... Kakek, aku haus." Ucap Rose tanpa malu.
...πΎπΎ...
__ADS_1
...Gak ada akhlaq si Rose, udah SKSD tiba-tiba minta air minum π€£π€£...