Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Semakin Ajaib


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


2 bulan telah berlalu.


Saat ini sikap Rose semakin membuat Gabriel kalang kabut dibuatnya, hingga beberapa kali permintaan aneh muncul di benak Rose sampai membuat Gabriel begitu pusing.


Saat ini Rose dan Gabriel sedang berkumpul bersama yang lainnya di ruangan keluarga sambil menonton layar lebar yang menunjukkan film drakor kegemaran Rose.


“Aku bosan.” keluh Rose yang membuat semuanya langsung menatap ke arah Rose dengan tatapan aneh.


“Kenapa pada melihat ke arahku? Salah jika aku bosan?” sahut Rose kembali sambil menatap semuanya secara bergantian.


“Kamu kenapa, Rose?” tanya Kristal.


“Entahlah Mah, aku merasa jika aku sangat bosan dengan keadaan seperti ini” ucap Rose dengan wajah jenuhnya.


“Ya sudah kalau kamu bosan, lebih baik kita ke salon atau ke Mall saja." Ucap Kristal dengan lembut.


“Rose mau saja Mah, hanya Rose ingin sesuatu yang berbeda begitu." Jawab Rose yang masih dengan wajah betenya.


“Kamu itu kenapa sih, sayang? Setiap hari selalu ada saja tingkah yang membuat semua orang menjadi pusing” celetuk Gabriel dengan wajah heran.


“Ckk.. apaan sih, kalau kalian merasa pusing dengan sikapku ya sudah maaf!” ucap Rose yang langsung menghentakan kakinya sambil berdiri dari kursinya.


“Duduk!” ucap Kakek Kristoff dengan suara baritonnya yang malah membuat Rose langsung kembali duduk dengan wajah yang sedikit takut, bahkan menundukkan kepalanya.


“Pah..” ucap Kristal dan Steven secara bersamaan sambil menatap Kakek Kristoff.


“Hiks.. Ka-kakek me-memarahi Rose, huaaa hiks..” Rose nangis sambil menarik-narik baju Gabriel hingga memukul dada bidangnya.


“Astaga, sayang. Kakek tidak memarahimu, kamu kenapa hem?" Ucal Gabriel lembut meskipun merasakan sekujur tubuhnya selalu jadi samsak untuk Rose akhir-akhir ini.


Semua orang yang ada di sana hanya bisa menatap sikap Rose selalu berubah-ubah, yang mana malah membuat mereka semakin pusing.


“Sudah sayang, jangan seperti ini” ucap Gabriel dengan nada lirihnya sambil mencoba menenangkan Rose di dalam pelukannya.


“Baiklah aku tidak akan menangis lagi, tapi..” ucap Rose terhenti serta melepaskan pelukan Gabriel dengan tatapan penuh arti serta senyuman yang mana malah membuat semuanya merasa merinding.

__ADS_1


“Sayang... ja-jangan aneh-aneh lagi ya!” ucap Gabriel dengan segala ketakutannya lantaran akhir-akhir ini Rose selalu saja bersikap tidak seperti Rose yang ia kenal.


“Tidak sayang, permintaanku tidak aneh-aneh. Hanya sedikit saja... sedikit." Jawab Rose dengan tersenyum lebar.


Semua orang yang sudah hafal dengan gelagat Rose hanya bisa terdiam, lantaran mereka sudah paham. Jika Rose menunjukkan senyuman pepsodent itu tandanya akan ada warning untuk mereka.


“Memangnya apa yang akan kamu minta dari suamimu itu?” tanya Stevan dengan wajah bingungnya.


“Jangan bilang kamu ingin membuat suamimu kembali melakukan hal aneh dengan menjadi seorang badut jalanan?” celetuk Kakek Kristoff dengan wajah penasaran.


Kakek Kristoff tidak akan berbicara seperti itu jika selama ini Rose tidak akan menunjukkan sikap anehnya. Apa lagi selama ini ada saja sikap Rose yang membuat semuanya merasa pusing dan juga kesal.


Karena pada saat itu Rose pernah membuat Kristal dan juga Stevan menjadi pasangan suami istri yang mana mereka harus pergi ke Mall terbesar dengan menggunakan daster dan juga sarung. Bahkan mereka harus selalu mengaktifkan video callnya agar Rose bisa memantau semua keadaan di sana.


Belum lagi banyak pengunjung Mall yang menatap ke arah Kristal dan juga Stevan dengan tawanya lantaran melihat orang yang paling terpandang bisa berubah drastis hanya demi membuat menantunya bahagia tanpa menangis.


Sedangkan Kakek Kristoff pernah hampir jantungan hanya karena keinginan Rose yang mau Kakek Kristoff diboncengi dengan seorang balap menggunakan motornya dengan kecepatan yang melebihi angin topan.


Namun, bagaimana dengan Gabriel? Ya, dia juga pernah ada di posisi mereka semua hanya saja Gabriel tidak terlalu parah. Dia hanya di suruh mencari tukang ketoprak yang menggunakan mobil pick up, lalu membawanya bertemu dengan Rose hanya untuk meminta fotonya.


Sehingga mereka memiliki trauma tersendiri dengan wajah malunya, tapi ya mau bagaimana lagi. Jika tidak keturutan maka Rose akan terus menangis serta mengunci dirinya di dalam kamar tanpa mau memakan apa pun.


Stevan yang tengah meminum tehnya menjadi tersedak, "Buah naga? Biji?" Beo Stevan.


"Rose, buah naga itu ada bijinya sangat banyak. Bagaimana caranya menghilangkan semua biji hitam sebanyak itu." Ucap Kristal pelan.


"Rose hanya ingin makan buah naga tanpa biji Mah, dan harus suamiku yang menghilangkan bijinya." Jawab Rose dengan wajah yang menggemaskan.


Semua orang saling menatap seakan tidak percaya, "Rose, apa kamu hamil?" Tanya Kristal pelan.


"Hamil." Seru semuanya termasuk Rose.


"Tidak Mah, Rose tidak mual-mual seperti Putri saat hamil dulu." Jawab Rose jujur.


"Tidak semua gejala ibu hamil itu harus mual-mual Rose." Ucap Kristal memahamkan kepada sang menantu.


"Tidak mungkin Mah. Jika hamil seharusnya perut Rose buncit." Jawab Rose dengan meletakkan tangan diperutnya.

__ADS_1


Gabriel spontan memegang perut sang istri, "Datar Mah, seperti saat melihatnya." Kata Gabriel tanpa filter.


Plak!


"Dasar bocah tengil, apa perlu kamu menjawabnya seperti itu." Dengus Kakek Kristoff.


"Gabriel hanya menjawab apa adanya." Ucapnya tidak mau kalah.


"Sudah Kakek, sayang jadi kamu ingin menghilangkan biji buah naganya atau tidak?" Kata Rose menengahi perdebatan keduanya.


"Baiklah, hanya isinya bukan." Jawab Gabriel.


Rose mengangguk sedangkan Kristal, Stevan dan Kakek Kriatoff terlihat malah khawatir atas jawaban Gabriel.


Cup!


Rose yang begitu senang langsung mencium bibir Gabriel dan melupakan keadaan sekitar yang saat ini matanya terbelalak menatap adegan keduanya.


Sedangkan Gabriel yang memang candu dengan bibir Rose itu langsung menahannya tanpa memperdulikan siapa pun.


Stevan dan Kristal yang melihat itu langsung saja menggelengkan kepalanya dan pergi begitu saja meninggalkan Kakek Kristoff.


“Bisa-bisanya kalian membuat adegan di depan orang yang lebih tua, bagaimana jika Ayah dan Mamamu ingin rujuk.” pekik Kakek Kristoff sambil melempar bantal kecil yang ada di sofanya.


Kini bantal kecil tersebut berhasil mendarat tepat di wajah kedua sejoli yang mana langsung melepaskan ciumannya dengan wajah kesalnya.


“Kakek, bukan Ayah dan Mama yang ingin rujuk. Tapi kakek yang ingin menikah lagi bukan.” Kata Gabriel hingga membuat Kakek Kristoff melotot.


“Rose jadi membayangkan bagaimana jika kakek menikah lagi sayang. Apakah Kakek masih terlihat perkasa didepan nenek-nenek? Timpal Rose yang disertai tawa renyah karena membayangkan yang tidak-tidak.


Kakek Kristoff yang awalnya ingin melontarkan kata-kata kasarnya kepada sang cucu kini tidak jadi, lantaran ucapan Rose mampu membuatnya ikut tertawa hingga terpingkal-pingkal. Sedangkan Gabriel wajahnya benar-benar sudah memerah menahan malu akibat ulah istrinya yang asal ucap.


“Sudahlah, lebih baik kakek pergi ketaman belakang karena ulah kalian akan membuat umur kakek memendek." ucap Kakek Kristoff yang langsung pergi meninggalkan Rose serta Gabriel menuju taman belakang mansion.


"Sayang, sebelum memisahkan biji buah naga. Kita main sebentar.” ucap Rose sambil mengedipkan sebelah matanya kearah suaminya dengan senyum menggoda.


“Baiklah, jika kau memaksaku.” sahut Gabriel yang segera menggendong Rose hingga membuat Rose terkekeh sambil mengalungkan kedua tangannya.

__ADS_1


Entah kenapa hari ini mood Rose benar-benar sangat bagus untuk melayani Gabriel, sehingga Gabriel tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu yang langka ini.


...🐾🐾...


__ADS_2