Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Ijin Menikahi Rose


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Hari berlalu begitu saja, sudah hampir dua minggu lamanya Roae dan Dave saling mendiamkan.


"Rose." Panggil Kristal pelan.


"Ya, Tante." Jawab Rose lesu.


"Kamu tidak pergi ke tempat kekasihmu? Kata Bi Asih, bukannya Rose sering datang dengan membawa kotak bekal?" Tanya Kristal lagi.


Rose hanya dapat menelentangkan tubuhnya di sofa ruang televisi dan menghembuskan nafasnya panjang.


"Kami bertengkar." Jawab Rose dengan suara lirih.


"Kenapa?" Tanya Kristal lagi.


"Karena Rose, menyebut nama Kak Gabriel ketika sedang bersamanya." Jawab Rose dengan suara merengek yang hampir menangis.


Kristal mengerjakan kedua matanya cepat, "Apa, Rose mencintai Gabriel? Bukankah, Rose tidak menyukai pria selalu kanebo itu?" Tanya Kristal semakin penasaran.


"Rose tidak tahu... tidak tahu." Rengek Rose.


Kristal mengembuskan nafasnya pelan, "Tante dengar, dulu Rose dicampakkan eh seorang pria. Apa itu kekasih Rose yang sekarang?" Ucap Kristal dengan suara tenang.


Rose menganggukkan kepalanya, "Benar, kami sudah kembali. Tapi, Rose bingung ada sesuatu yang hilang. Di sini." Tunjuk Rose di dadanya.


"Coba ceritakan kepada Tante, bagaimana kisah kalian bertiga." Ucap Kristal.


Dengan wajah murung dan sedih, Rose menceritakan bagaimana dirinya yang jatuh cinta dan mengejar Dave hingga akhirnya dapat kembali bersama.


"Begitu, Tante." Kata Rose setelah menjelaskan panjang kisah cintanya.


"Rose, hatimu sedang bingung. Sakit hati ketika kita benar-benar menyayangi pasangan kita dan kemudian masuk orang lain dengan memberikan warna yang berbeda. Tentu memiliki kesan di hati tanpa kita sadari, coba Rose pikirkan dengan matang. Sebenarnya hati Rose ini masih mencintai kekasih Rose atau tanpa sadar sudah di gantikan oleh Gabriel.


Memang tidak ada salahnya, Rose memberikan kesempatan kepada Dave kekasih Rose itu. Tapi, salahnya disini Rose seakan mempermainkan perasaan Dave. Bukankah wanita juga berhak memilih seperti laki-laki?" Jawab Kristal panjang lebar.


"Coba, Rose sekarang hubungi Dave. Tidak baik saling mendiamkan pasangannya." Lanjut Kristal lagi.

__ADS_1


Rose bangkit dari tidurnya dan beranjak meninggalkan ruang televisi.


Kristal menghela nafasnya pelan, "Jika Gabriel memang benar anak Tante, tentu Tante akan senang jika memiliki menantu sepertimu Rose." Ucap Kristal dalam hati.


Sedangkan kini Rose telah sampai di kamarnya, segera Rose berjalan ke arah nakas untuk mengambil ponselnya.


Terlihat Rose ragu-ragu untuk menghubungi Dave. Tapi Rose ingin hubungannya dengan Dave mulus seperti jalan tol.


Akhirnya Rose menekan nomor Dave.


Tut


Tut


Tut


Sambungan telfon terhubung tetapi masih belum diangkat oleh Dave.


"Kenapa tidak di angkat, apa Kak Dave sedang rapat." Rose berbicara pada diri sendiri.


"Nanti, Saya dapat menghubunginya kembali." Jawab Dave tegas.


Pria itu menyunggingkan senyum yang terkesan meremehkan.


"Apalagi, kedatanganmu kemari?" Tanyanya.


"Ijinkan, Saya menikahi Rose." Ucap Dave tegas dan lugas.


Ayah Nugroho tergelak, "Apa, kamu pikir semudah itu aku memberikan restu untuk kalian?" Tanya Ayah Nugroho.


"Apa masih kesalahan, Saya di masa lalu." Ucap Dave menekan gejolak amarahnya.


"Tidak perlu aku jawab, bukankah kamu sudah dapat menebaknya." Kata Ayah Nugroho.


"Apakah belum cukup pembuktian saya selama kepergian Rose keluar negri. Bahkan pendosa saja dapat diampuni oleh Tuhan, apakah Saya tidak berhak mendapatkan pengampunan dari Anda yang hanya manusia." Ucap Dave men-skak Ayah Nugroho.


Ayah Nugroho hanya dapat menggeram marah, benar tidak ada yang sempurna di dunia ini selain Tuhan.

__ADS_1


"Aku adalah Ayah Rose, aku tahu yang terbaik untuknya." Jawab Ayah Nugroho dengan menatap tajam Dave.


"Benar, Anda adalah Ayah Rose. Tapi, Anda tidak bisa menghindari yang sudah digariskan Tuhan dalam kehidupan Rose. Termasuk jodohnya." Ucap Dave lagi.


Ayah Nugroho hanya dapat mendengus kesal, si#al pria ini sekarang pandai berbicara.


"Baiklah, aku akan merestui kalian. Jika Rose juga bersedia menikah denganmu." Ucap Ayah Nugroho yang akhirnya sedikit mengalah.


"Terima kasih, Ayah mertua. Jika begitu, Saya undur diri dulu untuk menelfon Rose." Kata Dave yang sudah berdiri dari duduknya.


Dak


"Auwwhhh." Ayah Nugroho mengaduh karena merasakan sakit di kakinya yang menendang meja.


Sedangkan Surya yang sejak kedatangan Dave hanya diam menjadi penonton dan pendengar, akirnya mengeluarkan suaranya meskipun hanya tawa.


"Sudah, aku bilang. Kita ini sudah tua, untuk apa melarang anak muda yang tengah berkobar cintanya." Ucap Surya yang masih tertawa.


"Apa kamu pikir, sebagai seorang Ayah akan merelakan begitu saja anak kita menjalin hubungan dengan pria yang pernah menyakitinya." Jawab Ayah Nugroho yang sudah melepas sepatunya.


"Ya memang tidak rela, tapi jika keduanya saling mencintai. Kita ini bisa apa? Mau dibilang orang tua yang kolot." Ucap Surya yang sudah duduk di hadapan Ayah Nugroho.


Ayah Nugroho berdecak malas, "Otak anak mereka saja yang sudah teracuni oleh orang asing." Ucap Ayah Nugroho dengan sengit.


"Itulah cinta, dapat membutakan, menulikan dan menghilangkan akal sehat. Beruntung, Rose tidak kawin lari." Jawab Surya yang semakin tergelak.


Buk


"Awas saja jika sampai curut itu mengajak anakku kawin sambil lari-lari." Ucap Ayah Nugroho.


Tawa Surya semakin menggelegar mendengar jawaban Nugroho, suami dari mendiang sahabatnya.


"Ya, nanti aku yang akan menjadi penjual asongannya. Aqua... aqua... aqua." Surya memperagakan penjual asongan yang tengah menjajakan dagangannya.


Ayah Nugroho dan Surya akhirnya tertawa bersama.


...🐾🐾...

__ADS_1


__ADS_2