
Happy Reading 🌹🌹
"Kenapa lama sekali?" Ucap seorang pria yang membuat Kristal dan Eve menghentikan pembicaraan mereka.
Kristal melebarkan kedua matanya, karena melihat Ketua Kim disana.
"Dasar orang-orang licik!" Seru Kristal.
Ketua Kim tersenyum miring dan berjalan mendekat Kristal.
"Aku benci melihat wajahmu, kau tahu. Kau sangat mirip dengan ibumu tapi--- ada beberapa bagian wajahmu yang mirip pria pengecut itu. Matamu aku sangat membencinya." Ucap Ketua Kim dengan sorot mata tajam.
"Tentu saja aku mirip dengan kedua orang tuaku, apa kamu pikir akan mirip denganmu." Jawab Kristal.
"Jika mirip denganku pastinya lebih cantik." Ucap Ketua Kim.
"A, seperti Eve?" Kata Kristal dengan tersenyum miring melihat keduanya secara bergantian.
Eve dan Ketua Kim kaget bagaimana bisa Kristal tahu, Eve yang memang berencana akan mengumumkan dirinya adalah anak kandung dari Ketua Kim tidak ambil pusing.
"Benarkah, ya aku memang adalah anaknya." Eve menjawab ucapan Kristal.
Ketua Kim mendelik kesal kepada Eve.
"Kenapa Ayah, memang kenyataannya seperti itu. Sudahlah semua orang akan tahu jika kita adalah Ayah dan Anak." Ucap Eve tanpa beban
Kristal tertawa mendengar perdebatan keduanya, "Aku merasa kasihan denganmu Eve, bukankah seharusnya seorang Ayah itu memberi kasih sayangnya dengan adil untuk kedua anaknya? Lihatlah Minzy, dia tidak perlu bersusah payah untuk mengumpulkan kekayaan sepertimu yang mencurinya dariku." Kristal mulai memprovokasi keduanya.
Ya, Kristal sejak awal memainkan dramanya. Menjadi wanita paling lemah dan tidak berdaya dengan memohon pengampunan kepada Eve.
Mari kita lihat sejauh mana kejiwaan Eve dan Tuan Kim kuat untuk diadu.
Eve mendengar ucapan Kristal berdenyut nyeri didalam hatinya, benar dia selama ini harus menjalankan perintah Ayahnya agar mendapatkan uang termasuk membunuh kedua orang tua Kristal.
"Kau tidak tahu apapun tentang orang tua mendidik anaknya!" Bentak Ketua Kim.
"Apa Anda lupa Ketua Kim, aku adalah seorang ibu. Tentu saja aku tahu bagaimana mendidik anak, apa Anda tidak pernah memikirkan bagaimana Eve juga ingin dipeluk dan diperlakukan seperti Minzy. Memakai pakaian bagus, sekolah di sekolahan bagus tanpa harus mencari beasiswa dan bekerja terlebih dahulu untuk mendapatkan keinginannya. Termasuk diakui olehmu dengan membunuh kedua orang tuaku!" Ucap Kristal dengan suara tenang dan perlahan berubah menjadi keras.
"Bukan aku yang membunuhnya!" Seru Eve dengan nafas yang sudah memburu.
Eve merasakan ledakan amarah didalam kepalanya mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Kristal. Di telinganya terus berdenging pembunuh.
"Kamu tetap pembunuh Eve! Meskipun kamu hanya sebagai eksekutor, namun kamu tetap pembunuh! Pakaianmu akan selalu berlumuran darah dari kedua orangtuaku!" Seru Kristal yang sudah menitikan air mata.
Eve berjalan mundur dan menggelengkan kepalanya cepat, "Tidak! Bukan aku pembunuhnya!" Seru Eve yang mulai menutup kedua telinganya.
Ketua Kim dan para penjahat kaget dengan perubahan Eve yang mulai tidak terkendali.
"Kau pembunuh Eve kau pembunuh! kau Ketua Kim, kau juga pembunuh! Kau telah membunuh ibu Eve dan kedua orangtuaku!" Seru Kristal mulai melemparkan bola panas ke tubuh Ketua Kim.
Ketua Kim dan Eve melebarkan kedua matanya, bagaimana bisa membunuh Ibu Eve. Karena Eve sangat ingat jika Ibunya itu sakit keras hingga meninggal.
"Jangan asal bicara! Ibu Eve meninggal karena sakit!" Seru Ketua Kim.
"Itu semua tidak akan terjadi jika kamu bertanggung jawab atas kehamilannya dan tidak lari kekota dengan kedua orangtuamu!" Ucap Kristal dengan tajam.
Kristal tidak begitu tahu sejarah kehiduoan Ketua Kim dimasa lalu, Kristal hanya mengarang dengan cerita yang didapatkan dari Nyonya Kim dulu.
Ketua Kim tertawa, "Orang sakit tidak ada hubungannya denganku." Kata Ketua Kim.
Eve yang berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya, memikirkan seluruh ucapan Kristal dan menghubungkan kenyataan yang hanya Eve ketahui semasa kecilnya.
"Dasar kau pembunuh! Kau membunuh Ibu dengan perilakumu!" Teriak Eve dengan memukul tubuh Ketua Kim.
"Eve! Cepat pegang dia!" Seru Ketua Kim kepada penjahat.
Dengan sigap Eve sudah berhasil di pisah dari Ketua Kim.
"Eve! Aku tidak pernah membunuh Ibumu. Kamu jangan terpancing dengan ucapannya." Kata Ketua Kim.
"Kamu percaya Eve?" Ucap Kristal.
Ketua Kim berjalan lebih dekat ke arah Kristal dan menamparnya hingga kembali mendapatkan luka baru.
"Kau! Kau akan mati sebentar lagi, jadi diamlah karena tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu!" Ucap Ketua Kim dengan tegas.
__ADS_1
Kristal tersenyum miring namun senyum itu luntur ketika meraba jemarinya, kemana cincin pemberian Gabriel.
Ketua Kim yang melihat wajah pias Kristal tertawa, "Kenapa? Apa kamu mencari ini." Ketua Kim memperlihatkan sebuah cincin dihadapan Kristal.
Kristal kaget namun berusaha mengendalikan ekspresi dan perasaannya.
"Cincin siapa itu? Apa untuk kekasihmu." Ucap Kristal tenang meski dalam hati benar-benar merasa takut.
"Kristal, Kristal. Apa kamu pikir istriku akan berpihak kepada kalian, dalam mimpimu." Ucap Ketua Kim.
Kristal hanya diam dengan menahan gemuruh dalam hatinya, hingga sebuah mobil yang tiba-tiba menerobos masuk.
Brak!
Seluruh orang yang berada didalam ruangan terperanjat kaget, keluarlah Daniel yang sedikit sempoyongan karena dahinya membentur stir mobil.
"Daniel." Ucap Kristal dan yang lainnya.
Daniel berjalan mendekat ke arah Kristal dengan tegap setelah memulihkan seluruh kesadarannya.
Tanpa berkata apapun Daniel langsung mendaratkan bogem mentah kepada Ketua Kim, karena Daniel melihat bagaimana keadaan Ibunya yang mengenaskan.
"Dasar pengecut! Beraninya kamu memukul Ibuku!" Teriak Daniel yang sudah mencengkram kedua kerah baju Ketua Kim.
Ketua Kim hanya tertawa, "Wah lihatlah siapa yang datang, sepertinya ikatan batin kalian kuat tanpa adanya cincin itu." Ucap Ketua Kim.
"Bedebah!" Daniel kembali menukul Ketua Kim.
Eve yang terlalu kaget dengan kedatangan Daniel hanya terpaku, bagaimana bisa Daniel sampai di lokasi ini.
Hingga mobil baru datang dan berhenti dibelakang mobil Daniel, seorang gadis keluar dan berlari menuju kerumunan.
"Daniel stop Daniel." Teriak Minzy yang masih berlari.
Eve segera tersadar ternyata anak lain dari sang Ayah juga hadir.
"Wah, lihat siapa yang datang ini. Adikku datang bersama kekasihnya." Sambut Eve dangan memeluk tubuh Minzy.
Minzy langsung mendorong tubuh Eve hingga keduanya menjauh.
"Jangan menyentuhku dan aku bukan adikmu!" Seru Minzy dengan menuding ke arah Eve.
"Bukan! Sampai kapanpun kita bukan saudara, karena Ayah tidak pernah menganggapmu sebagai anak!" Teriak Minzy.
"Ayah, apa Ayah tidak memperkenalkan aku kepada saudara tiriku." Tanya Eve kepada Ketua Kim yang sudah berdiri setelah Daniel melepaskan cekalannya.
"Minzy---"
"Apa! Aku dan Ibu tidak akan pernah sudi menerima anak dari wanita lain!" Teriak Minzy dengan tubuh bergetar.
Daniel memeluk tubuh Minzy setelah melepaskan ikatan dari kristal.
"Aku sangat sedih Ayah bagaimanapun kami bersaudarakan Ayah?" Tanya Eve dengan mimik wajah sedih dan bergelayut manja kepada Ketua Kim.
"Lepaskan tangan kotormu dari Ayahku!" Teriak Minzy.
Ketua Kim langsung melepaskan tangan Eve dan berjalan mendekat ke arah Minzy, Ketua Kim merasakan sesuatu didalam hatinya karena melihat Minzy yang belum pernah dia lihat seperti sebelumnya.
Eve yang melihat Ketua Kim berjalan ke arah Minzy langsung bersuara, "Ayah pilih aku atau Minzy?" Tanya Eve dengan tegas.
Langkah kaki Ketua Kim langsung terhenti ditengah-tengah antara Minzy dan Eve.
"Eve!" Bentak Ketua Kim.
"Cukup Ayah! Eve selama ini hiduo berbeda jauh dari Minzy, Eve sudah cukup bersabar dan mengalah selama ini. Sekarang Ayah pilih Minzy atau Eve!" Jawab Eve tak kalah seru dengan Ketua Kim.
"Tentu ayah akan memilihku daripada wanita jahat sepertimu!" Tegas Minzy dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Oh, adik. Kamu jangan naif aku jahat karena ayah. Apa kamu pikir ayah akan sukses tanpa campur tangan dariku. Justru, ayah akan memilihku karena tanpa aku. Ayah tidak akan pernah mendapatkan apapun." Jawab Eve dengan tegas.
"Ayah, ayah sudah mendapatkan banyak harta dari Mama. Pasti ayah akan memilih kami bukan." Ucap Minzy kepada Ketua Kim.
"Ayah coba pikirkan baik-baik, harta ibu tiriku sudah berada di tangan ayah semua. Sedangkan yang akan menduduki tahta tsrtinggi dikeluarga Kriatoff adalah Eve. Keuntungan mana yang akan ayah pilih, tetap bersama mereka dan Eve tidak akan pernah membantu ayah dalam mendapatkan apapun atau bersama Eve dan kita bisa menjadi penguasa." Eve berbicara panjang lebar.
Ketua Kim berjalan mundur menuju Eve, Minzy menggeleng cepat kareba dirinya tidak percaya jika ayahnya lebih memilih harta duniawi sedangkan Eve tersenyum lebar karena kemenangannya.
__ADS_1
"Jadi ayah memilih wanita iblis itu dibandikan aku dan Ibu! Baiklah, semuanya dengarkan aku. Aku Kim Minzy dan Nyonya Kim sudah tidak ada hubungan apapun dengan Ketua Kim. Untuk kedepan dan seterusnya Ketua Kim akan kembali menggunakan marganyan Jung hingga tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Kim." Ucap Minzy dengan tegas dan lantang.
"Siap Nona!" Seru serentak para pengawal keluarga Kim yang dibawa oleh Tuan Kim/Jung.
Eve dan Ketua Kim terperanjat kaget tidak luput juga para preman yang menculik Kristal.
"Pengawal, seret mereka dan bawa pergi ke kantor polisi atas tuduhan penganiayaan!" Perintah Minzy.
Para pengawal bergerak maju untuk menangkap Ketua Kim/Jung.
"Cepat lindungi kami!" Seru Eve kepada para penjahat.
Perkelahian tidak terelakkan untuk semuanya, Minzy dan Kristal menjauh sedangkan Daniel ikut bertarung melawan komplotan penjahat.
Ketua Kim dan Eve menyelinap menjauh dari perkelahian tersebut, Daniel yang melihat keduanya labgsung berlari mengejar.
Minzy langsung berlari mengikuti Daniel tanpa berkata apapun kepada Kristal.
"Berhenti!" Seru Daniel.
Hingga suara memekakkan telinga terdengar, Daniel terpaku di tempatnya dengan kedua mata yang melebar ke arah Eve.
Ketua Kim kaget karena Eve membawa senjata tanpa sepengetahuannya, Eve langsung menyeret Ketua Kim untuk berlari menuju mobil mereka.
"Daniel!" Teriak Minzy.
Daniel langsung ambruk di atas tanah yang banyak dedaunan kering.
Minzy melihat mobil sang Ayah sudah pergi melesat dengan cepat.
"El, El!" Seru Minzy yang sudah menangis.
Tubuh Daniel dipangku oleh Minzy, Minzy semakin histeris karena melihat darah yang keluar dari bibir Daniel.
"Tolong! Tolong!" Teriak Minzy yang mungkin tidak akan didengar oleh orang-orang yang masih sibuk berkelahi didalam sana.
"Sstt, jangan menangis." Ucap Daniel lemah.
"Daniel." Ucap Minzy lirih.
Minzy menyeka darah yang keluar dari bibir Daniel dengan tangannya tanpa merasa jijik ataupun mual.
"Aku mencintaimu, Zy." Ucap Daniel.
"Aku tahu, aku juga sangat mencintaimu El." Jawab Minzy dengan berlinang air mata.
"Aku titip ibuku, jaga dia meski kita tidak akan bisa bersama." Ucap Daniel terbata.
"Jangan bicara seperti itu El, kita akan menikah." Jawab Minzy.
Tidak ada respon dari Daniel, kepala Daniel sudah lemas.
"El, El sadarlah! El dengarkan aku El!" Minzy berteriak dengan menangis mencoba membangunkan Daniel.
"Tidak, El!!!" Teriak Minzy.
Minzy menangis meraung dengan mendekap kepala Daniel dalam pangkuannya.
Mobil yang dikendarai Stevan baru saja sampai karena sempat tersesat menuju gedung kosong tersebut.
Stevan langsung berlari kearah Minzy yang tengah menangis.
"El!"
Terlihay Kristal keluar dari dalam gudang setelah beberapa kali dirinya di tangkap oleh penjahat yanv melihat Kristal berusaha keluar, akhirnya Kristal bisa keluar setela banyak pengawal masuk kedalam gudang untuk menolongnya.
Kristal langsung berlari menuju Minzy yang sudah didatangi oleh Stevan.
Betapa kagetnya Stevan dan Kristal ketika melihat El yang sudah berlumuran darah.
Stevan langsung membopong Daniel menuju mobil sedangkan para pengawal sudah lebih dulu masuk kedalam gudang dan ikut berkelahi untuk meringkus penjahat.
Minzy menangis dan ikut masuk kedalam mobil, Kristal yang masih dalam keadaan sadar tak tidak sadar menatap mobil Stevan.
Stevan yang melihat mantan istrinya shock, langsung mengajaknya masuk kedalam mobil begitu saja.
__ADS_1
Stevan mengendarai mobil begitu Kristal sudah duduk di belakang bersama Minzy dengan memangku kepala Daniel.
...🐾🐾...