
Happy Reading 🌹🌹
"Rose berangkat dulu ayah." Ucap Rose kepada Ayah Nugroho.
"Iya baiklah, setelah pekerjaan ayah selesai akan segera menyusulmu." Jawab Ayah Nuhroho.
"Baik ayah." Ucap Rose.
Rose mencium kedua pipi Ayah Nugroho setelah memeluk tubuhnya, segera Rose berjalan dengan menyeret koper di tangan kirinya.
Ayah Nugroho dan Suryo menunggu pesawat Rose hingga lepas landas barulah keduanya kembali pulang karena waktu menunjukkan malam hari.
Ya hampir tiga bulan lamanya Rose terapi di Rumah Sakot yang ada di Amerika dan kembali ke Indonesia seminggu lalu, kini Rose memutuskan kembali ke Korea untuk menyelesaikan study juga bertemu sang kekasih.
Selama waktu itu Rose dan Gabriel tidak pernah berkomunikasi perasaan rindu terus menumpuk di dalam hati Rose.
Rose menatap jauh ke arah jendela pesawat yang nampak gumpalan-gumpalan awah di bawahnya.
"Aku kembali kak." Gumam Rose.
Rose memutuskan untuk beristirahat karena Rose ingin ketika sampai di Korea dirinya segar, tidak ada mata panda yang melingkar di bawah matanya.
Pesawat yang di tumpabgibRose perlahan mendarat, seluruh penumpang menunggu hingga mendapatkan aba-aba dari pramugari dan pramugara. Segera Rose bangkit dari duduknya berjalan perlahan menuju pintu keliar karena tidak sabar ingin bertemu sang kekasih.
Rose merentangkan kedua tangannya, menghirup udara sebanyak mungkin untuk mengisi paru-parunya.
"Aaaa!" Rose memekik pelan tertahankan karena tidak ingin di kira orang gila.
Rose berlari untuk mengambil koper yang keluar dari bagasi pesawat, terlihat terus tersenyum sembari menanti koper miliknya.
Koper berwarna pink tersebut di seret cepat seiring langka Rose yang berjalan cepat keluar dari bandara, Rose memutuskan menaiki taxi dari bandara untuk menuju mansion Kristoff.
Buk!
Pintu taxi tertutup setelah Rose menyerahkan kopernya kepada sopir untuk di masukkan ke dalam bagasi.
"Menuju alamat ini." Tunjuk Rose kepada sopir taxi.
Sopir taxi langsung memasukkan alamat yang diberikan oleh penumpangnya itu ke GPS mobil, segera sopir menjalankan taxinya menuju lokasi.
Selama di perjalanan Rose memandang pemandangan yang di laluinya, bahkan sungai han yang di lalui oleh taxi tersebut. Terlihat berkilauan karena terkena cahaya sinar matahari di pagi hari.
Senyum indah kembali terbit di bibir mungil itu, Rose menghela nafasnya panjang karena juga gugup untuk bertemu Gabriel setelah tiga bulannlamanya tidak bertemu.
Terlihat Rose memijat kakinya karena meski sudah bisa berjalan nanun rasa nyeri sering kali datang membuat dirinya masih mengkonsumsi obat tulang dan sendi.
Hingga taxi perlahan berjalan pelan, ternyata sudah sampai di gerbang depan. Dua orang bodyguard mendekat ke arah taxi, melihat sopir yang melirik dirinya membuat Rose terkekeh geli.
Rose menyembulkan kepalanya keluar, "Bukakan pintunya ajushii, aku kekasihnya Kak Gabriel yang LDR!" Teriak Rose.
Seakan dejavu kedua pengawal segera melakukan bow dan membukakan gerbang selebar mungkin agar taxi tersebut masuk, sopir taxi segera menjalankan taxinya kembali terlihat bangunan yang sangat megah dan luas.
"Kekasih anda sangat kaya raya nona." Ucap sopir taxi.
"Tentu saja, ajushi." Jawab Rose dengan bangga.
__ADS_1
Rose segera keluar bersama dengan sang sopir, sopir taxi menyerahkan koper milik Rose. Segera Rose melangkah masuk mansion Kristoff.
"Halo, sayangku!" Seru Rose dari pintu utama.
Deg
Jantung Rose terasa terhenti dirinya terpaku melihat oemandangan yang jauh dari depannya. Seorang wanita berada di atas tubuh Gabriel.
"Cih, dasar pria. Awas kau!" Geram Rose.
Rose tersenyum dan berlari ke arah Gabriel dengan melempar koper piliknya hingga roda koper entah membawanya kemana.
Rose merentangkan kedua tangannya dengan senyum yang bahagia.
Bruk!
"Kakak, Rose pulang." Ucap Rose lirih.
Gabriel terpaku dan menoleh ke arah Robby, terlihat Rose memeluk tubuh asistennya. Alis Briel mengkerut dan menatap tajam ke arah Robby.
Robby yang mendapatkan pelukan Rose langsung mengangkat kedua tangannya tinggi ke atas, jantung Robby berdetak tidak karuan karena kini dirinya menjadi pusat perhatian.
"Kakak! Peluk Rose!" Ucap Rose manja dengan menggoyangkan kedua pundaknya.
Robby menurunkan perlahan tangannya dan meneluk Rose seperti permintaan gadis tersebut, Gabriel semakin mendelik kesal dan menatap tajam ke arah tangan Robby yang melingkar di punggung kekasihnya.
"Kau!" Seru Briel tanpa suara ke arah Robby.
Rose melepaskan pelukannya dan tersenyum ke arah Robby dengan mabis, membuat Robby yang jomblo menjadi tersipu malu.
Bukan Robby yang dicium Rose melainkan Gabriel, Briel yang sudah cemburu di atas ubun-ubun langsung masuk dari bawah karena ada celah di antara Robby dan Rose.
Rose langsung mundur memundurkan kepalanya cepat, namun kalah cepat dengan gerakan tangan Gabriel yang sudah menangkuo kedua pipi Rose dan kini dirinya yang mencium bibir kekasihnya.
"Emmhh.... emph!" Rose menukul dada Gabriel karena dirinya malu setengah mati di lihat oleh seluruh keluarga Kriatoff.
Gabriel melepaskan bibirbya dari bibir kekasihnya, menyeka air liur yang membasahi bibir Rose dengan ibu jadinya.
"Bibir ini hanya untukku, kamu baru datang sudah membuat ulah." Ucap Gabriel pelan.
Blush!
Pipi Rose memerah karena ucapan Gabriel, namun dirinya langsung tersadar dengan tujuannya tadi. Rose melepaskan kedua tangan Gabriel dari pipinya.
"Anda siapa ya mas?" Tanya Rose dengan mengibaskan rambunya di depan Gabriel berlalu begitu saja dari hadapan sang kekasih.
Rose berjalan ke arah Kakek Kristoff, "Apa kabar kakek? pasti baik ya." Ucap Rose dengan memeluk tubuh Kakek Kristoff.
"Aku harus menjawab apa jika kamu bertanya, kamu pula yang menjawab." Dengus Kakek Kristoff.
Rose tertawa pelan, "Tidak perlu menjawab." Ucap Rose mengedipkan sebelah matanya ke arah Kakek Kristoff.
Kini Rose beralih ke Stevan, memeluk tubuh ayah dari kekasihnya.
"Paman tambah gemuk saja, bahagia ya sekarang." Ucap Rose tanpa di filter.
__ADS_1
Stevan tertawa terbahak karena ucapan calon menantunya, "Benar, terima kasih ya." Jawab Stevan tulus.
"Tidak menerima ucapan terima kasih, akan Rose tagih besok." Ucap Rose.
"Tentu saja." Kata Stevan.
Rose melihat ke arah Kristal yang sudah berkaca-kaca, seperti bertemu anak dan ibu Rose dan Kristal berpelukan dengan menangis.
"Hiks, Rose kangen." Rengek Rose pada Kristal.
"Maafkan Mama." Ucap Kristal dengan mengelus surai hitam Rose.
Rose mengangguk dan meneluk erat tubuh Kristal yang sudah tidak sekurus dulu.
Kini Rose memeluk Minzy seperti saudara, Minzy membalas pelukan Rose dengan senang hati sembari membisikkan, "Ada wanita pengganggu." Ucapnya.
Rose terkekeh pelan hanya mengangguk saja, dan kini tinggal Daniel yang sudah merentangkan kedua tangannya karena dirinya pasti juga akanndinoeluk oleh Rose.
Rose memiringkan kepalanya dan tersenyum lebar, berjalan menuju Daniel.
Hap!
Tidak sampai.
Ternyata Gabriel memegang kerah belakang Rose agar tidak memeluk tubuh saudaranya.
"Sudah cukup acara peluk-peluknya." Ucap Gabriel.
Rose mendengus kesal karena kekasihnya, "Rose hanya memeluk saja, karena sudah lama tidak bertemu." Sungut Rose.
"Dengan memeluk." Tanya Briel dingin.
"Cih, seperti Kakak tidak saja yang baru saja di oeluk oleh wanita lain." Jawab Rose merengut.
"Kamu cemburu." Tanya Gabriel dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Hahaha, cemburu? Untuk apa, ada Kak Robby di sini. Kak Robby juga tampan." Jawab Rose mengedipkan mata kanannya dan bibirnya maju seakan mengirimkan ciuman jarak jauh.
"Kenapa matamu sejak tadi begini begini heh, dan kamu pergi dari sini. Keluargaku sedang berkumpul." Ucap Gabriel mengusin Go Eun.
"A-aku?" Tunjuk Go Eun pada dirinya sendiri.
"Kenapa kak, Go Eun sudah seperti keluarga kita sendiri karena dia teman dekat Daniel." Ucap Daniel kepada Gabriel.
"Dia temanmu bukan temanku dan satu lagi kamu sudah akan menikah tidak baik berdekatan dengan wanita lain." Jawab Gabriel dengan wajah datarnya.
"Tapi---"
"Benar apa yang di katakan kakakmu El." Potong Stevan.
Go Eun mengepalkan kedua tanganbya karena secara tidak langsung kedua pria beda usia tersebut memberi kode agar dirinya tidak dekat-dekat dengan Daniel.
Go Eun menangis dan langsung berlari keluar membuat Daniel ingin mengejarnya, namun di tahan oleh Minzy.
"Go Eun." Ucap Daniel lirih.
__ADS_1
...🐾🐾...