Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Flashback


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Daniel melangkah dengan tegas menuju kamar sang Ibu, dengan pelan tangan kekar tersebut memutar knop.


Klek


Terlihat kamar yang luas, seluruh isinya sangat cantik dan indah persis seperti penghuni kamar itu.


Daniel masuk dan menutup pintu dengan pelan, perlahan langkah kakinya berjalan menuju kasur berukuran besar.


Di baringkannya tubuh kekar itu dengan posisi terlentang, "Mama, apa tidak merindukanku?" Tanya Daniel dengan menatap langit-langit.


Pikiran Daniel melayang jauh kejadian beberapa hari yang lalu.


Terlihat Kristal tengah menyiapkan pakaian Daniel yang akan pergi ke luar negri untuk berbisnis.


"Mah." Ucap pria tersebut.


Kristal menoleh dan tersenyum melihat anaknya yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Ya, sayang. Ada yang kamu butuhkan?" Tanya Kristal pelan.


Daniel menggeleng, dia mendudukkan dirinya di samping Kristal dan merebahkan kepalanya di paha Kristal.


"Apa yang kamu pikirkan sayang?" Tanya Kristal lagi dengan mengelus surai hitam anaknya.


"Apa Mama tidak mau pergi dari keluarga ini?" Sang anak menjawab ucapan Kristal dengan sebuah pertanyaan.


Gerakan tangan Kristal terhenti mendengar ucapan sang anak.


"Daniel, Mama tidak mungkin meninggalkan kamu dan Kakek sendirian di sini." Jawab Kristal dengan suara lirih.


"Kakek bisa pergi bersama kita, Mah." Ucap Daniel pelan.


"Sayang, jika Kakek pergi dengan kita. Bagaimana dengan Papa? Hem." Tanya Kristal pelan.


Daniel bangun dari pangkuan Kristal dan menatap tajam ke arah Kristal. Terlihat kilatan amarah, kebencian dan kerinduan menjadi satu.


"Dia bukan Papa El, Mah!" Seru Daniel kepada Kristal.


Kristal tidak kaget dengan penolakan Daniel terhadap mantan suaminya itu.


"Tapi, bagaimanapun ada darah yang mengalir di dalam tubuhmu Daniel." Jawab Kristal memegang lengan Daniel.


Daniel menyentak kasar tangan Kristal dan berdiri, "Sampai Daniel matipun, Daniel tidak sudi menganggap pria itu sebagai Papa Daniel. Daniel hanya punya satu orang tua yaitu Mama." Ucap Daniel dengan menggebu dan langsung meninggalkan Kristal seorang diri.


Sedangkan Kristal meneteskan air matanya yang langsung luruh membasahi pipinya.


"Mama juga berharap kalian bukan anak dari pria ba*ji*ngan itu El." Gumam Kristal pelan.


Kristal adalah salah satu keluarga konglomerat di negara tersebut, kehidupan Kristal sebelumnya sangat bahagia.


Memiliki kekasih yang begitu mencintainya dan keluarga yang harmonis, hingga sesuatu terjadi kepada Ayahnya.


Ayahnya dinyatakan meninggal karena serangan jantung, membuat Kristal dan Ibunya yang tidak paham tentang perusahaan menandatangani surat yang membuat mereka hidup miskin.

__ADS_1


Keadaan tersebut membuat kejiwaan sang Ibu menjadi terguncang hebat, bahkan Kristal hanya mampu menangis karena tidak ada yang mau menolongnya.


Kekasihnya? Kristal di campakkan begitu saja karena mereka sudah tidak sederajat.


Setelah kematian kedua orang tuanya, Kristal bekerja sebagai salah satu pembantu di keluarga yang jauh lebih kaya daripada keluarganya dulu.


Kristal yang sudah tidak lagi di ragukan kecantikan, membuat anak majikannya terpana. Tetapi Kristal tidak menghiraukannya karena majikannya sudah memiliki kekasih.


Mengangumi bukan berarti mencintai.


Siapa yang tidak mengenal keluarga Kristoff, pengusaha nomor satu di Negara Korea. Pengusaha biji besi yang memiliki banyak cabang perusahaan.


Keluarga Kristoff berasal dari Swedia yang berpindah ke negara Korea.


Keluarga Kristoff memiliki dua keturunan, anak tertua bernama Stevani Kristoff dan anak kedua Stevan Kristoff. Mereka berdua adalah anak kembar hanya beberapa menit saja kelahiran mereka.


Stevani dan Stevan Kristoff memiliki kepribadian yang bertolak belakang, Stevani dengan sikap bar-barnya sedangkan Stevan dingin dan kaku.


(Flashback)


"Tuan, Anda kenapa?" Tanya Kristal panik karena mendapati Stevan yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Kristal.


"Tolong aku." Ucap Stevan dengan membuka seluruh pakaiannya.


"Tuan!" Seru Kristal yang kaget melihat anak majikannya hanya mengenakan ****** *****.


Stevan berjalan mendekat ke arah Kristal dan langsung mencium bibir Kristal dengan penuh naf*su.


Kristal meronta dan memukul tubuh Stevan yang dapat Kristal jangkau dengan tangannya.


Stevan langsung merobek pakaian yang di kenakan Kristal secara kasar dan menjamah tubuh Kristal yang sudah berada di bawahnya.


Kristal menangis dan mengigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara yang akan membangkitkan Stevan.


Kesadaran Kristal langsung kembali karena Stevan sudah membuang penutup terakhirnya yang ada di bawah sana.


"Tuan, Saya mohon hentikan!" Ucap Kristal memohon.


"Tolong aku Kristal. Maafkan aku." Ucap Stevan sebelum benda tumpul menerobos nirwana.


Kristal hanya dapat menekik dan semakin deras air mata yang keluar, dirinya merasa kotor dan hina.


Stevan seperti kesetanan terus memaju mundurkan pinggulnya dengan tempo yang cukup kasar.


Hingga akhirnya teriakan Stevan dan Kristal memenuhi kamar kecil tersebut.


Tidak ada penghuni yang dapat mendengarkan mereka, karena di kediaman keluarga Kristoff tengah berlangsung acara pertunangan Stevan dengan kekasihnya.


Dentuman musik dan riuh suara obrolan para tamu yang memenuhi kediaman keluarga Kristoff.


Kristal langsung mendorong tubuh Stevan dari atas tubuhnya.


Kristal melihat ke arah Stevan dengan lelehan air matanya, Kristal bukan tabu masalah s*x. Diluar negri bahkan sudah hal yang wajah, hanya saja status pria yang menggaulinya sudah bertunangan.


Bagaimana jika majikannya tahu?

__ADS_1


Bagaimana jika tunangannya tahu?


Kristal menangis tertutup menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Stevan yang mendengar tangisan Kristal membuka matanya, terlihat punggung polos tengah bergetar karena menangis.


"Maafkan aku Kristal, aku akan bertanggungjawab." Ucap Stevan kepada Kristal yang memeluk tubuh polos tersebut.


Pernikahan di langsungkan esok harinya, Stevan menikahi Kristal dan Eve hari itu juga dengan segala proses dan acara yang sederhana.


Kristal berstatus sebagai istri kedua dari Stevan dan Eve sebagai istri pertama.


Hari-hari Kristal di lalui penuh dengan air mata dan luka batin. Penghinaan dari Ibu mertuanya hingga sang Ibu membuat Evelin anak salah satu dari pembantunya menjadi di atas angin dan ikut menjahatinya


Hingga ketika Kristal di nyatakan positif hamil, semakin membuat Ibu mertuanya murka.


Dengan kejinya Evelin memfitnah Kristal jika telah mencelakai Evelin sehingga keguguran dan tidak dapat mengandung lagi.


Stevan yang awalnya selalu baik dan lembut kepada Kristal, langsung berubah menjadi benci bahkan Kristal di paksa memberikan anak yang di kandungnya kepada Evelin.


"Berikan anak yang kamu kandung kepada istriku!" Ucap Stevan dengan keras.


"Tidak! Aku akan tetap menjadi ibunya, aku tidak pernah mencelakai dia!" Tunjuk Kristal kepada wanita yang menangis di atas brangkar.


Satu tamparan melayang ke pipi Kristal yang sudah basah dengan air mata.


"Kamu sudah membunuh anakku, Kristal!" Seru Stevan tepat di wajah Kristal.


Kristal memegang pipinya yang terasa kebas dan panas di tampar oleh tangan kokoh tersebut.


Tatapan Kristal berubah menjadi tajam, "Aku juga istrimu dan ini juga anakmu!!" Seru Kristal sekuat tenaga.


"Itu bukan cucuku, cucuku tidak di kandung oleh wanita rendahan sepertimu!! Karenamu, menantuku tidak bisa hamil lagi!" Seru Nyonya Kristoff kepada Kristal.


Kristal tersenyum sinis, "Jika aku wanita rendahan, tentu anak Nyonya Kristoff yang terhormat tidak akan pernah menyentuhku! Bahkan memperkosaku!" Jawab Kristal dengan berteriak.


"Jaga mulutmu! Kamu pasti sudah menggoda Stevan waktu itu! Itu hari dimana Stevan bertunangan denganku, dan kau menggoda hingga Stevan naik ke atas ranjangmu!" Teriak Evelin yang memainkan drama wanita teraniyaya.


"Untuk apa aku menggoda Stevan jika sedari awal Stevan mencintaimu tentu saja akan mencarimu bukan mencariku!!" Seru Kristal yang tidak ingin kalah dengan suara Evelin.


Sedangkan Stevan yang mendengarkan jawaban Kristal membuat hatinya berdetak tidak karuan, apakah Stevan selama ini bersikap sebagai rasa tanggung jawab atau benar-benar mencintai Kristal.


"Ambil anakmu darinya setelah lahir dan ceraikan wanita rendahan itu. Mama tidak mau keturunan keluarga Kristoff diasuh oleh wanita sepertinya." Ucap Nyonya Kristoff.


Tentu saja itu membuat hari Kristal hancur, tanpa sepengetahuan keluarga Kristoff. Kristal melakukan sesuatu kepada anaknya yang tidak pernah seorangpun ketahui selain dirinya dan Tuhan.


(flashback off)


...🐾🐾...


...NEMU SESUATU TIDAK DARI BAB INI? APA HAYO? πŸ˜‚...


...MAAF YA, FLASHBACK DI DALAM FLASHBACK....


...AUTOR BARU TERKENA BLOCK WRITER....

__ADS_1


__ADS_2