
Happy Reading 🌹🌹
"Ayah, kenapa datang kemari?" Tanya Minzy yang berjalan menuju Tuan Kim.
"Hanya ingin bertemu Tuan Kristoff." Jawab Ketua Kim.
"Bagaimana, kapan kalian akan menggelar pertunangan kalian?" Ucap Tuan Kristoff lagi.
"Dua minggu lagi." Jawab Gabriel yang sudah mendudukkan dirinya di sofa.
"Secepat itu?" Tanya Kakek Kristoff kaget.
"Lebih cepat lebih baik." Jawab Gabriel enteng.
"Dua minggu terlalu cepat, kami harus mengundang kolega dan kerabat jauh juga." Ucap Ketua Kim.
"Minzy jg inginnya dua minggu lagi Ayah, cukup suruh bawahan Ayah saja untuk mengundang mereka." Minzy menimpali dengan suara manjanya.
"Tapi Ayah ingin acara yang megah dan mewah Minzy, bagaimanapun kamu anak satu-satunya dari keluarga Kim." Jawab Tuan Kim kepada Minzy.
"Ini baru tunangan Ayah, pernikahan Minzy nanti akan diadakan degan megah dan mewah. Benarkan sayang?" Tanya Minzy kepada Gabriel yang duduk disebrang sofa.
"Untuk acara tenang saja, sudah di atur oleh orang-orangku." Jawab Gabriel.
"Bagus, menjadi memnantu keluarga Kim harus selalu lebih cepat dan teliti." Ucap Ketua Kim dengan bangga.
Gabriel menyunggingkan senyum miringnya, di sisi lain Sky tengah menanamkan modal lebih banyak ke perusahaan Kristoff seperti yang diperintahkan oleh sang Ayah.
"Ayah yakin dengan langkah ini?" Tanya Sky dengan wajah gusar.
"Yakin, tenang saja saham yang ditanam pada perusahaan Kristoff adalah atas nama Gabriel. Jadi jika besok Gabriel bisa menarik sahamnya saat itu juga." Jawab Agung dengan memandang keluar jendela ruang kerja Sky.
Sky hanya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, Sky menuruti rencana Ayah saja."
"Hari ini Ayah akan mengunjungi Daniel, apa kau mau ikut?" Tanya Agung kepada Sky.
"Tidak, Sky akan langsung pulang saja takut Putri merindukan Sky." Jawab Sky dengan kepedean yang tinggi.
Agung hanya berdecih melihat kebucinan Sky kepada menantunya.
"Jika begitu Ayah pergi dulu." Ucap Agung yang melangkah keluar ruangan Sky.
...🐾🐾...
"Cari tahu nomor ini secepatnya." Ucap seorang wanita.
"Baik Nyonya." Jawan kepala IT.
Wanita tersebut mendudukkan dirinya disalah satu kursi pada ruangan IT tersebut, terlihat wajahnya yang datar namun penuh misteri.
Tidak membutuhkan waktu lama kepala IT berhasil mendapatkan informasi pemilik nomor bahkan membobol seluruh data pemilik nomor.
"Sudah Nyonya." Ucap kepala IT.
Wanita tersebut menerima lembaran kertas yang disodorkan oleh ketua IT tersebut, segera jemari dan matanya membaca dengan teliti dan juga membuka tiap lembarnya.
"Hah, wanita ular ini." Ucap wanita itu dengan sinis.
"Periksa data pemilik saham dan kekayaan keluargaku sekarang. Aku tidak ingin sepeserpun koin digunakan pria itu." Perintah wanita tersebut dengan tegas.
Segera kepala IT dan beberapa anak buahnya membobol informasi kekayaan dan saham perusahaan, kepala IT membuat virus agar mematikan komputer para divisi keuangan agar tidak dapat melacak id mereka.
__ADS_1
Terdengar suara printer terus mencetak lembar demi lembaran kertas berisi harta kekayaan milik majikannya.
Setelah mesin itu berheti segera ketua IT mengumpulkan kertas menjadi satu dan menyerahkan kepada wanita yang menjadi majikannya tersebut.
Dengan wajah datarnya, wanita itu membaca setiap lembar dengan teliti.
"Ini harta milik siapa?" Gumamnya dalam hati karena dirinya tidak merasa memiliki harta sebanyak itu.
"Kamu cari tahu harta ini." Ucap wanita itu lagi kepada kepala IT.
"Baik Nyonya." Jawab kepala IT.
"Kumpulkan seluruh pengawal saat ini juga." Perintahnya lagi.
Segera kepala IT menghubungi ketua bodyguard untuk berkumpul kekantornya.
Wanita itu masih melanjutkan membacanya, hingga keningnya berkerut sangat dalam.
"Brengsek! Seret pengacara tua itu kemari." Seru wanita tersebut.
Kepala IT kembali menghubungi ketua bodyguard untuk membawa pengacara secara paksa.
Terlihat wajah murka majikannya namun kepala IT cukup paham perihal apa, karena dia dan rekannya membaca terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada bosnya.
Ditempat lain seorang pria tua diseret paksa oleh beberapa bodyguard.
"Lepaskan! Apa yang kalian lakukan!" Seru pria tua tersebut.
"Jangan banyak bicara! Jalan yang cepat!" Seru seorang bodyguard.
"Lepaskan atau aku laporkan polisi!" Seru pria tua itu lagi.
Ketua bodyguard memukul tengkuk pria tua tersebut agar tidak banyak bicara dan melayan.
"Seret dia kedalam mobil dan segera kegedung IT." Ucap sang ketua.
Kedua bodyguar mengangguk dan membawanya secara paksa tanpa kesadaran.
Mobil melaju dengan cepat membawa seorang pengacara tua menuju lokasi dimana majikannya sudah menunggu.
Tidak membutuhkan waktu lama ketua bodyguard dan sang pengacara telah sampai di gedung IT.
"Nyonya." Sapa sang ketua bodyguard.
"Ikat orang itu dikursi." Jawab wanita tersebut dengan dingin.
Segera beberapa bodyguard menali sang pebgacara dikursi kayu dengan tali rotan yang kuat dan memplaster mulutnya meskipun tidak diperintah oleh atasannya.
Kedua mata tua perlahan terbuka dan mengerjan menyesuaikan cahaya, dirinya langsung tersadar seratus persen.
Terlihat ruangan yang lembab dan berbau tidak sedap, bahkan pencahayaan hanya satu lampu kecil hingga membuat ruangan itu remang-remang.
Terdengar langkah kaki mendekat, semakin mendekat. Pengacara itu menyincingkan kedua matanya untuk dapat melihat jelas siapa wanita yang mengenakan hak tinggi tersebut.
Hingga wajah wanita tersebut terpapar sinar lampu dengan jelas.
Pengacara itu membuka matanya lebar karena kaget melihat wanita yang tengah berdiri dengan anggun didepannya.
"Buka penutup mulutnya." Perintahnya dengan suara dingin.
Dengan kasar bodyguard tersebut membuka plaster yang menutup mulut sang pengacara.
__ADS_1
"Nyo---nyonya." Ucap pengacara dengan nada bergetar dan terbata.
"Siapa yang menyuruhmu mengalihkan seluruh hartaku atas nama suamiku?" Tanya wanita itu to the point.
Sang pengacara menggeleng dengan cepat.
"Hajar dia." Ucapnya.
Satu pukulan mendarat dengan keras dipipi kanan sang pengacara hingga membuat sudut bibirnya berdarah.
"Siapa yang menyuruhmu!" Seru wanita itu lagi.
"Tu---tuan Kim." Jawab pengacara dengan terbata dan takut.
Tawa Nyonya Kim menggelegar namun menyeramkan hingga membuat siapapun akan bergidik ngeri.
"Alihlan semua atas namaku dan anakku kembali tanpa sepengetahuannya." Perintah Nyonya Kim.
"Ta---tapi."
"Atau kamu mati saat ini juga." Potong Nyonya Kim.
Gluk
Pengacara menelan ludahnya dengan susah payah, bagaimana bisa wanita yang terlihat lemah lembut menjadi mengerikan seperti ini.
"Ah, dan satu lagi. Baca dengan baik-baik, iniharta milik siapa?" Tanya Nyonya Kim dengan memperlihatkan lembaran didepan pengacara.
"Lepaskan saya dulu Nyonya, agar saya dapat membacanya dengan baik." Mohon sang pengacara.
Nyonya Kim menggerakkan kepalanya untuk memerintah sang bodyguard, dengancepat bodyguard membuka tali yang melilit tubuh dan tangan sang pengacara.
Terlihat pengacara itu mengelu pergelanganntangannya yang terasa panas, dan mengambil kertas yang berada di tangan bodyguard lainnya.
Dengam teliti sang pengacara membaca harta yang bukan kepemilikan keluarga Kim.
"Ini harta milik keluarga Han, Nyonya." Jawab sang pengacara jujur.
"Han? Han yang mana?" Tanya Nyonya Kim.
"Disini ada harta perusahaan K Company milik Tuan Han Seok Kyu dan Nyonya Han Ji Min." Jelas sang pengacara.
Nyonya Kim berfikir keras, selama ini banyak keluarga bermarga Han.
"Mereka sepasang suami istri, suaminya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas Nyonya, sedangkan istri dan anaknya tidak pernah ada yang mendengar keberadaan mereka. K Company seharusnya diteruskan oleh keturunan mereka. Namun sampai perusahaan itu gulung tikar anak mereka tidak pernah muncul didepan publik." Jelas sang pengacara yang melihat kebingungan Nyonya Kim.
"Lalu, dimana dokumen itu disimpan?" Tanya Nyonya Kim.
"Saya tidak tahu Nyonya." Jawab sang pengacara jujur.
"Kau aku lepaskan, namun balik semua harta atas nama Tuan Kim kembali ke atas namaku dan anakku. Jangan sampai Tuan Kim tahu, jika sampai semua ini bocor maka kau yang akan aku bunuh terlebih dahulu." Ancam Nyonya Kim dengan serius.
"Baik, baik Nyonya." Jawan sang pengacara cepat.
"Apa ini ada kaitannya dengan pertanyaan Minzy tempo lalu, berarti yang dimakhsud Stevan oleh wanita ular itu anak dari keluarga Kristoff. Sebenarnya apa yang sedang dimainkan oleh mereka." Gumam Nyonya Kim dalam hati dengan penuh pertanyaan.
...🐾🐾...
...Jangan lupa dukungannya...
__ADS_1