
Happy Reading 🌹🌹
Rose melahirkan secara normal, dia berhasil melahirkan bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang sangat cantik-cantik mirip sekali dengan Gabriel, hanya hidungnya yang mirip dengan Rose. Selebihnya fotokopi dari wajah Gabriel, saat ini wanita itu sedang terlelap karena lelah pasca melahirkan.
Gabriel merasa sangat bahagia, dia mencium hangat kening Rose, meluapkan kasih sayangnya. Dia merasa sangat beruntung dapat menikahi Rose dan menjadikan wanita itu ibu dari anak-anaknya.
"Terima kasih, Sayang. Aku sangat bahagia. Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu. Terima kasih untuk segalanya!"
Briek berbisik pelan, dia mencium pipi kanan dan kiri Rose. Istrinya tidak sadar karena Rose kelelahan, samar-samar mendengar ucapan Gabriel, namun tak dibalas olehnya.
Stevan dan Kakek Kriatoff meneteskan air matanya, merasa sangat bahagia karena sudah memiliki cucu dan cicit. Stevan beruntung masih dapat berkumpul dan mendapatkan maaf dari keluarganya meskioun terlambat sedangkan Kakek Kristoff sangat bahagia di usia senajanya masih dapat menyaksikan pernikahan kedua cucunya dan menggendong cicitnya.
"Lihatlah, El. Wajahnya sangat mirip denganmu. Dia persis seperti wajahmu waktu kecil dulu, mama benar-benar nggak nyangka kalau anak kamu bakal semirip ini denganmu!"
Kristal mencium kening bayi mungil yang sedang terlelap dalam gendongan nya itu. Dia tak henti-hentinya memandang wajah yang mirip dengan Gabriel.
Gabriel yang mendengarnya pun merasa sangat senang, dia mendekati sang ibu yang sedang duduk memangku bayinyaa atas sofa. Mereka berada dalam ruangan VVIP, kata dokter Rose bisa langsung dibawa pulang karena wanita itu lahiran secara normal juga bayinya sehat.
Tidak ada yang harus dikhawatirkan oleh Gabriel karena semuanya berjalan lancar sesuai ekspektasi. Hanya tadi dia sempat panik karena sang istri melahirkan lebih cepat dari perkiraan nya.
"Apa dia belum bisa membuka matanya, Ma?" tanya Gabriel seraya menghempaskan bokongnya duduk di samping sang ibu.
"Bisa, tapi dia sedang tidur sekarang. Matanya memang belum bisa melihat tapi dia bisa membuka matanya, kok."
Gabriel tersenyum ketika melihat bayinya tersenyum kecil saat sedang tidur. Tak menyangka dirinya sudah menjadi seorang ayah.
"Kapan dia bisa melihat dengan baik, Ma?" tanya Briel lagi penasaran dengan perkembangan bayinya.
"Mungkin dia bulan atau satu bulan lagi. Bayi kamu akan bisa melihat, maklum saja anak kamu baru lahir. Semua bayi juga begitu, karena sembilan bulan dalam perut tanpa cahaya, eh saat lahir ke dunia dia melihat banyak cahaya. Jadinya matanya sedang menyesuaikan dengan cahaya sekitar nya. Itu sih menurut mama, entah menurut dokter!"
Kristal menjelaskan panjang lebar, wajahnya berbinar bahagia. Saat melihat senyuman manis cucunya, Gabriel tidak menyangka kalau bayi mungil yang tadinya lahir dan menangis kencang kini malah tidur nyenyak juga sesekali tersenyum manis.
__ADS_1
Ah … rasanya sangat cepat waktu berjalan, Rose dan Gabriel sudah menjadi orang tua. Padahal rasanya baru kemarin mereka menikah dan berdebat karena hal sepele.
Eh sekarang malah sudah punya anak.
"Sudah, Ma. Jangan di gendong terus cucu kita, baringkan dia di dalam box bayi, biarkan dia tidur bebas di sana."
Stevan menegur, bukan karena tidak suka sang istri menggendong cucu mereka. Hanya saja dia ingin cucunya tidur dengan nyaman, sudah dua jam Kristal menimang cucu mereka, bahkan dirinya kesal karena tidak di beri waktu untuk menimang cucu nya.
Bagaimana tidak kesal jika kedua cucunya di monopoli oleh Kristal dan Kakek Kriatoff yang tengah duduk memunggungi mereka menatap ke arah luar cendela, entah apa yang di bicarakan oleh kakek itu.
"Halah … bilang aja kamu itu, Pa. Karena aku tidak beri waktu kamu untuk menggendong cucu kita," ujar Kristal membuat suaminya hanya mampu berdecak kesal.
"Bukan begitu …"
"Iya-iya, sekarang aku baringkan cucu kita di dalam box nya. Kamu jangan cerewet! Aku ini lagi bahagia karena sudah jadi Oma!" balas Kristal menggerutu kesal karena sang suami menegurnya.
Namun, dia membenarkan apa yang suaminya katakan karena memang benar adanya kalau cucu mereka lebih nyaman tidur dalam box bayi.
"Kalau urusan nama aku serahkan sama Rose, Pa. Karena dia yang lebih berhak sebab dia sudah capek-capek mengandung anak aku!" ujar Gabriel santai seraya memandang lembut wajah teduh istrinya yang terbaring atas brankar.
Tampaknya Rose sangat tenang dalam tidurnya. Terakhir kali tadi wanita itu tersenyum dan menangis haru melihat putri kembar mereka sudah lahir.
...🐾🐾...
1 tahun kemudian.
"Ya! Jessy!" Seru Gabriel yang memegang kepalanya berdenyut nyeri.
Terlihat Jessy hanya tertawa mendengarkan teriakan Daddynya.
"Ada apa sih sayang, pagi-pagi sudah teriak." Tegur Rose yang baru saja keluar dari mansion.
__ADS_1
"Lihat saja sendiri." Jawab Briel frustasi.
Rose menengok ke dalam mobil, terlihat Jessy tengah asik mencoret dasbor mobil mewah yang baru saja di beli oleh Gabriel.
"Pintarnya anak Mommy." Kata Rose dengan gemas.
"Ayo kita duduk tenang seperti Kakak Jessica ya, lihat kakak sedang menonton film apa." Lanjut Rose dengan mengambil pena yang tengah di pegang Jessy.
Kedua anak kembar Rose dan Gabriel di beri nama Jessica Amanda Kristoff dan Jessy Amanda Kristoff.
Kenapa kedua nama keluarga di gabungkan, tentu saja agar kedua kakek mereka damai dan tidak cemburu satu sama lain.
Jessica dan Jessy adalah bayi kembar identik, hanya sifat mereka yang berbeda. Jessica merupakan anak yang tenang dan rapi sedangkan Jessy anak yang sangat aktif san ceria.
"Sayang, ayo kita berangkat." Panggil Rose kepada sang suami.
"Tapi , hah! Sudahlah." Gabriel berjalan gontai memasuki mobil barunya.
Keduanya ingin piknik ke taman dekat kota, karena Gabriel sangat sibuk namun berusaha meluangkan waktu untuk keluarga kecilnya.
Daniel dan Minzy juga baru resmi menjadi orang tua, memiliki anak laki-laki yang tampan namun tidak kembar bernama Rain Kristoff. Di beri nama Rain karena saat Minzy akan melahirkan tengah musim hujan.
Siapa yang menamai anak mereka? Pasti dapat kalian tebak, tidak salah lagi jika orang itu adalah Daniel.
...🐾🐾...
__ADS_1