
Happy Reading 🌹🌹
Nyonya Kim menatap wajah Minzy yang terlihat sembab bahkan banyak jejak air mata yang mengering terkena bedaknya.
"Tante Kristal memiliki anak kembar, yang berada diruangan dan mengenakan jas berwarna sama dengan Minzy adalah Gabriel saudara kembar Daniel." Jawab Minzy pelan agar Mamanya tidak kaget.
Nyonya Kim terpaku kedua matanya bergerak cepat melihat wajah Minzy yang berada didepannya dengan serius.
"Apa? Coba ulangi lagi." Ucap Nyonya Kim yang merasa dirinya setengah tidak sadar.
Minzy diam dengan menagap intens Mamanya, Nyonya Kim menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
Terlihat sangat jelas wajah kagetnya, kembar. Selama ini Kristal memiliki anak kembar yang bahkan tidak pernah muncul didepan publik.
Seketika memory dalam otak Nyonya Kim berputar, bagaimana Daniel yang beberapa kali bertemu dengannya setelah undangannya tersebut.
Meskipun hanya bertemu beberapa kali di lapangan golf, namun Daniel sangat ramah kepadanya sedangkan pria yang dia undang tempo lalu terkesan sangat dingin dan tidak tersentuh.
"Sttt, Minzy jangan sampai orang lain tahu. Kamu tahu ini akan sangat berbahaya jika tahu keturunan Stevan ternyata ada dua bukan hanya Daniel saja." Ucap Nyonya Kim dengan meletakkan jarinya dibibir Minzy.
Minzy mengangguk dengan cepat, "Tapi, hari ini Daniel tidak datang Mah. Tidak mungkin Minzy bertunangan dengan Kak Gabriel." Kata Minzy dengan wajah sendunya.
"Tenang saja, Mama akan memastikan dulu kebenaran apakah pria yang ada diruang pertunanganmu itu Daniel atau Gabriel." Jawab Nyonya Kim menenangkan anaknya.
"Bagaimana jika Kak Gabriel." Ucap Minzy.
"Nanti akan Mama pikirkan, apa kamu begitu mencintai Daniel?" Tanya Nyonya Kim dengan wajah serius.
"Sangat." Jawab Minzy dengan mata sayunya.
"Baiklah, cukup bagi Mama. Sekarang persiapkan dirimu Mama akan memanggil MUA untuk memperbaiki riasanmu." Kata Nyonya Kim.
Nyonya Kim segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu kamar hotel. Terdengarsuara kunci yang telah dibuka.
"Tolong perbaiki make up Minzy." Ucap Nyonya Kim begitu membuka pintu.
MUA yang masih setia berdiri didepan pintu hoten mengangguk dan segera masuk kedalam kamar begitu Nyonya Kim berjalan keluar meninggalkan kamar tersebut.
Di sisi lain, Gabriel tengah menatap jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
Waktu tinggal menghitung menit menuju acara, namun sampai detik ini belum ada yang muncul. Jangankan Daniel, Ayah Agung saja tidak ada kabar.
"Apa belum ada kabar dari, Daniel? Tanya Kristal dengan gugup.
"Belum." Jawab Gabriel singkat namun dalam hati juga begitu resah.
"Bagaimana El, apa kamu siap?" Tanya Kakek Kristoff merujuk rencana plan B.
__ADS_1
"Tentu, Kek." Jawab Gabriel pelan.
Dari kejauhan seorang wanita berjalan cepat dengan menaikkan gaun yang menjuntai hingga ke lantai untuk berjalan ke tempat tujuannya.
Terlihat seorang pria yang sejak tadi menjadi bahan pokok pembicaraannya dengan Minzy, sebuah fakta yang membuat dirinya seakan linglung.
Greb
Gabriel sedikit terhuyung karena Nyonya Kim, tanpa aba-aba Nyonya Kim menyeret Gabriel begitu saja dari hadapan Kakek Kristoff dan Kristal.
"Ada apa mereka?" Tanya Kakek Kristoff yang memandang kepergian Gabriel dan Nyonya Kim.
"Ayah tunggu disini sebentar." Ucap Kristal.
Kristal langsung berlari mengejar Nyonya Kim dan Gabriel, karena ketiganya sudah bekerjasama. Kristal sangat khawatir jikalau sampai Gabriel bertindak gegabah.
Nyonya Kim terus menyeret Gabriel hingga masuk kedalam salah satu lorong hotel yang sepi.
Disandarkannya Gabriel didinding hotel, terlihat wajah Gabriel yang begi santai dan menyebalkan seperti biasanya.
"Kamu Daniel atau Gabriel?" Tanya Nyonya Kim to the point.
Gabriel memandang wajah Nyonya Kim dengan tenang, terlihat gurat wajah kekhawatiran tergambar jelas diwajah tua Nyonya Kim.
"Briel!" Seru Kristal memanggil Gabriel namun langsung terdiam saat kedua orang yang di ikutinya menoleh kearah sumber suara.
"Hee In, Aku bisa jelaskan." Kristal kelabakan dan berjalan mendekat kearah Kim Hee In (Nyonya Kim)
Nyonya Kim berjalan mundur dan memberikan tanda kepada Kristal agar tidak melanjutkan langkah yang berjalan kearahnya.
"Jadi dia Gabriel? Ucap Nyonya Kim dengan menuding kearah Gabriel yang masih berdiri ditempatnya.
Kristal mengangguk pelan, terlihat kedua mata yang sudah berkaca-kaca karena merasa bersalah telah membohingi Hee In dan Minzy.
" Lalu, dimana Daniel?" Tanya Nyonya Kim.
"Daniel---."
"Daniel tidak bisa datang keacara pertunangannya, jadi Gabriel yang akan menggantikannya hari ini." Jawab Gabriel cepat memotong ucapan Kristal.
Nyonya Kim melihat wajah Gabriel yang terlihat tenang dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Kristal yang sudah berkaca-kaca tersebut.
"Minzy hanya menginginkan Daniel." Ucap Nyonya Kim pada akhirnya.
"Emm, aku tahu. Kami sudah membicarakan sebelumnya jika sampai Daniel tidak jadi datang ke Korea. Maka Gabriel yang akan menggantikan posisi itu, Briel mohon Nyonya Kim memberi restu kepada kami." Jelas Gabriel panjang lebar.
Terlihat kedua mata Nyonya Kim bergetar mendengar oenuturan Gabriel yang begitu tenang di saat perasaan kedua anak manusia dipertaruhkan.
__ADS_1
"Bagaimana jika Minzy dan kamu saling melukai, aku hanya ingin Minzy bahagia dengan orang yang dia cintai." Ucap Nyonya Kim dengan wajah sendunya.
"Tidak masalah, kami dapat belajar saling menerima satu sama lain. Jika memang Minzy benar-benar mencintai Daniel, maka dengan senang hati Gabriel akan melepaskannya." Kata Gabriel panjang lebar.
Terdengar helaan nafas keluar dari bibir Nyonya Kim, "Baiklah, terserah kalian saja. Karena kalian yang menjalani hubungan ini." Putus Nyonya Kim pada akhirnya.
"Hee In." Panggil Kristal dengan takut-takut.
"Kemarilah." Ucap Nyonya Kim.
Kristal berjalan mendekat dan segera Nyonya Kim memeluk teman sekolahnya tersebut.
"Kenapa kamu menyembunyikan fakta sebesar ini." Ucap Nyonya Kim pelan.
"Maaf." Hanya satu kata yang dapat Kristal ucapkan.
Nyonya Kim melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kristal, perlahan jemari Nyonya Kim menyeka air mata Kristal.
"Jangan menangis, seharusnya kamu bahagia karena dapat berkumpul dengan keluarga yang lengkap." Ucap Nyonya Kim.
Kristal menggigit bibur bawahnya agar tidak menangis dan hanya menganggukkan kepalanya cepat namun air matanya kembali menetes.
"Apakah Kakek Kristoff tahu?"
"Tahu."
"Robby?"
"Tahu."
"Stevan?"
"Ti---dak."
Kristal menjawab pertanyaan Nyonya Kim yang begitu sangat penasaran, hingga menjawab pertanyaan terakir dengan lirih.
"Tidak?" Ulang Nyonya Kim.
Kriatal mengangguk, "Tolong jangan katakan kepada siapapun sebelum pemilihan CEO perusahaan Kristoff, kamu pasti pernah mendengar rumor jika Daniel sakit dan itu benar. Aku tidak ingin mereka mebyakiti salah satu putraku." Ucap Kristal dengan memohon.
"Lagi-lagi karena kedua benalu tidak malu itu." Ucap Nyonya Kim dengan nada kesal.
"Sebaiknya pemilihan CEO segera dilakukan." Ucap seseorang yang tiba-tiba bersuara.
Membuat ketiga orang yang berada di lorong tersebut terkejut dan mencari sumber suara itu.
...🐾🐾...
__ADS_1