Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Nasi Urap


__ADS_3

...Hari Senin nih, jangan lupa sesajennya πŸ•―...


Happy Reading 🌹🌹


Jika di apartemen Kristal masih menyiapkan sarapan untuk Gabriel, sama halnya dengan Rose.


Sejak subuh Rose sudah berkutat di dapur dengan Bi Asih.


"Non, mau masak apa?" Tanya Bi Asih yang melihat Rose mengeluarkan semua bahan makanan.


"Makanan yang paling enak untuk sarapan apa ya, Bi?" Tanya Rose dengan wajah bingung.


"Banyak, Non. Ada bubur ayam, nasi urap, nasi goreng, roti bakar." Jawab Bi Asih dengan menggerakkan jarinya satu per satu.


"Nasi urap? Apa itu Bi?" Tanya Rose penasaran.


"Bingung Bibi yang jelaskan, Non. Pokoknya nasi gudangan. Sayuran yang dicampur dengan bumbu kelapa terus ditaburi tumbukan kacang kedelai." Jelas Bi Asih yang semakin membuat kepala Rose pusing.


"Bibi, bisa buatkan?" Tanya Rose.


"Bisa, Non. Sini biar Bibi yang masak." Ucap Bi Asih agar Nona Mudanya menyingkir.


"Bibi ajarin Rose saja, Bibi jadi pemandu untuk Rose." Jawab Rose menolak.


"Baik, Non." Jawab Bi Asih pasrah.


"Apa yang harus, Rose lakukan Bi?" Tanya Rose.


"Non, karena tidak ada daun pepaya kita ganti saja dengan sayur bayam. Wortel, kecambah, kubis, dan kacang panjang." Ucap Bi Asih dengan perlahan agar Rose dapat mengingat.


Rose segera memilih saturan yang sudah di ucapkan oleh Bi Asih.


"Biar, Bibi yang memotong sayurnya saja Non. Nona bisa sangrai kacang kedelai secukupnya saja kemudian lembutkan bumbu lima siung bawang putih tujuh siung bawang merah, cabai keriting dan rawit sesuai selera." Jelas Bi Asih kembali.


Segera Rose melaksanakan apa yang diperintah oleh Bi Asih. Sedangkan Bi Asih terlihat menyiapkan sayuran yang akan direbus.


Cukup lama untuk menyiapkan sayur urap pagi ini, Bi Asih terlihat menumpangkan panci yang sudah di isi dengan air secukupnya.


"Non, airnya di tunggu mendidih dulu baru dimasukkan sayurannya. Agar warna hijau dari sayur bayam terlihat hijau tidak pucat." Jelas Bi Asih kepada Rose.


Rose menganggukkan kepalanya paham, "Baik, Bi. Kelapanya dimana Bi, Rose tidak menemukannya." Jawab Rose dengan tersenyum lebar.


Bi Asih mendekat ke arah lemari pendingin untuk mengambil kelapa cukup muda, kulit tahu dan tempe busuk.


"Bibi mau buat apa?" Tanya Rose heran melihat tempe yang sudah mau menghitam.


"Bibi akan buatkan lethok, Non. Ini akan sangat enak sekali jika dimakan bersama sayur urap." Jelas Bi Asih.


Rose hanya mengangguk saja, dan melihat berapa cekatannya Bi Asih dalam memasak.


"Karena kita membuatnya mendadak, jadi tidak bisa membuat pelas Non. Lain kali akan Bibi buatkan yang benar-benar komplit bumbunya." Ucap Bi Asih dengan melembutkan tempe busuk didalam cobek.

__ADS_1


"Bibi emang the best. Ini masakan darimana Bi?" Tanya Rose penasaran.


"Sepertinya masakan Jawa, Non. Dulu orang tua Bibi tinggal di Klaten Jawa Tengah. Setiap subuh sudah banyak orang berjualan nasi urap, kalau di Yogyakarta dan Solo mungkin lebih dikenal nasi tumpang lethok Non." Jawab Bi Asih dengan bernostalgia.


"Rose, tiba-tiba ingin mencobanya langsung di daerahnya Bi." Ucap Rose dengan meneguk ludahnya.


"Kapan-kapan jika Non diperbolehkan ke Yogyakarta sama Tuan, akan Bibi ajak wisata kuliner disana." Jawab Bi Asih dengan tersenyum lembut.


Rose menganggukkan kepalanya cepat, terlihat air sudah mendidih Rose memasukkan satu per satu sayuran yang akan digunakan.


Satu per satu, ingat. Memasukkan bayam ditunggu sampai matang, setelah matang angkat dan tiriskan. Terus begitu untuk sayuran selanjutnya karena setiap sayuran berbeda waktu untuk matang.


Hampir dua jam lamanya, akhirnya masakan sederhana ala kampung halaman Bi Asih sudah selesai.


"Wah, terlihat menggiurkan." Ucap Rose dengan bertepuk tangan riang.


"Iya, Neng segera mandi saja. Bibi akan gorengan tempe tepung agar jadi lebih enak." Kata Bi Asih.


Rose menjawab dengan mengacungkan ibu jarinya, segera saja langkah kecilnya berlari menaiki anak tangga.


Ayah Nugroho yang keluar dengan membenarkan dasinya menatap perilaku Rose pagi ini.


"Apa yang dilakukan, Rose. Bi?" Tanya Ayah Nugroho.


"Nona memasak untuk sarapan, Tuan." Jawab Bi Asih sopan.


"Memasak apa, Bi? Sepertinya dia sangat bahagia." Tanya Ayah Nugroho lagi.


Ayah Nugroho hanya menganggukkan kepalanya saja, biar sesuka Rose asalkan masih dibatas wajar.


Didalam kamar, Rose segera memgambil ponselnya yang berada di atas makas.


πŸ“€ Sayang, bisakah kita sarapan bersama?


Rose mengirimkan pesan kepada Dave dan segera berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk bersiap.


Disisi lain, Dave yang masih tertidur terbangun karena suara ponsel miliknya.


Dengan rasa malas Dave mengambil ponsel yang berada di sampingnya.


Seulas senyum terbit, dengan muka bantal yang masih terlihat tampan. Dave segera mengirim balasan pesan dari sang kekasih.


πŸ“₯ Tentu bisa sayangku, sesuai keinginanmu.


Segera Dave menyibak selimutnya dan menaruh ponsel diatas nakas.


Pagi hari yang sangat membuatnya semangat, dengan langkah riang tanpa malas sedikitpun. Dave berjalan menuju kamar mandi.


Ingin segera rasanya bertemu dengan Rose dan sarapan bersama, jika dulu Dave selalu menyia-nyiakan masakan Rose.


Kali ini berbeda, tidak akan dibiarkan seorangpun boleh memakan masakan sang kekasih.

__ADS_1


Rose terlihat keluar dari dalam kamar mandi dengan melilitkan handuk sebatas paha, jika Dave melihatnya pasti akan membuat panas dingin.


Rose menghampiri ponselnya, terlihat sudah ada pesan masuk dari Dave. Segera saja Rose bersiap untuk bertemu sang kekasih, pria yang membuatnya menggila di pandangan pertama.



Tangan kecilnya memilah pakaian yang akan dikenakan hari ini, pilihannya jatuh kepada dress yang berlengan pendek dan ada motif bunga-bunga kecil.


Segera Rose mengenakan pakaiannya dan berjalan menuju meja rias, hanya riasan tipis yang seperti biasanya.


Di sisirnya rambut panjang berwarna pirang tersebut dan tidak lupa sedikit di buat bergelombang dengan bantuan alat rambut.


"Perfect." Ucap Rose pelan.


Sama halnya dengan Dave, dengan wajah bahagianya Dave memilih kemeja yang berwarna biru tua.


Sangat kontras seperti kebiasaan Dave selama ini, yang hanya mengenakan kemeja putih sebagai warna dasar untuk jas hitam.


Seolah kehadiran Rose dalam hidupnya membuat lebih berwarna.



Dave memasang dasinya didepan cermin dengan bersiul riang, setelah selesai memakai dasi. Sekali lagi, Dave membenarkan tatanan rambutnya hari ini.


"Perfect." Ucap Dave dengan tersenyum didepan cermin.


Segera Dave keluar dan menuruni anak tangga, Lila yang melihat Dave semakin hari semakin bahagia membuatnya terharu.


"Ya Tuhan, terima kasih sudah membuat anakku menemukan kebahagiaannya sendiri." Gumam Lila dalam hati.


"Pagi Mah." Ucap Dave dengan mencium kedua pipi Lila.


"Pagi sekali Dave, ada apa?" Tanya Lila dengan membenarkan jas yang dikenakan Dave.


"Dave sedang buru-buru Mah, jadi Dave tidak bisa sarapan bersama." Jelas Dave kepada Lila.


"Mama siapkan bekal jika begitu." Ucap Lila.


Dave memegang pergelangan tangan Mamanya, "Tidak perlu Mah, Dave akan sarapan di kantor bersama Rose. Jadi, Dave pergi dulu ya." Jawab Dave.


"Baiklah jika begitu, hati-hati. Mama titip salam untuk Rose." Ucap Lila.


Dave mengangguk dan segera berlalu dari hadapan Lila.


...🐾🐾...



Penampakan Nasi Urap & Sayur Lethok.


Love it πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2