Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Hasutan Elsa


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Terlihat ruangan yang luas dengan dekorasi yang mewah, banyak tamu yang sudah memenuhi hampir separuh luas gedung.


Banyak gelas kristal yang tertata rapi di atas meja dengan cairan berwarna warni, ada satu menara gelas yang berada di tengah ruangan sebagai hiasan.


Tidak lupa cake dan makanan ringan lainnya yang tertata rapi dan apik ditempatnya.


Rose berjalan dengan menautkan lengannya ke lengan Gabriel, entah sejak kapan mereka berada dalam posisi itu.


"Kak, aku ingin makan kue." Ucap Rose dengan mata yang berbinar.


"Tidak sopan, belum bertemu dengan tuan rumah sudah ingin makan." Omel Gabriel. pada Rose.


"Ayolah Kak, Rose harus mengisi energi dulu sebelum bertemu dengan Putri." Rengek Rose kepada Gabriel dengan menggoyangkan lengan Briel.


Gabriel mencebik kesal, "Cepat, jangan lama-lama." Ucap Briel.


"Yes!" Seru Rose dengan sedikit meloncat.


Rose segera berjalan agak cepat ke meja bagian kue, tidak lupa Rose menggandeng tangan Gabriel sehingga Gabriel seperti anak itik yang diseret induknya.


"Oh my. Aku ingin menghabiskan semuanya, bagaimana ini." Ucap Rose dengan girang.


Gabriel menatap dari ujung kaki sampai ujung rambu Rose, "Jika kau gemuk, aku akan susah membedakanmu dengan sapi." Kata Briel.


Rose hanya mendengus saja, baginya ucapan pedas Briel sudah terbiasa di telinga Rose.


Sedera Rose mengambil piring kecil dan mengambil satu potong kue tart rasa strawberry dengan taburan gula-gula di atasnya.


Rose menyuapkan kue ke dalam mulutnya, mata Rose melebar dan senyum yang melengkung sempurna.


Gabriel yang melihat ada bekas cream dari kue di sudut bibir Rose, tangan Briel terulur dan menghapus sisa cream dengan ibu jadinya.


Rose terpaku mendapatkan perlakuan yang belum pernah Rose dapatkan selain orang tuanya.


"Sungguh romatis, fix suamiable." Gumam Rose dalam hati.


"Makan yang benar, jangan seperti bayi. Apa perlu aku pinjamkam celemek." Ucap Briel dengan nada mengejek.


"Aku tarik ucapanku." Umpat Rose dalam hati lagi.


Rose menjejalkan kue kedalam mulut Gabriel karena kesal, "Lebih baik kakak makan daripada bersuara membuat seseorang ingin menghabisimu." Ucap Rose.


Briel mendelik kesal, tangannya mengambil satu kue macaroon dan di masukkannya ke dalam mulut Rose.

__ADS_1


"Kau juga lebih baik diam, suaramu membuat telinga orang sakit." Ucap Briel dengan menggebu.


Sedetik kemudian mereka tertawa, Rose tertawa hingga mengeluarkan air matanya. Sedangkan Gabriel tertawa tanpa mengeluarkan suara tetapi terlihat pundaknya naik-turun.


Tanpa keduanya sadari, sejak pertama kali mereka masuk membuat seseorang menatap tajam.


"Bukankah itu, gadis yang mengejarmu dulu Dave. Wah hebat sekali, sekarang dia datang bersama pria yang baru." Ucap Elsa menuangkan bensin didalam hati Dave.


Dave yang awalnya tidak tertarik dengan pembicaraan Elsa, kini mengangkat kepalanya.


Terlihat Rose dan Gabriel yang memasuki ruangan saling menautkan tangan mereka. Dave menatapnya tidak suka.


Rasanya Dave ingin menghampiri dan memisahkan mereka. Tetapi mengingat ini adalah acara yang bahagia, Dave mengurungkan niatnya.


"Ouwhh, lihatlah gadis itu Dave. Beruntung kamu tidak bersamanya, tingkahnya sungguh seperti bocah SMA." Ucap Elsa dengan mimik wajah dan suara yang mengejek.


Dave mengepalkan kedua tangannya, dulu Rose bersikap manis seperti itu hanya di hadapannya. Sekarang, pria kulkas enambelas pintu itu.


Netra Dave masih setia mengikuti langkah dan gerak-gerik yang di lakukan oleh Rose bersama Gabriel.


Netra Dave melebar sempurna melihat Rose menyuapkan kue kepada Gabriel, begitu juga sebaliknya. Membuat Dave ingin bangkit dari duduknya, namun di tahan oleh Elsa.


"Dave, banyak orang disini." Ucap Elsa dengan memegang tangan Dave.


Dave hanya dapat mencengkram kuat pegangan sofa dan menatap tajam kearah Rose.


Entah siapa lagi yang Dave kencani saat ini, Rose tidak ingin tahu dan tidak mau tahu.


"Ayo kita menemui Putri, Kak." Ajak Rose kepada Gabriel.


"Sudah puas?" Tanya Briel sebelum meninggalkan stand makanan.


"Sudah Kak." Jawab Rose.


"Ayo." Briel segera menggandeng tangan Rose untuk naik ke atas panggung.


"Hallo, Tuan Briel. Apa kabar?" Tanya salah satu pemegang saham.


"Baik, Tuan." Jawab Briel sopan.


"Wah, siapa Nona manis ini. Apakah setelah Tuan Sky menikah Anda juga akan menikah?" Tanya orang tersebut.


Rose yang mendengarnya tersipu malu, menikah. Satu kata yang memang sempat Rose pikirkan, tetapi kali ini harus dikaji ulang.


"Saya Rose, Tuan." Jawab Rose sopan.

__ADS_1


"Loh... Rose." Ucap Lila yang datang bersama Agung.


Rose tersenyum melihat kedatangan Lila, "Apa kabar, Tante." Ucap Rose dengan melakukan cipika cipiki.


"Baik, Rose apakabar. Sudah lama tidak bertemu." Jawab Lila dengan perasaan senang.


Agung, Gabriel, dan rekan bisnis yang lain memisahkan diri dari kedua wanita beda usia tersebut. Karena sudah dipastikan Rose dan Lila bersatu akan membuat seribu episode sinetron.


"Baik juga, Tante. Eh... iya Rose sibuk." Ucap Rose dengan tertawa pelan.


"Sudah lama tidak bertemu, kamu semakin cantik Rose." Ucap Lila pelan dengan melemparkan senyum hangatnya.


"Tante juga cantik." Jawab Rose dengan tersipu.


"Oh, ya. Kamu datang kesini dengan siapa?" Tanya Lila mengganti topik pembicaraan.


"Dengan Kak Gabriel, Tan." Jawab Rose singkat.


"Kamu dijemput Gabriel?" Tanya Lila menyelidik.


Rose menganggukkan kepalanya, "Iya." Jawab Rose.


"Kenapa tidak menghubungi Dave saja, tadi Dave berangkat sendiri kesini." Ucap Lila dengan mempromosikan Dave.


"Benar berangkat sendiri dari rumah, tapi datang membawa pasangan." Ucap Rose dalam hati.


"Iya Tan, lain kali ya." Jawab Rose dengan tertawa kaku.


Rose melihat kearah panggung ternyata sudah sepi, "Tante, Rose tinggal dulu ya. Rose belum. bertemu dengan Putri sejak datang." Pamit Rose kepada Lila.


"Apa perlu Tante temani?" Tawar Lila kepada Rose.


"Tidak perlu Tante, Rose mungkin akan berisik dengan Putri karena kami sudah lama tidak bertemu." Tolak Rose halus.


"Baiklah, lain kali Tante ingin mengobrol denganmu lebih lama Rose." Ucap Lila sebelum melepaskan Rose pergi.


"Baik Tante,lain kali kita akan kopi darat." Jawab Rose dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Lila.


"Tante tunggu." Ucap Lila dengan memeluk tubuh kecil Rose.


"Selamat menikmati pestanya, Tante." Ucap Rose yang kemudian melangkah menuju panggung dimana Putri dan Sky berada.


Rose berjalan pelan dan anggun menuju ke arah Putri dan Sky, terlihat pasangan pasutri tersebut seperti tengah berdebat. Terlihat wajah Putri yang sedikit menekuk.


Sedangkan Gabriel melihat Rose dari kejauhan, karena Gabriel yang masih mengobrol dengan Agung dan beberapa kolega perusahaan.

__ADS_1


Disisi lain, Dave masih terus memperhatikan Rose dengan menyesap minuman yang ada ditangannya.


...🐾🐾...


__ADS_2