Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Perjanjian Dua Keluarga


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Turunlah." Ucap Gabriel kepada Rose.


Rose mencebikkan bibirnya, "Kakak mau mampir dulu minum teh atau kopi?" Tawar Rose karena merasa tidak enak hati kepada Gabriel.


"Dirumahku ada banyak." Jawab Briel acuh.


"Ck, sangat menyebalkan." Ucap Rose yang sudah membuka pintu mobil dan keluar.


Gabriel menjalankan mobilnya setelah memastikan Rose benar-benar turun, sedangkan Rose hanya menghela nafas panjang.


Rose melangkahkan kakinya menuju mansion miliknya, seakan tubuhnya lemas tidak berdaya setelah melalui kejadian hari ini.


Terlihat ruang tengah sudah dinyalakan lampu hemat energi, Rose berjalan perlahan takut membangunkan Ayahnya.


Klik


Lampu menyala terang benderang, di samping saklar lampu sudah berdiri sang Ayah yang menatap ke arah Rose dengan pandangan yang sulit di artikan.


"A... Ayah, belum tidur?" Tanya Rose kikuk karena ketahuan pulang larut malam.


"Darimana?" Tanya Ayah Nugroho dengan nada rendah namun penuh penekanan.


"Ca.. cari angin Ayah, iya cari angin." Jawab Rose terbata.


"Cari angin atau melihat kelakuan Dave bersama wanita malam?" Tanya Ayah Nugroho dengan wajah yang semakin memancarkan kebencian.


Rose tertunduk dan hanya dapat meremat pinggiran kaos yang tengah gunakan.


Suara langkah kaki mendekat ke arah Rose sedangkan Rose berjalan mundur secara perlahan.


Hingga tubuh Rose membentur tembok di bawah tangga menuju lantai dua.


"Ayah memberimu tawaran, pindah keluar negeri atau pindah jurusan?" Ucap Ayah Nugroho kepada Rose.


Reflek ucapan sang Ayah membuatnya mendongakkan kepala, "Pindah?" Beo Rose seakan tidak percaya.


"Ya, pindah." Jawab Ayah Nugroho.


"Tap.. tapi Rose suka dengan jurusan yang sudah Rose ambil Ayah." Ucap Rose dengan wajah sedih.


"Rose... kamu anak satu-satunya, perusahaan Ayah siapa yang akan menjalankannya nanti jika bukan kamu sendiri." Kata Ayah Nugroho secara nalar.


"Kan bisa suami Rose nanti." Jawab Rose polos.


Tak


Ayah Nugroho menjetikka njari di jidat Rose cukup kertas.


"ishhhh, Ayah sakit." Rengek Rose yang mengusap jidatnya dengan rambut.


"Jangan bergantung kepada pria Rose, kamu harus jadi wanita mandiri. Cukup bergantung kepada Ayah tidak dengan yang lain." Ucap Ayah Nugroho kepada Rose.

__ADS_1


Rose masih mengusap jidatnya dengan wajah yang berfikir.


"Pikirkan lagi Rose. Jikapun kamu bersama Dave, Ayah tidak akan pernah merestui kalian." Ucap Ayah Nugroho sebelum meninggalkan Rose.


Deg


Rose kaget karena ucapan sang Ayah untuk kedua kalinya, matanya-pun berkabut.


"Bagaimana bisa mendapatkan restu jika belum Rose kenalkan saja kami sudah putus." Gumam Rose lirih dengan air mata yang sudah menetes.


Segera Rose berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya yang ada di lantai dua, sedangkah Ayah Nugroho hanya menghela nafasnya panjang.


Ayah Nugroho mengingat pertemuannya dengan orang tua Dave Danuarta kemarin pagi.


(Flashback)


"Antar aku di kediaman keluarga Danuarta." Ucap Ayah Nugroho kepada asistennya.


"Baik, Tuan." Segera sang asisten melajukan mobilnya menuju kediaman Danuarta.


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Ayah Nugroho telah sampai di depan gerbang yang menjulang tinggi.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara kaca pintu mobil di ketuk dari arah luar.


"Tuan Rudi dan Nyonya Lila apakah ada di dalam?" Tanya sang asisten.


"Ada Tuan, ada perlu apa? Apakah sudah membuat janji?" Tanya penjaga tidak kalah sopan.


"Bisa tolong sampaikan, Tuan Nugroho Galuh Amanda ingin menemui beliau saat ini juga." Ucap sang asisten kepada penjaga.


"Tunggu sebentar, Tuan." Jawab penjaga.


Segera penjaga kediaman Danuarta masuk ke pos dan menelfon dalam mansion.


"Tuan, silahkan masuk." Ucap sang penjaga setelah selesai berbicara dan keliar menemui asisten Ayah Nugroho.


Sang asisten kembali masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya masuk kedalam pekarangan mansion Danuarta.


Segera sang asisten segera keluar dan membuka pintu untuk bos sekaligus sahabat dari mendiang istrinya.


(Ini tuh asistennya Ayah Nugroho dulu sahabatan sama istrinya Ayah Nugroho gt lo gais, gimana nyebutnya 😂😂)


"Selamat datang Tuan Nugroho." Sapa Rudi dan Lila yang sudah keluar lebih dulu menyambut tamu mereka.


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya, maaf mendadak kami berkunjung kemari." Jawab Ayah Nugroho dengan menyalami keduanya.


"Mari, silahkan masuk." Ucap Lila mempersilahkan kedua tamunya.

__ADS_1


Kini keempat orang tersebut sudah duduk di ruang tamu kediaman Danuarta, setelah maid menyajikan minuman hangat.


"Baik Tuan dan Nyonya, saya akan langsung ke intinya saja." Ucap Ayah Nugroho tanpa berasa basi.


Lila yang merasa suasananya berubah hanya menoleh ke arah suaminya dengan wajah bertanya-tanya.


"Ada apa, Tuan?" Tanya Lila dengan perasaan penasaran.


"Saya meminta putra Anda menjauhi putri saya Rose." Kata Ayah Rudi dengan tegas.


Rudi masih diam sedangkan Lila kaget bahwa berita tersebut benar adanya.


"Ap.. apa! Benarkan Dave berpacaran dengan Rose? Ayah, berarti itu benar?" Tanya Lila dengan mengguncang lengan suaminya.


Rudi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Lila menutupi wajahnya dan menangis, tapi Lila langsung menghapus air matanya mengingat permintaan pria yang ada di hadapannya.


"Kenapa Tuan, apa Tuan tidak bahagia jika Rose menikah dengan Dave?" Tanya Lila dengan wajah sendu.


"Menikah?" Beo Ayah Nugroho di dalam hati.


"Maaf Nyonya, jangankan menikah. Mereka berpacaranpun Saya tidak akan merestuinya." Jawab Ayah Nugroho kepada Lila dan Rudi.


"Tapi kenapa?" Tanya Lila semakin menuntut.


"Tuan Rudi dan Nyonya pasti sudah tahu alasan saya, tentu saya sebagai orang tua tunggal menginginkan Rose memiliki suami yang menyayangi dan mencintai apa adanya. Apa Nyonya tahu, jika Dave menawarkan hubungan uji coba tiga bulan?? Apa itu yang dinamakan cinta." Jawab Ayah Nugroho dengan menggebu.


"Tuan." Sang asisten segera menenangkan Ayah Nugroho yang sudah mulai gemetar.


"Ayah." Ucap Lila yang sudah menangis memeluk suaminya.


Lila berharap Dave sembuh dan benar-benar melupakan Putri, bahkan Lila sudah mengenal Rose meskipun belum dalam.


"Tuan, jika saya berada di posisi Anda. Saya pasti juga akan melakukan hal yang sama, bisakah Anda memberikan Dave kesempatan kedua. Jika sampai Dave menyakiti Rose lagi, saya akan menjamin Dave tidak akan pernah bertemu lagi dengan Rose." Ucap Rudi dengan panjang lebar.


Ayah Nugroho melihat ke arah asistennya, apakah Ayah Nugroho harus menyetujuinnya atau tidak.


Sang asisten menganggukkan kepalanya, karena dia merasa manusia tidak ada yang sempurna.


"Baiklah Tuan, saya akan memberikan kesempatan kedua kepada Dave. Tapi jika di waktu mendatang ada seorang pria yang mendekati Rose, saya juga tidak bisa melarangnya. Bagaimanapun yang menjalani hubungan adalah mereka." Jawab Ayah Nugroho tegas.


Ayah Nugroho tidak ingin menghalangi pria lain untuk mendekati Rose, karena Rose pantas memilih dan bahagia dengan pilihannya.


"Bagaimana, Mah?" Tanya Rudi kepada Lila.


Lila mengusap air matanya dan menetralkan perasaannya.


"Baik, Mama setuju Yah." Ucap Lila dengan yakin.


Lila sudah memikirkan semua rencana agar Dave berubah dan membuat Rose menjadi menantunya.


"Kami setuju Tuan." Ucap Rudi dengan yakin.

__ADS_1


"Baik, jika begitu kami undur diri. Karena tujuan kedatangan kami hanya ingin menyampaikan perihal tersebut." Ucap Ayah Nugroho kepada Rudi dan Lila.


(flashback off)


__ADS_2