Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Pria Misterius


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Terlihat sebuah pesawat telah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.


Segera langkah pendek seorang gadis yang mengenakan sepatu kets turun bersama para penumpang lainnya.


Rose berjalan menuju pengambilan koper, terlihat Rose meregangkan tubuhnya karena merasa lelah selama melakukan perjalanan sampai negara impian.


Terlihat satu koper berwarna pink yang bertanda khas seorang Zia Rose Amanda, langsung saja tangan mungil itu mengambil koper yang berukuran setengah tubuhnya.


Rose menyeret koper menuju pintu keluar bandara, hari ini Rose berencana menginap di hotel dulu sebelum mencari apartemen untuk Rose tinggali.


Terlihat Rose menuju salah satu taxi yang ada di depan bandara, hingga tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.


Bruk


Tubuh dan HP Rose jatuh ke lantai, "Aww! Apa Anda tidak bisa berhati-hati." Ucap Rose kesal dengan memungut HP nya.


"Maaf Nona, Saya sedang terburu-buru." Ucap orang tersebut yang mengulurkan tangan kanannya untuk membantu Rose.


Rose melihat tangan bersih dan kokoh itu kemudian naik ke wajah orang yang menabraknya.


Sesaat, tatapan mereka terkunci. Hingga Rose menggeleng.


"Kak Gabriel, kenapa disini?" Tanya Rose yang menerima uluran tangan pria asing tersebut.


"Gabriel? Siapa, aku?" Tanya orang tersebut dengan wajah.


"Tentu saja, dasar pria kaku. Kakak ngapain kesini, mengikuti Rose ya?" Jawab Rose dengan penuh selidik.


Pria tersebut hanya menaikkan sebelah alisnya saja, "Maaf saya terburu-buru Nona, Anda salah orang. Dan ini uang untuk mengobati luka Anda." Jawab pria tersebut panjang lebar dengan mengeluarkan beberapa lembar uang yang langsung di taruh di telapak tangan Rose.


Rose masih terpaku, otaknya tengah memproses apa yang baru saja dia alami.


"Woy!! Dasar pria kaku!!" Seru Rose yang membalikkan tubuhnya meskipun pria tersebut entah mendengarnya atau tidak.


Sedangkan pria yang tengah di umpat oleh Rose tidak memperdulikan teriakan itu, pria tersebut terus berlari masuk mencari seseorang ke segala penjuru bandara itu.


"Si@l , apa pikir aku ini tidak memiliki uang." Umpat Rose yang kembali menyeret kopernya kembali.


"Mari Nona." Ucap sopir taxi yang menawarkan jasanya.


Rose mengangguk dan menyerahkan satu koper besar miliknya untuk dimasukkan dalam bagasi taxi.


Segera Rose membuka pintu penumpang dan masuk, taxi berjalan meninggalkan lingkungan bandara.


Rose yang masih kesal mengirimkan pesan kepada Gabriel.


📤 "Apa kau gila kak! Jika ingin memberiku uang yang banyak!"


Dengan perasaan menggebu, Rose memencet tombol send pesan itu kepada Gabriel.


Sedangkan Gabriel yang tengah membantu menyiapkan pernikahan Sky segera mengambil HP karena ada pesan masuk.


Terlihat nomor Rose tertera di sana, segera Gabriel membuka pesan tersebut.

__ADS_1


Briel hanya menaikkan sebelah alisnya saja karena isi pesan Rose.


"Ada apa Briel?" Tanya Sky yang melihat saudaranya diam.


"Tidak ada." Jawab Briel acuh.


Sedangkan jemari Gabriel membalas pesan Rose dengan kesal.


📩 "Apa kamu gila karena kejadian semalam?"


Rose segera membuka pesan Gabriel, kedua alisnya menyerengit heran.


Rose malah pusing sama halnya dengan Gabriel yang tidak tahu maksud Rose.


📤 "Kakak Gabriel, kenapa harus mengikuti Rose sampai Korea?"


Gabriel langsung membuka pesan Rose begitu masuk, kelopak matanya melebar.


Briel langsung keluar dari ruangan Sky dan menempelkan HP ketelinganya.


"Hal..."


"Kamu pergi ke Korea?"


Cecar Gabriel langsung begitu Rose mengangkat telfonnya, bahkan tidak memberikan Rose waktu untuk menyapa.


"Kan Rose sudah bilang mau liburan." Jawab Rose kesal.


"Tapi, haisss.. sudahlah. Lalu apa maksudmu tadi pendek." Ucap Gabriel menekan emosinya yang hampir meledak.


"Apa dia tampan?" Tanya Gabriel bodoh.


"Emm.. lumayan sih, lebih tampan sedikit." Jawab Rose dengan di iringi gelak tawa.


"Awas kau! Tutup matamu, jika kamu terlalu memandang pria lain aku pastikan. Kamu akan sakit mata." Ucap Briel yang langsung mematikan sambungan telfonnya.


"Ck, apaan sih. Mata milikku suka aku mau lihat siapa." Rose berdecak kesal dengan memandang layar HP yang sudah mati.


Sedangkan Gabriel langsung bergegas masuk ke dalam ruang Sky, terlihat Sky yang sudah menatap tajam ke arah Gabriel.


Tapi Gabriel seperti manusia tidak bersalah, meninggalkan Sky yang tengah membicarakan rencana pernikahannya.


"Ayo, lanjutkan." Ucap Gabriel yang sudah duduk kembali di depan Sky.


Sky yang kesal langsung memukulkan bantal sofa ke arah Gabriel dengan perasaan gemas.


"Woy! Woy! Apa yang kamu lakukan." Ujar Briel dengan menyilangkan tangannya untuk melindungi tubuhnya.


"Kau!! Kita sedang serius!" Ucap Sky yang terlihat dadanya sudah naik turun.


"Aku juga sedang urusan penting tadi, ayolah Sky." Ucap Briel memelas.


Sky mendudukkan pantatnya dengan kasar dengan membuang nafasnya.


"Siapa? Rose?" Tanya Sky dengan menatapnlekat ke arah Gabriel.

__ADS_1


"Bu.. bukan!" Elak Briel.


Sky tersenyum misterius, "Benarkah? Aku pikir Rose dengan Dave." Jawab Sky dengan menyandarkan tubuhnya.


"Mereka sudah putus." Ucap Briel otomatis.


Gabriel berdehem dengan mengambil kertas yang berserakan di atas meja, sedangkan Sky menyincingkan kedua matanya.


"Sok jual mahal, awas kalau Dave kembali dengan Rose. Maka aku akan membelikannya mobil keluaran terbaru." Kata Sky dengan tawa di akhir.


Briel langsung menaruh tumpukan kertas yang sudah dia tata dengan kasar di atas meja.


Brak


"Bagaimana jika Rose denganku? Kau mau memberiku apa?" Tanya Briel dengan wajah serius.


"Apapun yang kamu minta, aku akan memberikannya untukmu." Jawab Sky tidak kalah serius.


"Aku pegang ucapanmu." Kata Briel dengan tersenyum miring.


"Awas, jika di otakmu ingin merebut istriku." Ucap Sky.


Briel hanya berdecih mendengar ucapan Sky.


Di sisi lain


Rose telah sampai di hotel The Shilla Seoul, Rose telah berdiri di depan gedung hotel dengan koper di sampingnya.


Terlihat gedung yang sangat besar dan tinggi, di depan hotel terdapat bangunan tradisonal masyarakat Korea jaman dulu.



"Waow." Rose terpukau dengan pemandangan yang ada di depannya.


Rose mulai melangkah masuk dengan menyeret koper menuju hotel mewah tersebut.


Rose memasuki loby, terlihat interior yang sangat mewah. Pilar-pilar yang besar dan tinggi di dalamnya.



Kini Rose sudah sampai di depan resepsionis, "Pesan satu kamar untuk dua malam." Ucap Rose dengan bahasa Inggris.


"Baik, tunggu sebentar." Ucap sang resepsionis yang langsung memproses pesanan Rose.


Tidak membutuhkan waktu lama, Rose segera mengambil kunci yang di serahkan oleh petugas hotel.


Rose berjalan menuju lift yang akan membawa menuju kamarnya, ditemani dengan seorang petugas hotel yang membawakan barang-barang Rose.


Denting bunyi lift menandakan jika dirinya telah sampai, langsung saja Rose memberikan tips untuk petugas hotel tersebut.


Rose segera menempelkan kartu kunci di lempengan yang menempel di pintu kamar hotel.


Cklek


Pintu kamar terbuka, terlihat kamar yang cukup luas dan bersih.

__ADS_1



__ADS_2