Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Sebuah Fakta


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Di sebuah ballroom yang luas, terlihat kursi kaca yang mengitari meja besar berbentuk bundar. Terlihat setiap meja di atasnya sudah tertata rapi sendok, garpu dan tisu yang di bentuk mejadi burung.


Setiap tengah meja terdapat satu vas bunga yang tinggi berisi bunga mawar putih dan pink, tidak lupa di hiasi rangkaian mutiara yang menjuntai dari dalam vas yang memberi kesan mewah.


Diantara meja tamu dan dekorasi mewah tersebut, ada satu tempat yang menjadi titik point dalam ruangan itu.


Sebuah panggung yang berada didepan dengan latar belakang lampu berwarna ungu muda, terlihat inisial R&D tertempel indah di antara ribuan bunga mawar disana.


"Apakah kamu gugup?" Tanya Putri kepada Rose yang kini tengah berada di dalam kamar pemilik acara.


"Iya." Jawab Rose singkat.


Putri tersenyum kepada satu-satunya sahabat yang dia miliki.


"Tenanglah Rose, kebahagiaanmu akan lengkap sebentar lagi. Perjuanganmu mendapatkan Kak Dave tidak akan sia-sia." Ucap Putri dengan suara lembutnya.


Rose tersenyum tipis, "Kamu benar, Put." Jawab Rose pelan.


Putri meringis dengan mengelus perutnya yang semakin membuncit.


"Apa kamu akan melahirkan?" Tanya Rose panik.


"Sshhtt, tidak Rose. Tenanglah, keponakanmu hanya sedang bermain di dalam perut." Jawab Putri dengan tersenyum bahagia.


Kedua mata Rose memanas, terlihat seperti mata yang terselimuti kaca tipis. Perlahan tangan Rose terulur mengelus perut besar milik Putri.


Telapak tangan itu merasakan gerakan dari calon pewaris Gandratama, setitik air mata turun membasahi pipi Rose begitu saja.


"Rose, jangan menangis. Aku tidak apa-apa." Ucap Putri dengan perasaan menyesal membuat sahabatnya bersedih.


Rose menggeleng dan memeluk tubuh Putri erat, terlihat tubuh yang bergetar dengan suara tangis yang pilu.


Putri hanya dapat mengelus punggungnya untuk menenangkan Rose.


"Semua akan baik-baik saja Rose. Jangan menangis, matamu akan sembab dan Kak Dave akan memarahiku karena sudah membuat calon istrinya bertambah jelek." Kelakar Putri hingga membuat Rose melepaskan pelukannya begitu saja dengan wajah cemberut.


Dengan kasar, Rose menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.


"Kau, merusak suasana." Ucap Rose kesal.


Putri hanya terkekeh pelan dan memeluk gemas sahabatnya tersebut.


"Dimana bodyguardmu, apakah tidak ikut ke sini?" Tanya Rose.


"Ada di luar kamarmu, Rose." Jawab Putri.


"Bukan, maksudku Kak Sky. Suamimu." Ucap Rose lagi.

__ADS_1


Putri tergelak mendengar pertanyaan dari Rose, "Kenapa kamu menyebut Kak Sky, bodyguard?" Tanya Putri dengan sisa tawanya.


"Karena dia selalu menempel denganmu setiap saat dan setiap waktu." Jawab Rose enteng.


"Nanti suamiku akan menyusul Rose, setelah mengantarkan Kak Gabriel dan keluarganya ke bandara." Jelas Putri.


Rose mengerutkan keningnya, Gabriel dan keluarga. Bukankah Gabriel keluarga dari Gandratama.


"Apa kamu juga akan pergi bersama mereka?" Tanya Rose yang masih belum mengetahui sebuah fakta.


"Tidak, tentu saja aku di sini." Jawab Putri dengan tersenyum.


Rose masih dalam mode bingung, "Kak Gabriel pergi dengan keluarganya?" Ulang Rose.


Putri menganggukkan kepala, "Iya, tapi hanya Gabriel dan keluarganya saja. Kak Sky mengantarkan ke bandara dan setelah itu baru datang kemari." Jawab Putri panjang.


"Bukankah, Kak Gabriel keluarga Gandratama. Berarti hanya Tante Ambar dan Paman Agung yang pergi ke Korea." Ucap Rose yang masih mengerutkan keningnya.


Putri menepuk jidatnya, "Apakah aku belum menceritakannya kepadamu, Rose?" Tanya Putri dengan memegang pundak Rose.


"Cerita apa?" Tanya Rose.


"Begini, Kak Gabriel adalah anak angkat keluarga Gandratama. Setelah Kak Gabriel sakit dulu, keluarga kandungnya datang. Emm... siapa ya nama Mamanya, Kri...


" Kristin?"


"Bukan."


"Kristal?" Beo Rose.


Putri mengangguk cepat, "Iya, Tante Kristal. Terus ada saudara kembarnya juga, Kakeknya juga ada. Pokoknya semuanya ada kecuali Ayah Kak Gabriel." Jawab Putri dengan tersenyum.


Rose segera mengambil ponsel miliknya, membuka galeri dengan tergesa. Slide demi slide terlewati hingga terhenti di satu foto.


"Apakah ini orangnya?" Tanya Rose.


"Iya, kenapa kamu bisa bersama Mamanya Kak Gabriel?" Tanya Putri balik.


Tubuh Rose serasa lemas, apakah tujuan Tante Kristal mengikutinya karena Kak Gabriel yang mirip Daniel.


Seharusnya Rose sejak awal sudah curiga, karena kemiripan dua pria tersebut.


Putri yang melihat perubahan wajah Rose seketika menjadi bingung, ada apa.


"Rose." Panggil Putri pelan.


"Kak Gabriel akan pergi?" Tanya Rose menatap Putri dengan tatapan kosong.


"Iya." Jawab Putri pelan.

__ADS_1


"Kapan?" Tanya Rose seperti orang bodoh karena baru satu menit yang lalu diberitahu Putri.


"Hari ini." Jawab Putri.


"Tanpa datang ke acaraku?" Tanya Rose yang sudah meneteskan air mata.


"Hey! Tenanglah Rose." Putri langsung memeluk sahabatnya.


Rose tergugu dalam pelukan Putri, hari yang seharusnya mengesankan menjadi mengenaskan didalam hatinya.


"Ke---kenapa Kak Gabriel tidak datang dulu ke acaraku, seharusnya dia pamit atau menemuiku meski hanya sebentar saja." Ucap Rose dengan terbata.


"Kak Gabriel tidak bisa hadir, tapi dia menitipkan salam untukmu juga Kakeknya mengatakan jika acara perbikahanmu sudah dekat mereka akan datang semua." Kata Putri menyampaikan ucapan yang terlontar dari bibir Sky pagi ini.


Rose semakin menenggelapkan dirinya dalam pelukan ibu hamil tersebut. Putri hanya diam dengan mengelus surai pirang Rose.


Dari balik pintu, terlihat langkah kaki yang mulai menjauh dari kamar dimana Rose dan Putri berada didalamnya.


Sedangkan di kediaman Kristoff Jakarta.


Terlihat Sky dan Gabriel tengah bersitegang di ruang tengah.


"Apa kamu akan lari bergitu saja, hah." Ucap Sky dengan tajam.


"Aku tidak lari, dari tadi aku diam duduk sini." Jawab Briel dengan wajah datar.


"Dasar bodoh! Apa selama menjadi asistenku, otakmu menjadi tumpul." Sungut Sky dengan melemparkan bantal sofa.


"Karena bosku terlalu bucin dengan istrinya." Jawab Briel dengan tampang mengejek.


"Tentu saja, karena dia istriku. Apa kamu kira aku sama denganmu, cih--- baru di tinggal bertunangan tidak berani menemui mereka." Kata Sky dengan membusungkan dada.


Gabriel memutar bola matanya malas, dan melengos ke arah Daniel yang sejak tadi menonton debat kusir didepannya.


"Apa yang lucu." Kata Briel.


"Kalian." Jawab Daniel.


"Apa kau pikir, kami pelawak." Ucap Sky kepada Daniel.


"Benar, bukankah kalian pelawak kecubung yang terkenal itu?" Jawab Daniel dengan tergelak.


"Mama!" Seru Gabriel dan Sky bersamaan.


Mereka tahu jika yang memberitahukannya adalah Ambar, hanya Ambar yang paling dekat dengan Daniel. Tidak mungkin Bintang karena masih di California.


Daniel tertawa keras, hingga batuk-batuk. Merasa darah mengalir dari hidungnya, Daniel langsung beranjak dari sofa menuju kamar mandi.


Gabriel dan Sky dengan sigap mengikuti Daniel dari belakang, takut jika Daniel pingsan didalam kamar mandi.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2