Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Mengempeskan Otot


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kakek Kristoff kaget dengan kehadiran gadis yang dia temui beberapa kali.


Rose sudah sampai tepat di hadapannya, terlihat tangan kanan Rose memegang pundak Kakek Kristoff dengan nafas yang tidak beraturan.


"Haduh... Kakek, aku haus." Ucap Rose tanpa malu.


Orang yang ada disana tercengang dengan ucapan Rose yang baru pertama kali datang.


"Kek, aku haus." Ucap Rose dengan menggoyangkan lengan Kakek Kristoff pelan.


"O... oh... Eve, ambilkan minum. Cepat!" Seru Kakek Kristoff.


Segera Eve masuk kedalam rumah dan mengambilkan segelas air minum di meja makan.


Terlihat Eve sudah keluar dengan membawa satu gelas air putih di tangannya, namun langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan Daniel.


"Sangat cocok sekali." Ucap Daniel ambigu dengan senyum remehnya.


Rose yang melihat wanita paruh baya berhenti segera berjalan mendekat dan mengambil gelas yang ada di tangannya.


Gluk


Gluk


Gluk


Ahhh...


Rose meminum habis air putih yang ada di gelas hingga tandas bahkan sampai bersuara karena tenggorokannya sudah kembali segar.


"Terima kasih." Ucap Rose dengan mengembalikan lagi gelas tersebut di tangan Eve.


Rose yang melihat seorang pria tidak jauh dari hadapannya, sontak membuatnya kaget.


Kak Gabriel KW super. Gumam Rose dalam hati.


Senyum lebar Rose terbit, Rose tidak ingin berlama-lama mengingat Kristal yang bersembunyi di dalam mobil.


"Sayangg!!!" Seru Rose dengan berlari menghambur kepelukan Daniel.


Daniel seketika melebarkan kedua matanya, bahkan Kakek Kristoff, Stevan, dan Eve juga terperangah mendengarnya.


Bruk


"Aku kangen." Ucap Rose yang mendongakkan kepalanya ke arah Daniel dengan wajah anak kucing.


Daniel masih terpaku dengan melihat ke arah wajah Rose, terlihat Rose mengerlingkan sebelah matanya.


Daniel semakin mendelik kesal, Rose melihat Daniel akan mendorongnya seketika Rose berbisik.


"Aku disuruh Mamamu, jika kamu tidak memainkan drama ini dengan bagus. Akan aku kempeskan ototmu." Ancam Rose dengan wajah dinginnya yang sedetik kemudian berubah menjadi anak manis.


Daniel menatap Rose dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kenapa jantungmu sangat keras. Apa kau sakit?" Tanya Rose yang semakin mempererat pelukannya dan menempelkan telinga.

__ADS_1


Daniel melepaskan pelukan Rose dan berdehem untuk menetralisir hawa yang membuat diri Daniel panas.


"Ayo, ikut aku." Daniel memegang pergelangan tangan Rose dan mengajaknya ke taman belakang.


Ketiga orang dewasa hanya diam dan menatap kepergian Daniel dan Rose.


Stevan berjalan mendekat ke arah Kakek Kristoff, "Gadis itu siapa Ayah? Apa kekasih Daniel?" Tanya Stevan.


"Untuk apa kamu tahu, bukankah selama ini kamu tidak mau tahu tentang Daniel?" Jawab Kakek Kristoff telak.


"Bagaimanapun aku adalah Ayahnya." Jawab Stevan yang sedikit kesal mendengar jawaban Kakek Kristoff.


"Kamu hanya menyumbang benihnya, selama ini yang merawat hanya Kristal dan Aku selaku Kakeknya." Ucap Kakek Kristoff menohok.


"Ayah." Stevan berusaha menekan amarahnya.


"Apa? Memang begitu kenyataannya, tidak perlu mencampuri urusan Daniel. Kamu tidak ada efforts apapun didalam kehidupannya selama ini." Ucap Kakek Kristoff yang langsung melenggang pergi masuk kedalam mansion.


Stevan terpaku, kenapa hatinya selalu sakit mendengar penolakan dari sang Ayah maupun putranya Daniel. Terlebih mengingat wajah Kristal yang menangis di masalalu selalu berputar di otaknya.


Sedangkan di taman belakang.


Rose sedikit terseok-seok mengimbangi langkah Daniel.


"Aduh." Rose mengaduh karena Daniel begitu kasar.


"Dimana Mamaku sekarang?" Tanya Daniel dengan tatapan tajamnya.


"Aku capek, bisa kamu ambilkan kursi." Rose tidak menjawab pertanyaan Daniel melainkan menyuruh pria tersebut.


"Cepat jawab!" Seru Daniel yang sudah habis kesabarannya.


Daniel kembali menyeret Rose dengan cepat, "Eh... hentikan!! Kau menyakitiku." Seru Rose yang menghempaskan cekalan Daniel.


Daniel menoleh ke arah belakang, terlihat gadis yang mengelus pergelangan tangan yang sudah memerah.


Dengan kasar, Daniel meraup wajahnya sendiri.


"Maafkan aku, Nona." Ucap Daniel menyesal.


Rose mendengus kesal, "Makanya, bertanya baik-baik. Aku ini tuh tamu, disuruh duduk dulu kenapa." Omel Rose kepada Daniel.


Daniel hanya menggaruh kepala belakangnya yang tidak gatal mendengar Rose berbicara panjang lebar.


"Ayo duduk di sana saja." Tunjuk Daniel di salah satu bangku taman.


...🐾🐾...


Kini Rose dan Daniel sudah duduk di bangku taman.


"Cepat katakan." Ucap Daniel tegas.


"Iya... Iya...." Jawab Rose manyun.


Ck, bukan aslinya bukan KWnya sama-sama menyebalkan. Gerutu Rose dalam hati.


"Hey! Cepat, kenapa malah memandangiku? Aku tahu aku sangat tampan dan kaya raya." Ucap Daniel dengan wajah tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Cih, sombong sekali kau ini. Aku juga kaya terlebih aku sangat cantik." Jawab Rose dengan mengibaskan rambut kanannya.


Daniel melihat dari atas ke bawah, hingga pandangannya berhenti di satu titik.


"Tubuhmu sangat jelek, lihat dadamu ukuran C." Ucap Daniel dengan tawa yang mengejek.


Rose segera menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi aset yang tersembunyi di balik kaos oversize miliknya.


Plak


"Dasar mesum." Kesal Rose yang memukul kepala Daniel.


"Kau... berani memukulku." Ucap Daniel kesal dan sudah berdiri dari duduknya.


Rose juga mengikuti Daniel berdiri dengan tangan yang sudah berdecak pinggang.


"Apa! Orang mesum sepertimu pantas di pukul... bahkan dibunuh." Ucap Rose tidak kalah garang.


Sedangkan terlihat seseorang tengah mengintip di samping pintu yang mengarah ke taman.


"Oh, mereka sungguh manis sekali." Ucap Kakek Kristoff terkikik geli di sana.


"Benar, Tuan." Ucap sang asisten menimpali.


"Astaga! Sejak kapan kau ada disini Robby!" Kata Kakek Kristoff yang kaget dengan kehadiran asiatennya Robby.


"Mungkin sepuluh menit yang lalu, Tuan." Jawab Robby singkat.


"Sudah, ayo keruanganku. Aku takut kamu akan menangis melihat Daniel bermesraan dengan kekasihnya." Ucap Kakek Kristoff dengan terkekeh.


"Baik, Tuan." Jawab Robby yang kemudian mengikuti langkah Kakek Kristoff.


"Jika kau hanya ingin mengajakku berdebat, pergilah dari sini. Aku tidak memiliki waktu untuk meladeni gadis kecil sepertimu." Ucap Daniel tegas.


"Baiklah... calm down, ayo duduk lagi." Ucap Rose yang mengalah daripada gagal dengan misinya.


"Cepat katakan, aku beri waktu sepuluh menit." Titah Daniel dengan mengatur timer di HP miliknya.


"Mamamu ingin bertemu denganmu saat ini juga di luar, kemudian aku disuruh masuk kedalam kamarnya." Jawab Rose menjelaskan kepada Daniel.


"Kamar? Apa yang sebenarnya kamu inginkan." Ucap Daniel yang sudah mulai kesal.


"Aku hanya mengikuti keinginan Mamamu Daniel, oh bukan... Oppa Daniel." Jawab Rose terkikik geli.


"Oppa?" Beo Daniel dengan semburat merah dipipinya.


Rose menganggukkan kepalanya, "Benar, bukankah kamu lebih tua dariku." Jelas Rose kemudian.


Daniel mengangguk, karena di Korea jika laki-laki di sebut Oppa. Meskipun begitu, hati Daniel sangat senang mendengar gadis yang ada di depannya memanggil dirinya Oppa.


"Siapa namamu? Apa aku dapat mempercayaimu." Tanya Daniel dengan suara yang mulai melunak.


"Oh, benar. Kita belum berkenalan. Kenalkan namaku Zia Rose Amanda yang biasa di panggil Rose." Ucap Rose dengan mengulurkan tangan kanannya.


Daniel menerima uluran tangan tersebut dengan senang hati, "Daniel Kristoff." Jawab Daniel singkat.


...🐾🐾...

__ADS_1


AUTOR MEMBAWA REKOMENDASI NOVEL UNTUKMU.



__ADS_2