Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Keputusan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Tuan, kita harus segera kembali ke Korea karena Tuan Stevan dan Nyonya Eve mulai membuat koalisi untuk menggulingkan Anda dari kursi CEO." Ucap Robby dengan wajah serius.


Kini tengah duduk Kakek Kristoff dan Robby di ruang kerja yang ada di sudut bangunan kediaman Kristoff yang berada di Jakarta.


"Siapa saja yang berada di belakang mereka?" Tanya Kakek Kristoff dengan wajah tak kalah serius.


"Ketua Kim dan beberapa pemegang saham kecil lainnya, Tuan." Jawab Robby cepat.


Kakek Kristoff terdiam, ketua Kim adalah pemegang saham terbesar kedua setelah dirinya.


Ketika keduanya diam, Gabriel masuk begitu saja dari arah luar. Hingga mengalihkan atensi keduanya.


"Aku akan menggantikan, Daniel." Ucap Gabriel to the point.


"Apa kamu yakin? Ketua Kim adalah orang yang cukup licik seperti Eve Ibu tirimu." Kata Kakek Kristoff pelan.


Gabriel berjalan mendekat dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.


"Sepandainya tupai melompat, pasti akan jatuh Kek. Dan Gabriel akan membuat mereka jatuh dengan menyakitkan." Ucap Briel setelah mendudukkan dirinya di sofa.


"Lalu, Nyonya Kristal bagaimana? Apakah disini untuk menemani Tuan Muda menjalani pengobatan?" Tanya Robby.


"Kristal harus ikut dengan kita, jika sampai Stevan maupun Eve tahu kondisi Daniel kembali drop. Pasti akan lebih mudah untuk menekan Daniel melalui Kristal." Jawab Kakek Kristoff dengan suara tegasnya.


"Apa mereka tidak akan curiga dengan pengganti Tuan Muda?" Tanya Robby lagi.


"Apa yang akan mereka curigai, secara fisik mereka 99,9% sama. Hanya sifatnya saja yang berbeda Robby." Ucap Kakek Kristoff jujur.


Gabriel hanya menaikkan sebelah kakinya di atas kaki yang lain dengan menyenderkan tubuhnya di punggung sofa.


Mendengarkan percakapan kedua pria yang ada di depan dan sebrang sofanya.


"Jikapun ketahuan, bukankah aku masih memiliki hak atas perusahaan Kakek?" Kata Gabriel dengan wajah datarnya.


"Tentu saja, nanti Kakek akan menyuruh pulang Bibimu untuk kembali tinggal di mansion Kristoff. Hanya kamu dan Bibimu yang dapat menangani mereka." Jawab Kakek Kristoff cepat.


"Bibi?" Beo Gabriel.


"Iya, Ayahmu memiliki saudara kembar perempuan namun sifat mereka tidak sama. Bibimu bahkan lebih bar-bar dibanding bersikap feminim." Jawab kakek Kristoff dengan terkekeh pelan.


"Pantas, Mama bisa melahirkan bayi kembar." Ucap Briel pelan.


"Benar, dan itu sangat mengejutkan. Karena hanya mendiang Nenekmu yang mengetahuinya selain Mamamu." Jawab Kakek Kristoff sendu.


Gabriel terdiam sejenak, dirinya merenung memikirkan semua kejadian masa lalu. Meskipun dalam masa lalu, Gabriel tidak berada di lingkup keluarga Kristoff.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari pengawal mendiang sang Nenek, membuat Gabriel berfikir jika ada sesuatu yang besar dibalik kejadian semuanya.


"Apa kamu yakin akan menggantikan aku?" Tanya Daniel yang sudah berada di dalam ruangan entah sejak kapan.


"Apa kamu meremehkanku?" Tanya Briel dengan wajah datar.


"Tidak, hanya saja. Aku terlalu sulit untuk kami tiru." Jawab Daniel yang duduk di samping saudara kembarnya.


"Apa yang sulit?" Tanya Briel dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Ketampananku." Jawab Daniel yang kemudian di susul gelak tawanya.


"****!" Gabriel memiting leher saudara kembarnya karena membuat dirinya mual dengan jawaban Daniel.


Bukannya kesakitan, Daniel justru tertawa semakin kencang karena melihat wajah Gabriel yang tidak terima jika dirinya lebih tampan.


Kakek Kristoff dan Robby yang melihat kedua saudara tersebut, menatap dengan haru. Mereka tidak menyangka akan melihat pemandangan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan di dalam benak mereka.


...🐾🐾...


Setelah melewati pembicaraan yang serius dengan kakek Kristoff dan Robby, Gabriel segera pergi dari rumah dan menuju kediaman Gandratama.


Gabriel sudah memikirkan masak-masak keputusannya, tinggal bagaimana sekarang menyampaikan kepada Agung dan Ambar termasuk Sky saudaranya.


Hingga laju mobil Gabriel masuk kedalam gerbang yang menjulang tinggi, setelah para penjaga tau kedatangan mobilnya.


Banyak pelayan yang memberi salam, namun Briel hanya melewati mereka begitu saja seperti biasanya.


Hingga Briel berpapasan dengan kepala pelayan, "Dimana Ayah dan Mama?" Tanya Briel singkat.


"Mereka sedang berada di kolam belakang, Tuan." Jawab kepala pelayan sopan.


"Makasih." Briel segera menuju kolam dan meninggalkan kepala pelayan seorang diri.


Mendengar langkah kaki yang mendekat, membuat Ambar menoleh ke belakang.


Terlihat Gabriel datang dengan mengenakan celana pendek rumahan dan baju santai.


"Sayang, kamu datang." Ucap Ambar yang berdiri dari duduknya.


"Iya, Mah." Jawab Briel dengan membalas pelukan Ambar.


Briel segera melepaskan pelukannya dan berjalan menuju Agung bersama Ambar.


"Datang bersama siapa?" Tanya Agung kepada Gabriel.


"Sendiri." Jawab Briel singkat.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Agung yang melihat wajah Briel terlihat serius.


"Ayah, Briel ingin pergi ke Korea." Ucap Briel pelan.


"Korea?" Tanya Ambar memastikan.


Gabriel menganggukkan kepalanya, melirik Mama nya dengan takut-takut.


"Kenapa harus ke Korea, apakah tidak bisa Gabriel disini bersama Mama?" Tanya Ambar dengan sedih.


"Gabriel hanya sebentae, Mah. Briel disana hanya untuk menggantikan Daniel sementara waktu selama Daniel menjalani terapi di Rumah Sakit." Jawab Gabriel menjelaskan.


"Apakah Kakek Kristoff juga akan kembali ke Korea?" Tanya Agung.


Gabriel mengangguk, "Ayah tengah mencoba menggulingkan Kakek dari kursi CEO." Jawab Briel.


"Apa!" Seru Ambar.


"Dasar anak tahu diri, apa yang ada di pikiran Ayah kandungmu hanya uang." Lanjut Ambar dengan menggebu.


Gabriel hanya mengendikkan kedua bahunya saja, jangankan mengerti sifatnya. Wajahnya saja seumur hidup Gabriel belum pernah melihatnya.


Bagaimana dengan foto? Tidak ada foto yang tersisa dari tangan Mamanya. Karena Kristal sudah membakar seluruh kenangan dengan laki-laki itu.


"Apa yang dilakukannya?" Tanya Agung dengan serius.


"Seperti di perusahaan kebanyakan, mereka menggait para pemegang saham." Jawab Gabriel enteng.


"Siapa pemegang saham terbesar disana?" Tanya Agung kembali.


"Kakek dan ketua Kim." Jawab Briel singkat.


"Apakah perlu, Ayah bantu?" Tawar Agung kepada Gabriel.


"Tidak perlu, Ayah. Gabriel akan menyelidiki ketua Kim dan yang lainnya dulu. Mungkin Ayah bisa membantu dengan memperkerjakan Paman Seo In Guk kepadaku." Jawab Gabriel panjang.


"Baiklah, bawalah Seo untukmu. Tapi, Ayah akan selalu memantaumu dari sini Briel." Kata Agung tenang dan tanpa bantahan.


Gabriel mengangguk, sedangkan Ambar memeluk tubuh sang anak dari samping.


"Apakah, Kristal akan ikut?" Tanya Ambar pelan.


"Tentu saja harus ikut, Mah. Bagaimana bisa bersandiwara jika Mama tidak ikut bersamaku." Jawab Gabriel dengan menepuk punggung tangan Ambar pelan.


"Mama pasti akan sangat merindukanmu." Ucap Ambar lirih.


"Briel juga belum tahu kapan akan bertolak ke Korea, Mah. Gabriel harus membuat rencana yang matang sebelum masuk ke mansion Kristoff sebagai Daniel." Jawab Gabriel menjelaskan.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2