Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Kadal dikadalin


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Rose mengerucutkan bibirnya, sedangkan Gabriel mengangguk untuk menuruti ucapan kedua pria yang berada di sampingnya.


Tirai kembali di tutup, hampir tiga jam lamanya Rose mengganti gaun demi gaun pernikahan dengan alasan bayi yang akan di kandungannya dan Ayah Nugroho juga Kakek Krostoff kembali ribut.


"Cukup! Rose tidak hamil." Seru Rose yang sudah tidak tahan dengan ayah dan kakek.


Gabriel yang melihat Rose seketika membuat membulatkan matanya lantaran Rose membongkar semua rahasianya di waktu yang tidak tepat.


“Astaga, sayang! kenapa dia mengatakannya saat ini, apa dia lupa tujuan awal kita. Jika kota akan memberitahu mereka di saat sudah menikah, jika begini bagaimana nasib pernikahan!” gumam Gabriel di dalam hatinya sambil menatap penuh insten ke arah Rose.


Rose yang sudah menyadari ucapannya saat melihat tatapan Gabriel membuat ia langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya, dengan perasaan gelisah.


Sedangkan Ayah Nugroho, Kakek Kristoff dan kedua asistennya begitu terkejut dengan apa yang mereka dengar saat ini. Hingga membuat tubuh mereka duduk mematung.


“Ja-jadi ka-kalian sudah membohongi kami semua, benar begitu?” tanya Ayah Nugroho dengan keterkejutannya.


Gabriel yang tadinya duduk kini langsung berdiri mendekati Rose, yang mana semua mata tertuju ke arahnya. Bahkan tubuh Rose pun sedikit gemetar karena ia sangat takut jika pernikahan ini akan gagal hanya karena ulahnya yang tidak sengaja seperti menjebaknya sendiri.


“Sejak kapan kau berani membohongi keluargamu sendiri, GABRIEL!!” tekan Kakek Kistoff dengan nada dinginnya, yang membuat Rose semakin ketakutan.


Gabriel yang melirik keadaan Rose, kini langsung menggenggam tangannya sambil berkata.

__ADS_1


“Tenanglah, aku di sini sayang. Aku akan meyakinkan mereka agar semuanya terlihat baik-baik saja, jadi serahkan semuanya padaku.”


Gabriel berbicara dengan nada pelannya sambil tersenyum menatap Rose yang kini hanya bisa mengangguk kecil padanya.


Kemudian, mata Gabriel langsung menyorot penuh keseriusan terhadap mereka satu persatu hingga matanya pun terhenti tepat di depan Kakek Kristoff.


“Maafkan aku, Kek. Semua ini aku lakukan karena Ayah Nugroho yang tidak pernah menyetujui pernikahan ini, Rose berhak menentukan pilihannya sendiri. Aku tahu kalian kecewa dengan semua ini, tapi tidak ada jalan lagi selain ini. Aku hanya mau menikah dengan Rose, tidak dengan yang lain!”


Briel menjeda ucapannya sebentar dan kemudian melanjutkan ucaoanhya, “Jika kalian ingin memisahkan Briel dengan Rose, maka jangan salahkan kami. Jika kami akan memilih jalan pintas untuk melakukan kawin lari!” Gabriel berusaha terlihat berwibawa di depan semuanya, padahal di dalam hatinya ia merasakan perasaan yang sangat takut lantaran untuk yang pertama kalinya Gabriel berbohong kepada semuanya.


“Kau pikir melakukan kawin lari itu enak? Kawin di atas kasur aja udah ketar-ketir, ini segala mau kawin lari coba.” sahut Kakek Kristoff.


“Hah? Bu-bukan begitu maksudku Kakek, Astaga!” pekik Gabriel dengan wajah kusutnya.


“Apa yang Kakekmu katakan memang benar, anakku masih di segel. Jadi jika kalian melakukan kawin lari bagaimana nasibnya ke depan? Kawin di atas ranjang saja sudah mampu membuat dia tidak bisa berjalan selama 7 hari, ini lagi mau pakai acara kawin lari." Celetuk Ayah Nugroho dengan santainya.


Ya, memang susah sih jika kaku vs kaku yang hasilnya candaan mereka bukan terlihat lucu, namun malah terlihat begitu menjengkelkan.


“Astaga! Kalian itu kenapa sih, hah! Yang aku maksud itu kawin lari istilah dalam bahasa yang mana aku akan melakukan pernikahan secara diam-diam tanpa semua orang mengetahuinya termaksud keluarga. Bukan malah berarti kawin lari itu sama dengan halnya kita melakukan adegan enak-enak!” ucap Gabriel dengan wajah kesalnya.


“A-apa bedanya ka-kawin dengan nikah? Bukannya mereka sama?” tanya Rose dengan wajah bingungnya yang kini membuat Gabriel langsung menatapnya dan menjawab, “Sudah, kau tidak perlu tahu urusan orang dewasa.”


“Jadi, kau tidak tahu apa bedanya nikah dan juga kawin?” ucap Kakek Kristoff sambil menatap Rose yang kini mengangguk kecil ke arahnya.

__ADS_1


“Nikah itu dalam arti dua pasangan di pertemukan dengan pendeta yang akan meresmikan status pasangan menjadi suami istri. Sedangkan kawin, adalah permainan kudu-kudaan yang ada di atas ranjang setelah kalian selesai melakukan acara pernikahan yang mana itu bisa di sebut dengan malam pertama. Sampai sini paham?” lanjut Kakek Kristoff.


“Kakek!!” geram Gabriel saat Kakek Kristoff seperti sedang membuat kejahilan yang mana akan berakibat fatal bagi nasib Gabriel di malam pertamanya.


“Ja-jadi itu perbedaan antara kawin dan nikah? Lalu, apa yang di katakan Ayah barusan? Ji-jika ka-kawin di atas ranjang yang berarti ma-malam pe-pertama a-atau bisa di se-sebut dengan permainan kuda-kudaan iti bisa membuatku lumpuh selama 7 hari? Huaaa.. ka-kalau begitu a-aku tidak mau, tidak mau! Kita nikah saja tidak usah pakai acara kawin segala, titik!”


Rose berbicara dengan nada terbata-bata saat ia juga sambil membayangkan saat dirinya hanya bisa tiduran di atas ranjang dalam keadaan lumpuh, yang mana Rose malah berpikiran jika dia akan bisa menjadi lumpuh total akibat permainan tersebut dengan Gabriel.


Kakek Kristoff dan Ayah Nugroho saling melirik satu sama lain dengan keadaan sudut bibir di tarik sedikit, yang menandakan bahwa rencana mereka telah berhasil. Dan umpan sudah memasuki perangkapnya.


Siapa suruh mereka mencoba membohongi kedua pria yang mana mereka bisa membalikkan jebakan itu agar merekalah yang terjebak dengan perangkapnya sendiri.


Namun, Suryo dan Robby saling menatap satu sama lain dengan mengerutkan kedua alisnya saat melihat majikannya yang terkesan aneh.


“Rencana mereka memang tidak bisa di tebak, banyak hal yang membuat mereka saling berselisih masalah pendapat. Namun, kali ini mereka terlihat sangat kompak untuk menjebak Tuan Gabriel dan juga Nona Rose agar mereka masuk ke dalam perangkapnya sendiri” bisik Suryo kepada Robby dengan suara pelannya.


“Ya, kau benar. Awalnya mereka yang ingin menjebak kedua monster itu agar bisa masuk ke dalam permainannya, yang mana kini malah mereka juga yang masuk ke perangkap monster tersebut. Aku jadi kasihan dengan nasib Tuan Gabriel nanti saat malam pertama dengan Nona Rose” bisik Robby kepada Suryo.


Gabriel yang kini sudah sangat jengkel hanya bisa mendengus kesal sambil kembali duduk di sofa panjang dalam keadaan wajah yang sudah tidak bisa di jelaskan.


“Ckk.. apa ini yang namanya kadal di kadalin?” gumam Gabriel di dalam hatinya.


Sedangkan Kakek Kristoff dan juga Ayah Nugroho tertawa di dalam hatinya saat melihat Gabriel yang sudah penuh dengan rasa frustrasi akibat malam pertamanya sudah di bumbui dengan rasa ketakutan di wajah Rose. Yang mana Gabriel harus memikirkan cara agar malam pertamanya tidak gagal akibat kedua monster tersebut.

__ADS_1


“Jadi bagaimana, apakah kalian setuju dengan pernikahanku?” ucap Gabriel dengan gaya sombongnya yang mana dia sudah terlihat sangat jengkel terhadap kedua pria yang sudah berhasil menaburkan benih-benih ketakutan di dalam diri Rose tentang malam pertama.


...🐾🐾...


__ADS_2