
Happy Reading
Gabriel meletakkan Baby twins J di jok belakang yang sudah sedikit di rombak, tak lupa Gabriel memakaikan sabuk
pengaman untuk Baby twins J dengan sangat kuat hingga di pastikan semuanya aman langsung Gabriel memasuki kursi pengemudi dan melajukan mobilnya sedang kecepatan standar sambil sesekali melirik ke arah spion atas untuk mengawasi pergerakan Baby twins J.
*
*
Sesampainya di depan kantor Gabriel mengeluarkan kereta bayi dan menaruh Baby Twins J secara bergantian sehingga menjadi pusat perhatian security yang berjaga.
“Astaga.. Tuan Gabriel benar-benar seorang Daddy yang sangat bertanggung jawab. Bahkan di saat dia kerja saja
sempat-sempatnya membawa si kembar lantaran istrinya sedang meneruskan kuliahnya hingga lulus. Benar-benar pasangan yang sangat manis”
“Ya kau benar, bahkan banyak di luar sana saja seorang suami begitu ogah-ogahan termaksud kita yang juga kadang di suruh menjaga anak malah tidur. Anak kemana suami kemana haha..”
Gurau security yang kini sedang bercanda satu sama lain dengan suara lirihnya, hingga tak lupa menyapa Gabriel serta Baby Twins J saat memasuki kantor.
Robby yang melihat itu pun seketika terkejut dengan kedatangan Baby Twins J yang mana membuatnya sangat gemas.
“Hai kembar, bagaimana kabarmu? Apa kalian ingat ini Paman Robby asisten Daddymu yang tampan. Bolehkah kita berkenalan lagi?” Ujar Robby sambil ingin menoel pipi Baby Twins J. Namun, dengan kecepatan kilat Gabriel langsung menangkis kasar tangan Robby.
Plaaaakkkkkk..
“Awssshhh.. a-ada apa Tuan? Kenapa kau memukul tanganku? Apakah ada yang salah?” Tanya Robby dengan wajah tak bersalahnya.
“Sudah berapa kali aku katakan jangan pernah menyentuh milikku, apa kau lupa itu? Lihatlah tanganmu itu pasti karena kau terlalu lama menjomblo sehingga membuat banyak kuman dan juga bakteri bersarang di sana”
__ADS_1
“Jika kau menyentuh anak-anakku maka saat sudah besar nanti mereka akan ketularan sepertimu, jadi jangan dekat-dekat husss... huss...”
Gabriel langsung mendorong kereta bayi Baby Twins J hingga melewati Robby yang kini terdiam saat mendengar ucapan Bosnya.
Namun, beberapa detik kemudian Robby langsung memekik keras yang mana hanya membuat Gabriel menoleh sekilas dan kembali mendorong kereta Baby Twins J.
“Yaaa.. enak saja kalau ngomong. Lain kali bawa tuh saringan biar sekali jeplak enggak nyakitin!!” Sahut Robby yang langsung berjalan cepat mengikuti Gabriel.
Tanpa di sengaja Baby Jessy menongolkan kepalanya dan menoleh ke arah Robby yang mana membuat Robby langsung melambaikan tangan. Tapi, sayangnya Baby Jessy malah meledek Robby hingga membuatnya sedikit syok.
“Astaga, enggak Daddnya enggak anaknya semuanya sama saja. Sama-sama menyebalkan!” Gerutu Robby di dalam hatinya yang mana membuat Baby Jessy tertawa saat melihat wajah Robby serta kembali dengan posisi awalnya sambil memainkan mainannya.
Hingga tidak terasa kini mereka sudah sampai di ruangan Gabriel, hanya saja tiba-tiba Gabriel mendapatkan jadwal meeting secara mendadak dan membuatnya begitu frustrasi.
Membuat Gabriel mau tidak mau harus membawa Baby Twins J untuk ikut ruangan meeting yang mana kini berhasil membuat koleganya terkejut bukan main.
Hingga pada akhirnya Gabriel dan Robby segera memulai meeting tersebut dengan kondisi yang sangat tenang. Hanya saja di saat Gabriel sedang fokus mendengarkan beberapa penjelasan dari koleganya membuat fokusnya terkalihkan saat Baby Jessyca merebut mainan Baby Jessy hingga membuat Baby Jessy menangis sejadi-jadinya.
Sehingga ruangan yang awalnya tenang menjadi sangat gaduh bagaikan taman kanak-kanak yang mengharuskan semua orang tua untuk menghibur anaknya yang sedang menangis.
Robby yang belum merasakan bagaimana memiliki seorang anak seketika terdiam saat melihat Gabriel dan kolega lainnya terlihat sangat konyol saat mencoba membuat Baby Jessy terdiam.
Hingga di menit yang entah sudah berapa lama akhirnya Baby Jessy terdiam dan kembali tertawa sambil menepuk tangannya serta membuat semuanya duduk dengan perasaan lega.
Tak berhenti dari situ, Baby Jessyca yang dari tadi terdiam tiba-tiba menangis hanya karena seekor nyamuk menggigit pipinya yang mana membuat Gabriel begitu panik melebihi saat Baby Jessy menangis.
“Astaga, bagaimana ini Tuan Gabriel? Baru saja Baby Jessy terdiam sekarang malah Baby Jessyca yang nangis” Tanya salah satu koleganya dengan keadaan cemas.
“Aku juga bingung kenap tiba-tiba Baby Jessyca menangis. Apa lagi saat dia menangis bisa sampai berjam-jam, jadi kalian bantu aku untuk kembali membuat Baby Jessyca kembali terdiam. Jika berhasil kontrak ini akan saya langsung tanda tangani dan akan ada hadiah 1 unit mobil Suport untuk yang bisa menenangkan Baby Jessyca” Ucap Gabriel.
__ADS_1
Saat mendengar itu membuat semuanya bersemangat kembali untuk menghibur Baby Jessyca hingga satu persatu mencoba mengeluarkan semua jurus andalan saat menghibur anak-anak di rumah.
Namun, sudah hampir 1 jam lamanya tidak ada yang bisa membuat Baby Jessyca terhibur hanya Baby Jessy saja yang terus tertawa senang. Sedangkan Baby Jessyca tak henti-hentinya terus tertawa yang kini membuat semua orang menyerah termaksud Gabriel.
Tapi, ada satu orang yang mana dia dari tadi hanya melihat aksi bapak-bapak dengan semua jurus yang terlihat begitu aneh. Sampai seketika dia berjalan maju dan berjongkok di depan Baby Jessyca.
“Hai.. sayang, ada apa menangis hem? Apa yang sakit sayang, oh.. ternyata ini iya? Coba Paman elus-elus ya, aduh.. kasihan. Ternyata Sang Putri di gigit nyamuk toh, hem.. sayang”
Gabriel yang melihat itu membuatnya langsung berdiri dan membolakan matanya dengan sangat lebar. Tapi, saat Gabriel ingin menahan tangan pria itu membuat dirinya mengurungkan niatnya saat melihat Baby Jessyca terdiam.
“Uluhh.. uluhh.. awas saja ya nyamuk yang nakal, kalau ketemu sama Paman Robby pasti udah Paman cincang habis jadi rempeyek. Bisa-bisanya dia menggigit Putri kecil yang cantik ini..”
Robby mengusap pelan pipi Baby Jessyca hingga membuatnya kembali tenang dan terkekeh kecil yang terlihat begitu menggemaskan.
Bahkan Baby Jessy yang melihatnya pun merasa cemburu hingga Robby yang melirik Baby Jessy cemberut langsung saja mengusap pipinya dan mereka pun tertawa bersama yang mana membuat semuanya pria yang melihatnya pun begitu gemas berasa ingin mencubit pipi mereka dengan sangat keras.
Sedangkan Gabriel ia malah melongo tak percaya saat melihat seorang Robby yang tidak pernah berinteraksi dengan anak bahkan menikah pun belum, kini sifat ke Bapak-annya begitu melekat di dalam dirinya.
Sampai-sampai membuat Gabriel merasa iri, bagaimana mungkin Robby memiliki sifat ke Bapak-an sedangkan Gabriel yang sudah memiliki anak saja tidak tahu caranya mendiami anaknya. Entahlah, itu suatu keajaiban apa yang datang dari diri Robby hingga Baby Twins yang tadi terlihat asyik tertawa kini sudah tertidur sangat pulas.
Akhirnya meeting pun selesai, yang mana Gabriel langsung menandatangani kontrak tersebut karena mereka sudah membantunya mendiami Baby Jessy. Sedangkan Robby dia mendapatkan 1 unit mobil Suport keluaran terbaru dan hanya ada 3 di dunia sehingga membuatnya begitu bahagia serta terharu.
Hari ini merupakan hari yang tidak akan pernah Robby lupakan dimana dia pun merasa aneh kenapa dirinya bisa bersikap selembut itu kepada anak kecil yang awalnya dia sama sekali tidak pernah menyentuhnya namun sekalinya menyentuh membuat dirinya ketiban rezeki nomplok yang sangat luar bisa.
...🐾🐾...
Halo, maaf lama update. Jika ada yang merasa aneh dengan ketikan beberapa bab akhir adalah hasil karya adik autor yang baru belajar menulis novel 😂🙏
Untuk yang penasaran dengan kisah Stevani bisa mampir ke novel autor yang baru ya 👉 Belenggu Masa Lalu.
__ADS_1
InsyaAllah akan ada di S2 🙂 wah sudah autor spill nih jodoh Bara 😆