Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Gabriel Tidak Istirahat


__ADS_3

...Hallo teman-teman, sudah mulai bosan ya 😁 jangan bosan dulu ya....


...Autor hanya mengambil scane Gabriel-Rose-Dave dari novel yang sebelumnya....


...Sekaligus agar dapat 20.000 kata pertama πŸ₯ΊπŸ₯Ί...


Happy Reading 🌹🌹


Nampak pagi telah datang, matahari terbangun dari tempat peraduannya.


Terlihat Gabriel yang masih tertidur di Sofa karena dia baru bisa tidur pukul empat dini hari.


Indera pendengaran Gabriel mulai menangkap suara sesuatu barang saling bergesekan, bahkan kini indera penciumannya menangkap aroma yang harum dan lezat.


Dapat Briel pastikan, jika Putri tengah memasak di dapur minimalis tersebut.


Putri yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka menatap Gabriel yang sudah terbangun.


"Kakak terbangun ya, maaf Putri sedang membuatkan sarapan." Ucap Putri yang tidak enak hati.


Bagaimana tidak enak hati, terlihat jelas wajah kusut, lelah, dan ada lingkar mata panda di wajah Gabriel.


"Ah, tidak. Aku terlalu nyenyak saja tidur disini." Elak Gabriel pada Putri.


Nyenyak pantatmu


"Oh, yasudah. Kakak segera cuci muka sarapannya sudah siap." Jawab Putri sembari tersenyum.


Gabriel hanya mengangguk, segera dia berdiri dari sofa tersebut dan melangkahkan kakinya di kamar mandi lantai satu.


Saat ini Gabriel sudah keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka dan juga gosok gigi.


"Kak Briel, ayo sarapan." Ucap Putri sembari tersenyum.


"Baik," Jawab Gabriel.


Gabriel berjalan mendekati meja makan, saat akan duduk hpnya bergetar menandakan ada pean masuk.


Segera Gabriel membukanya, lagi... lagi bos menyebalkannya berulah.


πŸ“© Jangan berani memakan masakan istriku, atau aku patahkan lehermu.


Glek


Gabriel menelan ludahnya, san tangannya terulur mengelus tengkuknya sendiri.


"Kenapa kak?" Tanya Putri polos.


"E... eh, tidak apa-apa Put. Kamu sarapan dulu saja, aku masih kenyang." Jawab Gabriel terbata.

__ADS_1


"Semalam kita pulang hanya mampir beli roti dan air putih kak, ayo cepat sarapan keburu dingin." Paksa Putri pada Gabriel.


Lebih baik keburu dingin daripada aku kehilangan leherku Put. Jerit Gabriel dalam hati.


"Aku lupa Put, jika aku harus menjalani diet mulai hari ini." Jawab Gabriel dengan tersenyum kaku dan matanya melebar sehingga membuat alisnya naik.


Ponsel Gabriel kembali bergetar, tertera pesan masuk dari Sky.


πŸ“© Jangan memandanginya terus! Akan aku ganti bola matamu dengan mata kambing congek.


Lagi... pesan dari pria menyebalkan telah masuk ke Hpnya.


πŸ“¨ Baik Tuan.


Gabriel menghela nafasnya, segera dia pergi dari area meja makan yang sudah tersaji masakan lezat didepannya.


"Kak... kakak mau kemana?!" Seru Putri yang melihat Gabriel berlalu begitu saja.


"Memanasi mobil, dan menjemput Sky!" Seru Gabriel yang sudah mendekat di ambang pintu.


...🐾🐾...


Terlihat Gabriel sudah mengantarkan Putri di kampusnya, dia akan langsung kembali pulang ke apartemen karena Sky sudah di jemput oleh sopir keluarga.


Gabriel akan pergi makan dulu, karena ulah pria yang tengah cemburu membuat cacing di dalam perutnya meronta-ronta.


Glek


Gabriel teringat dengan ancaman bosnya, "Tidak perlu Put, aku sedang diet jadi makananku berbeda." Jawab Gabriel menolak halus.


"Putri sudah memasak banyak kak, tidak mungkin menunggu Sky pulang. Nanti hanya terbuang percuma." Jawab Putri dengan wajah nelangsa.


Gabriel menghela nafasnya dalam, "Baiklah, terima kasih." Ucap Gabriel.


"Sama-sama kak, Putri pergi dulu. Hati-hati di jalan." Jawab Putri yang kemudian berlari kecil untuk masuk ke dalam kampus.


Gabriel menatap nanar ke arah kota makan tersebut, "Kenapa keduanya sangat menyebalkan." Gerutu Gabriel.


Bagaimana tidak menyebalkan di mata Gabriel jika yang laki-laki begitu pecemburu dan obsesive sedangkan wanitanya tidak merasakan jika dirinya sudah menjadi pawang singa jantan.


Segera Gabriel melajukan mobilnya ke arah apartemen untuk meratapi nasibnya hari ini.


Cukup membutuhkan waktu untuk sampai ke tujuan, kini Gabriel telah sampai di apartemen miliknya, ya dia adalah pria yang mandiri. Hasil dari kerja kerasnya dia belikan beberapa aset properti.


Meskipun Gabriel di angkat menjadi anak dari keluarga Gandratama, tetapi Gabriel tetap menyadari posisi dan statusnya.


Segera Briek keluar dari mobil tidak lupa membawa kotak bekal yang di berikan istri Sky untuk dirinya.


Terlihat Gabriel menekan tombol lift untuk menuju unit apartemennya, setelah masuk kedalam apartemen.

__ADS_1


Bergegas dirinya meletakkan bekal tersebut di atas meja, Briel kemudian masuk ke dalam kamar pribadinya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Baru saja dirinya mencoba terlelap, Hpnya berdering menandakan jika ada telfon masuk.


Tertera nama Sky di layar handphonenya. Segera dia bangun dan mengangkat telfonnya.


"Briel, segera berangkat ke kantor." Ucap Sky tanpa menunggu jawaban dari Gabriel dia langsung menutup telfunnya.


Dengan menghela nafas kasar, Gabriel melemparkan Hpnya kesembarang arah.


Segera dirinya berjalan kedalam kamar mandi guna menyegarkan tubuh dan otaknya yang sudah kusut seperti tumpukan pakaian yang tidak disetrika satu bulan.


Gabriel setelah selesai membersihkan diri, dia segera sarapan dengan sayur yang sudah di berikan Putri olehnya.


Dia sudah tidak peduli lagi jika harus kehilangan lehernya, yang terpenting saat ini dia harus banyak-banyak mengisi tenaga untuk menghadapi bos yang menyebalkan.


Tanpa di sadari, Gabriel menitikan air mata. Dia memakan masakan Putri dengan tangan dan bibir yang gemetar karena menahan gejolak yang ada.


Apakah seperti ini rasanya memiliki saudara. Tidak perlu memasak sendiri ataupun makan di luar rumah. Seandainya aku masih tinggal bersama Ibu, apa Ibu akan membuatkan aku sarapan setiap pagi.


Oh, come on Gabriel. Ibumu saja membuangmu jangan berkhayal terlalu tinggi. Jangankan untuk merasakan masakannya, diakui oleh dirinya saja sudah sangat mustahil.


Gabriel makan dengan lahap bahkan dirinya sampai tersedak-sedak sembari mengusap air matanya dengan kasar, tidak ada yang tahu perasaan dirinya.


Gabriel selalu memperlihatkan dirinya yang tegas dan baik-baik saja, tanpa cacat sedikitpun.


Gabriel adalah saudara tiri Sky, karena Gabriel di angkat menjadi anak oleh Agung dan Ambarwati. Seluruh masakan disana yang memasak jika bukan Ambarwati atau maid.


Gabriel menghabiskan seluruh bekal yang di berikan Putri, tidak akan dia tinggalkan barang sesuap saja sisa sayur dan bekal yang lainnya.


Sungguh sesak dan tidak nyaman makan dengan keadaan hati yang begitu terluka, tetapi Gabriel mencoba kuat dan tegar. Dia masih memiliki keluarga Gandratama dan sekarang Putri menantu dari keluarga tersebut.


Dengan segera, Gabriel berangkat ke perusahaan Gandratama. Selama di perjalanan Briel mencoba menstabilkan perasaan emosional.


Sesampainya di perusahaan, Gabriel langsung di beri banyak pekerjaan oleh Sky di dalam ruangan CEO.


"Briel, ayo bantu aku." Ucap Sky yang melihat kedatangan Gabriel.


Gabriel berjalan tanpa menjawab ucapan dari Sky, "Ini semua sisa pekerjaanmu, kenapa aku ikut mengerjakannya?" Tanya Gabriel heran.


"Karena kamu asisten, jadi kamu harus ikut mengerjakannya." Jawab Sky dengan tipu muslihat.


"Ck, selalu saja begitu. Kamu tidak pernah membiarkan aku hidup tenang satu hari saja." Gerutu Gabriel yang langsung menghempaskan pantatnya di sofa.


...**...


PROMOSI NOVEL


__ADS_1


__ADS_2