
Happy Reading πΉπΉ
Ruang tengah terlihat pencahayaannya hari ini lebih terang benderang.
Lampu-lampu kristal menyala dengan memantulkan cahaya sehingga terlihat dari kejauhan bekerlap-kerlip.
Bunga-bunga berada di setiap vas dan sudut ruangan, makanan ringan tersaji indah di meja ruang tamu.
Seorang wanita tengah duduk didepan meja rias dengan tenang.
Tangan kecil dan lincah, menari-nari di atas wajah Rose dengan menabur dan memoleskan setiap warna yang cantik.
Hingga suara pintu berbunyi, menandakan jika ada seseorang yang masuk.
"Cantiknya anak, Ayah." Ucap Ayah Nugroho dengan tersenyum.
Rose hanya tersenyum dengan menatao sang Ayah dari pantulan cermin.
"Apakah masih lama?" Tanya Ayah Nugroho kepada MUA.
"Sebentar lagi, Tuan." Jawab sang MUA.
"Baiklah, Ayah akan tunggu dibawah." Ucap Ayah Nugroho kepada Rose.
Rose mengangguk pelan, masih menatap cermin hingga Ayah Nugroho hilang dari balik pintu.
Ayah Nugroho berjalan menuruni anak tangga, dibawah sudah ada asistennya Surya beserta istri Surya.
"Dimana Rose, Kak?" Tanya istri Surya.
"Masih di dandani." Jawab Ayah Nugroho.
"Ayo, duduk. Mah." Ajak Suryo kepada istrinya.
"Ternyata Rose tumbuh besar dengan cepat ya, Yah. Mama tidak menyangka jika Rose akan melepas masa singleny secepat ini. l" Ucap istri Suryo dengan wajah bahagia.
"Benar, Mah." Jawab Suryo.
Ayah Nugroho hanya diam dan menghela nafasnya pelan, melihat kedua orang yang ada di sampingnya terlihat sangat bahagia mendengar kabar Rose akan menikah.
"Tenanglah, Nugroho. Ini hari bahagia Rose." Ucap Suryo dengan menepuk pundak Ayah Nugroho.
"Ya, tenang saja." Jawab Ayah Nugroho pelan.
Deru suara mobil terdengar di telinga ketiga orang yang masih duduk di ruang tamu.
"Ah, itu mungkin mereka datang." Ucap istri Suryo.
Istri Suryo dan yang lainnya segera berdiri, berjalan keluar menuju pintu utama untuk menyambut keluarga Danuarta.
Terlihat, Agung dan Lila keluar dari mobil terlebih dahulu dan Dave keluar setelahnya.
Dave menengok kanan dan kiri, melihat bagian luar dari mansion Amanda.
__ADS_1
"Ayo, Dave." Ajak Lila kepada anaknya.
Dave mengangguk dan berjalan di belakang kedua orang tuanya.
"Selamat datang, Nyonya." Ucap istri Suryo.
"Malam jeng, panggil saja Lila." Jawab Lila lembut dengan cipika-cipiki.
"Selamat datang, Rudi." Ucap Ayah Nugroho.
"Terima kasih, Nugroho." Jawab Rudi dengan memeluk tubuh Ayah Nugroho dan Surya bergantian.
"Selamat malam, Paman." Sapa Dave pada kedua pria itu.
"Malam, ayo masuk." Ucap Ayah Nugroho.
Semua orang yang tadinya berada di depan pintu mansion, berjalan menuju ruang tamu.
Ayah Nugroho, Surya dan Istrinya duduk berhadapan dengan keluarga Danuarta.
Bi Asih datang dengan membawa minuman untuk tamu sang majikan malam ini. Sekolah Bi Asih melihat pria yang pernah di temuinya dulu.
Bi Asih langsung undur diri ketika selesai menyajikan minuman untuk orang-orang yang berada di ruang tengah.
"Di mana, Rose?" Tanya Lila dengan memandang ketiga orang di depannya.
"Sebentar lagi turun, masih belum selesai make up. Biasa anak perempuan." Jawab istri Surya dengan candaannya.
Lila tertawa pelan, paham makhsud dari wanita yang ada di depannya. Lila tidak menampik jika perempuan membutuhkan waktu lama untuk berdandan.
Suara langkah kaki terdengar menapaki anak tangga, semakin dekat semakin jelas pula bunyinya.
Muncullah Rose yang sudah berdandan sangat cantik untuk malam ini.
Dengan rambut hitam bergelombang di hiasi satu bando bertahtakan mutiara, dress di bawah lutut berwarna pink tanpa lengan.
Polesan make up yang cenderung di dominasi warna pink, membuat Rose bersinar malam ini.
"Selamat malam, maaf membuat menunggu." Ucap Rose memberikan salam kepada semua orang yang ada di ruang tengah.
Dave menelisik penampilan Rose malam ini, terlihat alisnya naik ke atas melihat Rose tidak mengenakan sepatu hak tinggi dan hanya sepatu slip biasa.
"Cantik sekali kamu sayang, sini duduk dekat tante." Ucap Lila yang berdiri dan menghampiri Rose.
Rose tersenyum lembut kepada Lila, dan mengikuti langkah wanita yang tengah menggandengnya.
"Baiklah, Saya rasa tidak perlu berbasa-basi lagi, tidak mengurangi rasa hormat. Kami sekeluarga datang ke kediaman Amanda ingin melamar Rose untuk anak kami satu-satunya yaitu Dave Danuarta." Ucap Rudi memulai pembicaraan.
"Terima kasih, untuk kedatangan Tuan Agung dan keluarga. Saya sebagai orang tua menyerahkan semua kepada putri Saya Rose. Bagaimanapun, Saya tidak dapat menghalangi kebahagiaan putri Saya." Jawab Ayah Nugroho.
"Bagaimana, sayang?" Tanya Lila yang terlihat masih menggenggam tangan Rose.
__ADS_1
Rose terdiam, terlihat matanya memandang semua orang bergantian hingga bersibobrok bertatapan dengan mata tajam Dave.
"Iya, Rose terima." Jawab Rose yang langsung membuang pandangannya ke sembarang arah.
Lila menarik Rose dan memeluknua erat, di tepatnya pelan punggung calon menantunya itu dengan kehangatan.
"Terima kasih, Rose. Terima kasih." Ucap Lila dengan suara serak.
Rudi tersenyum bahagian, bahkan menepuk pundak sang putra.
"Kamu berhasil, Nak. Jagalah dia." Ucap Rudi.
Dave masih diam tanpa ekspresi, hanya menatap wanita yang masih berpelukan dengan Mamanya.
"Baiklah, kapan acara pertunangannya?" Tanya Istri Surya yang sangat excited.
"Kami menyerahkan----"
"Satu Minggu lagi."
Rudi dan Dave berbicara bersamaam, namun lebih cepat dan keras suara Dave hingga Rudi tidak meneruskan ucapannya.
"Satu Minggu?" Beo Ayah Nugroho.
"Iya, Paman. Satu Minggu Dave ingin meresmikan hubungan dengan Rose melalui acara pertunangan. Kemudian tiga bulan lagi pernikahan kami." Jawab Dave singkat padat dan lugas.
"Apa itu tidak terlalu cepat, Dave?" Tanya Lila yang malah semakin khawatir.
"Tidak Mama, bukankah waktu tiga bulan untuk mempersiapkan pernikahan tidak terlalu cepat maupun lambat." Jawab Dave kepada Lila.
"Bagaimana, sayang. Apakah kamu keberatan?" Tanya Dave pada Rose.
"O---oh, tidak." Jawab Rose tergagap karena masih shock.
Ayah Nugroho dan Surya hanya mengamati interaksi keduanya. Bahkan keduanya juga mengejar nafas panjang.
"Apakah, kamu sepemikiran denganku?" Tanya Surya berbisik.
Ayah Nugroho menghendikkan kedua bahunya saja, namun pandangannya masih menatap ke arah Dave dan Rose.
"Jika kedua anak kita tidak keberatan tidak masalah, bagaimana besan?" Tanya Rudi kepada Ayah Nugroho.
"Saya akan mengikuti saja, jika satu Minggu acara pertunangan mereka. Berarti sekarang kita akan membahas tempat dan segalanya untuk acara besok." Jawab Ayah Nugroho.
"Benar, baiklah kita selenggarakan acara di hotel milik Agung saja." Ucap Rudi menyarankan.
"Pilihan yang bagus, kita bisa menyewa aula yang paling besar disana." Kata Ayah Nugroho menyetujui saran Rudi.
"Untuk masalah gaun dan perhiasan biarkan calon pengantin saja, kita yang sudah tua ini tidak akan tahu selera anak muda." Ucap Rudi dengan kelakarnya.
"Benar, untuk menghias gedung, catering dan yang lainnya. Bagaimana jika istrimu dan juga istri Surya saja." Saran Ayah Nugroho.
"Ya, aku setuju." Jawab Rudi
__ADS_1
...πΎπΎ...
...Bentar lagi tamat π...