Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Ayah Nugroho VS Kakek Kristoff


__ADS_3

Happy Reading🌹🌹


Pernikahan Gabriel dan Rose enam hari lagi akan digelar, semua di siapkan dengan matang dan teliti oleh Ayah Nugroho dan Kakek Kristoff. Terlihat kedua pria beda usia tersebut sangat antusias dengan perhelatan tersebut. Hingga, tidak jarang keduanya berdebat karena selera mereka yang berbeda.


Seperti hati ini, Ayah Nugroho dengan Suryo dan Kakek Kristoff dengan Robby tengah mengunjungi ballrom hotel yang tengah di hias oleh WO yang Ayah Nugroho pilih.


"Kenapa semuanya pink? Kenapa tidak putih dan biru saja warna pink ini bahkan hampir sama dengan warna putih." Ucap Kakek Krostoff dengan melihat kain-kain panjang yang membentang di depannya.


"Kenapa dengan warna pink, ini bagus lagipula putriku menyukai warna pink." Jawab Ayah Nugroho heran.


"Tapi ini terlalu feminim kenapa tidak memilih warna netral, pulih atau silver misalnya." Kata Kakek Kristoff.


"Ini hari pernikahan bukan pemakaman." Ucap Ayah Nugroho.


Kakek Krostoff hanya mendengus kesal, "Aku ingin warna pink lebih tua agar tamu tau jika itu warna pink, lalu tambah koleksi bunganya jangan hanya mawar saja. Aku ingin meja tamu undangan bundar bukan meja panjang." Ucap Kakek Kristoff dengan menujuk satu persatu benda yang ingin di ganti olehnya.


Ayah Nugroho ingin menyanggah namun Suryo melarangnya, "Sudah lebih baik kita serahkan semuanya kepada WO saja, lebih baik kita memilik hidangan saja karena sudah di tunggu." Potong Suryo cepan.


"Ayo." Ucap Kakek Krostoff bersemangat.


Ayah Nugroho mendelik kesal, seleranya sudah bagus kenapa harus di rombak lagi. Selera orang tua memang sangat kuno. Pikir Ayah Nugroho.


Kini semuanya sudah berada di ruangan berbeda, terlihat satu meja panjang yang tersaji banyak testi hidangan untuk acara pernikahan dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup.


Kakek Kristof berjalan dari ujung ke ujung begitu juga Ayah Nugroho. Kakek Kristoff berada di sisi kanan meja sedangkan Ayah Nugroho berada di sisi kiri.


Robby dan Suryo berjalan di belakang mereka dengan mencatat apa yang mereka ucapkan, apakah terlalu manis, asin, hambar, berminyak, kering, dan sebagainya.

__ADS_1


"Bagaimana tuan?" Tanya pelayan sopan.


Robby dan Suryo menyerahkan lembaran kertas yang berisi catatan mereka, pelayan menerimanya dengan senang hati dan menyerahkan kepada kokki hotel.


Keduanya kembali berdebat perihal makanan pembuka dan penutup, Ayah Nugroho menginginkan kue strawberry kesukaan Rose sedangkan Kakek Kristoff menginginkan ice cream sebagai penutup.


Suryo dan Robby mendesah kasar melihat kedua majikan mereka bertengkar.


"Pesan keduanya untuk menu penutup, jangan terlalu berminyak, pedas, dan asin semuanya harus netral." Ucap Suryo cepat kepada pegawai yang menjadi penonton di sana.


...***...


"Kita akan kemana?" Tanya Rose yang masuk ke dalam mobil Gabriel.


"Kita ke butik, Kakek menelfon untuk menyusul ke sana." Jawab Briel lembut.


Tidak membutuhkan waktu lama keduanya telah sampai di salah satu bangunan klasik yang berisi deretan baju pengantin cantik dan mewah.


Rose membuka pintu mobil begitu juga Gabriel, keduanya berjalan masuk dengan bergandengan tangan. Pelayan menyambut dengan sopan dan menunjukkan dimana Kakek Kristoff dan Ayah Nugroho menunggu.


Pelayan berjalan menunjukkan ruangan VVIP yang di minta oleh kedua pria berbeda usia tersebut, terlihat Rose berterima kasih kepada pelayan dan berjalan mendekat kedua pria itu.


"Apakah ayah dan kakek menunggu lama?" Tanya Rose lembut.


"Tidak, duduklah." Jawab Ayah Nugroho.


"Keluarkan semua koleksi pakaian pengantin terbaru, mewah, dan bagus milik butik kalian." Ucap Kakek Krostoff.

__ADS_1


Para pelayan satu persatu membawa manekin yang di bawahnya di pasangi roda sehingga mudah membawanya, kurang lebih sudah ada dua puluh model gaun pernikahan untuk Rose.


Suryo memberikan kode kepada pegawai untuk menunjukkan satu per satu gaun di depan majikan mereka, membutar manekin agar terlihat bagian belang.


Kakek Suryo dan Ayah Nugroho malah paling sibuk memilahnya, bahkan ketika Rose merengek menginginkan gaun impiannya. Briel tidak dapat mencegah kedua pria tersebut.


"Stop!" Seru Briel yang sudah pusing mendengarkan perdebatan.


Ayah Nugroho dan Kakek Kristoff terdiam dan melihat ke arah Gabriel.


"Ayah, Kakek. Yang akan memakai gaun itu Rose kenapa kalian yang sibuk." Ucap Briel pelan.


"Iya, kenapa ayah dan kakek yang sibuk. Apa ayah dan kakek ingin menikah lagi?" Tanya Rose dengan wajah polos.


"Tidak." Ucap mereka serentak.


Kakek Kristoff dan Ayah Nugroho saling melihat kemudian berdehem untuk menetralkan kecanggungan di ruangan VVIP tersebut.


"Rose akan mencoba gaun yang Rose inginkan, kalian duduk saja di sini." Kata Rose yang beranjak dari duduknya


Rose memasuki ruang ganti dengan dua pegawai wanita yang akan membantunya, tirai di buka Rose tersenyum ke arah semua pria yang berada di depannya.


"Ganti, itu terlalu ketat kasihan cicitku." Tolak Kakek Kristoff.


"Benar, ayah setuju." Timpal Ayah Nugroho.


Rose mengerucutkan bibirnya, sedangkan Gabriel mengangguk untuk menuruti ucapan kedua pria yang berada di sampingnya. Tirai kembali di tutup, hampir tiga jam lamanya Rose mengganti gaun demi gaun pernikahan dengan alasan bayi yang akan di kandungannya dan Ayah Nugroho juga Kakek Krostoff kembali ribut.

__ADS_1


"Cukup! Rose tidak hamil." Seru Rose yang sudah tidak tahan dengan ayah dan kakek.


__ADS_2