
Happy Reading πΉπΉ
Eve terlihat gelagapan, hingga satu persatu pemegang saham yang berada di belakang Eve dan Ketua Kim pindah satu persatu. Eve berusaha menghalangi namun mereka menyingkirkan tangan Eve.
"Tuan-tuan, percayalah saham 10% itu milik saya. Kita pasti akan tetap menang karena masih memiliki investor kuat yang lainnya." Ucap Eve.
"Tidak, aku akan mendukung siapapun itu dari keluarga Kristoff." Jawab pemegang saham B.
"Aku juga termasuk keluarga Krostoff tuan." Ucap Eve lupa jika dirinya sudah menggugat cerai Stevan.
Pemegang saham B hanya tertawa, "Anda lupa jika sedang proses perceraian dengan Tuan Stevan Krostoff. Aku hanya mengingatkan jika benar anda lupa." Ucapnya.
Eve mematung, benar dia lupa jika sudah menggugat Stevan. Bahkan hingga beberapa pemegang saham yang mendukungnya pindah ke belakang kurai keluarga Kristoff dirinya tidak sadar.
Eve menoleh ke arah samping terlihat Stevan menatap penuh damba dan bahagia ke arah panggung.
"Aku harus merencanakan sesuatu jika sampai kalah, tamat riwayatku." Gumam Eve dalam hati.
Ketua Kim berdiri dari duduknya sembari berkata, "Kristoff, meskipun saham 10% itu milih anak muda itu, Aku tetap yang berkuasa di sini, karena aku pemilik saham terbesar kedua setelahmu juga di belakangku ada perusahaan Gandratama." Ucap Ketua Kim angkuh.
"Ah, maksudmu ayahku?" Tanya Gabriel dengan wajah datarnya.
π₯ Ayah.
Kristoff tertawa, "Kalian lihat baru aku pancing ternyata dia bukan cucu kandung dari Tuan Kristoff melainkan anak dari Tuan Agung Gandratama." Ucap Ketua Kim tajam dan wajahnya berbah datar.
Gabriel membisikkan sesuatu kepada Kristal hingga Kristal mengangguk dan mendorong kursi Kakek Kristoff turun dari panggung di bantu oleh beberapa pengawal. Keduanya menuju ke arah meja keluarga Kristoff.
"Aku akan menjawab pertanyaanmu Tuan Kim, lihatlah baik-baik. Ini adalah hasil tes DNA yang sudah kami lakukan beberapa bulan lalu sebelum aku datang ke korea. Aku tahu pasti kalian sangat penasaran kenapa nama belakangku ada Gandratama dan selamat datang di rasa penasaran kalian bahkan sampai matipun aku tidak akan pernah menceritakan masa laluku kepada kalian yang jelas aku dapat membuktikan jika aku 99,9% anak kandung dari pasangan Kristal dan Stevan." Jawab Gabriel panjang lebar dengan berdiri di depan layar menempelkan surat hasil DNA yang dia bawa di dalam jasnya.
Tak
Tak
Tak
"Benar, kalian tidak perlu tahu masa lalu anakku. Meskipun Gabriel bukan anak kandungku namun kami tetap ayah dan anak." Ucap Agung yang baru saja sampai di dalam ruangan.
Eve, Ketua Kim, dan yang lainnya kaget dengan kehadian petinggi perusahaan Gandratama.
__ADS_1
"Maaf bisakah aku menggunakannya sebentar?" Tanya Agung kepada pengacara mendiang Nyonya Kristoff.
"Tentu tuan." Jawab Seo Ho.
Agung naik ke mimbar hingga tubuhnya menyamai sebuah mic hitam yang berada di depannya, "Ekhm. Baik berdirinya saya di sini ingin menyampaikan sesuatu karena saya tidak memiliki banyak waktu, menantuku akan melahirkan sehingga saya harus segera pulang untuk menemui cucu pertama keluarga Gandratama." Agung mulai membuka pembicaraannya.
Terlihat Agung menyerahkan satu amplop coklat kepada pengacara untuk di serahkan kepada MC agar isi amplop itu dapat di tampilkan pada layar besar.
Semua yang berada. diruangan heran dan membaca setiap kata kalimat yang berada di dalam surat itu. Bagi pengusaha tentu tahu itu adalah surat perjanjian kerjasama anatara perusahaan Gandratama dan perusahaan Kristoff.
"Di belakang saya sudah ada surat kerjasama antara dua perusahaan, saya sebagai pemimpin perusahaan Gandratama dan sebagai ayah dari Gabriel Putra Gandratama Kristoff dengan ini menyatakan jika seluruh saham yang saya tanamkan pada perusahaan Kristoff secara sah adalah salah satu warisan dari keluarga Gandratama untuk putra kami Gabriel Putra Gandratama Kristoff." Agung berkata secara tegas dan lugas.
"Tidak bisa!! Tuan Agung tidak bisa seperti ini, apa maksud anda mempermainkan kami!" Seru Ketua Kim dengam wajah yang sudah merah padam.
"Maaf Tuan Kim, memang seluruh saham ini sejak dulu adalah milik putra kami Gabriel. Jadi sekarang saya sudah menyerahkannya terserah Gabriel ingin mendukung siapa yang jelas ini sudah bukan tanggung jawab saya lagi." Jawab Agung halus dan masih menghormati Ketua Kim.
Agung turun dari mimbar dan menyalami Seo Ho serta MC, tidak lupa Agung berpamitan kepada Gabriel karena baru mendapatkan telfon dari sang istri jika beberapa hari lalu Putri menantunya sudah sering kontraksi palsu.
Agung berjalan ke arah keluarga besar Kristoff untuk berpamitan dan berdoa semoga semuanya berjalan sesuai rencana.
"Saya pamit, terima kasih sudah menerima baik kehadiran saya selama ini." Ucap Agung kepada Kakek Kristoff.
"Tentu saja." Ucap Agung.
Agung berjalan keluar tanpa menolehkan kepalanya kebelakang sedikitpun, dengan di ikuti beberapa pengawal yang berjaga di luar rapat.
Seluruh orang terlihat riuh karena kejadian hari ini, dimana sekali lagi pria jangkung yang berada di atas panggung mendapatkan warisan dari keluarga Gandratama. Membuat siapa saja iri dengan nasip Gabriel.
"Perkenalkan saya adalah Gabriel Putra Gandratama Kristoff anak pertama dari pasangan Kristal dan Stevan dengan ini menyatakan jika saya akan menerima jabatan CEO yang selama ini sudah di emban oleh Kakek saya." Ucap Gabriel tegas dan lugas.
"Saya menolak! Saya mendukung Eve sebagai pengganti Kristoff, Eve wanita yang cerdas hingga kemampuannya sudah tidak di ragukan lagi di dunia bisnis." Ucap Ketua Kim dengan tegas.
"Cerdas bukan berarti akan pandai dalam memimpin suatu perusahaan Tuan, selama ini apa prestasi yang di miliki oleh Ibu tiri oh bukan mantan ibu tiriku ini?" Tanya Gabriel dengan wajah datarnya.
Ketua Kim dan Eve terdiam, selama ini Eve belum pernah bekerja atau memimpin suatu proyek di perusahaan sehingga tidak memiliki prestasi apapun hanya prestasi sekolah saja.
Gabriel tersenyum miring, "Lihat anda tidak bisa menjawabnya, jika aku membicarakan prestasiku dalam dunia bisnis mungkin kita akan pulang esok hari." Kelakar Gabriel.
Gabriel menoleh ke arah MC dan memberi kode sebuah anggukan, MC kembali naik dan mulai mengambil alih.
__ADS_1
Sedangkan Gabriel berdiri di samping pengacara mendiang neneknya.
"Baiklah, karena ahli waris dari Tuan Kriatoff telah kembali. Maka dengan ini saya membuka pemilihan suara kita akan melakukan vote dengam adil. Silahkan Nyonya Eve kembali maju kedepan untuk mengikuti pemilihan terakhir hari ini. Di atas meja kalian sudah ada dua tombol merah dan hijau merah kalian akan memilih Nyonya Eve dan hijau memilih Tuan Gabriel. Dalam hitungan ketiga kalian dapat memencet bel. Satu dua tiga----"
Para pemegang saham memencet salah satu tombol yang berada di depan mereka dengan wajah pasrah, datar, senang dan yang lainnya. Ketua Kim tentu memilih Eve sebagai CEO karena bagaimanapun mereka harus berada di puncak tertinggi.
Skor yang berada di layar menunjukkan jika Gabriel memiliki 30 suara dan Eve memiliki 20 suara.
"Baiklah tuan-tuan kita dapat melihat hasil pemilihan suara secara langsung, dengan ini saya menyatakan jika jabatan CEO perusahaan Kriatoff akan di duduki oleh Tuan Gabriel Putra Gandratama Kristoff." Seru MC dengan lantang.
Para pemilik saham yang memilih Gabriel bertepuk tangan dengan kencang bahkan mereka sampai berdiri terlihat senyum dan wajah yang ceria di wajah mereka. Tidak hanya pemilih saja namun para jurnalis yang berasa di sana juga senang dengan terpilihan pria muda yang tampan itu.
"Saya akan menarik saham daya dari perusahaan Kristoff!" Ucap Ketua Kim tegas.
Nyonya Kim langsung berdiri, "Saham yang mana! Jangan mimpi itu semua adalah hartaku!" Seru Nyonya Kim.
Para pemburu berita langsung menyorot sepasang suami istri tersebut, benar-benar acara besar yang di dalamnya terdapat kejutan besar begitu pikir mereka.
"Cih, tidak ada hartamu! Aku sudah menceraikanmu dan harta itu adalah hasil kerja kerasku atas namaku!" Jawab Ketua Kim.
Nyonya Kim tertawa, "Tentu aku terima kasih karena kamu menceraikanmu, namun sayangnya kamu lupa siapa aku? Seluruh harta yang kamu alihkan atas namamu adalah peninggalan mendiang kedua orangtuaku, kamu yang telah mencurinya dengan memaksa pengacara untuk merubah semuanya. Kamu datang di keluargaku tanpa membawa apapun sekarang kamu pergi dari hidupku juga tidak membawa apapun bahkan sepeserpun karena semua harta dan saham yang telah kamu curangi sudah aku alihkan kembali atas namaku." Jawab Nyonya Kim dengan tegas.
Ketua Kim dan Eve membelalakka kedua matanya, Ketua Kim segera merogoh saku celananya menghubungi pengacara yang sudah dia bayar mahal namun nihil. Beberapa kali Ketua Kim mencoba menghubungi terlihat wajah Ketua Kim dam Eve yang panik.
"Kenapa? Kamu tidak bisa menghubungi pengacaramu. Tidak perlu bersusah payah karena pengacaramu pasti sudah kabur." Ucap Nyonya Kim tajam.
"Pengawal! Seret mereka berdua." Perintah Nyonya Kim dengan tegas.
Segera para pengawal mendekat ke arah Tuan Kim dan Eve, "Mau apa kalian!" Seru mereka bersamaan.
Eve meronta "Lepaskan! Stevan tolong aku, aku tidak tahu apapun tentang kejahatan Ketua Kim." Seru Eve memohon kepada Stevan.
Stevan hanya berdecih dan merangkul Kristal tanpa memperdulikan teriakan Eve, wanita ular yang selama ini dia pelihara di dalam rumahnya sendiri.
"Stevan! Percayalah." Seru Eve lagi.
Hingga rombongan polisi datang, membuat tubuh Eve tiba-tiba gemetar ketakutan.
"Ti---tidak, bukan aku yang membunuhnya! Bukan aku!" Seru Eve histeris.
__ADS_1
...πΎπΎ...