Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Permintaan Kristal


__ADS_3

...HOP!...


...JADI ROSE ITU SEBELUM MENERIMA DAVE, SUDAH BERTEMU DENGAN MAMA DAVE DULU....


...MAMANYA DAVE MEMINTAKAN KESEMPATAN UNTUK DAVE BERJUANG....


...JANGAN CEPAT2 BACANYA YA BIAR TIDAK BINGUNG, ALUR AUTOR INI MAJU MUNDUR SYANTIK πŸ˜πŸ™...


Happy Reading 🌹🌹


"Maaf, Tan. Membuatmu lama menunggu." Ucap Rose yang berjalan ke arah meja makan.


"Tidak, ayo duduklah." Jawab Kristal pelan.


Rose segera duduk dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Kamu berdandan cantik sekali hari ini, Rose. Ingin pergi berkencan ya?" Ucap Kristal menggoda.


Rose tersenyum dengan mengunyah makannya saja, tanpa membenarkan maupun membantah.


"Rose, jadi pria yang beberapa hari lalu menjemputmu itu adalah kekasihmu?" Tanya Kristal lagi.


Rose menggelengkan kepalanya, "Bukan, dia Kak Gabriel asisten Kak Sky suami dari sahabatku Putri." Jawab Rose panjang.


"Gabriel, sepertinya Tante pernah mendengar namanya ketika kita masih berada di Korea." Ucap Kristal dengan wajah seakan berfikir.


"Pria kanebo, Tante ingat." Kata Rose dengan terkekeh pelan.


"Ah, benar. Pria itu, kenapa kalian tidak berpacaran?" Tanya Kristal semakin dalam.


Tawa Rose surut, menjadi wajah yang bingung. Bukankah seharusnya Rose senang dapat kembali bersama Dave yang diyakini Rose masih sangat mencintainya.


"Rose tidak akan cocok dengan pria kaku seperti Kak Gabriel." Jawab Rose asal.


Kristal hanya menganggukkan kepalanya dengan menatap wajah Rose yang tengah menunduk fokus dengan makanan di hadapannya.


Sedangkan Rose menjadi tidak berselera menelan makanannya, Rose tengah berfikir keras. Apakah keputusannya sudah benar atau tanpa Rose sadari sosok Dave terganti dengan kehadiran Gabriel.


Apakah secepat itu?


"Rose." Panggil Kristal pelan.


"Ah, ya Tan." Ucap Rose kaget.


"Ada yang ingin Tante bicarakan, apakah kamu memiliki waktu luang hari ini?" Tanya Kristal pelan.


"Ada, ingin bicara apa Tan?" Jawab Rose.


"Kita selesaikan dulu makannya. Nanti kita bicara di ruang tamu saja." Ucap Kristal cepat.


Singkat cerita.


Kini Rose dan Kristal tengah duduk di sofa panjang yang ada diruang tamu. Terlihat kaki Rose di naikkan satu diatas sofa sedangkan kaki satunya menjuntai di lantai.


"Tante ingin berbicara tentang apa?" Tanya Rose dengan rasa penasaran.


Kristal yerlihat memainkan kuku jarinya, "Rose, Tante sudah beberapa pekan ini menginap dirumahmu. Bisakah Rose mencarikan pekerjaan untuk Tante? Pembantu juga tidak apa-apa." Ucap Kristal pelan.

__ADS_1


Rose yang awalnya bersender di punggung sofa langsung menegakkan duduknya.


"Apa, pembantu? Tidak... tidak... Lebih baik Tante kerja di perusahaan Ayah saja." Jawab Rose cepat dan tidak setuju dengan ide Kristal.


"Tante hanya memiliki ijazah sampai High School saja Rose, Tante tidak memiliki pengalaman bekerja di perusahaan besar." Ucap Kristal menjelaskan.


"Tapi, pembantu... Tante tidak perlu bekerja sebagai pembantu, bisa Tante membantu Bi Asih didapur." Ucap Rose yang masih menolak ide Kristal.


"Rose, Tante mohon... bagaimana jika Tante jadi pembantu pria kanebo itu?" Usul Kristal dengan cepat.


"Kak Gabriel?" Tanya Rose memastikan.


Kristal mengangguk dengan cepat, "Tante mohon." Ucap Kristal yang sudah menggenggam kedua tangan Rose dengan erat.


Rose masih diam, otaknya berfikir dan mencerna permintaan dari Kristal.


"Kenapa harus menjadi pembantu Kak Gabriel, Tan?" Tanya Rose heran.


"Bukankah Rose dan pria itu sudah saling kenal, bukankah lebih baik Tante bekerja sebagai pembantu dengan orang yang sudah Rose kenal. Sehingga terjamin keadaan Tante kedepannya." Jawab Kristal mencoba memberikan alasan yang logis untuk Rose.


Rose menganggukkan kepalanya setuju, "Benar juga, jika Kak Gabriel macam-macam dengan Tante nanti Rose bisa langsung laporkan ke Kak Sky." Ucap Rose membenarkan ucapan Kristal.


"Jadi, Rose maukan membantu Tante?" Tanya Kristal memastikan.


"Baiklah, nanti Rose akan datang menemui Kak Gabriel." Jawab Rose kepada Kristal.


Kristal tersenyum, akhirnya Kristal bisa selangkah lebih dekat dengan pria yang sangat Kristal yakini adalah Elbarack anaknya.


...🐾🐾...


Di gedung perusahaan Danuarta


Tok


Tok


Tok


Terdengar pintu ruang kerja Dave diketuk oleh seseorang.


"Masuk." Seru Dave.


Cklek


Seorang gadis menyembulkan kepalanya dari luar pintu.


"Kakak masih sibuk?" Tanyanya.


Dave menghentikan gerakan tangan dan mendongakkan kepalanya menuju arah sumber suara.


"Sayang, kamu sudah datang?" Ucap Dave dengan senyum yang mengembang.


Rose membalas senyum Dave dan membuka pintu hingga sempurna.


Dave bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan menuju ke arah Rose yang berjalan mendekat ke arah Dave.


"Kamu datang dengan siapa?" Tanya Dave yang sudah memeluk tubuh Rose.

__ADS_1


"Di antar Mang Asep." Jawab Rose pelan.


Cup


Dave mencium pucuk kepala Rose, "Kamu hari ini sangat cantik." Ucap Dave.


Rose hanya dapat tersipu malu mendapatkan ucapan tersebut.


"Gombal." Jawab Rose dengan melepas pelukan Dave.


"Duduklah di sofa sebentar, aku sebentar lagi akan selesai." Ucap Dave kepada Rose.


Rose mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju ke arah sofa, segera Rose mendudukkan dirinya ke sofa empuk itu.


Tangannya terulur mengambil satu majalah, majalah bisnis tentunya. Meskipun Rose tidak paham lebih baik membaca daripada bingung ingin melakukan apa.


Sedangkan Dave sudah kembali duduk dan lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya.


Baru sepuluh menit, diluar ruangan Dave terjadi ribut-ribut.


"Itu siapa Kak?" Tanya Rose yang menutup majalahnya.


Dave mengendikkah kedua bahunya saja.


"Sudah saya bilang, jangan datang lagi!" Seru sekertaris Dave.


Cklek


Dengan kasar pintu ruangan Dave dibuka secara paksa hingga menimbulkan suara yang cukup keras.


"Dave! Kenapa kamu melarangku datang ke kantormu." Seru Elsa kepada Dave yang masih duduk tenang di kursinya.


Sedangkan Rose, menatap dengan wajah yang sangat penasaran dan heran.


"Apakah, wanita ini sering datang kekantor Dave?" Gumam Rose dalam hatinya.


"Urusan kita sudah selesai. Untuk apalagi kamu datang menemuiku." Ucap Dave dengan suara dingin.


Elsa melihat ada Rose yang masih duduk disofa, otak liciknya otomatis bekerja.


"Dave, bagaimana bisa kamu melupakan kenangan yang sudah kita buat selama ini." Ucap Elsa dengan suara yang dibuat sedih.


Dave menaikkan sebelah alisnya, sedangkan Rose masih diam. menyimak, dan sekertatis Dave juga hanya diam karena kenangan apa yang dimaksud oleh wanita sexy didepannya itu terasa ambigu ditelinganya.


"Kenangan apa? Elsa kamu hanya wanita yang aku bayar malam itu untuk membuat kekasihku cemburu, jadi aku rasa tidak ada kenangan apapun diantara kita setelah malam itu." Ucap Dave panjang dengan wajah datarnya.


"Aku akan kembalikan uangmu Dave, tapi jangan pernah mengusirku lagi." Ucap Elsa dengan menangis.


"Mengembalikan? Apa kamu yakin? Aku membayarmu 500jt malam itu, dan kau hanya bekerja tidak ada satu jam. Jadi, dalam waktu kurang satu jam apa kamu dapat mengembalikan 500jt tersebut?" Tantang Dave kepada Elsa.


Elsa terperangah, bagaimana bisa mendapatkan uang 500jt dalam waktu sekejap. Pria yang berani membayarnya tinggi juga hanya Dave, selebihnya paling mahal 10jt.


Sedangkan Rose menghebuskan nafasnya kasar, sebenarnya Rose ingin cepat bertemu Dave dan akan datang menemui Gabriel.


"Kak, Rose keluar dulu. Sepertinya urusanmu dengan wanita ini masih akan panjang." Ucap Rose dengan berdiri dan mengambil tasnya, melenggang pergi meninggalkan ruangan Dave.


...🐾🐾...

__ADS_1


AUTOR MEMBAWA REKOMENDASI NOVEL YANG MENARIK UNTUKMU.



__ADS_2