
Happy Reading πΉπΉ
π£ Tim satu. Sepuluh detik target akan sampai di bahu jalan.
π₯ Laksanakan.
π£οΈ Tim dua, lumpuhkan para bodyguarnya.
π₯ Laksanakan.
Segera dua tim langsung mengerjalan apa yang menjadi tugas tim masing-masing.
Terlihat Kristal dan Rose sudah berjalan keluar dari swalayan.
"Ada orang berantem Tan, Rose takut." Ucap Rose yang melihat ke arah gedung apartemen.
Yang Rose lihat adalah para bodyguard dan komplotan penculik tengah bertarung.
Hingga Rose dan Kristal dikagetkan dengan kedangan mobil van hitam yang berhenti tepat didepan mereka.
Kejadian tersebut sangatlah cepat untuk seorang Rose.
Dengan cepat komplotan penculik memasukkan Kristal kedalam mobil dan mendorong Rose hingga terjatuh aspal panas tersebut.
"Tante!" Seru Rose yang sudah menangis.
Dengan tangan dan kaki gemetar Rose mencoba bangkit dan berlari, Rose sudah sekuat tenaga berlari namun seperti jalan di tempat.
Sedangkan orang disebrang jalan yang bertarung dengan para bodyguard segera pergi meninggalkan bodyguard yang kalah telak dengan mereka.
Ternyata mereka menggunakan alat kejut listrik hingga melumpuhkan banyak bodyguard untuk beberapa saat.
Brum
"Rose!" Seru seorang pria yang tengah menaiki sepeda motor besar.
Rose menoleh dengan sedikit terduduk karena seluruh tubuhnya terasa lemas.
"Kak." Ucap Rose lemas.
Jin langsung menstandarkan motornya dan tyrun menghampiri Rose.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Jin panik yang melihat tubuh Rose lemas dan wajah pucat.
"Tolong Rose kak, Mama Rose diculik." Ucap Rose yang sudah menangis.
"Ayo cepat!" Jin langsung menarik Rose untuk bangun.
Tanpa berkata apapun Rose diangkat untuk duduk di jok belakang.
Jin langsung naik dan menaikkan standarnya, terdengar suara mesin motor yang besar.
Brum
"Pegangan yang erat!" Seru Jin.
Rose langsung memeluk tubuh Jin tanpa membantah karena pikirannya hanya Kristal Kristal dan Kristal.
Jin langsung menutup kaca helmnya dan tancap gas.
Terlihat kecepatan motor Jin diatas rata-rata, Jin berusaha mengejar mobil yang Rose maksud.
__ADS_1
"Mobilnya apa?" Tanya Jin dengan berseru.
"Van hitam! Van hitam!" Jawab Rose tak kalah seru bahkan sampai mengulang agar Jin dapat memgejar mobil tersebut.
Terlihat Jin dengan lihai memghindar mobil-mobil yang mengahalngi jalannya. Rose semakin erat memeluk tubuh jin.
Meskipun Rose mengenakan dress bahkan sampai memamerkan pahanya yang mulus, Rose tidak perduli.
Didalam mobil van terlihat nafas memburu dari Kristal karena dikepala Kristal ditodong pistol oleh salah satu dari mereka.
"Diam atau aku tembak mati." Ancamnya.
Kristal menelan ludahnya susah payah, bahkan air matanya hanya menetes.
"Jangan menangis!" Serunya dengan menekan ujung pistol dikepala Kristal.
Tubuh Kristal menegang dan memejamkan matanya dengan erat, mengigit bibirnya hingga terluka.
"Si---siapa kalian." Ucap Kristal dengan nada bergetar dan terbata.
"Tidak perlu tahu, kami hanya menjalankan perintah dari seseorang yang membayar kami." Jawabnya galak.
"Be---berapa orang itu membayar?" Tanya Kristal.
"Lebih dari harga nyawamu." Jawab penculit tersebut.
"A---aku bisa membayar dua kali lipat." Tawar Kristal dengan takut-takut.
Seluruh penculik yang berada didalam mobil tertawa terbahak-bahak.
"Mau menggunakan apa, dengan tubuhmu. Lihatlah penampilanmu bahkan tidak lebih dari satu juta won." Jawab salah satu penculik.
Semuanya menoleh kebelakang termasuk Kristal terlihat sepeda motor dengan gadis yang berada dibelakangnya.
"Rose!" Seru Kristal.
"Diam!" Bentaknya.
Kristal menggigit dan memuluknya, ingin membuka pintu mobil biarlah mati asalkan dapat keluar dari sini.
"Sial, kamu mau mati!" Serunya dengan menampar Kristal hingga berdarah.
Kristal melawan bahkan Kristal juga membalas tamparan itu meski tidak sesakit tangan laki-laki.
Hingga suara benda tumpul terdengar didalam mobil, seorang penculik memukul kepala Kristal hingga pingsan.
"Apa kau gila! Jika wanita ini mati maka matilah kita!" Bentak sang ketua.
"Maaf bos, dia tidak akan mati." Jawab anak buahnya.
Segera pemimpin komplotan penculik tersebut meraba kepala Kriatal beruntung tidak ada yang berdarah hanya dahinya sedikit memar.
"Hubungi tim 2 untuk menghalangi mereka!" Seru sang ketua.
Segera salah satu dari mereka menelton tim dua untuk menghalangi Rose dan Jin yang terus mengejar.
π£οΈ Halangi motor itu!
π₯ Laksanakan.
"Kak itu mobilnya!" Seru Rose dengan menuding mobil Van hitam.
__ADS_1
Jin mengangguk dan menambah kecepatan motornya.
"Tambah kecepatannya Kak!" Seru Rose.
Jin menambah kecepatan bahkan hampir dapat menjangkau mobil Van tersebut, hingga sebuah mobil Van lain memotong jalan mereka.
Brak!
Terdengar sangatbkeras kecelakaan tersebut, karena posisi motor yang melaju diatas rata-rata dan mobil yang memang ingin menghalanginya.
Motor yang dibawa oleh Jin terpelanting kedepan hingga membuat Jin dan Rose terlempar beberapa meter dari mobil Van yang memangkas jalan mereka.
Sedangkan mobil Van twesebut terlihat berputar sembilan puluh drajat dari posisinya, hingga membuat orang yang berada didalam juga cukup panik.
Motor besar yang dikendarai oleh Jin berputar dan tergelincir lebih jauh dari pengendara dan penumpangnya. Terlihat percikan api yang munculd ari tangki bengsin dan body besi motor tersebut.
Air mata Rose menetes dengan memandang mobil Van hitam yang sudah mulai menjauh, perlahan pandangan Rose kabur hingga menghitam.
Sedangkan Jin juga tidak kalah jauh kondisinya dengan Rose, terlihat di sekitar tubuh mereka banyak darah yang menggenang.
"Tinggalkan mereka." Ucap penculik yang duduk disamping sopir.
Tanpa belas kasihan mobil Van yang berisi komplotan penculik tersebut melenggang pergi melintasi tubuh Jin dan Rose begitu saja.
"Apakah mereka masih mengikuti kita?" Tanya sang ketua yang mengobati lukanya.
"Tidak bosa, tim dua berhasil membuat mereka celaka." Jawab anak buah yang melihat kecelakaan tersebut.
"Bagus, langsung ke TKP." Perintah sang bos.
Sedangkan didalam apartemen, terlihat Stevani sudah jenuh menunggu Rose dan Kristal.
"Kenapa mereka lama sekali." Ucap Stevani pelan.
Stevani akhirnya bangkit dan menyambar jaket jeans miliknya.
Keluar dari apartemen untuk menyusul kedua wanita beda usia tersebut, hingga kini Stevani sudah sampai dilantai satu.
Terlihat banyak kerumunan diluar bahkan beberapa tenaga medis yang datang.
"Apakah ada kecelakaan." Gumam Stevani pelan.
Hingga Stevani memberhentikan satu orang yang berada disana.
"Permisi, ada apa ini?" Tanya Stevani sopan.
"Oh, itu ada beberapa kelompok pria tadi berkelahi dan ini kelompok pria yang kalah." Jawab orang tersebut.
Stevani menerobos agar lebih jelas kelompok apa yang dimaksud hingga salah satu tenaga medis membawa brangkar seorang pria mengenakan jas hitam.
"Tunggu!" Seru Stevani.
Stevani berjalan mendekat dan meraih jas yang masih dikenakan oleh pria tersebut, terlihat pin pengawal keluarga Kristoff.
"Sial!" Umpat Stevani.
Stevani langsung berlari menuju lift agar sampai diapartemen, terlihat Stevani terus mengumpat karena dirinya tidak membawa ponsel juga para pengawal yang tidak becus.
Stevani begitu gelisah didalam lift, apakah Kristal sudah berhasil diculik? Lalu dimana Rose, apakah gadis itu juga ikut diculik." Pikiran Stevani sagat kalut memilirkan kedua wanita itu.
...πΎπΎ...
__ADS_1