
Happy Reading 🌹🌹
Waktu telah berganti.
Terlihat Eve tengah menunggu seseorang disebuah hotel mewah dengan mengenakan kacamata hitam dan scraf yang menutupi kepalanya dan ditalikam ujungnya dibawah dagu.
Hingga suara pantofel datang menghampirinya.
"Kenapa kamu mengajak Ayah kemari." Ucap Tuan Kim degan nada marah.
"Ayo cepat, Ayah ikut Eve dulu." Jawah Eve dengan menyeret paksa Tuan Kim menjauh dari tempat umum.
Keduany terlihat masuk di dalam lift, tanpa keduanya sadari ada seseorang yang melihat kemana lantai yang mereka tuju dengan senyum semiriknya.
Eve dan Tuan Kim telah sampai dilantai yang dituju dan segera Eve masuk kesalah satu kamar yang sebelumnya sudah dia pesan.
"Cepat katakan ada perlu apa?" Tanya Tuan Kim to the point.
Eve menghadap kearah Tuan Kim dengan membuka kacamata hitamnya dengan kasar.
"Apa makhsud Ayah mempercepat pertunangan Minzy dengan Daniel!" Seru Eve dengan menggebu.
"Bukankah lebih bagus, Daniel juga akan mewarisi harta keluarga Kristoff dan kedua anak Ayah akan mendapatkannya bersama-sama." Jawab Tuan Kim enteng dengan melangkahkan kakinya menuju kursi dekat jendela.
"Apa! Aku tidak sudi berbagi dengan anak Ayah yang manja itu!" Seru Eve dengan nafas memburu.
"Eve ingatlah, kamu Ayah akui sebagai anak karena kamu sendiri yang memohon waktu itu." Jawab Tuan Kim dingin.
"Tapi Ayah juga harus ingat, jika tidak ada Eve semua rencana Ayah tidak akan pernah berhasil." Ucap Eve tak kalah dingin.
"Jadi, kamu sekarang mengancam Ayah?" Tanya Tuan Kim.
"Tentu saja, jika Ayah tidak membatalkan pertunangan Minzy dan Daniel akan Eve bongkar semuanya." Jawab Eve dengan sinis.
Tuan Kim tertawa mendengar ucapan Eve, "Apa kamu pikir aku akan masuk kedalam penjara bersamamu?" Ucap Tuan Kim tersenyum miring.
Tuan Kim melemparkan beberapa foto kelantai hingga foto itu berserakan didekat kaki Eve yang tengah berdiri.
Eve berjongkok dan memunguti foto-foto yang ada di kakinya.
Terlihat dirinya tertangkap CCTV dan kamera dalam menjalankan aksinya.
Eve tersenyim sinis dan miris, "Jadi Ayah menjebakku?" Ucapnya.
__ADS_1
"Tidak, Ayah hanya menyediakan payung sebelum hujan." Jawab Tuan Kim tanpa dosa.
Terlihat Eve menatap tajam foto yang ada ditangannya bahkan air matanya sudah menetes, sakit dalam hatinya tentu saja.
Bahkan sejak kecil Eve sudah hidup susah sampai harus mengakui sepasang suami istri miskin sebagai orangtuanya untuk menutupi kebenaran jika Eve adalah anak kandung Tuan Kim.
"Eve hanya ingin Minzy tidak masuk kedalam keluarga Kristoff, apa itu susah untuk Ayah lakukan untukku." Ucap Eve dingin.
"Eve, kita hidup didunia ini dengan hukum rimba. Siapa yang paling kuat yang akan menang, lihatlah contohnya dirimu apakah kamu lebih kuat dari Kristal?" Tanya Tuan Kim.
"Jangan kamu pikir Ayah tidak tahu kejadian dulu, kamu sendiri yang memasukkan obat perangsang dalam minuman Stevan dan sengaja menjebaknya agar dapat tidur bersama Kristal." Lanjut Tuan Kim.
"Ayah sendiri yang memasukkan Kristal kedalam keluarga Kritoff, bukankah kita harus menghancurkan musuh sampai ke akarnya. Itu yang Ayah ajarkan kepada Eve." Jawab Eve dingin.
"Kenyataannya kamu tidak bisa menyingkirkan Kristal sampai saat ini, Ayah tidak kaget karena kamu sama persis dengan Ibumu." Ucap Tuan Kim tajam.
"Jangan pernah hina Ibu! Jika bukan karena kelakuan bejat kalian dan Ayah lari dari tanggung jawab, hidupku tidak akan seperti ini!" Seru Eve yang sudah berurai air mata.
Tuan Kim hanya berdecih, "Jika begitu terima semua keputusan Ayah." Ucap Tuan Kim tanpa ingin dibantah.
Tuan Kim melangkahkan kakinya menuju pintu keluar melewati Eve yang masih terduduk diatas karpet.
"Eve tahu pemilik saham 10%." Ucap Eve tanpa emosi.
"Jangan membual." Jawab Tuan Kim dengan nada remeh.
"Kristal." Ucap Eve singkat.
"Kristal?" Ulang Tuan Kim.
Tuam Kim tertawa, "Jangan konyol Eve, Kristal bukan orang penting sehingga harus mendapatkan saham 10% itu." Ucap Tuan Kim.
Eve hanya diam tidak menjawan, hinggaakhirnya Tuan Kim paham jika Eve sedang tidak bercanda.
Dengan cepat Tuan Kim berjalan menghampiri Eve dan berjongkok didepan wanita tersebut.
"Apa benar." Tanya Tuan Kim dengan menggoyangkan kedua pundak Eve.
"Apa benar!!" Seru Tuan Kim lagi.
Eve hanya mengangguk, "Batalkan pertunangan Minzy dan Daniel, tanpa menikahkan mereka Ayah dapat memiliki perusahaan Kristoff." Jawab Eve dengan tatapan sendu.
"Baiklah, jika benar Kristal yang mendapatkannya bukankah itu lebih mudah. Perusahaan Gandratama juga sudah menanamkan modal sangat banyak diperusahaan Kristoff dan menjadi kubu dengan Ayah."
__ADS_1
"Jika begitu Kristoff dan Stefan tidak ada bisa menduduki kursi CEO kemudian perusahaan jatuh ditangan Ayah." Ucap Tuan Kim yang sudah membayangkan keberhasilannya.
Tawa Tuan Kim menggelegar di dalam kamar itu, kini dirinya sudah berdiri dengan menghadap kaca.
"Ayah akan menyusun rencana dan kau harus membantu Ayah sekali lagi." Kata Ketua Kim dengan nada serius.
"Iya Ayah, Eve akan membantu." Jawab Eve patuh.
"Culik Kristal tanpa pengetahuan siapapun secepatnya." Perintah Ketua Kim.
Eve hanya diam tengah memikirkan bagaimana caranya agar Eve menjauh sejenak dari Daniel.
"Kenapa diam? Kamu tidak bisa?" Tanya Kegua Kim yang sudah memutar tubuhnya.
"Bu---bukan Ayah, hanya Eve sedang berfikir bagaimana cara menjauhkan Kristal dari Daniel. Karena Daniel selalu mengajak Kristal kekantor dan bepergian." Jawab Eve jujur.
"Begitu, tenang saja. Ayah akan mengaturnya dan kamu tinggal mengeksekusinya." Ucap Ketua Kim.
Eve mengangguk paham dan didalam. Otaknyasegera menyusun rencana sebaik mungkin.
Sedangkan dikamar sebelah Eve dan Tuan Kim, Nyonya Kim terlihat shock karena mendengar ucapan keduanya.
Ya, yang mengikuti keduanya adalah Nyonya Kim. Dengan uang Tuan Kim dapat melakukan apapun, termasuk menyadap seluruh kamar yang ada di hotel ini sehari sebelum mereka bertemu.
Mengingat jika ponsel keduanya sudah disadap oleh Nyonya Kim. Namun Eve tidak menyebutkan nomor kamar sehingga Nyonya Kim menaruh penyadap diseluruh kamar.
"Bedebah!" Ucap Nyonya Kim pelan.
Terlihat wajah wanita paruh baya itu memggambarkan gurat kesedihan, kekecewaan dan kemarahan secara bersamaan.
Bagaimana bisa Kim memiliki anak seusia itu, sedangkan Minzy masih belia.
"Segera cari masalalu keluarga Kim, darimana asal mereka dan kejadian apa yang mereka kubur dalam-dalam." Perintah Nyonya Kim kepada boduguard.
"Siap Nyonya." Jawab sang bodyguard.
Air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya tumpah juga, mengalir membasahi pipi Nyonya Kim.
Begitu sesak didalam dadanya, hanya kebohongan yang ada didalam pernikahannya. Seharusnya sejak awal dia mendengarkan ucapan kedua orangtuanya.
"Minzy dan Daniel akan tetap menikah, aka aku singkirkan anakmu dengan wanita lain jauh dari kehidupan kami." Ucap Nyonya Kim penuh dendam.
...🐾🐾...
__ADS_1