Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Penculikan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Siapa yang menyatakan cinta lebih dulu, apakah keponakanku?" Tanya Stevani yang sudah mencondongkan badannya ke arah Rose.


Rose tersenyum dan mengangguk pelan.


"Oh, lihatlah... aaaa sangat menggemaskan!" Ucap Stevani dengan memukul pundak Rose gemas.


Stevani bahkan seperti kembali remaja karena melihar wajah rose yang memerah karena malu.


"Coba ceritakan, bagaimana keponakanku menembakmu?" Tanya Stevani yang sudah mengambil bantal sofa.


Rose masih diam, bingung dan malu menjadi satu.


"Ayolah cepat-cepat, tidak akan Tante adukan kepada Gabriel." Ucap Stevani menggoyangkan lengan Rose.


Kristal hanya tersenyum dan mengambil cake pemberian dari Rose, dalam hati Kristal juga ingin tahu bagaimana sang anak menyatakan cinta kepada gadis pujaannya.


"Emm... begini."


Rose akhirnya bercerita yang awalnya nampak kaku lama kelamaan menjadi terbawa suasana, karena Stevani menimpali ucapan Rose yang terlihat agak sungkan menyampaikan.


Hingga terlihat keduanya bertepuk tangan kecil karena merasa gemas ketika mengingat dan membayangkan bagaimana Gabriel yang sempat merajuk dan menjadi penguntit Rose malam itu.


"Sebentar lagi makan siang, Kristal akan memasak sebentar ya." Ucap Kristal.


"Kenapa tidak delivery saja, kita mengbrol saja disini." Jawan Stevani.


"Tidak apa-apa, Kristal akan memasak makanan yang cepat Kak." Ucap Kristal.


"Baiklah jika begitu, aku tidak bisa membantu karena aku tidak bisa memasak." Jawab Stevani yang mulai bangkit dari posisi tengkurap.


"Jika begitu Rose bantu agar cepat selesai ya Tante." Rose menawarkan diri.


"Apa kamu dapat memasak adik kecil?" Tanya Stevani dengan wajah tidak percaya.


"Bisa." Jawab Rose dengan tersenyum.


"Emm , baiklah kalian sangan cocok menjadi mertua dan menantu memasak bersama di dapur sungguh romantis." Kelakar Stevani dengan terkekeh geli.


Kristal dan Rose beranjak dari ruang tamu menuju dapur.


"Tante ke kamar mandi sebentar ya, kamu ambil bahan makanannya di dalam kulkas." Ucap Kristal lembut."


"Baik Tante." Jawab Rose.


Kristal berbelok menuju kamar mandi karena merasa kantung kemihnya sudah penuh.


Sedangkan Rose yang sudah membuka lemari pendingin mencoba melihat ada sayur atau lauk apa yang tersedia.


"Hemm, hanya ada tofu dan udang." Ucap Rose pelan.


Dalam bahasa Indonesia tofu mengarah pada salah saju jenis makanan tahu. Perbedaan tahu dan tofu ternyata cukup signifikan. Tidak hanya dari namanya saja namun juga dari segi rasa, tekstur dan juga cara memasak hingga pembuatannya. Tofu berasal dari Jepang, dan juga disebut dengan tahu sutera.Β 

__ADS_1


"Apa ada yang dapat dimasak?" Tanya Kristal yang telah kembali dari kamar mandi.


"Hanya ada tofu dan udang saja, Tan." Jawab Rose jujur.


Kristal melihat isi kulkas, benar hanya tersisa tofu dan udang saja.


"Bagaimana jika kita ke swalayan sebentar untuk berbelanja?" Tanya Kristal kepada Rose.


"Sopir Rose tadi langsung pergi, Tan. Apakah swalannya jauh dari apartemen." Jawab Rose yang melihat kearah Kristal.


"Tidak, kita di swalayan depan saja hanya menyebrang jalan." Ucap Kristal.


"Baik, ayo Tan." Rose berjalan menuju ruang tamu memgambil tasnya.


Stevani yang duduk sambil bermain ponsel dan memakan cemilan melihat kedatangan Rose mengangkat kepalanya.


"Mau pergi kemana?" Tanya Stevani.


"Rose dan Tante Kristal akan pergi ke swalayan depan. Karena tidak ada sayur dikulkas." Jawab Rose jujur.


"Hati-hati, cepatlah kembali karena cacing dalam perutku sudah berdemo." Ucap Stevani hiperbola.


Rose hanya tertawa pelan, "Baiklah Tante cantik." Kata Rose yang berlalundari hadapan Stevani.


Kini Rose dan Kristal sudah masuk kedalam lift menuju lantai dasar, terlihat Rose terus memeluk lengan Kristal.


Bunyi lift berdenting menandakan jika mereka telah sampai dilantai dasar, Kristal dan Rose berjalan keluar bersama dengan penghuni lainnya.


Terlihat lalu lintas jalan raya tidak terlalu padat namun ramai lancar, Rose dan Kristal bergandengan untuk menyebrang jalan di penyebrangan jalan bersama beberapa warga disana.


"Kita ambil keranjang dulu." Ucap Kristal kepada Rose yang telah sampai di depan swalayan.


Rose mengangguk dan mengambil keranjang berukuran sedang.


Rose dan Kristal mulai berjalan menuju bagian sayur dan frozeen food.


"Kita akan memasak apa hari ini Tante?" Tanya Rose yang berjalan dibelakang Kristal.


"Bagaimana jika memasak tomyam." Jawab Kristal yang menoleh ke arah Rose.


"Sepertinya akan sangat enak." Ucap Rose tersenyum.


Kristal mengambil sayur, bumbu, dan lauk yang akan digunakan untuk memasak tomyam tidak lupa juga lauk dan sayur lebih untuk stok esok hari.


Selama tinggal di apartemen, biasanya Robby yang berbelanja makanan mentah hingga Kristal hampir tidak pernah keluar apartemen.


Tanpa kedua sadari sejak keluar dari dalam apartemen telah di ikuti beberapa orang yang menyamar.


πŸ—£οΈ Kami menemukan target.


πŸ‘€ Eksekusi.


πŸ—£οΈ Baik.

__ADS_1


πŸ‘₯ Kita mulai eksekusi.


Seseorang menelfon bosnya dan memberikan intruksi kepada anak buah lainnya.


"Apa masih ada yang kamu inginkan Rose?" Tanya Kristal lembut.


"Tidak Tante." Jawab Rose tersenyum.


"Baiklah, ayok kita bayar." Ajar Kristal.


Rose dan Kristal berjalan menuju kasir, terlihat mata Rose berbinar melihat lemari pendingi berisi puluhan bahkan ratusan ice cream.


"Apa kamu mau?" Tanya Kristal yang melihat wajah Rose dari samping.


Rose mengangguk seperti anak kecil.


"Ambil beberapa kita bisa simpan di kulkas untuk stock juga." Ucap Kristal.


"Terima kasih." Jawab Rose.


Rose menggeser pintu kaca lemari pendingin yang berasa di samping meja kasir, dan menaruh sekitar dua puluh ice cream dengan jenis dan rasa yang berbeda.


Kristal terkekeh melihat wajah Rose yang malu, rasanya sungguh menyenangkan memiliki anak perempuan.


"Biar Rose saja yang bawakan Tante, Tante cukup gandeng tangan Rose." Kata Rose yang mengambil kantong kresek diatas meja kasir.


"Baiklah, jika berat bilang ya." Jawab Kristal.


Kristal segera melakukan pembayaran menggunakan kartu yang telah diberikan oleh Stevan, ya hubungan mereka cuku baik saat ini. Stevan yang mulai sadar dan tahu kebusukan Eve menebus kesalahannya dari hal paling kecil yaitu memberi nafkah.


"Terima kasih, silahkan berkunjung kembali." Ucap kasir swalayan.


"Terima kasih." Jawab Kristal.


Kristal segera menggandeng lengan Rose karena kedua tangan gadis tersebut oenuh dengan kantong belanja.


Keduanya berjalan keluar menuju jalan raya, karena akan menyebrang jalan untuk ke gedung apartemen.


Suara decitan mobil begitu kasar ditelinga Rose dan Kristal.


Sret


Pintu mobil terbuka begitu cepat dengan berhentinya mobil van tersebut, langsung saja Kristal diseret masuk kedalam mobil.


"Apa yang kalian lakukan! Lepaskan Tanten Kristal" Seru Rose yang sudah menangis karena kaget.


Bruk


Rose didorong oleh salah satu penculik hingga jatuh dan isi belanjaan keduanya tumpah dijalanan, terlihat tomat menggelinding hingga masuk keselokan jalan.


Brum


Mobil Van langsung melaju dengan cepat meninggalkan Rose yang baru sedetik terjatuh tersebut.

__ADS_1


"Tante!!" Seru Rose yang berusaha bangun.


...🐾🐾...


__ADS_2