
Happy Reading🌹🌹
"Aku kemarin dinas keluar Negri bersama Kakek, dan ini cinderamata disana. Ini adalah Candi Borobudur." Jawab Gabriel pelan.
"Candi?" Beo Minzy.
Gabriel mengangguk, terlihat Minzy memutar patung yang berada di tangannya dengan teliti.
"Sangat indah, apakah aku boleh menyimpannya?" Tanya Minzy kepada Gabriel.
"Aku akan memberikanmu yang lebih bagus, itu taruh saja di meja kerja atau kamar orangtuamu." Jawab Gabriel cepat.
"Benarkah kamu akan membelikanku barang yang lebih bagus dari ini?" Tanya Minzy memastikan.
"Ah, iya. Seminggu lagi ada rapat. Bisakah kamu membuat mundur satu bulan lagi, bagaimanapun aku harus menerima dokumen yang aku butuhkan darimu." Ucap Gabriel dengan wajah serius.
"Akan aku usahakan." Jawab Minzy tidak yakin.
"Harus kamu usahakan, apa kamu ingin memiliki kekasih dengan jabatan rendah sedangkan keluargamu tinggi. Aku tidak percaya diri dengan itu semua." Ucap Gabriel penuh kebohongan.
"Kekasih? Apakah kita sepasang kekasih sekarang?" Tanya Minzy.
Minzy hanya dapat mendengar kata kekasih yang keluar dari bibir Gabriel.
"Aku sudah memberimu cincin." Jawab Gabriel dengan melihat ke arah jari Minzy.
"Ah, benar." Ucap Minzy dengan memegang cincin yang melingkar dijarinya dengan tersenyum.
"Baiklah sayang, aku akan segera mengambil dokumen yang kamu butuhkan dan memundurkan rapat minggu depan." Jawab Minzy dengan keyakinan yang berkobar.
Gabriel menganggukkan kepalanya, hingga datang karyawan dengan makanan yang sebelumnya sudah mereka pesan.
Dengan sopan, pelayan tersebut menyajikan masakan sederhana di sana.
Gabriel mulai mencicipi makanan yang asing dan sudah lama tidak pernah dia makan, Minzy mengambil sepotong Kimbab yang dicelupkan kedalam sup dan menyodorkannya kearah Gabriel.
"Aaaa." Ucap Minzy yang ingin romantis dengan Daniel.
Gabriel membuka mulut dan memakan kimbab pemberian Minzy.
Para karyawan yang melihatnya semakin iri, bahkan ada yang memfoto dan membagikannya ke grup WA.
Ada beberapa karyawan yang menyebarkannya di sosial media.
"Pasangan romantis 2022."
"Daebak, keluarga Kim dan Kristoff akan menjadi besan."
"Kedua keluarga konglomerat akan bersatu, membuat tubuhku bergetar tidak dapat membayangkan kekayaan mereka.
Berbagai komentar yang dapat di grup chat maupun sosial media terus bergulir, bahkan kebanyakan dari mereka mendukung dan ingin melihat pasangan tersebut selalu romantis.
__ADS_1
Jam makan siang berakhir, terlihat Gabriel mengantarkan Minzy didepan perusahaan dengan menunggu mobil jemputannya.
"Apa kamu tidak ingin mengantarku?" Tanya Minzy dengan bergelayut manja kepada Gabriel.
"Aku masih sibuk, aku harap kamu segera mendapatkan dokumennya agar aku dapat menemanimu." Jawab Gabriel penuh dusta.
"Benarkah, jika masalah ini sudah selesai kamu akan lebih banyak waktu bersamaku?" Tanya Minzy kepada Gabriel.
"Benar, aku ingin berliburan bersamamu." Jawab Gabriel dengan mengelus rambut Minzy pelan.
Lagi-lagi, para paparazi dadakan mengambil foto ke-uwuan mereka. Membuat Gabriel dan Minzy menjadi best couple disana.
Minzy masuk kedalam mobil dengan melambaikan tangan kepada Gabriel, Gabriel membalasnya dengan rasa malas.
Hingga mobil roda empat tersebut bergerak meninggalkan perusahaan, Gabriel kembali dengan wajah aslinya.
Segera Gabriel melangkahkan kakinya masuk kedalam perusahaan Kristoff, terlihat beberapa karyawan bterlihat sangat segan kepada Gabriel.
Sedangkan di Indonesia, terlihat Daniel yang merintih kesakitan karena sedang menjalankan kemoterapinya.
Wajah yang sangat pucat dan keringat yang sudah membasahi wajahnya, membuat Ambar menangis diluar ruangan bersama Agung sang suami.
Meskipun yang didalam adalah Daniel, tetap saja wajah Gabriel yang dilihat oleh kedua matanya.
"Jangan menangis, Mah. Ini sudah jalannya." Ucap Agung menenangkan.
"Rasanya, dihati Mama sakit Ayah." Jawab Ambar dalam tangisannya.
"Mama tidak bisa membayangkan, bagaimana perasaan Kristal saat melihat Daniel kesakitan seperti ini. Pasti hatinya sangat hancur dan ingin berlari menggantikannya." Ucap Ambar.
"Mama harus kuat seperti Kristal jika begitu." Jawab Agung.
Tangis Ambar terhenti ketika mendengar suara pintu terapi terbuka, terlihat Daniel sudah duduk diatas kursi roda dengan sisa peluhnya.
"Kamu tidak apa-apa, El?" Tanya Ambar yang langsung berjalan menghampiri Daniel.
"Tidak apa-apa, Mah." Jawab Daniel dengan tersenyum.
Ambar memeluk tubuh Daniel, mencoba mengajaknya berbagi kesakitan yang dirasakan oleh Daniel.
Sedangkan perawat undur diri untuk menangani pasien terapi yang lainnya.
"Mama jika ingin menangis, menangis saja. Jangan ditahan seperti Mama Kristal." Jawab Daniel.
Air mata Ambar kembali luruh hingga membasahi kedua pipinya.
"Kamu harus kuat, El." Ucap Ambar kepada Daniel.
Agung yang melihat pemandangan didepannya merasa terharu, "El, segeralah sembuh dan berkumpul dengan keluargamu." Ucap Agung.
"Baik." Jawab Daniel dengan semangat.
__ADS_1
Agung mendorong kursi roda Daniel dengan diikuti Ambar sang istri menuju ruang rawat inap Daniel.
Daniel telah berbaring diatas brangkar dengan dipapah oleh Agung.
"Mah, bisakah El menelfon Kakek?" Tanya Daniel dengan berbaring.
"Bisa." Ambar memberikan ponsel milik Daniel sendiri.
Daniel menerimanya dan segera membuka ponsel yang sudah ditinggalkan ketika kemoterapi tadi.
Terlihat dilayar ponselnya tertera nomor asing, segera Daniel membuka untuk dapat membaca pesannya.
📥 "Wah, El. Selamat atas hubunganmu dengannya."
Isi pesan disertai dengan sebuah gambar yang membuat Daniel melebarkan kedua kelopak matanya.
"Apakah, kakak gila. Kenapa berdekatan dengan wanita gatal itu." Sungut Daniel tanpa sadar mengatai Gabriel gila.
"Kenapa, El?" Tanya Ambar yang penasaran.
Daniel memperlihatkan gambar dimana Gabriel disuapin oleh seorang wanita dan bagaimana cara mereka berjalan dengan sangat romantis.
"Wah, kekasih Gabriel cantik sekali." Ucap Ambar dengan bahagia.
"Mah, fokus. Perempuan ini adalah anak dari ketua Kim dan asal Mama tahu, jika anak dari ketua Kim sangat terobsesi kepada El." Jawab Daniel panjang.
"Jadi, wanita ini kira Gabriel adalah kamu?" Tanya Ambar dengan bodohnya.
Daniel mengangguk, segera Daniel mencari kontak sang Kakek untuk menanyakan kebenarannya hingga melupakan pesan dari orang asing tersebut.
Tidak hanya Daniel saja yang kaget, Stevan dan Eve juga kaget dengan berita hubungan kedua anak muda tersebut.
"Sejak kapan mereka menjalin hubungan, sayang?" Tanya Eve kepada Stevan.
"Tidak tahu." Jawab Stevan jujur.
"Bagaimana bisa mereka dapat bertemu dan menjalin hubungan." Ucap Eve yang sedang tidak singkron dengan otaknya.
"Tentu bisa, apa kamu lupa jika Ayah selalu mengajak Daniel bertemu dengan keluarga Kim." Ucap Kristal yang entah datang darimana.
"Cih, jangan bangga dulu. Ingat, anakmu itu penyakitan jadi siapa yang ingin memiliki menantu orang penyakitan dan sebentar lagi miskin." Ucap Eve sarkas.
"Aku pikir otakmu semakin bodoh, apa kamu lupa siapa Ayahnya." Jawab Kristal dengan tersenyum miring.
Eve merasa geram, "Apa kamu pikir Stevan akan memberikan Daniel bagian. Jangan harap, tidak akan ada sepeserpun uang yang keluar dari kami." Ucap Eve dengan angkuh
"Benarkah? Wah, aku takut sekali. Tapi aku harap kalian tidak akan mengemis kepada kami kedepannya." Jawab Kristal dengan gerakan tubuh dan mimik wajah yang mengejek.
Stevan hanya diam mengamati Kristal yang semakin berbeda dari hari ke harinya.
...🐾🐾...
__ADS_1