Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Pertemuan Rahasia


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Sayang, apa kamu benar-benar tidak tahu pemilik saham 10% itu!" Ucap Eve kesal.


"Tidak tahu, harus aku katakan berapa kali." Jawab Stevan


Stevan terlihat tersulut emosi karena Eve terus menyalahlan dirinya sejak keluar dari perusahaan.


Kini Stevan dan Eve terlihat tengah berada didalam mobil, menuju ke suatu tempat.


Eve mendengus kesal dan melengos hingga membelakangi Stevan, "Seharusnya kamu itu tahu, kamu sudah pernah menduduki jabatan CEO." Ucap Eve dengan sinis.


"Aku menduduki CEO apa kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan, kamu selalu meminta uang dan uang. Bahkan kamu dengan lancang datang kebagian keuangan mengatasnamakan jika aku yang menyuruhmu." Jawab Stevan panjang mengingatkan perbuatan Eve.


"Jadi, kamu tidak terima? Aku meminta uang untuk kedua orangtuaku! Bukan untuk bersenang-senang." Ucap Eve dengan air mata buayanya.


Stevan menghembuskan nafasnya panjang, dirinya bersedekap dada dan membuang pandangan ke sembarang arah.


"Sudah lupakan." Jawab Stevan singkat.


Eve menghapus air matanya dengan kasar, hanya ada keheningan didalam mobil mewah itu. Hingga kini keduanya telah sampai di tempat tujuan.


Terlihat rumah sederhana namun masih terawat dengan baik, rumah bentuk tradisional Korea dengan taman yang asri.


Eve dan Stevan keluar dari dalam mobil, tidak berselang lama datang mobil mewah lainnya.


Mobil tersebut berhenti tidak jauh dari keduanya, segera sopir dari pemilik kendaraan turun dan berlari untuk membukakan pintu mobil majikannya.


Satu kaki turun memijak tanah hingga tubuhnya keluar sempurna dengan diikuti kaki yang lainnya.


"Tuan Kim." Ucap Stevan dan Eve dengan sopan.


"Ayo." Ucap Ketua Kim memimpin jalan.


Stevan dan Eve mengikuti Ketua Kim dari belakang dengan beberapa pria berjas hitam juga microphone yang terpasang ditelinga mereka.


Terdengar suara pintu berbahan kayu itu bergeser dari tempatnya.


Terlihat satu ruangan yang cukup luas dengan meja rendah panjang juga beberapa bantal dilantai.


Ya, sesuai rumahnya. Didalamnya juga sangat tradisional bahkan beberapa lukisan kuno terlihat menghiasi dinding.

__ADS_1


Kini Ketua Kim sudah duduk berhadapan dengan Stevan dan Eve.


"Tuan, bagaimana bisa kita kalah hari ini?" Ucap Eve membuka pembicaraan.


"Kita harus menemukan pemilik saham 10% itu, jika tidak kita harus mencari investor yang mau menanamkan saham lebih besar dariku." Jawab Ketua Kim dengan serius.


"Tapi siapa, saham Anda saja hampir 18%." Ucap Eve dengan wajah gelisah.


"Aku dengar, Ayah beberapa minggu lalu melakukan perhajalanan ke Indonesia. Ada perusahaan besar disana yang ingin bekerjasama." Kata Stevan dengan sedikit berfikir.


"Benarkah? Perusahaan apa?" Tanya Ketua Kim cepat.


"Gandratama." Jawab Stevan.


"Gandratama?" Ulang Ketua Kim dan Eve.


"Iya, ini profil perusahaan tersebut." Stevan mengeluarkan lembaran kertas dari dalam jasnya.


"Sayang, bagaimana bisa kamu mendapatkannya?" Tanya Eve yang tidak percaya.


"Tadi, aku mengambil dari meja kerja Ayah." Jawab Stevan enteng.


Ketua Kim mengambil dan membaca profil perusahaan, keberhasilan perusahaan Gandratama dalam memenangkan tender bernilai triliunan dan milyaran dollar.


Terlihat Ketua Kim membaca dengan serius, "Kenapa profil pemiliknya hanya ini?" Tanya Letua Kim menunjukkan foto Sky dan Agung.


"Bukankah itu menandakan jika mereka bukan keluarga sembarangan dinegaranya." Ucap Stevan tenang.


"Benar, seperti kebanyakan konglomerat dinegara ini yang benar-benar menyimpan informasi pribadinya." Timpal Eve dengan seringainya.


"Baiklah, segera ajukan kerjasama diperusahaan ini." Ucap Ketua Kim kepada orang kepercayaannya.


"Baik Tuan." Jawabnya dan segera menerima berkas tersebut.


Eve tersenyum penuh arti, sebentar lagi keinginannya akan tercapai. Harta keluarga Kristoff akan jatuh ketangan Stevan dan kemudian Eve tinggal menjalankan bagiannya.


"Ah, iya. Minzy dan Daniel akan menggelar pertunangan mereka secepatnya." Ucap Ketua Kim dengan meminum tehnya.


"Tunangan." Ulang Eve kaget.


"Bagaimana tanggapan Ayah?" Tanya Stevan dengan tenang.

__ADS_1


"Aku dan Ayahmu menyetujuinya, kamu tahu sendiri aku tidak dapat menolak permintaan anak dan istriku." Jawab Ketua Kim dengan tenang.


Eve hanya mendengus kesal mendengar jawaban Ketua Kim, terlihat dirinya mengambil minumnya dengan kasar dan meminumnya sekali teguk.


"Anda tahu jika Daniel sedikit berbeda dari anak-anak pada umumnya." Ucap Stevan dengan memainkan pinggir gelasnya.


"Tahu, bahkan anakmu sekarang lebih kurang ajar dari terakhir aku bertemu dengannya." Kata Ketua Kim dengan tersenyum getir.


"Benar, dia begitu dingin dan hangat bahkan aku sebagai Ayahnya tidak bisa mengenalinya dengan baik." Jelas Stevan dengan sendu.


"Sayang, itu semua karena mantan istrimu yang mempengaruhi Daniel sehingga menjauhi kita sejak kecil." Jawab Eve dengan kesal.


"Kristal?" Ucap Ketua Kim.


"Siapa lagi." Jawab Eve cepat.


"Pasti dia masih cantik seperti ibunya." Ucap Ketua Kim dengan tertawa pelan.


Stevan menaikkan sebelah alisnya, ibu Kristal? Apa pria yang hampir seusia dengan kakeknya ini kenal dengan keluarga Kristal. Dirinya saja tidak pernah tahu orang tua Kristal.


Eve terlihat gelagapan mendengar ucapan Ketua Kim.


"Darimana Anda kenal orangtua Kristal?" Tanya Stevan tanpa menunjukkan emosi apapun.


"Tentu kenal, kami dulu satu almamater." Jawab Ketua Kim dengan tersenyum.


"Benarkah? Bagaimana bisa, Anda sekolah di Universitan Seoul. Itu adalah sekolah elit dan hanya benar-benar orang pintar yang bersekolah disana." Ucap Stevan panjang karena sangat penasaran.


"Sudah sayang, tidak enak menanyakan pribadi Ketua Kim." Tegur Eve kepada Stevan.


Ketua Kim tertawa pelan dan kemudian meneguk minuman terakhir digelasnya.


"Aku rasa cukup pertemuan hari ini, secepatnya kita harus bisa mengajak kerjasama perusahaan Gandratama." Ucap Ketua Kim yang kemudian berdiri.


Seluruh rombongan terlihat keluar dari rumah tradisional tersebut dengan perasaan dan pikiran masing-masing.


Eve dan Stevan melakulan bow kepada Ketua Kim sebelum pria tersebut masuk kedalam mobil.


"Apa kamu tahu sesuatu?" Tanya Stevan setelah mobil Ketua Kim sudah hilang dari pandangan.


"Apa? Sudah ayo pulang. Aku sudah tidak sabar menanyakan kebenaran pertunangan Daniel dengan Minzy." Jawab Eve yang membuka pintu mobil terlebih dahulu.

__ADS_1


Stevan kemudian ikut masuk karena harus berfikir bagaimana caranya membuat perusahaan Gandratama berpihak kepadanya karena kedua perusahaan sudah menandatangani surat kerjasama.


...🐾🐾...


__ADS_2