
Happy Reading πΉπΉ
Sky dan Putri terus saling berdebat, hingga suara sepatu hak tinggi menghentikan keduanya.
"Selamat Kak Sky...Putri." Ucap seorang gadis.
Putri dan Sky mengalihkan atensi mereka terhadap gadis yang sudah berdiri di hadapan mereka.
Putri yang melihatnya langsung berdiri dan memeluk gadis tersebut, "Kenapa susah sekali menghubungimu." Ucap Putri yang sudah menangis dalam pelukan Rose.
Rose terkekeh pelan, "Pengantin lama jangan menangis, ingat ada keponakanku sekarang." Jawab Rose dengan menepuk pelan punggung Putri.
Putri semakin memeluk erat Rose karena sahabat satu-satunya itu hilang bagaikan ditelan bumi.
"Uhukk, ohh Kak Sky tolong aku. Aku tidak bisa bernafas." Adu Rose dengan pura-pura batuk.
Putri melepaskan pelukannya dan mencebik kesal, matanya mendelik menatap wajah Rose.
"Halo Rose, selamat datang. Maaf istriku terlalu bahagia bertemu denganmu." Ucap Sky yang mengalami Rose.
"Ya ya... memang aku membuat semua orang rindu bukan." Seloroh Rose dengan menepuk pundaknya bangga.
Putri hanya mencebik tetapi suara bariton menjawab ucapan Rose, "Benar, kamu memang wanita yang patut di rindukan." Ucap pria tersebut.
Rose menoleh ke arah suara, terlihat pria yang sangat dia cintai... tetapi sudah berlalu, hanya ada kebencian dan rasa sakit hati yang terpatri didalam hatinya.
Dia adalah Dave, Dave langsung bangkit dari duduknya begitu saja dan meninggalkan Elsa sendiri. Dengan langkah lebarnya Dave sudah ada dibelakang Rose.
"Kak Dave, datang dengan siapa? Rose ya?" Tanya Putri penasaran.
"Tidak, aku datang bersama Kak Gabriel." Jawab Rose cepat dia tidak ingin berlama-lama dengan pria yang membuatnya patah hati.
Sky hanya diam melihat situasi kedua manusia di depannya, terlihat seorang wanita dengan langkah cepat naik dan bergelayut manja di lengan Dave.
"Sayang, kenapa kamu meninggalkanku." Ucap Elsa dengan suara manja.
"Putri dan Kak Sky, sekali lagi selamat ya. Kabari aku jika ponakanku sudah lahir." Sela Rose yang melakukan cipika cipiki kepada Putri.
Dave yang melihat Rose ingin pergi segera mengucapkan selamat kepada keduanya, dan melepaskan pegangan dari Elsa.
__ADS_1
Dave segera turun dengan langkah lebar setengah berlari menyusul Rose yang sudah berada jauh di depannya, Putri hanya menatap bingung ke arah wanita yang mengomel tidak jelas.
Sedangkan Sky hanya menatap datar kepergian Rose dan Dave, sudah di pastikan mereka terlibat cinta segitiga. Dan Gabriel menaruh hati kepada sahabat istrinya tersebut.
"Mas, kita istirahat yuk. Aku pusing melihat wanita cerewet ini." Tunjuk Putri pada Elsa yang ada di depannya.
Elsa yang datang bersama Dave melotot ke arah Putri karena dirinya dibilang cerewet, ingin sekali Elsa menyembur Putri tetapi sudah mendapatkan tatapan tajam dari Sky.
Dengan mengepalkan kedua tangannya, dia turun dan pergi dari acara pernikahan tersebut.
"Mas, kenapa Rose dan Kak Dave seperti itu? Apa mereka bertengkar." Tanya Putri kembali kambuh kekepoannya.
Sky hanya mengangkat bahunya saja, "Sudah ayo kita istirahat aku akan segera menghukummu." Ucap Sky yang melepaskan jasnya dan memakaiannya kepada Putri.
Sedangkan Dave berusaha mengejar langkah Rose, dengan berlari akhirnya Dave dapat memegang pergelangan tangan gadis tersebut.
Rose menghentakkan sekuat tenaga, "Jangan sentuh aku, menjijikkan." Desis Rose sinis.
Dave nampak tertegun sesaat, hatinya merasa sakit mendapatkan penolakan dari gadis yang selalu berisik tersebut.
"Jangan pernah muncul lagi di hadapanku Tuan." Ucap Rose yang kemudian melenggang pergi dari hadapan Dave.
Gabriel yang melihat dari kejauhan hanya menghela nafasnya panjang, Gabriel yang menaruh hati kepada Rose masih enggan untuk mengatakannya.
Karena melihat gadis itu selalu mengejar-ngejar Dave membuat Gabriel tidak ingin terbelenggu dengan cinta yang salah.
Rose sekuat tenaga agar tidak lemah di hadapan Dave, dengan mengepalkan tangannya kuat Rose menekan rasa sakit hatinya.
"Ayo Rose aku antar pulang." Ucap Gabriel yang sudah memegang pergelangan Rose.
Rose memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Gabriel, tangisnya pecah di hadapan pria tersebut.
Gabriel segera membawa Rose kedalam pelukannya, Rose memegang pinggir jas Gabriel.
Gabriel melihat semuanya dari bawah panggung, dimana Rose naik dan tidak lama disusul oleh Dave dan seorang wanita yang Briel ingat ketika didalam hotel malam itu.
Gabriel segera pamit undur diri dari pusaran kolega perusahaan Gandratama untuk mengikuti Rose saat melihat Rose yang langsung keluar gedung dengan diikuti Dave.
Dari kejauhan Dave melihat keduanya, amarah menjalar di hatinya. Rose menolak dia sentuh tetapi yang dia lihat saat ini Rose berpelukan dengan Gabriel.
__ADS_1
Segera Dave berbalik pergi, cukup hari ini dia melihat pemandangan yang membuatnya sakit mata. Dengan langkah lebar dan membawa amarah Dave masuk kedalam mobil menutup pintu dengan kendang.
Tanpa mengingat Elsa yang masih berada di dalam gedung pesta pernikahan Putri segera Dave menancap gas untuk pergi dari area hotel tersebut.
"Tidak Rose... kau akan menjadi milikku lagi." Ucap Dave lirih dengan tangannya mencengkram stir mobilnya kuat.
"Sudah Rose, jangan menangis." Ucap Gabriel menenangkan.
"Sakit Kak... kenapa harus bertemu lagi dengannya." Adu Rose kepada Gabriel.
"Kamu tidak bisa terus menghindarinya Rose," Jawab Gabriel pelan.
"Terlalu sakit kak," Rose memukul-mukul dadanya.
Entah jantung atau hati Rose yang perih, seakan Rose tidak dapat menghirup oksigen. Tenggorokannya tercekat untuk mengeluarkan perasaannya saat ini.
Ingatan itu masih jelas di dalam otak Rose, dimana Dave mengundangnya malam itu. Rose dengan senang hati menerimanya karena Rose berfikir jika Dave sudah luluh dan ingin membuka hati untuknya.
Hingga akhirnya Rose melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri, bagaimana Dave menyakitinya begitu dalam.
Rose merasa harga dirinya sudah tidak ada artinya dihadapan Dave, dengan arogant dan tanpa rasa malu. Dave melakukan perbuatan yang benar-benar menampar Rose sebagai seorang wanita.
Gabriel menghela nafasnya pelan, awalnya Rose tidak bisa datang ke acara Putri karena masih berada di luar negri. Ternyata waktu keberangkatan Rose bisa lebih awal, meskipun datang terlambat Rose tetap bersyukur dapat menjadi bagian di hari bahagia sahabatnya.
Rose yang awalnya ingin melepas rindu kepada Putri harus dia pupuskan karena kedatangan Dave, hati Rose semakin di remas karena mendengar suara wanita yang sama waktu itu. Rose tidak sudi melihat wajah keduanya.
Bagi Rose, mereka adalah sepasang manusia yang menjijikkan yang pernah dia temui semasa hidupnya. Rose segera pamit untuk menghindari keduanya dengan memakai nama Gabriel untuk beralasan.
"Si*al bagaimana bisa aku ditelantarkan begitu saja oleh Dave! Pasti karena wanita itu." Umpan Elsa yang berjalan keluar dari dalam gedung pesta.
...πΎπΎ...
PROMO JANGAN PADA EMOSI BACA, NOVEL PERTAMA MOMY π
BAGAIKAN PINANG DIBELAH DUA DENGAN YOONA SNSD GAK SIH ππ ASLI ORANG JEPANG LOH PADAHAL GAK ADA CAMPURAN KOREA
__ADS_1