
Happy Reading 🌹🌹
Mobil mewah silih berganti datang dengan waktu yang cukup dekat, terlihat mereka saling bercengkrama ataupun sekedar menyapa saja.
Banyak pasangan suami istri dan pasangan kekasih datang dengan mengenakan gaun terbaik mereka.
Di salah satu ruangan dalam gedung hotel, terlihat banyak lampu kristal yang menghiasi ruangan tersebut dengan indah.
Lampu-lampu menyala begi terangnya hingga pantulan cahanya dapat menembus gelas-gelas kaca yang disusun apik dimeja para tamu undangan.
Setiap sudut ruangan terlihat banyak bunga segar yang diletakkan untuk menambah kesan segar di sana.
Meja panjang berderet seakan tidak membandingkan tamu satu dengan tamu yang lainnya, serbet makan dibentuk burung yag diletakkan diatas piring dengan kanan dan kirinya terdapat alat makan.
Dekorasi yang sangat indah diacara yang sakral ini. Ya hari ini adalah hari pertunangan Minzy dan Daniel.
Terlihat di salah satu kamar hotel, Minzy tengah didandani oleh MUA profesional pilihannya.
Tangan dan jemari tersebut menari dengan lincah dan menggoreskan warna demi warna diatas kulit wajah Minzy.
"Selesai, Nona." Ucap sang MUA.
Minzy membuka kedua matanya, melihat bayangan dirinya melalui pantulan kaca.
Seulas senyum lembutnya terpatri diwajah cantiknya, "Terima kasih." Ucap Minzy dengan memandang sang MUA melalui pantulan kaca.
"Sama-sama Nona, mari keruang ganti Nona." Ucap sang MUA.
Minzy beranjak dari duduknya dan berjalan mengikuti dang MUA dengan di iringi beberapa asisten MUA tersebut.
Minzy selama melakukan make up hanya mengenakan wardrop berbahan satin agar mempermudah ketika akan mengenakan gaun pertunangannya.
Minzy melepas wardropnya dengan dibantu seorang asisten, terlihat tubuh Minzy yang ramping dan kulit seputih porselen hanya dibalut dengan pakaian dalamnya.
Sang MUA dengan di bantu rekan kerjanya memegang gaun agar Minzy melangkah masuk didalam gaun tersebut.
Minzy mengenakan gaunnya melalui bawah dan akan ditarik keatas hingga menutupi tubuhnya hingga bagian dada.
Minzy hanya diam sedangkan yang bekerja adalah MUA dan seorang asisten dari butik dimana Minzy dan Gabriel membeli gaun tersebut.
Terlihat gaun putih membalut tubuh rampingnya dengan indah dan sexy, gaun tanpa lengan dan bagian dada yang cukup rendah.
Terdapat belahan panjang hingga memperlihatkan paha mulus Minzy dan tidak lupa ekor gaun yang menjuntai panjang.
__ADS_1
"Wah, sangat cantik dan indah Nona." Ucap asisten butik.
"Benarkah?" Tanya Minzy tersipu malu.
"Benar Nona, semua tamu undangan akan terpesona dengan Anda." Ucap sang MUA menimpali.
Semakin malulah Minzy dibuatnya, apakah Daniel akan menyukain pilihan gaunnya mengingat jika dirinya pergi bersama Gabriel yang mengatakan semua gaun dikenakannya bagus.
Minzy berjalan menuju salah satu sofa dikamar hotelnya dengan beberapa asisten membawa gaun bagian ekor dan seorang lagi menuntun Minzy berjalan agar tidak tersandung gaunnya sendiri.
Minzy menghirup udara dalam sampai detik iki belum ada kabar dari Daniel, apakah dirinya akan bertunangan dengan Daniel atau Gabriel.
Hal tersebut membuat perasaan Minzy menjadi kalut, seakan Minzy menjadi orang paing jahat didunia karena merebut Gabriel dari Rose terlebih pria tersebut tidak mengetahui jika Rose sudah putus tunangan dengan Dave. Semakin rasa bersalah menggerogoti hati Minzy.
Hingga suara ketukan pintu membuayarkan lamunan Minzy, segera orang yang berada didalam kamar Minzy membukakan pintu.
Terlihat Nyonya Kim datang kekamar sang anak, seulas senyum Minzy tunjukkan kepada sang Ibu.
"Kamu cantik sekali sayang." Ucap Nyonya Kim yang menghampiri Minzy.
"Terima kasih, Mah." Jawab Minzy tersenyum.
Nyonya Kim terlihat tersenyum lebar dengan melihat penampilan Minzy yang berada didepannya dengan mata yang berbinar.
Senyum Minzy perlahan pudar berganti raut wajah yang muram, Nyonya Kim yang menyadari perubahaan suasana hati Minzy meminta seluruh orang yang ada diruangan tersebut keluar hingga menyisakan Nyonya Kim dan Minzy saja.
"Bisa minta tolong, untuk semuanya keluar dulu memberikan ruang untuk aku dan Minzy." Ucao Nyonya Kim halus.
"Baik Nyonya." Jawab sang MUA.
Seluruh wanita yang berada diruangan Minzy bergerak keluar dari kamar.
Setelah memastikan tidak orang orang lain selain mereka berdua, segera Nyonya Kim beranjak dari duduknya berjalan menuju pintu.
Cklek
Terdengar suara pintu terkunci dari dalam, Nyonya Kim tidak ingin ada orang yang tiba-tiba masuk.
Segera Nyonya Kim berjalan dengan tergesa ke arah sofa dan kembali duduk didepan Minzy.
"Ada apa sayang, kenapa wajahmu murung?" Tanya Nyinya Kim pelan.
Air mata Minzy luruh begitu saja hingga membasahi gaun miliknya.
__ADS_1
Nyinya Kim yang melihatnya merasa bingung dan panik sebenarnya ada apa kepada Minzy.
"Apa kamu tidak ingin melakukan pertunangan ini Minzy? Jika begitu dapat Mama batalkan saat ini juga." Ucao Nyonya Kim.
Minzy menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, "Daniel." Ucap Minzy lirih.
"Daniel? Daniel sudah berada diruangan bersama Ayahmu dan yang lainnya menyambut tamu." Kata Nyonya Kim.
Minzy menggeleng dan semakin terisak bahkan kedua bahunya terguncang seiring tangisannya.
"Bukan, itu bukan Daniel Mah."Ucap Minzy.
Nyonya Kim menaikkan sebelah alisnya karena bingung dengan perkataan Minzy.
" Apa maksud kamu Minzy, jelas-jelas yang diruangan itu Daniel. Mama melihat sendiri dia mengenakan jas dengan warna senada denganmu." Jawab Nyonya Kim kepada Minzy.
Minzy menggeleng, "Itu bukan Daniel Mah, Daniel belum kembali ke Korea." Tangis Minzy semakin kenncang.
"Minzy bicaralah yang jelas, jangan seperti ini. Jika memang Minzy tidak ingin melanjutkan acara pertunangan ini tidak apa-apa. Mama tidak marah, tapi jangan berbicara hal yang tidak masuk akal." Jawab Nyonya Kim dengan nada marah yang kemudian berubah lembut kepada Minzy.
Minzy tergugu dengan menundukkan kepalanya dalam, Nyonya Kim membawa Minzy kedalam pelukannya menepuk punggung Minzy untuk memberikan ketenangan.
"Sayang dengarkan Mama, jika Minzy hanya terpaksa jangan dilakukan. Mama tidak ingin Minzy akan terbelunggu pada ikatan yang salah. Mama ingin Minzy menjalani kehidupan yang bahagia sampai akhir hayat." Ucap Nyonya Kim pelan ditelinga Minzy.
Air mata Minzy semakin luruh, dirinya tidak terpaksa bertunangan dengan Daniel. Namun sampai saat ini Daniel tak kunjung ada kabarnya bahkan dalam hitungan jam acara pertunangan akan dimulai.
"Itu bukan Daniel Mah, tapi Kak Gabriel." Kahirnya Minzy mengatakan meski hanya suara lirih.
"Apa?" Tanya Nyonya Kim memastikan pendengarannya tidak salah.
"Itu Kak Gabriel." Cicit Minzy pelan.
"Gabriel? Siapa Minzy, apa kamu memiliki pria lain yang kamu cintai?" Tanya Nyonya Kim yang bingung dengan ucapan Minzy.
Minzy mengangkat kepalanya, melihat wanita yang sudah melahirkannya didunia ini dengan tatapan sendunya.
"Tante Kristal memiliki anak kembar, yang berada diruangan dan mengenakan jas berwarna sama dengan Minzy adalah Gabriel saudara kembar Daniel." Jawab Minzy pelan agar Mamanya tidak kaget.
Nyonya Kim terpaku kedua matanya bergerak cepat melihat wajah Minzy yang berada didepannya dengan serius.
... 🐾🐾...
__ADS_1