
Happy Reading 🌹🌹
Terlihat Kristal tengah duduk di kamar pribadi Rose membantu mengepak pakaiannya.
"Apa kamu akan kembali lagi ke Korea, Rose?" Tanya Kristal yang tengah melipat baju.
"Belum tahu Tan, bisa jadi iya... bisa juga tidak." Jawab Rose pelan.
Gerakan tangan Kristal berhenti, terlihat Kristal tengah berfikir apakah harus mengutarakan keinginannya.
"Rose." Ucap Kristal pelan.
"Ada apa, Tan?" Tanya Rose.
"Apa boleh, Tante ikut denganmu." Tanya Kristal. pelan.
Rose mengedipkan matanya cepat, "Apa Tante benar-benar tidak memiliki keluarga disini?" Tanya Rose.
Kristal menggigit bibir bawahnya sedangkan tangannya memainkan kain pakaian Rose.
"Ada." Cicit Kristal pelan.
Rose menggeser duduknya hingga jaraknya sangat dekat dengan Kristal.
"Siapa, dimana tempat tinggalnya? Akan Rose antar Tante sampai di kediaman Tante." Tanya Rose dengan segala pertanyaannya.
"Tante tidak memiliki rumah, dulu Tante hanya kost di kamar studio sebelum bekerja di kediaman mantan suami Tante." Jelas Kristal dengan suara lirih.
"Ma.. mantan suami? Jadi...." Ucap Rose sedikit kaget hingga tidak meneruskan ucapannya.
"Iya, mantan suami Tante adalah anak majikan Tante." Timpal Kristal cepat.
Rose menutup mulut dengan kedua telapak tangannya, tubuhnya sedikit mundur dengan mata yang melebar.
"Wahh... daebak! Seperti di drama Korea. Seorang pembantu bersuami seorang CEO." Ucap Rose pelan.
Kristal hanya dapat tersenyum kecut mendengar ucapan Rose.
"Tante sudah memiliki anak?" Tanya Rose yang sangat tertarik dengan kehidupan Kristal.
"Sudah." Jawab Kristal dengan tersenyum lembut.
"Perempuan atau laki-laki?" Tanya Rose semakin semangat.
"Laki-laki, mereka sangat tampan." Jawab Kristal yang semakin terlihat bahagia dan sedih secara bersamaan.
"Oh my! Apakah boleh Rose bertemu dengan anak Tante, bagaimana jika kita menemuinya sekarang?" Ucap Rose yang sejenak melupakan bayangan Dave dari pikirannya.
Kristal hanya diam, bagaimana cara menghubungi Daniel. Kristal tidak membawa barang apapun dari kediaman Kristoff.
"Kenapa Tan?" Tanya Rose yang melihat raut wajah Kristal berubah.
"Bagaimana cara menghubungi mereka, Tante keluar dari kediaman mantan suami tidak membawa apapun. Jangankan ponsel, pakaian saja hanya yang melekat ditubuh Tante." Jawab Kristal pelan.
Rose terlihat menghela nafas dan merebahkan tubuhnya di lantai.
Terlihat keduanya termenung memikirkan cara menemui Daniel, Rose yang penasaran dengan wajah Daniel. Kristal yang bingung bagaimana menjelaskan kepergiannya kepada Daniel.
Rose terbangun dengan cepat, "Rose tahu!" Seru Rose dengan semangat.
"Bagaiamana?" Tanya Kristal.
Rose membisikkan sesuatu di telinga Kristal, sedangkan Kristal menganggukkan kepalanya seolah setuju ide Rose.
__ADS_1
"Apa kamu yakin?" Tanya Kristal sedikit awas.
"Sangat yakin." Jawab Rose dengan tersenyum lebar.
"Baiklah, kapan Rose? Sedangkan kamu sebentar lagi akan kembali ke Indonesia." Ucap Kristal dengan wajah bingung.
"Bisa Rose tunda." Jawab Rose tanpa beban.
"Baiklah, Tante hanya menurut saja." Ucap Kristal pasrah.
...🐾🐾...
Satu hari yang lalu.
Rose melenguh karena tubuhnya terasa sakit karena tidur di sofa yang cukup sempit.
"Jam berapa ini?" Ucap Rose dengan suara khas bangun tidur.
Rose mengerjabkan kedua matanya dengan menggerak-gerakkan kepalanya.
"Kenapa empuknya bukan seperti bantal, emm... eh." Rose kaget karena memegang lutut.
Dengan segera Rose bangun, terlihat wanita yang sudah berumur tertidur dengan posisi yang menyenderkan punggung dan kepalanya di punggung sofa.
Segera Rose bangun dan berjalan pelan menuju kamarnya, dengan cepat Rose mengambil bantal dan juga selimut yang ada di kamarnya.
Rose kembali berjalan pelan menuju sofa dimana Kristal tertidur.
Rose meletakkan bantal dan memindah kepala Kristal pelan hingga tidak membangunkannya, segera membentangkan selimut setelah mengangkat kaki Kristal hingga naik seluruhnya di atas sofa.
"Aku harus pergi ke supermarket." Ucap Rose pelan.
Rose kembali masuk kedalam kamar dan mencuci mukanya di kamar mandi.
Segera Rose keluar apartemen dan memberhentikan sebuah taxi untuk mengantarkannya ke supermarket yang lengkap di sana.
Tidak membutuhkan waktu lama, taxi yang ditumpangi Rose telah sampai di salah satu supermarket terbesar di Korea.
Rose segera memberikan uang sesuai harga yang tertera di cargo, segera Rose keluar dan melangkahkan kakinya menuju supermarket.
Dengan langkah kecilnya, Rose berjalan menuju deretan troli belanja yang besar.
Terlihat Rose mendorong troli yang tingginya hampir setengah badan Rose menuju area bahan makanan.
Rose memilih sayur mayur dan juga beberapa bumbu yang Rose butuhkan untuk memasak, kemudian Rose kembali mendorong trolinya menuju area ikan dan daging.
Rose memesan ayah bagian paha atas dan juga beberapa udang besar.
"Sepertinya makan malam dengan spagetti udang akan sangat enak." Ucap Rose dengan riang.
Rose kembali mendorong trolinya setelah mendapatkan ayam dan udang, kini Rose berada di bagian makanan cepat saji.
Tangan kecil dan kurus tersebut dengan cepat mengambil barang-barang yang di perlukan, tidak lupa langkah kaki yang gesit membuat Rose cepat menyelesaikan misi belanjanya hari ini.
Hanya tiga jam saja, seorang Rose selesai berbelanja. Tiga jam merupakan waktu yang sangat singkat bagi kaum hawa menjelajah supermarket.
"Fyuh, tidak buruk juga. Tiga jam, aku adalah pemecah rekor." Ucap Rose dengan terkekeh pelan.
Kini Rose mendorong trolinya dengan bersusah payah menuju kasir, karena isi dalam troli sangat penuh dengan barang.
Cukup lama Rose menunggu agar kasir selesai menscan barang belanjaannya.
Terlihat Rose terperangah dengan hasil berburunya hari ini.
__ADS_1
"Wah, bagaimana sekarang yang akan membawa mereka semua." Ucap Rose pelan.
Rose segera mengambil HP didalam tasnya, terlihat raut wajah Rose yang kesal.
"Astaga, aku lupa jika hpnya rusak." Runtuk Rose.
"Ada yang bisa Saya bantu Nona?" Tanya seseorang membuyarkan Rose yang sedang menggerutu.
"Eh, Kakek lagi?" Jawab Rose yang cukup kaget bertemu Kakek Kristoff.
"Anda ingin kemana, Nona?" Tanya Kakek Kristoff.
"Mau menghubungi pegawaiku, tapi ponselku mati. Belanjaanku sangat banyak." Jawab Rose sembari menggoyangkan ponsel miliknya dan menunjuk ke kantong belanjaan.
"Dimana mobilmu? Biarkan pengawalku yang mengangkatnya." Tanya Kakek Kristoff.
Rose hanya menampilkan deretan gigi putihnya, "Aku kesini naik taxi Kek." Jawab Rose di akhiri dengan kekehan.
Kakek Kristoff terlihat menghembuskan nafasnya panjang, "Cepat angkut belanjaan Nona ini dan antarkan dia segera." Ucap Kakek Kristoff kepada salah satu pengawalnya.
"Baik, Tuan." Jawab pengawal yang segera mengangkat kantung-kantung kresek tersebut.
"Wah, terima kasih Kakek dan Kak Gabriel KW super." Ucap Rose dengan terkikik geli.
Kakek Kristoff dan Daniel menatap heran ke arah Rose, Gabriel siapa? Apakah dia artis?
"Kami permisi, Nona." Ucap Kakek Kristoff yang segera pergi bersama Daniel.
Sedangkan Rose segera berjalan mengikuti langkah pengawal Kakek Kristoff yang akan mengantarkannya ke apartemen.
Dalam perjalanan, Rose meminta menghentikan kendaraan ke sebuah toko ponsel untuk membeli ponsel baru.
Tidak membutuhkan waktu lama, kini nomor Rose sudah di transfer di ponsel baru miliknya.
Terlihat banyak pesan dan panggilan yang masuk, dari Ayah Nugroho hingga Dave.
Baru saja Rose akan menelfon Ayah Nugroho sudah mendapatkan panggilan masuk dari pria kanebo.
"Ha...."
"Kamu kemana saja." Ucap Briel dingin.
"Ke supermarket." Jawab Rose polos.
"Apa ke supermarket memerlukan waktu hampir setengah hari penuh." Ucap Briel yang masih dingin.
"Tidak, aku hanya membutuhkan waktu tiga jam. Ada apa Kakak menelfonku?" Tanya Rose yang tidak ingin basa basi.
"Pulanglah." Ucap Briel.
"Ada apa, Kak?" Tanya Rose lagi.
"Putri akan menikah, menggelar resepsi." Jawab Briel.
"Wah, benarkah? Kapan Kak." Tanya Rose dengan suara bahagia.
"Lusa." Jawab Briel yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
Rose tercengang di dalam mobil, "Oh my! Bolehkah aku menukar tambahkan pria kaku ini dengan sebuah tahu yang lunak, empuk dan enak dimakan." Gerutu Rose yang kesal.
...🐾🐾...
__ADS_1