Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Bertemu Putri


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Rose hanya diam dan menatap dalam mobil yang ditumpangi Gabriel melaju dengan cepat.


Rose hanya menghela nafasnya dalam, ingin rasanya Rose mengejar mobil Gabriel namun Rose sadar jika saat ini tengah bersama Dimas sekertaris Dave yang berstatus kekasihnya.


Rose membuka tas dan mengeluarkan ponselnya.


πŸ“€ "Kak, bisakah kita bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan."


Rose menunggu balasan pesan dari Gabriel, Roae teringat permintaan Kristal dimana menginginkan menjadi ART untuk Gabriel.


Pesan Rose belum dibalas meskipun status. pesan sudah dibaca, bahkan Gabriel terlihat tengah online.


"Nona, kita sudah sampai." Ucap Dimas.


"Terima kasih, apakah kamu ingin mampir?" Tanya Rose pelan.


"Tidak, Nona. Terima kasih tawarannya." Tolak Dimas sopan.


Rose membuka pintu mobil dan segera menutupnya.


Mobil Dimas berjalan meninggalkan Rose yang masih berdiri didepan gerbang.


"Non, gak masuk?" Tanya Mang Asep yang melihat Rose hanya berdiri saja.


"Mang, cepat keluarkan mobil. Ayo antar Rose." Ucap Rose yang sudah berlari menuju mobil.


Mang Asep yang melihat Rose berlari menjadi panik, bahkan memakai sandal jepit dengan posisi terbalik.


"Cepat Mang!!" Seru Rose yang menyembulkan kepalanya di jendela mobil.


"Bentar, Non. Ambil kunci dulu." Seru Mang Asep tak kalah keras dari Rose.


Rose kembali memeriksa ponselnya, berharap Gabriel membalas pesan singkat darinya.


Belum ada balasan.


πŸ“€ "Kakak, dimana?"


Rose kembali mengirikan pesan singkat kepada Gabriel.


Kali ini Gabriel sedang offline.


"Neng, kita mau kemana?" Tanya Mang Asep yang baru saja masuk kedalam mobil.


"Keperusahaan Gandratama, Mang." Ucap Rose.


Segera Mang Asep menjalankan mobil majikannya menuju keperusahaan Gandratama.


Selama perjalanan Rose mencoba menghubungi nomor Gabriel, tetapi tidak diangkat.


Rose terlihat cemas terlihat dirinya mengetuk-ngetukkan jarinya dilayar ponselnya, entah apa yang dicemaskan oleh Rose.


Mobil telah berhenti tepat di perusahaan Gandratama, dengan cepat Rose keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk kedalam perusahaan.


"Ada yang bisa Saya bantu, Nona?" Tanya resepsionis sopan ketika Rose telah sampai didepan meja kerjanya.


"Saya ingin bertemu dengan Kak Gabriel." Jawab Rose cepat.


"Apakah Nona sudah memiliki janji dengan beliau?" Tanya sang resepsionis lagi.


Rose menggelengkan kepalanya pelan, "Tapi... bisakah hubungi Kak Gabriel dulu, bilang saja jika Rose menunggunya diloby." Ucap Rose dengan memohon.


"Mohon maaf Nona, jika belum memiliki janji tidak bisa bertemu. Lebih baik silahkan membuat janji terlebih dahulu." Ucap sang resepsionis.

__ADS_1


"Aku mohon mbak, tolong telfonan Kak Gabriel." Rose masih berusaha untuk bertemu dengan Gabriel.


Seorang wanita baru saja berjalan masuk kedalam perusahaan Gandratama, dia adalah Putri.


"Bukankah itu Rose dan Mbak Neni?" Gumam Putri.


Terlihat kedua wanita tengah berbicara serius, bahkan Rose sampai menangkupkan kedua tangannya di depan wajahnya kepada Neni


(Ada yang ingat Neni? Teman OB, Putri dulu. Bisa baca di PERNIKAHAN KONTRAK SANG CEO)


"Mbak Neni... Rose." Sapa Putri kepada keduanya.


Kedua wanita beda usia tersebut menghentikan pembicaraan mereka dan menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat wanita dengan perut buncitnya tengah berjalan menuju ke arah mereka.


"Putri." Ucap keduanya bersamaan.


Putri kini telah sampai dimeja resepsionis dengan nafas ngos-ngosan.


"Hah, capek banget jalan sampai sini." Ucap Putri pelan.


Neni segera mengeluarkan satu botol air minum dan disodoroan ke arah Putri.


"Minum dulu, Put." Ucap Neni.


"Makasih mbak." Jawab Putri dan mengambil air minut itu.


"Oh, ya. Ada perlu apa Rose datang kemari?" Tanya Putri kepada Rose setelah selesai minum.


"Emm... aku mencari Kak Gabriel." Cicit Rose pelan.


"Yasudah, ayo." Ucap Putri kepada Rose.


"Mbak, ini teman Putri namanya Rose. Jika dia datang kemari lagi biarkan saja masuk ya Mbak." Ucap Putri kepada Neni sebelum pergi.


"Terima kasih Mbak." Ucap Rose kepada Neni.


"Sama-sama, maaf menahanmu lama disini." Ucap Neni kepada Rose.


Rose mengangguk, segera Putri dan Rose berjalan menuju lift yang biasanya digunakan oleh Sky sebagai CEO perusahaan tersebut.


"Kamu tidak bertanya, kenapa aku mencari Kak Gabriel?" Tanya Rose kepada Putri.


"Tidak, untuk apa Rose." Jawab Putri cepat.


Rose mencebikkan bibirnya kesal dan sudah bersedekap dada.


"Sahabat tidak berperasaan, seharusnya kamu menanyaiku kenapa begitu." Ucap Rose sedikit kesal.


Putri terkekeh, "Apa kamu lupa, aku istri seorang Sky." Jawab Putri dengan terkekeh.


"Cih, sombong sekali." Gerutu Rose kesal.


Putri tertawa mendengar sahabatnya menggerutu.


"Kamu berpacaran dengan Kak Gabriel atau Kak Dave?" Tanya Putri penasaran.


Rose menoleh kearah Putri dengan posisi masih bersedekap dada dan punggungnya bersandar di dinding lift.


Bibir Rose merasa kelu untuk menjawab, bukankah seharusnya sangat mudah tinggal menjawab kekasihnya adalah Dave.


Tapi kenapa hal semudah itu menjadi sesuatu yang sulit untuk Rose ucapkan.


Ting

__ADS_1


Bunyi lift tersengar membuat Rose segera keluar dan disusul oleh Putri di belakangnya.


"Kamu mau kemana, Put?" Tanya Rose yang melihat Putri berjalan melewatinya.


"Ruangan suamiku." Jawab Putri santai.


Rose cemberut, "Antar aku dulu keruangan Kak Gabriel." Ucap Rose.


Putri menunjuk pintu yang ada tepat didepan Rose.


"Itu ruangan Kak Gabriel." Ucap Putri menyebalkan.


"Temani aku dulu, Put." Ucap Rose yang menempel seperti anak itik kepada Putri.


"Tidak mau! Aku ingin bertemu dengan suamiku, kamu tinggal ketuk saja pintunya Rose." Jawab Putri kesal.


"Tapi, aku takut." Jawab Rose lirih.


Putri. memutar bolanya malas, "Bukan.kamu yang takut, seharusnya Kak Gabriel takut bertemu dengan gadis sepertimu." Kelakar Putri yang kemudian meninggalkan Rose sendiri.


Rose mendengus kesal, terlihat Putri sudah hilang dibalik pintu ruangan Sky.


Rose menghela nafasnya pelan dan berjalan mendekat kearah ruangan Gabriel


Tok


Tok


Tok


Tidak ada suara dari dalam.


Cklek


Sudah berdiri seorang pria dengan kemeja putih yang lengannya sudah digulung sampai siku, bahkan terlihat satu kancing kemeja dibuka. Dasinya sudah tidak rapi lagi.


Dia adalah Gabriel, dengan wajah datar dan dinginnya Briel menatap gadis yang ada didepannya.


"Ada apa?" Tanya Briel dengan datar dan terkesan dingin.


Rose meremat taplli tas selempang miliknya, entah kenapa suara Gabriel yang sebenarnya sudah terbiasa ditelinga Rose menjadi sesuatu yang berbeda kali ini.


"Bo... bolehkah, Rose masuk?" Tanya Rose dengan gugup.


Gabriel mengangguk dan menyingkirkan tubuhnya sehingga Rose dapat masuk kedalam ruangannya.


"Terima kasih." Jawab Rose pelan.


Rose berjalan masuk dan Briel menutup pintunya ketika Rose sudah benar-benar masuk kedalam ruangannya.


"Apakah mereka berpacaran, Mas?" Tanya Putri kepada Sky.


Sky menggendikkan kedua bahunya saja.


"Apa Mas tau sesuatu?" Tanya Putri lagi.


Posisi mereka saat ini bagaikan mata-mata profesional, Putri dan Sky bersembunyi di balik pintu ruangan Sky.


"Mas, ayo kita grebek mereka saja." Ucap Putri yang sudah siap keluar dari persembunyiannya.


"Sudah, cukup. Ayo cepat masuk sayang, biarkan mereka berdua jangan ikut campur." Tolak Sky tegas kepada istrinya.


...🐾🐾...


__ADS_1


Dimas sekertaris Dave


__ADS_2