
...HALO READERS...
...MENGINGATKAN ISI CERITA ADA YANG AUTOR GANTI, KURANGI, DAN TAMBAHKAN YA....
Happy Reading πΉπΉ
Rose mengeluarkan ketakutannya kepada Putri, hingga membuat hati Rose selalu resah.
"Apa kamu ingin menjadi wanita itu agar Kak Dave melihatmu Rose?" Tanya Putri serius.
Rose mengangguk, "Kak Dave memberikan waktu tiga bulan. Aku harus merubah penampilanku seperi type wanita yang dia inginkan." Jawab Rose dengan suara lirih.
Putri melebarkan kelopak matanya, dia kaget mendengar penuturan Rose yang baru saja terlontar dari bibir tipisnya itu.
"Kamu ingin menjadi orang lain demi mengejar cintamu? Rose, apa kamu tahu. Jika Kak Dave benar-benar memiliki perasaan cinta atau sayang kepadamu. Dia tidak akan pernah memintamu untuk menjadi orang lain, dia akan senantiasa melengkapi kekuranganmu Rose. Kita ini wanita, kita memiliki harga diri yang tidak ternilai harganya. Jika kamu meneruskan hubunganmu dengan Kak Dave dan menuruti apa keinginannya, hanya akan membuat rasa cintamu berubah menjadi sebuah obsesi belaka." Ucap Putri panjang lebar kepada sahabat satu-satunya yang dia miliki.
Terlihat kedua bola mata Rose berkaca-laca, dia mengigit bibirnya agar tidak menumpahkan air mata.
Putri segera memeluk sahabatnya tersebut, Rose yang rapuh akhirnya menangis dalam pelukan sahabatnya.
Rose tergugu dalam pelukan Putri, terlihat tubuhnya yang bergetar hebat.
"Rose, perjuangkan cintamu selama tiga bulan kedepan dengan Kak Dave. Tetapi jangan pernah menjadi orang lain, jadilah dirimu sendiri. Rose yang ceria dan apa adanya. Jika memang Kak Dave mencintaimu pasti akan menerima kekuranganmu dan melengkapi dengan kelebihannya." Ucap Putri yang mengelus punggung Rose pelan.
Rose mengangguk dengan masih menangis, Rose akan mendengarkan Putri. Nyatanya Sky dapat menerima sahabatnya Putri apa adanya, bahkan hubungan mereka semakin harmonis dan romantis.
...πΎπΎ...
Pagi hari
Rose enggan beranjak dari peraduannya, setelah melewati sesi curhat dengan sahabatnya Putri. Membuat Rose berfikir kembali apakah keputusannya sudah benar.
Di sisi lain, Rose sangat mencintai Dave. Tetapi Rose juga tidak berani merubah penampilannya seperti wanita yang Dave inginkan.
Terlihat waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, Rose menatap HP miliknya sebentar sebelum mengirimkan sebuah pesan kepada Dave.
π© Selamat pagi Kak, semangat bekerja.
π© Apakah Kak Dave memiliki waktu luang, ayo kita pergi menonton untuk merayakan hari jadi pertama kita.
Rose mengirimkan pesan singkat secara beruntung kepada Dave.
Sedangkan pria yang menerima pesan itu hanya berwajah datar, sembari membalas pesan.
π© Baiklah, kita bertemu di bioskop.
Rose yang mendapatkan balasan langsung terbangun dari tidurnya, terlihat senyum bahagia di wajah indahnya.
"Semangat Rose, kamu pasti bisa menaklukkan Kak Dave tanpa menjadi wanita ja*lang." Ucap Rose dalam hati dengan mantap.
Rose segera berjalan menuju kamar mandi, dia akan pergi ke salon dan spa agar kencan pertamanya terlihat cantik seperti remaja pada umumnya.
__ADS_1
Dave terlihat larut dalam pekerjaannya, ya Dave selalu sibuk bekerja dan menuntaskan hasratnya di kala dia menginginkannya.
Terdengar ketukan pintu kantor Dave, terlihat sangat sekertaris masuk membawa beberapa dokumen.
"Maaf Tuan, kita ada meeting di luar setelah jam makan siang." Ucap sekertaris memberi tahu.
Dave mengangguk "Siapkan semuanya." Ucapnya tegas.
Sekertaris tersebut segera mengundurkan diri, dia tidak menggoda Dave karena sedang datang bulan π
Nampak Dave dan sekertaris berada di ruang VVIP sebuah restoran bersama kliennya, hampir tiga jam lamanya mereka membahas tentang proyek pekerjaan.
Tidak terasa langit berubah menjadi warna orange, yang menandakan hari telah sore.
"Kemana kita setelah ini Tuan?" Tanya sekertaris dengan membereskan berkas.
"Apa kita ke hotel saja?" Tanya Dave dengan wajah datarnya.
"Maaf Tuan, saya sedang datang bulan." Jawab sekertaris cepat.
Dave mendengus kasar, "Aku langsung pulang saja, kau pulanglah naik taxi." Ucap Dave yang segera berlalu dari ruangan VVIP tersebut.
Di sebuah kamar bernuansa putih, terlihat gadis yang baru saja keluar dari ruang ganti.
Dengan langkah riangnya Rose terlihat tengah tersenyum di depan kaca dengan memoles liptint berwarna merah muda di bibir indahnya.
"Perfect." Ucap Rose dengan wajah berseri-seri.
Selama perjalanan Rose terus mengembangkan senyumnya, dia melihat pemandangan dari luar jendela.
Sesekali Rose mengecek HP miliknya, tidak ada pesan dari Dave. Mungkin pria itu masih sibuk dengan pekerjaannya toh waktu putar filmnya juga masih pukul 6 malam.
Rose segera membayar dan keluar dari taxi untuk masuk ke dalam mall, dia melangkahkan kakinya menuju area bioskop.
Banyak pasangan yang dia lihat tengah mengantri untuk membeli tiket maupun popcorn.
"Ah, ya ampun senangnya. Aku tidak jomblo lagi." Ucap Rose pelan dengan terkikik geli.
Terlihat Rose duduk, kemudian berdiri, duduk lagi. Rose mencoba menghubungi Dave tetapi tidak di angkat.
"Apa pekerjaannya sangat banyak, ah mungkin dia sebentar lagi akan sampai." Rose mencoba menenangkan hati dan pikirannya.
Sedangkan Dave, pria itu tengah berada di sebuah club malam bersama teman-temannya dan beberapa wanita.
Ya, Dave melupakan janjinya dengan Rose. Hp miliknya posisi ter silent sehingga panggilan Rose tidak dia ketahui.
"Tuan, hp mu sejak tadi menyala apa Tuan tidak ingin mengangkatnya?" Tanya salah satu wanita penghibur.
"Biarkan saja." Dave menjawab tanpa melihat siapa yang menelfon.
Karena pemilik hp tidak memperdulikan panggilan itu, tentu saja yang lain juga hanya mengacuhkannya.
__ADS_1
Waktu terus berjalan, terlewat setiap detik, menit, dan jam.
Hingga Bioskop itu sepi dan mall akan ditutup, Rose berjalan dengan menundukkan kepala, beberapa kali dia menghirup udara dalam untuk menetralkan perasaan kecewanya.
Hingga Rose menabrak seseorang, pria yang dia kenal meskipun tidak dekat. Tangis Rose pecah dia berhambur memeluk tubuh pria itu.
Sedangkan pria tersebut hanya mengangkat kedua tangannya dengan tubuh kaku, karena terlalu kaget dengan situasi yang dia terima saat ini.
"Maaf Tuan dan Nona, mall ini akan segera di tutup. Mohon di teruskan di luar mall." Ucap seorang petugas security kepada Gabriel dan Rose.
"Oh, ya." Jawab Gabriel keki.
Gabriel segera melepaskan pelukan Rose dan menggandengnya untuk keluar dari dalam mall.
Gabriel pergi ke mall karena Sky menelfon untuk membelikan buah delima dengan dalil Putri mengidam.
Karena waktu sudah malam, tidak ada toko buah yang buka sehingga membuat Gabriel membelinya di mall.
Karena mendengar pengumuman jika mall akan segera di tutup, dengan langkah tergesa Gabriel berjalan dan akhirnya menabrak seorang wanita, yaitu Rose sahabat dari istri Sky.
"Dimana mobilmu?" Tanya Gabriel setelah mereka sampai di basement parkiran mall.
Rose menggeleng lemah, Gabriel menghembuskan nafas panjang.
"Ayo aku antar pulang." Ucap Gabriel.
Rose berjalan dan membuka pintu mobil, "Apa kamu pikir aku sopirmu?" Tanya Briel dingin karena melihat Rose membuka pintu belakang.
Rose menggeleng dan menutup pintu belakang membuka pintu depan bersama Gabriel.
Selama dalam perjalanan keduanya hanya diam, Gabriel menyetir mobilnya menuju mansion Gandratama karena Putri sudah merengek untuk memakan buah delima.
"Kenapa kita kesini?" Tanya Rose dengan suara parau setelah sadar dimana dirinya berada.
"Aku mengantarkan pesanan Putri, apa kamu mau turun menemuinya?" Jawab Briel kepasa Rose.
"Ah, tidak. Jangan katakan jika kamu bersamaku." Ucap Rose pada Briel tanpa melihat ke arah Briel.
"Bagus, wajahmu juga sudah jelek. Takutnya wajah anak Putri terkontaminasi." Jawab Briel tajam.
Rose yang mendengarkan ucapan Briel, melotot dan mendelik kesal. Ingin sekali dia mengumpat tetapi takut di turunkan di tengah jalan.
"Sabar Rose tahan... jangan sampai kamu pulang jalan kaki." Ucap Rose dalam hatinya.
Rose hanya menatap punggung Gabriel yang mulai menjauh dari netranya, terlihat Briel berjalan menuju mansion.
...πΎπΎ...
...JANGAN LUPA IKUTI GIVE AWALNYA YA....
...INGAT PERSYARATANNYA...
__ADS_1
...BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL KALIAN JUGA π₯°...