
Happy Reading 🌹🌹
Minzy melangkah memasuki mansion keluarga Kim dengan langkah riang, terlihat senyum terus terpatri di bibirnya.
"Ayah dan Mama kemana?" Tanya Minzy.
"Baru saja pergi, Non." Jawab seorang maid.
Minzy langsung meneruskan langkahnya tanpa berkata apapun, terlihat Minzy tengah melihat situasi dan masuk kedalam ruang keamanan.
Minzy mengingat ucapan Daniel (Gabriel) yang menyuruhnya agar menjaga misinya ini, terlihat gadis itu mematikan beberapa CCTV yang berada didalam mansionya.
"Selesai." Ucap Minzy.
Minzy kembali keluar dengan cepat agar tidak ketahuan, segera dirinya berlari menuju ruang kerja Ayahnya untuk mencari dokumen milik Mamanya Daniel (Gabriel).
Terlihat dengan hati-hati, Minzy membuka lemari dan laci yang ada didalam ruang kerja sang Ayah. Namun tidak ada hasil, didalam tidak ada dokumen seperti yang dikatakan oleh Daniel (Gabriel).
"Kenapa susah sekali mencari dokumennya, apakah sangat penting." Gumam Minzy dengan meneliti dokumen satu per satu.
Hampir satu jam hingga suara mobil yang sangat Minzy kenal terdengar, dengan panik Minzy segera menyudahi pencariannya.
Langkah kakinya kembali masuk, dan merogoh ke dalam tas untuk mengambil sesuatu.
"Hampir saja lupa, huh. Candi Borobudur." Ucap Minzy dengan cepat meletakkan diatas meja kerja sang Ayah.
Minzy menyembulkan kepalanya terlebih dahulu, apakah orangtuanya sudah masuk atau belum. Segera Minzy berlari menuju kamar sebelum ketahuan.
"Minzy." Panggil sang Ayah.
Jantung Minzy terasa ingin copot dari tempatnya, dengan kaki tubuh Minzy berputar.
"A---yah sudah pulang?" Tanya Minzy gugup.
"Sudah, kami hanya pergi sebentar. Kamu darimana Minzy?" Tanya Kim.
"O, Em baru pulang dari perusahaan Kristoff." Jawab Minzy jujur.
"Mencari Daniel lagi?" Tanya Kim dengan wajah datar.
Minzy mengangguk cepat, terlihat Minzy tidak berani menatap sang Ayah karena terlalu gugup.
"Kalian berpacaran?" Tanya Kim lagi.
"Iya, Ayah." Jawab Minzy pelan.
__ADS_1
Kim menghembuskan nafasnya kasar, "Akhiri hubunganmu dengannya Minzy. Atau jangan berhubungan lebih dari kekasih." Ucap Kim yang langsung berjalan meninggalkan Minzy.
"Kenapa?" Tanya Minzy marah.
"Kalian tidak cocok." Jawab Kim.
"Kenapa tidak cocok? Daniel pewaris keluarga Kristoff, coba Ayah pikir darimana yang tidak cocok?" Tanya Minzy menggebu.
Kim memutar tubuhnya hingga saling berhadapan lagi dengan anak perempuannya.
"Minzy, pewaris yang sesungguhnya adalah Paman Stevan dan Daniel itu pria yang sakit-sakitan. Apa kamu ingin cepat menjadi janda jika sampai menikah dengan Daniel?" Tanya Kim tajam.
"Paman Stevan itu Ayah Daniel, tentu akan jatuh ke Daniel. Minzy tidak akan menjadi janda karena apapun akan Minzy lakukan untuk kesembuhan Daniel. Coba sekarang renungkan, Paman Stevan tidak mendapat dukungan dari Kakek Kristoff sedangkan Daniel sepenuhnya didukung oleh Kakek Kristoff. Minzy tahu jika dukungan untuk Paman Stevan masih belum cukup bukan? Lalu kenapa Ayah mendukung seseorang yang sudah dipastikan akan kalah dalam berperang." Jawab Minzy panjang lebar.
"Kamu tidak tahu apapun, Kim Minzy." Ucap Kim tegas.
"Makanya beritahu Minzy, bagaimanapun Minzy tidak mau memutuskan hubungan dengan Daniel. Daniel sudah melamar Minzy." Kata Minzy dengan menunjukkan cincin yang melingkar dijarinya.
Kim tercenung dan menatap tajam ke arah Minzy.
"Kembalikan, sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah merestui kalian." Jawab Kim dengan suara yang naik satu oktaf.
"Tidak! Minzy sudah mendapatkan Daniel, tidak akan pernah Minzy lepaskan. Jika Ayah tidak merestui kami tidak apa-apa. Minzy bukan anak Ayah lagi. Ingat itu." Ucap Minzy tidak kalah tajam kepada Kim.
Kim menatap punggung Minzy yang sudah berjalan jauh meninggalkan dirinya dilantai satu.
"Tanya saja dengan anak manjamu itu." Jawab Kim yang langsung berjalan meninggalkan istrinya.
Nyonya Kim langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar Minzy, dirinya sangat tahu jika Minzy dan suaminya selalu bersitegang dengan semua hal. Lalu, apa kali ini hingga membuat wajah sang suami sangat marah.
Tok
Tok
Tok
"Minzy."
Cklek
Nyonya Kim mendorong pelan pintu sang anak, terlihat Minzy yang baru saja duduk diatas kasurnya.
Nyonya Kim berjalan menghampiri Minzy setelah menutup pintu kamar.
"Ada apa sayang?" Tanya Nyonya Kim halus.
__ADS_1
"Mah, kenapa Ayah sangat membenci Daniel? Mama tahu sendirikan bagaimana perjuangan Minzy beberapa bulan ini untuk dapat bertemu dengan Daniel lagi." Ucap Minzy dengan wajah sedih.
"Minzy, terkadang beberapa hal seorang anak tidak perlu tahu. Mungkin Ayah memiliki alasannya sendiri." Jawab Nyonya Kim.
"Minzy sangat mencintai Daniel Mah, bahkan Daniel sudah memberi cincin Minzy." Kata Minzy dengan menunjukkan cincin pemberian Daniel (Gabriel).
Nyonya Kim kaget, terlihat Nyonya Kim meneliti cincin yang memiliki mata satu dengan teliti. Tidak mungkin jika seorang Daniel memberikan berlian murahan.
"Benarkah ini dari, Daniel?" Tanya Nyonya Kim memastikan.
Minzy mengangguk mantap, "Benar Mah, dia sendiri yang menyematkan cincin kejari Minzy." Jawab Minzy dengan mencium cincin tersebut.
Nyonya Kim menatap wajah Minzy yang sangat bahagia, tapi bagaimana dengan suaminya. Selama ini, Nyonya Kim sangat tahu jika sang suami tidak bisa diganggu gugat atas keputusannya.
"Mah, tolong Minzy. Minzy sangat mencintai Daniel." Ucap Minzy dengan memasang wajah memelas dan memohonnya.
"Bagaimana dengan Daniel? Apa dia mencintaimu." Tanya Nyonya Kim kepada Minzy.
"Tentu saja Mah, Mama lihat sendiri, dia memberikanku cincin sebagai tanda kita menjalin hubungan yang serius." Jawab Minzy dengan kepercayaan diri seratus persen.
"Baiklah, nanti coba Mama bicarakan dengan Ayah." Ucap Nyonya Kim mengalah.
"Benarkah? Terima kasih Mah." Minzy memeluk tubuh Nyonya Kim dengan perasaan bahagia.
"Oh iya Mah, Kira-kira Ayah menyimpan dokumen penting Minzy dimana ya?" Tanya Minzy.
"Untuk apa?" Tanya Nyonya Kim curiga.
"Minzy hanya bertanya saja, Mah. Bagaimanapun Minzy adalah pewaris satu-satunya dari keluarga Kim. Minzy jg ingin tahu dimana biasanya Ayah menyimpan dokumen atau barang berharga." Jawab Minzy santai.
Nyonya Kim ber-oh ria, yang awalnya curiga menjadi termakan ucapan Minzy.
"Ada diberangkas, sayang. Biasanya disimpan didalam kantor kerja Ayah." Ucap Nyonya Kim.
Minzy mengangguk dengan tersenyum, berarti Minzy harus lebih giat dalam mencari brangkas tersebut.
"Yes, sebentar lagi Minzy akan menemukan dokumen untuk Daniel. Setelah itu, Daniel diangkat jadi CEO dan bisa memiliki banyak waktu denganku. Bagaimana jika setelah ini, Daniel meminangku? Aku harus berkata iya atau jual mahal. Menjadi Nyonya Kristoff dan setiap hari dapat memeluk Daniel. Mempunyai anak, oh aku sangat bahagia." Pekik Minzy didalam hati.
Sedangkan di tempat lain, terlihat seorang gadis tengah berjalan melewati koridor Rumah Sakit dengan langkah pendeknya.
Kaki berbalut sepatu kets tersebut, dengan pelan berjalan. Hingga akhirnya telah sampai didepan ruang perawatan seseorang.
...🐾🐾...
...MOHON DUKUNGAN VOTENYA ...
__ADS_1