Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Anak Haram?


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Kenapa semua orang sibuk?" Gumam Stevan heran.


Eve yang berada di samping Stevan juga menatap heran pada para maid yang terlihat sangat sibuk dari biasanya sejak beberapa hari lalu.


"Kamu, kesini." Ucap Eve menunjuk salah satu maid.


"Ya Nyonya." Jawab maid sopan.


"Ini ada apa, kenapa sejak kemarin kalian sibuk? Apa akan ada acara di mansion?" Tanya Eve berentetan.


"Tidak, Nyonya. Tapi acara pertunangan Tuan Muda Daniel dan Nona Minzy akan segera digelar." Jawab maid jujur.


Eve dan Stevan melebarkan matanya karena kaget, kenapa secepat ini? Bukankah pertunangan mereka akan digelar setelah pengangkatan Eve menjadi CEO.


Dengan langkah lebarnya Stevan langsung melenggang pergi meninggalkan Eve sendirian, pencarian Stevan dihentikan karena tidak menemukan apapun tentang Eve kecuali kesalahan Eve yang menyembunyikan fakta jika Daniel adalah anak kandungnya.


Eve hanya bergeming ditempatnya mendadak pikirannya linglung, karena membuat rencananya menjadi kacau.


"Brengsek! Kenapa Ayah tidak memberitahuku, apa dia memang merencanakan ini semua." Ucap Eve dalam hati.


Eve langsung melenggang pergi dengan gemuruh amarah yang memuncak, tidak akan Eve biarkan siapapun menghalangi tujuannya sejak dulu yaitu menguasai harta Kristoff.


Stevan berjalan keluar mencari Kakek Kristoff dan Kristall, kenapa acara pertunangan Daniel yang mendadak maju tidak ada yang memberitahukannya.


"Dimana Ayah." Ucap Stevan dingin.


"Sedang keluar dengan Nyonya Kristal, Tuan." Jawab penjaga cepat.


"Brengsek!" Geram Stevan dalam hati.


Stevan langsung pergi meninggalkan penjaga yang sudah takut karena tahu jika suasana hati Stevan tengah tidak baik-baik saja.


Sedangkan saat ini Kristal, Kakek Kristoff, dan Robby tengah melihat gedung yang akan menjadi tempat pertunangan kedua keluarga berlangsung.


"Ayah, apa Daniel sudah datang ke Korea?" Tanya Kristal pelan.


"Sudah, baru saja sampai dengan Agung. Mungkin mereka sedang berada diapartemen saat ini." Jawab Kakek Kristoff dengan meneliti dekorasi.


"Apa kita dapat menemuinya, Ayah? Kristal sangat rindu kepada Daniel." Ucap Kristal sendu.


"Tentu saja, yang penting jangan sampai orang lain tahu keberadaan Daniel dan Gabriel." Jawab Kakek Kristoff setuju.

__ADS_1


"Baik Ayah." Kata Kristal dengan menganggukkan kepalanya.


"Robby, apakah ini sudah sesuai gambar yang kita buat?" Tanya Kakek Kristoff.


"Sudah, Tuan. Bahkan di beberapa sudut sudah ditambahi beberapa CCTV." Jawab Robby menjelaskan.


"Bagus, tambahkan pengawal untuk memperketat acara besok." Perintah Kakek Kristoff.


"Baik Tuan." Jawab Robby sopan.


"Bagaimana Stevan, apakah masih menyelidiki Eve?" Tanya Kakek Kristoff.


"Tidak, Tuan. Sepertinya Ketua Kim menutup rapat fakta besar tersebut." Jawab Robby sopan.


Kakek Kristoff mendesah panjang, padahal Robby sudah mengirimkan foto Eve yang bertemu dengan Ketua Kim. Memang tidak secara gamblang, namun memberi sebuah petunjuk untuk Stevan.


Sama halnya di mansion Kristoff, dimansion Ketua Kim juga tengah bersitengan antara Nyonya Kim dan suaminya.


"Apa kamu gila! Kenapa merubah tanggal pertunangan tanpa memberitahuku!" Seru Ketua Kim.


"Ini semua mendadak, karena Daniel sudah menyebarkan undangan dengan tanggal yang berbeda dalam kesepakatan." Jawab Nyonya Kim.


"Alasan! Ini semua pasti karenamu, kamu sudah tidak sabar untuk menjadi mertua anak konglomerat!" Tuduh Ketua Kim kepada istrinya.


Suara tamparan menggema diruangan itu, membuat Nyinya Kim sampai terduduk disofa dengan kasar.


"Ini semua hartaku! Karena kerja kerasku membuat kita semakin kaya! Jadi, jangan pernah sebut ini adalah hartamu maupun peninggalan orangtuamu!" Seru Ketua Kim dengan menuding didepan wajah Nyonya Kim.


Nyonya Kim memegang pipinya yang terasa panas dan kebas, "Ini semua memang harta orangtuaku! Kamu hanya orang tamak dan gila harta! Aku menyesal menikah denganmu!" Ucap Nyonya Kim mengeluarkan isi hatinya.


Terlihat nafas Nyonya Kim dan Ketua Kim memburu dengan kasar, seolah keduanya tengah beradu tanduk siapa yang memenangkan dalam perdebatan kali ini.


Tawa Ketua Kim menggelegar, dan dengan kasar Ketua Kim mengapit pipi Nyonya Kim hingga membuat bibirnya maju.


"Dengar, apa kamu pikir aku mau menikah dengan wanita sepertimu. Jangan berlagak kau yang jijik denganku, justru aku yang jijik denganmu. Apa perlu aku ingatkan lagi? Kamu yang merangkak di atas kasurku agar kamu bisa menjeratku dalam pernikahan." Ucap Ketua Kim dengan suara pelan namun tajam.


Ketua Kim melepaskan himpitan tangannya dengan kasar dan menepuk kedua telapak tangannya, mengambil tisu yang ada diatas meja untuk menyeka tangannya.


Seakan Ketua Kim telah selesai memegang sesuatu yang menjijikkan, dibuangnya bekas tisu itu hingga mengenai pundak Nyonya Kim.


"Jangan pernah membicarakan harta yang bahkan kamu tidak memilikinya." Ucap Ketua Kim dan berlalu dari hadapan Nyonya Kim.


Tubuh Nyonya Kim terguncang perlahan dan menjadi kencang, tangis yang awalnya tanpa suara menjadi isakan menyakitkan.

__ADS_1


Sekuat dan setegar apapun Nyonya Kim, dia hanyalah wanita yang sangat mencintai Ketua Kim sejak dulu.


Di dalam mobil, Minzy yang mendengar suara penyadap dari cincin Mamanya ikut menangis.


"Apa aku anak haram?" Ucap Minzy dalam tangisnya.


"Bukan." Jawab Gabriel yang sejak tadi diam menemani Minzy.


"Hiks, kenapa Mama dan Ayah seperti itu." Ucap Minzy yang mengadu kepada Gabriel.


"Mereka yang salah, kamu hanya korban dari keegoisan mereka." Jawab Gabriel tenang masih mendengarkan Minzy dan Nyonya Kim menangis.


"Aaaaa hiks, kenapa hatiku sakit Kak. Hati Minzy sakit." Ucap Minzy yang tangisnya sudah mulai kesusahan karena perasaan yang menyeruak didalam hatinya.


Gabriel membuka seat beltnya dan membawa Minzy kedalam pelukan Gabriel.


Minzy tergugu dalam pelukan Gabriel, terlihat airmatanya begitu deras mengalir dari kedua mata indahnya.


Gabriel hanya dapat menepuk punggung Minzy dengan pelan, mencoba menenangkan Minzy. Segera Gabriel menekan tombol untuk mematikan suara penyadap yang dihubungkan kedalam mobil dan ponsel miliknya.


Sedangkan Ketua Kim melangkah keluar mansion dengan wajah yang mengeras dan penuh amarah.


Buk


Terdengar suara pintu mobil ditutuo dengan kasar, "Kehotel biasanya." Ucap Ketua Kim.


Sopir keluarga Kim segera menyalakan mesin mobil untuk mengantarkan majikannya ketempat tujuannya.


Ketua Kim segera mengambil ponselnya dan mencari kontak Eve disana.


👤 Datang ketempat biasanya.


🗣️ Ya, Ayah.


Segera Ketua Kim menutup panggilan telfon dan melemparkan ponsel miliknya di kursi sebelah yang kosong.


Terlihat gurat amarah dan sejuta rencana yang tengah direncanakan oleh Ketua Kim. Untuk menculik Kristal saja belum terlaksana sekarang acara pertunangan yang mendadak dirubah tanggalnya.


Membuat Ketua Kim harus mengganti rencananya bersama Eve agar Eve atau dirinya yang menduduki kursi tertinggi diperusahaan Kristoff.


Eve dengan segera menggambil tasnya yang ada diatas nakas setelah mendapatkan telfon dari Ketya Kim.


Sejak tadi Eve hanya mondar mandir didalam kamar yang tengah kalut pikirannya, karena ini diluar rencana.

__ADS_1


__ADS_2