Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Ojo Dibandingke


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kini Rose dan Gabriel tengah mengantri untuk memesan makanan, terlihat Rose dengan mata berbinar ingin segera melahap yang ada di gambar.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Briel tanpa melihat ke arah Rose.


"Spicy chicken, nugget, frienfres, colla, double burger, dan..."


"Stop! Kamu ingin menesan untuk dirimu sendiri atau satu komplek?" Tanya Gabriel dengan menatap tajam ke arah Rose.


"Aku, kakak yang menawarkan. Jika tidak sanggup membayar biar Rose yang meneraktir makan siang kali ini." Jawab Rose polos.


Gabriel mendelik kesal, "Apa kamu pikir aku tidak sanggup membayar." Ucap Gabriel dengan nada rendah dan penuh penekanan.


"Yasudah, Rose memesan makanan tadi." Jawab Rose masa bodoh.


Terlihat Gabriel memejamkan mata dan mengembuskan nafasnya kasar.


"Mbak pesan semua makanan yang gadis pendek ini sebutkan tadi, tidak lupa satu kotak susu pertumbuhan." Ucap Gabriel dengan nada sebal.


Rose menoleh kearah Gabriel, "Kaka minum susu?" Tanya Rose.


"Untumu, agar tumbuh tinggi dan otakmu pintar." Jawab Gabriel dengan mengambil pesanan yang sudah di bayar.


Rose menghentakkan kakinya sebal sejurus kemudian Rose mengikuti langkah Gabriel.


Gabriel dan Rose duduk pojok belakang pintu masuk.


Rose tanpa malu memakan seluruh makanan yang sudah dipesan tadi. Sedangkan Gabriel memakan makanannya dengan elegant.


Sungguh pemandangan yang bertolak belakang.


"Kak, aku akan pergi liburan." Ucap Rose di sela makannya.


"Makan dulu baru bicara." Jawab Gabriel dengan membersihkan sudut bibir Rose yang terkena saos.


"Ekhm, Ro.. oss bisa sendiri." Ucap Rose gugup karena perlakuan manis Gabriel.


(Aelah Briel, sa ae lu πŸ˜‚)


"Mau liburan kemana?" Tanya Gabriel menutupi kegugupannya.


"Entah, Rose belum pikirkan." Jawab Rose dengan mengendikkan bahunya.


"Kuliahmu?" Tanya Briel lagi.


"Rose akan mengambil cuti dengan waktu yang belum bisa ditentukan." Jawab Rose dengan menampilkan deretan gigi putihnya.


"Bagus, semakin lama kamu cuti maka akan semakin bodoh." Ucap Gabriel pedas.


Rose menaruh burger yang tengah di pegang ke atas meja dengan kasar.


"Kenapa kakak tidak bisa berbicara halus kepadaku sih, memang Rose punya salah apa?" Tanya Rose menggebu tanpa sadar membusungkan dadanya.


Gabriel menelan ludahnya kasar, "Jaga kewarasanmu Briel." Gumamnya dalam hati.


Gabriel tidak menjawab pertanyaan Rose, dengan santainya Briel meneruskan acara makan siangnya.


Sedangkan Rose kembali mengambil burger yang tadi di letakkan, Rose memakannya dengan kasar bahkan matanya menatap tajam ke arah Briel seakan tengah mencabik-cabik Gabriel.


Acara makan siang penuh dengan drama telah selesai, Gabriel segera berdiri dan membereskan meja sesuai peraturan tempat makan tersebut.

__ADS_1


Rose juga mengikuti apa yang Gabriel lakukan, segera keduanya cuci tangan dan keluar dari restoran cepat saji tersebut.


"Mau aku antarkan atau naik taxi?" Tanya Briel yang menghadap Rose.


"Kakak sudah membawa anak gadis orang tidak ingin memulangkannya dengan selamat." Jawab Rose dengan wajah kesal.


"Jadi, kau ingin pulang aku antarkan atau naik taxi?" Tanya Gabriel lagi.


"Tentu, kakak harus mengantarkanku pulang." Jawab Rose kesal.


"Karena kamu memaksa, ayo aku antar pulang." Ucap Briel dengan berlalu begitu saja dari hadapan Rose.


"Ishh, dasar menyebalkan!! Dia yang menawariku kenapa aku jadi yang memaksanya, aku yang bodoh atau dia terlalu pintar. Ishh." Gerutu Rose sepanjang jalan mengikuti langkah Gabriel.


Cukup lama perjalanan menuju mansion Amanda, selama perjalanan hanya ada keheningan dan suara radio.


"Baiklah, untuk menemani hari kalian yang tengah gundah gulana karena di tinggal kekasih. Akan kami putarkan lagu untuk menemani kalian." Ucap DJ radio.


Wong ko ngene kok di banding-bandingke


Saing-saingke yo mesti kalah


Tak oyako aku yo ora mampu


Mung sak kuatku mencintaimu


Ku berharap engkau mengerti


Dihati ini hanya ada kamu


🎢 (Denny Caknan ft Abah Lala / Ojo Dibandingke)


Selama di perjalanan Rose dan Gabriel menikmati lagu tersebut, meskipun tidak tahu artinya.


Gabriel tidak menjawab karena dirinya jiga tidak tahu arti dari lagu bahasa daerah tersebut.


Padahal niat Briel yang datang ke kampus Rose hanya ingin memandang Rose dari kejauhan tetapi Briel urungkan.


Melihat mobil rivalnya juga mendatangi kampus Rose, membuat Gabriel muncul di hadapan Rose sebelum Dave.


"Terima kasih, Kak." Ucap Rose dengan senyuman lebarnya.


"Hem." Gabriel hanya menjawab dengan berdehem.


"Kak, pinjam HP sebentar." Ucap Rose yang sudah menengadahkan tangan kanannya.


"Untuk apa?" Tanya Gabriel dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Cepat." Rose segera merogoh saku jas Gabriel.


"Woy! Apa yang kamu lakukan pendek, kau ingin memperkosaku!" Seru Gabriel yang merasa sengatan di dalam tubuhnya.


"Nah!" Rose akhirnya mendapatkan HP milik Gabriel.


Segera Rose membuka HP milik Gabriel, beruntung HP pria kanebo tersebut tidak di sandi.


Rose segere menekan sesuatu di benda pipih tersebut, sedangkan Gabriel hanya dapat pasrah dengan menghela nafas kasar.


Terlihat wajah bahagia Rose menjadi wajah bingung, sesekali Rose menoleh ke arah Gabriel.


Gabriel yang merasa dirinya di lihat Rose segera merebut HP miliknya dan memasukkan kedalam saku dalam jas.

__ADS_1


"Rose keluar dulu." Ucap Rose kaku.


"Hem." Jawab Briel dengan wajah tegang.


Rose yang sudah terbiasa mendapatkan jawaban seperti itu segera keluar dari dalam mobil tanpa menawarkan secangkir kopi atau teh kepada Gabriel.


Sedangkan Gabriel langsung menjalankan mobilnya meninggalkan mansion Amanda dan pulang menuju apartemennya.


Rose menoleh kebelakang melihat mobil Gabriel sudah berjalan menjauh dari mansionnya, dengan cepat Rose berjongkok di pekarangan mansionnya.


Sesekali Rose menepuk pipinya, "Tidak.. tidak.. tidak mungkin." Ucap Rose pelan.


Sedangkan Gabriel berhenti di pinggir jalan dengan memukulkan jidatnya di stir mobil, "Bodoh.. bodoh.." Ucap Briel merutuki sikap cerobohnya kali ini


...🐾🐾...


Rose dan Gabriel tengah sibuk dengan pikirannya masing-masing, berbeda dengan seorang pria yang tengah mengamuk di dalam kamarnya.


"Argh!!" Teriak Dave dengan membanting kaca ke lantai.


"Dave!!" Seru Rudi yang membuka paksa pintu kamar anaknya.


Terlihat kamar yang porak poranda seperti terkena ****** beliung di sana.


Terlihat pula pria yang wajahnya sudah merah padam karena rasa amarahnya memuncak.


"Apa kau gila! Sudah Ayah peringatkan, jangan memainkan Rose!" Seru Rudi kembali.


Dave menatap lekat ke arah Ayahnya, "Bagaimana Ayah tahu?" Tanya Dave dengan nada dingin.


Rudi meraup wajahnya dengan kasar.


"Apa kamu lupa siapa Ayahmu ini hah! Dasar keras kepala, kemarin kamu menyia-nyiakan Rose sekarang apalagi yang membuatmu marah!" Jawab Rudi panjang.


Dave diam, Dave sendiri juga tidak tahu kenapa dirinya sangat marah. Terlebih melihat Rose dekat dengan Gabriel.


"Dave, tenangkan hati dan pikiranmu. Pikirkan baik-baik apakah kamu benar-benar mencintai Rose atau tidak. Kemarin pagi, Ayah Rose datang kemari dan menentang hubunganmu." Ucap Rudi kembali.


Deg


Jantung Dave serasa berhenti berdetak, terlihat bola mata Dave bergetar mendengar ucapan dari Ayahnya.


"A.. Ayah Rose kesini?" Tanya Dave memastikan pendengarannya.


Rudi mengangguk, "Nugroho meminta untuk kamu menjauhi Rose, karena selama ini Nugroho selalu mengawasimu dan Rose dari kejauhan." Jawab Rudi pelan.


Pijakan Dave serasa gamang, bahkan kini Dave sudah terduduk di lantai.


"Ja.. jadi Ayah Rose tahu tentang perilaku Dave?" Tanya Dave memastikan lagi.


"Ya." Jawab Rudi lirih.


Dave menenggelamkan wajahnya di antara kedua pahanya, tangannya mereka rambut bagian belakang.


Dave terlihat frustasi memikirkannya, sudah dapat di pastikan jika Ayah Rose akan menentang habis-habisan hubungan mereka.


Rudi berjalan mendekat kearah Dave, "Nugroho memberikanmu kesempatan terakhir, jika sampai kamu gagal maka ikhlaskan Rose dengan pria lain." Ucap Rudi dengan menepuk pundak Dave.


"Tidak.. tidak Ayah, Dave akan memperjuangkannya." Ucap Dave yang kepalanya menggeleng cepat.


Melihat Rose dengan Gabriel sudah membuatnya naik pitam, apalagi merelakan Rose bersanding dengan pria lain. Dave akan benar-benar gila.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2