Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Kembali


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Tante, baik-baik saja?" Tanya Rose yang kini duduk di samping Kristal.


"Ya, Tante tidak apa-apa Rose." Jawab Kristal pelan.


Kini Rose dan Kristal tengah duduk di kursi pesawat. Setelah menyelesaikan urusan di kediaman Kristoff, pengawal Rose langsung menjalankan mobil ke apartemen untuk mengambil koper yang sempat di siapkan sebelumnya.


Kristal membuang pandangannya ke jendela pesawat, terlihat kedua matanya menitikan air mata.


"Maafkan Mama, El." Ucap Kristal dalam hati.


...🐾🐾...


Melakukan perjalanan kurang lebih tiga belas jam, akhirnya pesawat yang ditumpanginoleh Kristal dan Rose mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.


Rose menggandeng lengan Kristal dan berjalan beriringan menuju tempat untuk mengambil koper.


"Ayo, Tante." Ajak Rose setelah mengambil koper miliknya juga Kristal.


Kristal menganggukkan kepala dan berjalan keluar bandara.


Terasa HP Rose bergetar, segera diambilnya terlihat nama Ayah Nugroho di layar tersebut.


"Halo, Ayah." Ucap Rose ketika mengangkat panggilan tersebut.


"Ayah sudah ada didepan bandara dengan Mang Asep." Jawab Ayah Nugroho.


"Baik, Ayah. Rose dan Tante Kristal sedang berjalan keluar." Ucap Rose pelan.


Ayah Nugroho melihat Rose berjalan dengan wanita yang usianya mungkin sepantaran dengan dirinya atau jauh lebih muda.


Segera Ayah Nugroho melambaikan tangan kanannya ke atas sedangkan tangan kirinya masih menempelkan ponsel di telinganya.


Rose membalas lambaian Ayah Nugroho dengan senyum lebarnya, segera Rose berlari dan memelui tubuh yang cukup tempat tersebut.


"Rose kangen." Ucap Rose manja.


"Ya, ampun. Anak Ayah semakin pendek saja." Jawab Ayah Nugroho bercanda.


Kristal yang melihat Rose berlari segera mengambil alih kedua koper tersebut dan menyeretnya menuju Ayah Nugroho.


"Selamat, sore Tuan." Ucap Kristal dengan sopan.


"Oh, selamat sore juga Nyonya." Jawab Ayah Nugroho sopan.


"Panggil saja Kristal, Tuan." Ucap Kristal yang sungkan di panggil Nyonya.


Ayah Nugroho menganggukkan kepala.


"Sudah... sudah... ayo Ayah kita pulang. Tante Kristal ayo." Ucap Rose dengan menggandeng lengan keduanya sehingga posisi Rose berada di tengah.


Mang Asep segera memasukkan dua koper yang cukup besar di bagasi mobil, setelah selesai segera Mang Asep masuk kedalam mobil untuk menuju mansion Amanda.


Selama di perjalanan Rose dan Ayah Nugroho bercengkrama ringan, sesekali tertawa karena merasa hal lucu yang dibahas.


Kristal memandang keduanya yang duduk dibelakang kursi Rose dan Ayah Nugroho dengan senyum tipis.


"Apakah aku akan bahagia seperti itu bersama kedua putraku." Gumam Kristal dalam hati.

__ADS_1


Hingga laju mobil berheti karena telah sampai di plataran mansion Amanda.


"Tuan, sudah sampai." Ucap Mang Asep yang memberitahukan kepada majikannya.


"Ayo, semuanya." Jawab Ayah Nugroho.


Segera Ayah Nugroho dan Rose membuka pintu mobil dari sisi yang berbeda, Kristal keluar dari pintu yang Rose buka.


"Ayo, Tante. Kita masuk." Ucap Rose yang langsung menggandeng tangan Kristal.


Kristal mengikuti langkah Rose, terlihat mansion yang cukup mewah meskipun tidak semewah mansion Kristoff.


Bi Asih yang melihat kedatangan Rose segera menghampiri, "Ya ampun, Non. Bibi kira Nona tidak akan kembali." Ucap Bi Asih penuh haru.


"Jika Rose tidak kembali, siapa yang akan menghabiskan makanan Bibi masak." Jawab Rose dengan memeluk tubuh Bi Asih.


"Oh, iya. Kenalkan ini Tante Kristal, Bi." Ucap Rose yang memperkenalkan Kristal.


"Selamat datang, Nyonya." Sambut Bi Asih dengan ramah.


"Halo, Bi. Perkenalkan Saya Kristal." Jawab Kristal ramah.


"Bibi sudah siapkan kamar, Nyonya." Ucap Bi Asih.


"Terima kasih, tolong panggil saja Kristal." Jawab Kristal dengan tersenyum ramah.


Bi Asih melihat ke arah Rose, Rose menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, ayo Nak Kristal." Ucap Bi Asih yang ingin menunjukkan letak kamar Kristal.


"Terima kasih, Rose." Ucap Kristal sebelum meninggalkan Rose sendiri.


Rose dan Kristal berjalan kearah yang berbeda, Rose pergi ke lantai dua sedangkan Kristal berjalan ke arah kamar tidur tamu.


Segera Rose membuka dan menutup pintu kamarnya dengan cepat.


"Aku sangat lelah!" Seru Rose yang langsung melemparkan dirinya di atas tempat tidur.


Dengan posisi telentang, Rose terdiam dengan menatap langit-langit kamarnya.


Malam ini adalah malam dimana sahabatnya akan menikah.


Rose menghela nafasnya berat, jika saja Dave membalas perasaan Rose mungkin Rose akan melamar Dave untuk menjadi suaminya.


Rose terkekeh geli dengan memukul kepalanya pelan, "Oh my. Jangan gila Rose." Ucapnya pelan.


Rose berguling dan menggapai HP miliknya, terlihat Rose mencari nomor kontak Gabriel.


πŸ“€ "Apa Kakak, dapat menjemputku malam ini?"


πŸ“₯ "Dimana?"


πŸ“€ "Rumah."


πŸ“₯ "Apa kamu sudah jatuh miskin?"


πŸ“€ "Belum."


πŸ“₯ "Berangkat saja sendiri."

__ADS_1


πŸ“€ "Menyebalkan, apa Kak Dave akan datang?"


πŸ“₯ "Entah."


πŸ“€ "Baiklah. Bye."


πŸ“₯ "Jam tujuh bersiaplah."


Rose menghela nafasnya panjang, mengirim pesan kepada Gabriel membuat setengah tenaganya sudah terbuang sia-sia.


Sedangkan Gabriel yang sedang berada didalam kantornya, terlihat memutar-mutar kursinya dengan malas.


"Ah, aku sudah tidak sabar bertemu dengan gadis pendek itu." Ucap Briel lirih.


Senyum Briel mengembang dengan sempurna, segera Briel berdiri dari duduknya dan mengambil jas yang ada di atas meja kerjanya.


"Aku harus terlihat tampan malam ini." Ucap Briel dalam hati.


Briel melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang penuh dengan dokumen kerja tersebut.


Dengan bersiul-siul, Briel menutar kunci mobil di jarinya dan berjalan menuju lift.


...🐾🐾...


Malam menjelang, terlihat dimeja makan sudah ada Rose dan Ayah Nugroho.


"Dimana, Tante Kristal?" Tanya Rose yang mencari keberadaan Kristal.


"Sedang mengambil sop, Nona." Jawab Bi Asih dengan tersenyum.


Rose ber-oh ria saja.


Tidak lama kemudian, Kristal telah datang dengan membawa satu mangkuk sop di tangannya.


Dengan perlahan Kristal menaruh mangkok berisi sop tersebut di atas meja makan.


"Sebagai rasa terima kasihku, aku membuatkan sop untuk kalian. Maaf jika rasanya kurang enak." Ucap Kristal dengan tersenyum.


"Wah... sepertinya sangat enak." Ucap Rose dengan membungkukkan tubuhnya ke arah mangkuk.


Ayah Nugroho tersenyum, "Ayo kita segera makan." Ucap Ayah Nugroho.


"Ayo Tante duduk." Ucap Rose kepada Kristal.


"Tante makan bersama Bi Asih saja dibelakang." Tolak Kristal halus.


"Silahkan makan bersama kami, tidak perlu sungkan. Karena Anda adalah tamu anak saya." Ucap Ayah Nugroho kepada Kristal.


Kristal terlihat bingung dan sungkan secara bersamaan, karena Kristal sudah menumpang di kediaman Rose sehingga tidak layak untuk makan satu meja dengan tuan rumah.


"Iya, Nak Kristal. Sudah cepat duduk, keburu dingin nanti sopnya." Ucap Bi Asih yang mendudukkan Kristal dengan paksa.


Kristal menganggukkan kepalanya pelan, sedangkan Bi Asih berlalu dari meja makan tersebut.


Dengan cekatan Kristal mengambil piring milik Ayah Nugroho dan Rose secara bergantian. Tidak lupa Kristal memberikan lauk pauk yang tersaji disana.


"Ke.. kenapa? Ah, maafkan aku karena sudah lancang." Ucap Kristal yang langsung berdiri dan melakukan bow kearah Ayah Nugroho beserta Rose.


...🐾🐾...

__ADS_1


__ADS_2