Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Insting Seorang Ayah


__ADS_3

Happy Reding 🌹🌹


Sedangkan di Indonesia, terlihat Ayah Nugroho yang terasa gelisah. Karena beberapa hari ini Rose tidak bisa di hubungi begitu pula pengawal yang ditugaskan untuk menjaga sang putri.


"Tuan." Panggil Suryo.


"Eh, ada apa?" Tanya Ayah Nugroho.


"Apakah anda setuju dengan persentasi tadi?" Tanya Suryo.


Saat ini Ayah Nugroho tengah mengadakam rapat bulanan di perusahaannya.


"Kumpulkan semua proposal dan kita cukupkan rapat hari ini." Ucap Ayah Nugroho yang kemudian beranjak dari duduknya.


Para pegawai yang melihat bosnya merasa heran karena biasanya Ayah Nugroho tidak akan pernah membubarkan rapat penting apapun alasannya.


"Silahkan kumpulkan proposal kalian dan bisa kembali bekerja." Ucap Suryo membuyarkan pemikiran mereka.


Satu per satu pegawai yang berada diruangan rapat tersebut beranjak maju dengan mengumpulkan proposal kepada asisten Ayah Nugroho.


Suryo segera keluar dari ruang rapat dan berjalan menuju ruangan Ayah Nugroho, terlihat sahabatnya terlihat gusar dengan menelfon seseorang.


"Ada apa Nug?" Tanya Suryo.


"Rose dan pengawal tidak bisa dihubungi beberapa hari ini, aku sangat kawatir Sur." Jawab Ayah Nugroho jujur.


"Mungkin sedang sibuk, coba nanti di telfon lagi." Ucap Suryo.


"Sesibuk apa Rose dan pengawal kita, dia hanya menemani dan mengikuti kegiatan Rose saja." Jawab Ayah Nugroho terlihat marah.


"Tenanglah, aku akan datang ke perusahaan Gandratama dan meminta nomor telfon pria yang tengah di kejar-kejar oleh Rose." Ucap Suryo mencoba menenangkan sahabatnya.


"Ayo kita ke Korea." Ajak Ayah Nugroho yang segera bergegas keluar.


"Eihh." Suryo segera menyusul Ayah Nugroho yang sudah lebih dulu keluar dari ruang kerjanya.


Ayah Nugroho tidak ingin bertele-tele, saat ini juga dirinya sudah memutuskan akan bertolak ke Korea tanpa memikirkan pekerjaannya. Yang berada di pikiran Ayah Nugroho hanyalah Rose sang putri.


Suryo segera mengendarai mobil menuju bandara, beruntung paspor selalu berada didalam mobil karena jika ada pekerjaan yang mendesak untuk ke luar negri tidak perlu pulang.


Selama di perjalanan Ayah Nugroho terus menghubungi ponsel sang putri namun tidak di angkat, kembali menghubungi pengawal namun sama saja.


Hingga mobil yang di tumpagi Ayah Nugroho telah sampai di bandara, segera Suryo memarkirkan mobil didalam parkiran bandara.


Ayah Nugroho berjalan dengan didampingi Suryo, Suryo segera memesan tiket yang paling cepat penerbangannya untuk ke Korea.


"Bagaimana?" Tanya Ayah Nugroho.


"Masih sekitar lima jam lagi yang paling cepat, karena penerbangan yang akan lepas landas tiga puluh menit lagi sudah penuh." Jelas Suryo kepada sahabatnya.


Ayah Nugroho mengusap wajahnya kasar, jangankan lima jam. Sepuluh menit saja rasanya hampir satu tahun.


Ayah Nugroho melihat sepasang anak muda yang membicarakan negara korea.


"Apa kamu memesan tiket VVIP?" Tanya Ayah Nugroho kepada Suryo.


"Iya." Jawabnya.


Ayah Nugroho mengambil tiket dari tangan Suryo dan berjalan mendekat ke sepasang pemuda.


"Maaf mengganggu, apakah kalian akan terbang ke Korea?" Ucap Ayah Nugroho sopan.


"Oh, iya paman. Ada apa?" Tanya pria muda.


"Kapan tiket penerbangan kalian?" Ayah Nugroho balik bertanya.


"Dua puluh lima menit lagi, Tuan." Jawab pria muda itu lagi.


"Begini, bisakah aku menukarkan tiketku ini. Aku ingin segera menyusul putriku ke Korea karena beberapa hari tidak ada kabar. Ini adalah tiket VVIP dan lima jam lagi penerbangan berikutnya." Jelas Ayah Nugroho.

__ADS_1


Pemuda tersebut menoleh ke wanita muda yang berada di sampingnya, seolah menanyakan bagaimana.


"Nanti akan aku beri voucer menginao di hotel selama kalian di sana bagaimana? Berikan saja nomor kalian." Lanjut Ayah Nugroho.


"Apakah benar?" Tanya wanita muda.


Ayah Nugroho merogoh saku celananya dan mengeluarkan kartu nama dari dalam dompetnya.


"Ini kartu namaku, kalian bisa menghubungi kapan saja." Ucap Ayah Nugroho.


Wanita muda itu menerima kartu berwarna hitam tersebut, kedua matanya melebar karena jabatan dari Ayah Nugroho.


"Bagaimana?" Ucap Ayah Nugroho terburu-buru.


"Baiklah Tuan, berikan tikenya sayang." Jawab wanita muda itu kepada kekasihnya.


Akhirnya Ayah Nugroho dan sepasang kekasih tersebut bertukar tiket.


Segera Ayah Nugroho dan Suryo masuk kedalam pesawat untuk menuju ke Korea.


Selama di perjalanan terlohat Ayah Nugroho gelisah, tidur tak nyenyak, makan tak enak.


"Tenanglah Nug, Rose pasti baik-baik saja." Ucap Suryo.


"Aku kawatir Sur, bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Rose. Aku akan mengutuk orang yang mencelakai Rose." Jawab Ayah Nugroho.


Suryo dan Nugroho melakukan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, namun demi melihat sang anak. Ayah Nugroho tidak ingin merasakannya.


Di sisi lain, pengawal Rose beberapa hari merasa kelimpungan karena tidak mendapati anak majikannya.


Bahkan sudah beberapa kali dirinya datang ke apartemen tempat terakir dia mengantarkan anak majikannya tersebut.


Sudah banyak panggilan tak terjawab dari Ayah Nugroho dan juga Suryo, sengaja pengawal itu tidak menjawab karena belum menemukan Rose.


Pengawal bahkan sudah melakukan pengintaian, namun nihil hanya orang-orang berjas hitam yang ada di sana dan selalu menghalangi dirinya untuk masuk.


Ponsel Rose yang tengah berada di tangan Gabriel terus menyala, ya awalnya ponsel Rose bergetar namun di ganti mode senyap oleh Briel.


(Ingat gak gais waktu Ayah Nugroho makan bubur sama Rose)


"Kenapa Briel?" Tanya Kristal pelan.


"Ayah Rose terus menelfon." Jawab Gabriel tak kalah pelan.


Kristal menghembuskan nafasnya cukup kasar, seolah dirinya tengah memikul sesuatu di pundaknya.


"Angkat saja." Ucap Stevani.


Gabriel menggeleng pelan dan memasukkan ponsel Rose kedalam saku jasnya. Terlihat wajah Gabriel yang datar tanpa ekspresi.


"Apa kamu takut?" Tanya Kakek Kristoff.


"Iya, pasti Ayah Rose akan langsung muncul disini begitu tahu jika anak kesayangannya kecelakaan." Jawab Gabriel yang terlihat frustasi.


"Ayah yang akan bertanggung jawab." Ucap Stevan yang baru saja samoai di ruangan Kakek Kristoff.


Semua orang yang berada di ruangan itu menoleh ke arah sumber suara termasuk Gabriel, terlihat Gabriel acuh saja dengan ucapan Stevan.


Stevan berjalan mendekat kearah Gabriel, "Angkat saja, katakan yang sebenarnya. Jika Ayah Rose murka biarkan Ayah yang mendapatkannya." Lanjut Stevan.


Namun ucapan Stevan tidak di hiraukan oleh Gabriek terlihat Gabriel hanya diam tanpa ada niatan untuk merespon ucapan sang ayah.


Di bandara Ayah Nugroho dan Suryo telah sampai, segera keduanya berjalan cepat menuju pintu keluar bandara.


Sudah banyak taxi bandara yang berjejer menanti penumpang, tampa banyak berkata apapun Ayah Nugroho membuka pintu salah satu taxi dan di ikuti oleh Suryo.


Meski kaget mendapatkan konsumen seperti ini, dengan cepat sopir taxi masuk dan menjalankan mobilnya.


"Antarkan ke alamat ini." Ucap Ayah Agung menyerahkan secarik kertas kepada pengemudi.

__ADS_1


Pengemudi menerima kertas dan memasukkan alamat kedalam map mobil sebagai oenunjuk arah, dengan kecepatan tinggi sang sopir mengendarai taxinya.


Beruntung jalanan cukup lenggang karena ini masih jam kerja, belum cukup malam untuk waktunya mereka pulang.


Dengan menempuh waktu hampir satu jam, telah sampai Ayah Nugroho di apartemen Rose. Suryo segera membayarkan uang taxi dan berlari menyusul sahabatnya.


Keduanya telah masuk kedalam lift menuju lantai apartemen dimana unit Rose berada.


Ting


Kini keduanya telah sapai, Ayah Nugroho segera membuka sandi ointu apartemen Rose yang dia tahu karena Rose mengatakan apa sandi apartemennya kepada Ayah Nugroho.


Cklek.


Terlihat ruangan yang sangat sepi dan rapi, Ayah Nuhroho berjalan masuk dengan melepaskan sepatunya.


Tanpa menunggu lama dirinya berjalan menuju kamar Rose namun nihil, tidak ada siapapun. Sedangkan Suryo berjalan ke arah dapur terlihat masih ada tumpukan cucian piring disana.


"Sepertinya Rose sudah lama tidak pulang." Ucap Suryo.


"Jangan sembarangan!" Jawab Ayah Nugroho.


"Lihat, ini sisa makanan bahkan sudah ada yang berjamur di atas piringnya. Jadi Rose terakir berada didalam apartemen beberapa hari lalu." Jelas Suryo yang menunjukkan piring kotor.


Ayah Nugroho berjalan cepat dan melihat sendiri piring yang berada di dalam wastafel.


Suryo dengan sigap menangkap tubuh Ayah Nugroho yang terhuyung kebelakang.


"Tenanglah, ayo duduk dulu." Suryo memapah Nugroho di sofa.


Segera Suryo mengambil ponsel dan menelfon pengawal yang ditugaskan menjaga Rose.


πŸ“¨ Kami sudah berada di Korea, cepat datang ke apartemen atau kamu tinggal nama.


Pengawal yang tiba-tiba mendapatkan pesan singkat dari asisten majikannya, merasakan panas dingin. Bagaimana dirinya akan menjawab.


Dengan jantung yang berdebar hebat, sang pengawal menyalakan mesin mobil dan berjalan meninggalkan apartemen keluarga Kristoff menuju apartemen Rose.


"Tenanglah, sebentar lagi pengawal itu akan datang." Ucap Suryo.


Terlihat Ayah Nugroho tiduran di sofa, dirinya merasa ini seperti dejavu saat istrinya meninggal dunia.


"Bagaimana jika Rose juga meninggalkanku Sur." Ucap Ayah Nugroho yang sudah menangis.


"Tidak, semoga saja Rose hanya pergi berliburan namun lupa memberi kabar kepadamu." Jawab Suryo yang duduk di samping Ayah Nugroho.


Tubuh Ayah Nugroho bergetar, dirinya menangis tanpa suara dengan satu tangan menutupi kedua matanya.


Hingga suara bunyi bel apartemen terdengar, dengancepat Suryo berjalan untuk membukakan pintu.


Bug


Pukulan di layangkan Suryo begitu melihat oengawal yang di tugaskan menjaga Rose.


"Apa kau mau mati." Ucap Suryo emosi.


"Maaf tuan." Jawab pengawal dengan berdiri tegak.


"Dimana Rose." Tanya Suryo serius.


"Saya belum bertemu Nona Rose sejak kemarin Tuan, terakir saya mengantarkannya ke sebuah apartemen kemungkinan besar adalah kekasih Nona." Jawab pengawal jujur.


"Kenapa kau tidak kesana hah!" Seru Suryo.


"Saya sudah kesana beberapa kali tuan, namun nihil. Saya hanya dihadang oleh banyaj pengawal." Jelasnya .


"Cepat antar aku kesana." Ucap Ayah Nugroho yang langsung berjalan meninggalkan keduanya.


Pengawal segera berlari begitu juga Suryo setelah menutup pintu apartemen.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2