Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Penyelidikan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Beberapa jam yang lalu, begitu Stevani dan rombongan lainnya berangkat. Gabriel dan Agung menemui kepala IT paman Seo tidak lupa juga Kakek Kristoff bersama mereka sedangkan Daniel dijaga oleh Minzy di Rumah Sakit.


"Bagaimana paman?" Tanya Gabriel yang telah di ruangan IT.


"Penyebar berita sudah dapat di ringkus." Jawab paman Seo.


"Bawa ke bangunan kosong tenpat Kristal di culik." Ucap Kakek Kristoff dingin.


"Baik tuan." Jawab paman Seo.


Segera paman Seo menghubungi bodyguard Krostoff untuk memberikan intruksi dari tuan mereka, membawa pelaku ke bangunan kosong yang berada di tengah hutan.


"Paman apakah pengacara nenek sudah di temukan?" Tanya Gabriel.


"Maaf tuan, sampai saat ini pengacara mendiang Nyonya Kristoff belum menampakkan batang hidungnya. Seperti yang nyonya sampaikan terakir kepada saya jika pengacara tersebut akan muncul saat waktunya tiba." Jelas paman Seo kepada semuanya.


"Lalu bagaimana kita dapat membawa bukti jika saham 10% itu adalah milikku." Ucap Briel lirih.


"Tenanglah nak, ayah yakin dia pasti akan muncul. Bukankah selama ini dia berada di dekat keluarga Kristoff mungkin dia menyamar sebagai seseorang yang tidak terduga." Ucap Agung kepada Gabriel.


Gabriel dan yang lainnya nampak berfikir, bahkan pria-pria yang berada di ruangan IT tidak luput dari pandangan keluarga konglomerat itu.


"Apakah paman Seo?" Tunjuk Gabriel.


"Bu---bukan tuan, saya selalu berada di samping anda sejak kecil bersama keluarga Gandratama." Jawab paman Seo gelagapan karena kaget.


"Lalu siapa!" Ucap Gabriel frustasi.


"Apakah Robby?" Tanya Agung rasional.


"Tidak mungkin, Robby menggantikan ayahnya yang sudah pensiun dan belum kenal dengan mendiang istriku." Jawab Kakek Kristoff.


Hingga suara ketukan pintu terdengar, segera Gabriel membuka terlihat salah satu bodyguard mereka melakukan bow.


"Maaf, tuan mengganggu. Ada tamu yang sudah menunggu anda di ruangan tuan Kristoff." Ucap bodyguard dengan sopan.


"Baik." Jawab Gabriel.


"Ayo antarkan Kakek." Ucap Kakek Kristoff.


"Jika kita melewati tempat biasa pasti akan banyak yang tahu kedatangan kita." Kata Gabriel dengan menggigit-gigit bibirnya.


Ya ketiganya di bantu oleh bodyguard melewati pintu belakang perusahaan sehingga dapat menyembunyikan keberadaan Kakek Kristoff dan Gabriel.


"Kita bisa lewat lift tuan, namun tuan Kristoff harus mau di gendong oleh bodyguard untuk masalah kursi itu urusan gampang." Usul paman Seo dengan wajah serius.


Gabriel langsung berjongkok di depan Kakek Kristoff, "Cepat naik kek." Ucapnya.


"Biarkan pengawal saja yang menggendong Kakek." Tolak Kakek Krostoff halus.


"Sudah cepat, kek." Ucap Briel.


Kakek Kristoff merasa terharu dengan segera tubuh Kakek Kristoff membungkuk ke arah depan dan mengalungkan kedua tangan di leher Gabriel.


"Ayo paman cepat bimbing kami." Uca Briel setelah berdiri dengan Kakek Kristoff di punggungnya.


Segera paman Seo memimpin jalan menuju kantor CEO sedangkan pengawal yang lainnya membawa kursi roda dan juga kembali bekerja.


Terlihat semua orang terlihat waspada karena tidak ingin ketahuan karena kehadiran mereka, terlebih berita Daniel sakit sudah tersebar luar di media sosial.


Tidak membutuhkan waktu lama kini semuanya telah sampai di lantai dimana ruangan CEO berada, dengan langkah lebar dan cepat semuanya berjalan menuju ruangan CEO.


Cklek.


Paman Seo membukakan pintu untuk semuanya, terlihat seorang pria yang duduk di kursi kini langsung berdiri dan melakukan bow kepada semua orang yang baru masuk.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan." Ucap orang tersebut.


Gabriel berjalan ke sofa menurunkan sang kakek dengan pelan, yang lainnya ikut duduk begitu pintu sudah di kunci dari dalam.


"Anda siapa?" Tanya Kakek Kristoff heran karena merasa tidak mengenal pria asing yang duduk di depannya.


"Perkenalkan saya Kim Seo Ho pengacara dari mendiang Nyonya Kristoff." Jawab pria tersebut dengan sopan.


Semua orang kaget karena tidak menyangka jika pengacara dari mendiang Nyonya Kristoff akan datang secepat ini.


"Syukurlah kamu datang dengan cepat." Ucap Kakek Kristoff dengan wajah lega.


"Ya tuan, ini sudah waktunya saya keluar. Saya langsung pada intinya saja saat ini para pemegang saham akan tetap mendukung Ketua Kim dan menantu anda Eve karena saat pertemuan semua orang yang berada di kubu mereka telah menandatangani surat MOU termasuk pria yang berada di samping Tuan Gabriel." Jawab pengacara Seo Ho dengan tegas dan lugas.


Semua mata mengarah ke arah Agung, "Benar, kami menandatangai MOU namun saham yang saya tanamkan di perusahaan ini adalah harta milik Gabriel." Jelas Agung jujur.


"Ya dan satu-satunya cara agar anda tidak merugi harus mengumumkan jika saham ini adalah milik Tuan Gabriel, sesuai isi MOU anda mendapatkan keuntungan yang besar namun juga kerugian yang besar pula sehingga membuat keduanya imbang." Ucap pengacara Seo Ho.


"Sebentar, bagaiaman anda tahu soal perjanjian itu. Apakah anda salah satu pemegang saham yang mendukung Ketua Kim?" Tanya Agung penasaran.


Pengacara Seo Ho tersenyum simpul, "Bukan tuan, saya selama ini bekerja di perusahaan Kristoff sebagai Office Boy." Jawab Seo Ho jujur.


"Apa! Office Boy?" Ulang Kakek Kristoff kaget begitu juga yang lainnya.


"Benar tuan." Jawab Seo Ho.


(Readers ingat rapat itu di adakan di perusahaan Kristoff dan orang kepercayaan Ketua Kim menabrak seseorang ketika akan fotocopy berkas.)


"Tapi, kenapa bukan bekerja di devisi lain." Tanya paman Seo yang yang tidak habis pikir.


"Offfice Boy adalah bagian paling aman karena sangat kecil di curigai dan aku dengan mudan serta leluasa berada dekat keluarga Kristoff." Jelas pengacara Seo Ho.


Pengaca Kim Seo Ho melihat jam tangan yang melingar di tangan kirinya, "Sudah waktunya kita turun tuan. Mungkin saat ini Nyonya Stevani sudah pusing untuk mengulur waktu." Ucap pengacara Seo Ho.


"Baiklah ayo." Jawab Kakek Kristoff.


...🐾🐾...


"Apakah ada yang bisa kami bantu, Nyonya?" Tanya kepala polisi.


"Banyak, di sini ada ruangan untuk mengatur rencana pembunuhan." Jawab Nyonya Kim dengan tenang.


Para polisi tentu saja kaget, siapa yang tidak mengenal keluarga Ketua Kim. Lalu bagaimana bisa mansion seindah ini menjadi tempat mengatur rencana pembunuhan.


"Ayo ikuti aku." Ucap Byonya Kim.


Nyonya Kim berjalan memimpin untuk menunjukkan ruang kerja mantan suaminya dan ruangan rahasia tersebut dengan di ikuti kepala polisi juga para petugas kepolisian yang lainnya.


Cklek


Nyonya Kim membuka ruang kerja mantan suaminya, para polisi terperangah kagum karena ruangan yang sangat luas dan indah.


Nyonya Kim berjalan ke meja dan menggeser vas hingga terdengar suara pintu yang terbuka dengan kasar.


Para polisi menolehkan kepalanya ke arah sumber suara terlihat ruangan yang gelap setelah dinding bergeser, Nyonya Kim berjalan dan meraba tembok untuk menyalakan lampu.


"Ini adalah ruang rahasia Ketua Kim, di sini cukup sempit sehingga tidak bisa semuanya masuk. Cukuplah yang masuk yang benar-benar paham dengan pekerjaan masing-masing." Ucap Nyonya Kim panjang lebar.


"Baik nyonya." Jawab kepala polisi.


Kepala polisi masuk dengan dua petugas yang akan mengobservasi TKP dan mengambil sampel sidik jari untuk memperkuat bukti.


"Bukalah penutup itu, maka kalian akan tahu apa yang aku maksud." Ucap Nyonya Kim lagi.


Kepala polisi menyentak kain yang menutupi dinding terlihat papan yang cukup besar dengan tali merah yang saling berhubungan dengan masing-masing foto yang terpaku di papan.


"Ini adalah----"

__ADS_1


"Ya itu kecelakaan keluarga Han beberapa puluh tahun, semua bukti akan kalian dapatkan di ruangan ini." Potong Nyonya Kim cepat.


Kepala polisi melihat figura besar dengan foto wanita yang sangat cantik, semua orang tahu pasangan suami istri yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas puluhan tahun silam.


"Tapi, Nyonya. Ini adalah suami anda apa tidak apa-apa kami meringkusnya?" Tanya kepala polisi.


"Tentu tidak masalah karena saya juga baru mengetahuinya akhir-akhir ini jika suami eh bukan, mantan suamiku adalah seorang pembunuh." Jawab Nyonya Kim.


"Berikan hukuman yang berat untuknya karena sudah sangat merugikan orang lain." Lanjut Nyonya Kim.


"Baik Nyonya." Jawab ketua polisi.


"Aku harus datang ke kantor Kristoff jika sudah mengumpulkan bukti-bukti langsung tangkap saja pelakunya. Karena pelakunya berada di tempat yang sama denganku." Ucap Nyonya Kim.


"Siap, segera kami akan mengumpulkan bukti namun kami akan memberikan garis polisi untuk ruangan ini. Tidak masalahkan Nyonya?" Tanya kepala polisi.


"Tidak masalah, silahkan lakukan penyelidikan selama kalian butuhkan." Jawab Nyonya Kim.


"Terima kasih, Nyonya." Ucap ketua polisi melakukan bow dan di balas oleh Nyonya Kim juga.


Cukup lama para polisi dan penyelidik berada di ruang kerja Ketua Kim dan juga ruang rahasia, mereka memakai sarung tangan dan juga masker agar tidak merusak barang bukti.


Para polisi hilir mudik mengeluarkan seluruh barang yang berada di ruang kerja Ketua Kim dengan di bantu beberapa bodyguar keluarga Kim.


"Pak, semua sudah kami kunpulkan dan kita dapat meringkus Ketua Kim saat ini juga." Ucap salah satu pebyelidik.


"Baiklah, ayo tim satu ikut aku ke perusahaan Kristoff." Jawab kepala polisi.


Dengan segera ketua polisi dan tim satu berlari menuju mobil untuk menuju perusahaan Kristoff. Memasang sirine polisi agar para pengendara memberikan jalan untuk mereka karena ini adalah jam siang sehingga banyak orang yang bekerja di kantor keluar untuk istirahat.


Wiw


Wiw


Wiw


πŸš” Tolong beri jalan! Harap memberikan jalan!


Buk


Buk


Buk


Seluruh polisi keluar dari dalam mobil begitu sampai di depan perusahaan Kriatoff, semua pegawai yang melihat kedatangan polisi segera menyingkir dan berbisik ada kejadian apa hari ini.


"Antarkan kami ke ruang rapat." Ucap ketua polisi kepada resepsionis.


Resepsionis mengangguk cepat dan berkari kecil karena langka polisi begitu lebar, semuanya masuk kedalam lift menuju ruang rapat penting hari ini.


Tidak membutuhkan waktu lama semua sudah sampai, resepsionis berjalan hingga sampai di deoan pintu rapat yang di jaga oleh para pengawal.


Para pengawal menutup jalan karena tidak sembarang orang dapat masuk saat ini. Kepala polisi langsung mengeluarkan name tag miliknya.


"Kami di hubungi oleh Nyonya Kim." Alibi ketua polisi.


Pengawal saling melihat dan mengangguk, memberikan jalan kepada kepala polisi dan rombongannya.


Cklek


Kepala polisi membuka pintu selebar mungkin agar timnya dapat masuk keruangan tersebut untuk mempermudah meringkus Ketua Kim.


Para polisi melihat seorang wanita dan Ketua Kim yang tengah di oegangi oleh para bodyguard dengan meronta dan berteriak.


"Ti---tidak, bukan aku yang membunuhnya! Bukan aku!" Seru Eve histeris begitu melihat rimbingan polisi.


...🐾🐾...

__ADS_1



__ADS_2