Cinta Pertama Membawa Luka

Cinta Pertama Membawa Luka
Media Sosial


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Dijagat dunia maya, tengah di gemparkan berita viral dan panas dari Eve juga Ketua Kim.


Bukan kabar jika keduanya adalah ayah dan anak, namun kabar terjadinya perselingkuhan anatara Eve dan Ketua Kim.


Agung mulai memulai desas sesus jika dirinya akan berpindah ke pihak keluarga Kristoff karena dirinya tidak ingin merugi akibat gosip tersebut.


"Bagaimana ini, apa yang harus kita lakukan!" Seru pemilik saham A.


"Apa kita mengikuti perusahaan Gandratama saja, yang mulai menggeser dirinya dinelakang Tuan Kristoff." Jawab pemilik saham B.


"Tidak mungkin semudah itu, Ketua Kim memiliki kartus As masing-masing dari kita. Bagaimana jika sampai kita dilaporkan kepolisi." Tolak pemilik saham C.


"Tapi kita tidak bersalah, itu semua rencana Ketua Kim yang membuat kita menjadi koruptor diperusahaan Kristoff." Ucap pemilik saham A.


"Aku akan mendukung Tuan Kristoff dan Daniel, meskipun sahamku lebih sedikit 1% dari milik kalian. Namun aku tidak pernah melakukan penggelapan dana apapun." Pemilik saham D memotong ucapan ketiganya.


"Brengsek! Bagaimana bisa kamu berkhianat dihadapan kami hah!" Teriak pemilik saham B.


"Aku tidak menghianati siapapun, aku adalah pembisnis dan aku tidak ingin rugi satu peserpun dalam pertarungan ini." Jawab pemilik saham D dengan melepaskan cengkraman pemilik saham B.


Saat ini keempat pemilik saham paling banyak tengan berkumpul di salah satu ruang privat di hotel.


"Jika aku jadi kalian, aku akan menyerahkan diri kepada polisi dan membuat laporan tentang kejahatan Ketua Kim selama ini. Ketua Kim tanpa kita tidak akan memiliki kekuatan apapun, karena hanya kita berempat investor terkuat diperusahaan Kristoff." Ucap pemilik saham D.


Terlihat ketiga pemilik saham tengah frustasi dengan mengacak rambut mereka, ada pula yang membenturkan dahinya di atas meja kaca dengan pelan.

__ADS_1


"Tuan Kristoff pasti tidak akan pernah memaafkan kami jika sampai ketahuan." Ucap pemilik saham C.


"Apa kita baru mengenal Tuan Kristoff hitungan tahun? Kita sudah bekerjasama sejak orangtua kita menanamkan modal diperusahaan ini. Jikapun Tuan Kristoff marah bukankah hal yang wajar karena dia juga hanya manusia biasa." Jawab pemilik saham D.


Sedangkan Eve dan Ketua Kim begitu panik ketika mendapatkan beberapa telfon dari pemegang saham yang mendukung mereka, termasuk Agung Gandratama.


Secara terang-terangan akan mendukung Daniel sebagai penerus perusahaan Kristoff karena skandal yang menerpa Eve dan Ketua Kim.


🗣️ Saya menarik dukungan saya untuk anda maupun Eve.


👤 Ada apa Tuan? Kita sudah menandatangani perjanjian tempo hari sehingga Anda tidak bisa membatalkan begitu saja.


🗣️ Apa kau buta, aku tidak ingin rugi dalam mendukung seseorang. Seharusnya kalian jujur kepada kami jika memiliki hubungan special sehingga kita dapat mengantisipasi jika berita itu bocor didepan publik seperti saat ini.


👤 Ma--- maksud anda apa Tuan Agung.


Ketua Kim langsung mematikan begitu saja panggilan Agung dan mulai berselancar di internet.


Kedua matanya melebar karena melihat berita tentang dirinya dan Eve, disana juga terdapat foto yang masuk kedalam hotel dan juga naik ke lift hotel secara bersama-sama.


(Jika raiders ingat ini ketika mata-mata yang membuntuti mereka di hotel waktu itu)


Eve mendekat dan langsung mengambil ponsel yang ada ditangan sang ayah, terlihat raut wajah yang tidak percaya.


"Apa-apaan ini, berita sampah!" Seru Eve yang tidak terima.


Terlihat ponsel Ketua Kim mendapatkan panggilan dari pemilik saham yang lain, begitu juga ponsel Eve.

__ADS_1


🗣️ Maaf Tuan, saya mundur dalam mendukung Anda.


🗣️ Saya memilih kubu Tuan Kristoff.


Begitulah kiranya panggilan yang didapatkan keduanya, bahkan banyak pesan singkat yang masuk entah menanyakan perihal kebenaran berita tersebut ataupun memutuskan mundur dalam mendukung keduanya.


"Argh!" Eve melempar ponselnya ke tembok hingga pecah.


"Bagaimana ini Ayah! Kita tidak mendapatkan dukungan dari para investor, jika kita tidak dapat meyakinkan kembali mereka semua akan sia-sia. Eve ingin menduduki kursi CEO." lanjut Eve dengan nafas memburu.


"Diamlah Eve! Sial selama ini Kristoff sudah memata-matai kita sejak lama." Ucap Ketua Kim frustasi.


"Ayah, kita harus segera menggelar pemilihan CEO. Eve akan menggunakan warisan 10% saham dari mendiang mertuaku dan Ayah menekan kakek tua itu menggunakan saham yang ayah miliki disana. Jika kakek tua itu tidak mengabulkan oermintaan kita maka langsung tarik saham kita dari sana Ayah." Kata Eve panjang lebar dengam bersedap dada.


"Bagus, baiklah ayah akan menemui Kristoff dan ayah akan menghubungi para pemilik saham untuk terus mendukungmu karena saham misterius 10% sudah berada ditangan kita." Jawab Ketua Kim menyetujui ucapan Eve.


Di sisi lain, Roby terlihat tertawa terpingkal-pingkal setelah Ketua Kim memutuskan telfon dari Agung begitu saja.


"Aku tidak bisa membayangkan wajahnya saat ini Tuan, pasti pria itu sudah mau pingsan." Ucap Roby.


"Hahaha, benar mungkin kedua lututnya sudah bergetar saat ini." Timpal Agung tedtawa.


"Lalu setelah ini kita harus apa Tuan, apa kita menyembunyikan Tuan Daniel terlebih dahulu?" Tabya Roby bingung.


"Ya, sekarang hubungi sekertari perusahaan untuk mengambil data siapa saja yang akan mendukung Daniel. Jika ada yang mencurigakan segeda selidiki tanpa menunggu perintah." Jaaab Agung panjang lebar.


"Baik." Jawab Robby.

__ADS_1


__ADS_2