
Happy Reading 🌹🌹
Dengan kecepatan tinggi, Sky mengendarai mobilnya menuju apartemen milik Gabriel.
Sedangkan Agung menghubungi pihak Rumah Sakit untuk segera menyiapkan satu kamar untuk Gabriel.
Dengan serampangan, Sky memarkirkan mobilnya dan langsung berlari keluar dari mobil setelah sampai didepan gedung apartemen yang menjulang tinggi.
Agung mengikuti langkah Sky, dirinya juga ikut berlari ke arah lift yang sebentar lagi akan menutup.
Dengan menabrak beberapa tubuh penghuni apartemen, Sky dan Agung nampak tidak memperdulikannya. Yang ada didalam pikiran mereka adalah keadaan Gabriel.
Lift seakan lambat agar sampai dilantai, dimana unit apartemen Gabriel berada.
"Akan, Ayah runtuhkan lift ini." Ucap Agung kesal.
Sky hanya diam tidak menanggapi, hingga akhirnya pintu lift terbuka.
Dengan langkah lebar dan tergesa-gesa kedua pria berbeda usia tersebut langsung menuju unit apartemen milik Gabriel.
Kristal yang mendengar seseorang dari luar memencet pasword kunci pintu apartemen, tetap diam dengan menopang kelapa Gabriel di atas pahanya.
"Briel!" Seru Sky dengan nafas yang memburu.
Terlihat wanita paruh baya menangis dengan posisi bersimpuh dilantai.
Sky langsung menghampiri dan mengecek keadaan saudaranya, terlihat wajah yang pucat dan sedikit berkeringat.
"Cepat, kita bawa ke Rumah Sakit." Ucap Agung kepada Sky.
Sky langsung saja membopong Gabriel, meskipun dengan susah payah Sky tetap berusaha agar Briel tidak jatuh.
Kristal langsung bangkit dan mengikuti langkah Sky dan Agung dari belakang.
"Ijinkan, Saya ikut Tuan." Ucap Kristal dengan memohon.
"Masuklah." Jawab Agung singkat.
.
.
.
Di dalam mobil, Gabriel dibaringkan dengan di pangku oleh Kristal.
Sedangkan Sky membawa mobilnya melaju. menembus jalanan menuju Rumah Sakit.
Agung hanya mengamati Kristal melalui kaca tengah mobil, terlihat wajah yang begitu khawatir. Bahkan tidak sungkan Kristal membelai wajah Gabriel seakan mereka sudah sangat mengenal.
Sky sesekali juga mencuri pandang di kursi belakang, siapa wanita itu dan apa hubungannya dengan Gabriel. Tidak mungkin jika saudaranya menyukai istri orang atau janda bukan.
Laju mobil terhenti tepat di depan Rumah Sakit, segera para perawat mendekat dengan mendorong sebuah brangkar.
__ADS_1
Sky membuka pintu mobil dan membawa Gabriel keluar dari dalam.
Para perawat segera mendorong brangkar, dimana Gabriel sudah dibaringkan.
Sky, Agung, dan Kristal mengikuti langkah para perawat menuju ruang UGD.
"Maaf, Tuan dan Nyonya. Silahkan menunggu diluar." Ucap seorang perawat menghalangi ketiganya.
Agung membawa Sky untuk duduk di kursi tunggu pasien, sedangkan Kristal masih terpaku di tempatnya dengan memandang pintu yang sudah menutup rapat.
Agung memandang punggung Kristal dengan penuh tanya, sedangkan Sky menengadahkan kepalanya dengan menunggu Gabriel.
"Sky, telfon Mama dan Istrimu untuk menyusul kita kesini." Ucap Agung kepada anaknya.
"Ya, Ayah." Jawab Sky pelan.
Sky segera berdiri, sebelum meninggalkan Ayahnya. Sky menatap ruang pemeriksaan yang kemudian mengalihkan kearah punggung wanita asing yang masih setia berdiri disana.
Setelah memastikan Sky pergi, Agung memanggil Kristal.
"Duduklah, Nyonya." Ucap Agung.
Tidak ada jawaban dari Kristal, Agung berjalan mendekat hingga posisi mereka sejajar.
Terlihat wanita yang berada disampingnya terlihat gelisah, kedua tangannya saling meremat, dan air mata yang senantiasa mengalir.
"Anda siapa?" Tanya Agung lagi.
"Ah, Sa... saya pembantu Tuan Gabriel, Tuan." Jawab Kristal gugup karena suara Agung terdengar menyeramkan di telinga Kristal.
Anak, apakah dia orang tua angkat El. Gumam Kristal dalam hati.
"Nyonya, jawab pertanyaan Saya sebelum istri Saya datang." Ucap Agung lagi dengan tegas.
"Baru satu hari, Tuan." Jawab Kristal cepat.
"Dan sudah sedekat itu?" Tanya Agung semakin memojokkan Kristal.
Kristal mengangkat wajahnya hingga bertatapan langsung dengan Agung.
Kristal langsung menjatuhkan bobotnya dilantai dingin dan tangannya menyatu didepan dadanya.
"Tuan, Saya mohon. Biarkan Saya berada di dekat Gabriel." Ucap Kristal dengan berlinang air mata.
Agung memundurkan satu langkah kebelakang, pandangannya menelisik wajah Kristal.
"Apa yang sebenarnya kamu inginkan?" Tanya Agung dingin.
"Berikan Saya kesempatan untuk. membuktikan sesuatu, Tuan." Jawab Kristal yang masih memohon.
"Tentang apa? Gabriel?" Tanya Agung tajam.
"Iya." Jawab Kristal dengan bibir bergetar.
__ADS_1
Agung berdecih dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
"Apa yang ingin kamu buktikan?" Tanya Agung tanpa melihat ke arah Kristal.
Kristal bangkit dari duduknya, dan mmerogoh kedalam saku dresnya.
Dengan pelan Kristal mendekat ke arah Agung, "Tuan, tolong periksa. Ini ada tiga rambut untuk membuktikan jika yang berada didalam adalah El-ku, anakku, putraku." Ucap Kristal yang kembali menangis.
"Apa yang kamu katakan!" Seru Sky yang tiba-tiba datang dengan sedikit mendorong bahu Kristal.
Terlihat sorot mata tajam Sky menatap lekat ke arah Kristal.
"Sky." Tegur Agung kepada anaknya.
"Ayah, apa yang wanita ini ucapkan. Anak? Gabriel hanya anak Ayah dan Mama sejak kecil, dia hanya saudara Sky!" Seru Sky dengan perasaan yang campur aduk.
Kristal hanya dapat tergugu menangis, "El juga punya saudara kandung. Mereka bahkan kembar." Ucap Kristal pelan dengan masih menangis.
Mata Sky berkaca-kaca, bagaimana bisa dia akan dipisahkan oleh Gabriel, meskipun pria itu menyebalkan dan kaku tetapi Sky sangat menyayangi layaknya saudara kandung.
"Pasti, Anda salah orang Nyonya. Gabriel adalah saudaraku, hanya anak Mama dan Ayah." Ucap Sky dengan nafas memburu.
"Tapi itu kenyataannya, Saya mohon. Kalian bisa mengecek kebenarannya melalui sempel tiga rambut ini. Ini rambutku, Ayah El dan saudara kembarnya." Jawab Kristal yang kembali menunjukkan tiga buah plastik yang ada dalam genggaman tangannya.
"Baiklah, akan Aku periksa." Ucap Agung dengan mengambil tiga sempel rambut tersebut.
"Ayah." Ucap Sky yang tidak percaya dengan sikap sang Ayah.
"Sky, setidaknya kita membuktikannya terlebih dahulu. Masalah benar atau tidaknya akan kita urus nanti." Jawab Agung kepada Sky.
Sky mengguyar rambutnya kebelakang, dan kembali menatap tajam ke arah Kristal.
"Jika Gabriel bukan anak yang Anda cari, silahkan pergi sejauh mungkin." Ucap Sky penuh penekan.
Pintu ruangan pemeriksaan terbuka, terlihat dokter keluar.
"Bagaimana keadaan anak saya, dok?" Tanya Agung cepat.
"Bisakah, Anda ikut dengan saya. Untuk saat ini keadaan pasien masih lemah, tapi bisa dipindah ke ruang rawat inap biasa." Jelas sang dokter.
"Terima kasih, dok." Jawab Agung.
Terlihat beberapa perawat mendorong brangkar Gabriel keluar dari UGD, perawat membawa Gabriel masuk kedalam lift khusus untuk pasien menuju lantai tiga dimana ruang VVIP berada.
Ketiganya mengikuti perawat namun menggunakan lift yang berbeda, baru akan masuk terdengar suara Ambar.
"Ayah." Panggil Ambar dengan berlari.
Agung langsung menghampiri sang istri, "Pelan-pelan, Mah." Tegur Agung kepada istrinya.
"Bagaimana keadaan Gabriel, Yah?" Tanya Ambar tanpa menjawan ucapan suami.
"Sudah dipindahkan dikamar pasien, Mah. Ayo kita kesana." Ajak Agung kepada Ambar.
__ADS_1
Ambar dan Agung melangkah menuju lift, sejenak langkah Ambar berhenti didepan Kristal. Sedetik kemudian berlalu dan masuk bersama sang suami.
...🐾🐾...